Friday, May 27, 2011

Teroris Ancam Bom Pertamina Plaju-Sei Gerong

Seorang personel Kopaska TNI-AL melumpuhkan teroris yang membajak kapal tanker MT Eternal Oil II dalam simulasi penanggulangan terorisme, Gelar Exercise ISPS Code 2011 Pertamina Marine Region II Plaju di Sungai Musi, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (26/5). Kegiatan tersebut digelar Pertamina sebagai bentuk persiapan dalam penanggulangan ancaman keamanan dan keselamatan khususnya di wilayah pelabuhan dan perairan. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/ama/11)

26 Mei 2011, Palembang (Sripoku.com): PT Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju-SeiGerong menggelar latihan (exercise) antisipasi aksi teroris dan kebakaran tanker di Sungai Musi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan pelabuhan melalui Drill Exercise The International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code 2011 PT Pertamina (Persero) Marine Regional II Shipping, Kamis (26/5).

Acara ini dihadiri Kapolda Sumsel, Irjen Pol Hasyim Irianto dan GM RU III, Irwan.

Latihan ini digelar dalam rangka meningkatkan keamanan pelabuhan dari aksi penculikan, penyanderaan, pembajakan, ancaman pengeboman, evakuasi maupun lainnya.

Drill Exercise ISPS Code 2011 melibatkan TNI AL, Polri, SAR, Adpel dan Pertamina RU III sebagai tuan rumah.

Latihan dimulai adanya ancaman bom dan teroris dan berhasil dilumpuhkan Brimob Polda Sumsel. Dilanjutkan kesigapan tim SAR dan Pertamina RU III dalam menanggulangi kebakaran tongkang minyak dan evakuasi korban menggunakan helikopter dari BASARNAS di Sungai Musi.

Aksi dilanjutkan dengan kesigapan Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL melumpuhkan penyandera KM Cinta dan mengevakuasi korban cedera dengan helikopter TNI AL. Latihan diakhir dengan pemusnahan bom dari teroris oleh TNI AL.

Sejumlah personel Kopaska TNI-AL melakukan penyerbuan ke dalam kapal tanker MT Eternal Oil II yang dibajak teroris dalam simulasi penanggulangan terorisme, Gelar Exercise ISPS Code 2011 Pertamina Marine Region II Plaju di Sungai Musi, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (26/5). Kegiatan tersebut digelar Pertamina sebagai bentuk persiapan dalam penanggulangan ancaman keamanan dan keselamatan khususnya di wilayah pelabuhan dan perairan. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/ama/11)


Sejumlah personel Kopaska TNI-AL memperagakan aksi stabo saat mengevakuasi korban aksi terorisme di atas kapal tanker MT Eternal Oil II yang dibajak dalam simulasi penanggulangan terorisme, Gelar Exercise ISPS Code 2011 Pertamina Marine Region II Plaju di Sungai Musi, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/ama/11)

Sumber: Sriwijaya Post

Thursday, May 26, 2011

Tiga Kapal Perang AS Tiba di Jakarta

USS Tortuga (LSD 46). (Photo: USN/Mate 1st Class Martin Maddock)

25 Mei 2011, Jakarta (ANTARA News): Tiga kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk mendukung latihan bersama dengan TNI Angkatan Laut pekan ini.

Ketiga kapal perang AS yang tiba di Jakarta, Rabu, adalah USS Tortuga (LSD 46), USS Howard (DDG 83) dan USS Reuben James (FFG 57).

Kedatangan tiga kapal perang Negeri Paman Sam disambut dengan upacara militer prajurit Pangkalan Utama TNI Angktan Laut (Lantamal) III dengan inspektur upacara Asisten Operasi Danlantamal III Kolonel Laut (P) Christ Paath.

Selama ini TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut AS rutin menggelar latihan bersama dengan sandi "CARAT" atau Cooperation Afloat Readiness and Training.

Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Tri Prasodjo mengatakan, latihan bersama "CARAT" pada 2011merupakan yang ke-17.

"Kegiatan latihan akan dilaksanakan dalam dua medan yaitu kegiatan latihan yang dilaksanakan di darat, meliputi menukar pelatihan kontrol peralatan dan penanggulangan kerusakannya," katanya.

Dilaksanakan pula kegiatan bakti sosial seperti bantuan kesehatan (joint medical) dan pengobatan gigi (dental) dan kegiatan sosial membangun fasilitas kegiatan pelayanan masyarakat seperti rehabilitasi sekolah-sekolah lokal.

"Sedangkan untuk kegiatan di laut difokuskan pada peningkatan kemampuan keamanan maritim seperti tukar menukar informasi, operasi gabungan di laut, latihan patroli dan penembakan serta latihan-latihan anti penyelundupan dan perompakan," kata Tri.

Personel yang terlibat Latihan CARAT pada 2011 masing-masing 1.600 personel, baik dari TNI Angkatan Laut maupun Angkatan Laut AS.

Personel TNI Angkatan Laut berasal dari Korps Marinir sedangkan personel Angkatan Laut AS berasal dari Gugus Tugas 73 termasuk kapal jenis Amphibius Landing Dock SS Tortuga, Destroyer USS Howard dan Fregate USS Reuben James serta pasukan pendarat marinir dari Batalyon 2 dan 23.

Sumber: ANTARA News

Wednesday, May 25, 2011

Satkor Koarmatim Latih Tim Anti Pembajakan

Tim Visit Boarding Search And Siezure (VBSS) Satkor Koarmatim beraksi diatas KRI Nala-363 yang sedang bersandar di Dermaga Penjelajah Koarmatim Ujung Surabaya Rabu (25/05).

25 Mei 2011, Surabaya (Dispenarmatim): Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim melatih tim anti pembajakan di laut yang terdiri dari dua tim berjumlah 16 personel Visit Boarding Search And Seizure (VBSS). Tim VBSS saat ini sedang berlatih diatas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nala-363 yang sedang bersandar di Dermaga Penjelajah Koarmatim Ujung Surabaya (25/05) dengan dipimpin oleh ketua koordinator Kapten Laut Hafidz yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Divisi Bahari (Kadivbah) KRI Ahmad Yani-351.

Untuk membekali pengetahuan dan keterampilan dalam menangani aksi pembajakan dan perompakan, tim VBSS Satkor Koarmatim bekerja sama dengan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) guna melatih kemampuan dan keterampilan personel dalam hal pengetahuan tentang VBSS. Materi yang dilaksanakan hari ini tentang pergerakan personel diatas kapal (Ship Movement) yang disimulasikan terjadi pembajakan diatas kapal niaga.

Pasukan ini dibekali dengan senjata laras panjang jenis Senapan Serbu SS-1, Automatic kalasnikov AK-47, rompi anti peluru Body Armor dan helm tempur. Selain itu juga dilengkapi dengan Sekoci karet guna melakukan operasi tempur laut untuk mendekati sasaran. Latihan ini akan berlangsung selama tiga hari mulai hari Rabu tanggal 25 Mei sampai dengan Jum’at 27 Mei 2011 dengan melakukan beberapa macam materi yaitu pertempuran jarak dekat Close Quarter Batle (CQB), pergerakan didalam kapal Ship Movement, penyergapan dan penghancuran musuh (Ful Mission Planing) (FMP) dan penanganan tawanan (Personal Handling).



Gladi tempur ini merupakan bentuk tindakan Satkor Koarmatim dalam meningkatkan kemampuan VBSS bagi unsur-unsur Satkor guna mendukung kesiapan operasional kapal dalam menghadapi berbagai tindak kejahatan dan aksi terorisme di laut serta segala kemungkinan kontinjensi yang terjadi. Selain itu diharapkan dengan latihan tersebut tim ini mampu melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan dengan benar sesuai prosedur, mampu menguasai teknik dan taktik dasar infiltrasi keatas kapal serta pertempuran jarak dekat dan memahami tindakan pengamanan terhadap tawanan.

“Rencananya tim VBSS ini akan melakukan demo penanganan terhadap aksi perompakan dan pembajakan yang digelar diatas KRI jajaran Satkor Koarmatim tanggal 7 Juni 2011 saat memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Satkor tahun 2011”, kata Kapten laut Hafidz Koordinator latihan tersebut.

Sumber: Dispenarmatim