Sunday, May 15, 2011

Marinir Beli Senjata Pertahanan Udara dan BMF-3


14 Mei 2011, Jakarta (Koran Tempo): Korps Marinir TNI Angkatan Laut akan menambah tujuh perangkat senjata antiserangan udara baru pada tahun ini. Persenjataan seharga US$ 15 juta atau Rp 135 miliar ini sebagian bakal dipasang di sekeliling Istana Negara, Jakarta, untuk pengamanan serangan dari udara.

"Sekarang sudah mulai dirakit dan akan dikirim ke sini akhir tahun," kata Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal Alfan Baharudin kepada Tempo di kantornya di Cilandak, Jakarta, kemarin. Senjata berupa kendaraan tempur yang dilengkapi meriam kaliber 35 milimeter ini dibeli dari Swiss tapi dirakit oleh perusahaan di Cina.

Alfan menjelaskan, selain untuk antiserangan udara, peralatan ini bisa dipergunakan untuk serangan darat. Sebagian senjata lainnya akan ditempatkan di Markas Korps Marinir di Kwitang dan Markas Brigadir Infanteri Marinir di Cilandak, Jakarta.

Tujuh senjata tersebut juga dibeli untuk melengkapi kebutuhan Batalion Artileri Pertahanan Udara Marinir dan mengganti peralatan lama yang umurnya sudah sangat tua. Peralatan baru pun digunakan untuk operasi-operasi militer, operasi tempur amfibi, dan pelatihan militer rutin.

Korps Marinir, Alfan melanjutkan, juga membeli lagi kendaraan tempur Tank BMF-3F dengan senjata kaliber 100 milimeter buatan Rusia sebanyak 54 unit atau setara dengan satu batalion. Dengan penambahan ini, Marinir akan memiliki tiga batalion resimen kavaleri. Tank ini dipesan sejak 2009 dan sudah tiba 17 unit.

BMF-3F mampu melaju di darat dengan kecepatan 70 kilometer per jam dan di air mencapai 12 knot per mile. Tank ini menggunakan mesin buatan Ukraina. "Ini tank yang terbesar di Tanah Air," ujar Alfan.

TNI juga berencana membeli satu skuadron pesawat jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan untuk menggantikan jet latih Hawk MK-53 milik TNI Angkatan Udara yang sudah usang. Namun, "Itu kontraknya belum dibuat," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantor Wakil Presiden, Jakarta, pada 13 April lalu.

Sumber: Koran Tempo

Filipina Tertarik Beli 3 LPD Buatan PT PAL

KRI Banda Aceh-539. (Foto: Kemhan)

13 Mei 2011, Jakarta (Kolinlamil): Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M. didampingi Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, MPA., MBA. menerima kunjungan kehormatan Flag Officer in Command, Philippine Navy (Kasal Filipina) Vice Admiral (Laksamana Madya) Alexander P. Pama. AFP, di Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (12/5).

Kunjungan Kasal Filipina ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan antara TNI AL dan Angkatan Laut Filipina yang telah terjalin dengan baik selama ini.

Pada kunjungan tersebut, Flag Officer in Command Philippine Navy (Kasal Filipina) Vice Admiral (Laksamana Madya) Alexander P. Pama AFP, menerima paparan dan presentasi dari PT. PAL Indonesia mengenai kapal perang produksi dalam negeri jenis Landing Platform Dock (LPD) KRI Banda Aceh-593, di Lounge Room KRI Banda Aceh-593.

Vice Admiral (Laksamana Madya) Alexander P. Pama AFP selesai menerima paparan merasa terkesan dan berharap kerjasama ini dapat berlanjut ke depan.

Sebelum mengakhiri kunjungannya di KRI Banda Aceh Vice Admiral (Laksamana Madya) Alexander P. Pama AFP mengadakan pertukakaran cenderamata, setelah itu rombongan melanjutkan peninjauan dengan meninjau bagian-bagian kapal diantaranya anjungan, geladak helly, tank deck dan rampa.

Filipina Tertarik LPD buatan PAL

Peninjauan Pama ke dua kapal perang jenis LPD itu, terkait rencana Filipina untuk membeli kapal sejenis tersebut dari PT PAL.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengemukakan, sejumlah negara seperti Filipina berminat membeli sejumlah kapal buatan PT PAL.

"Filipina yang membeli kapal buatan PT PAL jenis kapal LPD (landing platform dock) yang yang bisa didarati helikopter," katanya.

Menhan menjelaskan fungsi kapal itu sangat luas sehingga dapat untuk angkut pasukan dan juga untuk operasi penanggulangan bencana.

"Filipina membeli tiga unit kapal LPD," kata Purnomo menambahkan.

Ia mengatakan pemerintah terus menawarkan produk industri produk pertahanan nasional ke sejumlah negara calon pembeli seperti Filipina, Brunei, Malaysia, dan Vietnam.


Sumber: Dispen Kolinlamil

Kasarmatim Sambut Kedatangan KAL Kudungga di Sangatta

Kasarmatim Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto, SE didampingi Bupati Kutim, Ketua DPRD Kutim, Asrena Pangarmatim, Wadan Lantamal IV dan Danlanal Sangatta foto bersama didepan KAL Kudungga setelah acara penyambutan Kapal tersebut, Selasa (10/5).

13 Mei 2011, Surabaya (Dispenarmatim): Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Kasarmatim) Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto, SE menyambut kedatangan Kapal patrol KAL Kudungga yang dipesan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dari PT. Pelindo Batam, di perairan Sangatta, belum lama ini, Selasa (10/5).

Sejumlah pejabat pemerintah daerah setempat juga hadir, diantaranya Bupati Kutai Timur Isran Noor, jajaran Muspida, anggota DPRD Kutim dan para undangan lainnya. Tepat pada saat kapal melabuh, penari kesenian tradisional Kaltim pun menyambut kedatangan kapal tersebut. Begitu kapal sandar, Nampak Komandan KAL Kudungga Kapten Laut (P) Deksatiana memberikan laporan kepada Kasarmatim.

Dalam sambutannya Kasarmatim Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto, SE mengatakan, dalam waktu dekat kapal ini akan dipersenjatai dengan meriam kaliber 20 mm yang mampu menembakkan 1.000 peluru per menit. Kasarmatim menyambut baik kehadiran kapal ini, sebagai sarana pengamanan wilayah keamanan laut Kutim yang cukup panjang sekaligus penguatan pengamanan obyek vital nasional. “Kapal ini siap dioperasikan,” kata Kasarmatim.

Sementara itu Bupati Kutim Isran Noor dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemkab Kutim membeli kapal patrol untuk tiga kepentingan. Pertama, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara dalam memelihara kedaulatan. Kedua, menekan tingginya penjarahan di kawasan ALKI II yang mengakibatkan hilangnya kekayaan Negara. Ketiga, strategi pertahanan dan keamanan rakyat semesta. “Inilah yang coba dikontribusikan Pemkab Kutim,” katanya.

Menurut Bupati Kutim, bahwa pembelian kapal ini telah mendapatkan persetujuan masyarakat Kutim melalui para wakilnya di DPRD. Kapal ini juga akan memberikan manfaat riil secara material dan immaterial. Misalnya sebagai sarana pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia pada daerah utara Pulau Kalimantan, memudahkan dalam pendistribusian bantuan bahan makanan, pakaian dan obat-obatan sebagai langkah penanggulangan korban bencana alam, serta sebagai sarana mendukung program social kemasyarakatan.

Dikatakan Bupati Kutim, bahwa kapal tersebut tetap milik Pemkab Kutim dan tidak dihibahkan ke TNI AL. Biaya operasional kapal juga tetap ditanggung Pemkab. Namun pengelolaannya akan dilakukan melalui kerjasama dengan TNI AL. “Kapal akan dioperasikan oleh TNI AL, dan akan diwaki oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dan kepolisian.

Setelah acara seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan joy sailing atau uji coba kapal di perairan Sangatta. Puluhan undangan pun berbondong-bondong menuju kapal untuk mengikuti momen langka tersebut. Kapal diuji coba sampai kecepatan 20 knot.

Sumber: Dispenarmatim