Saturday, April 9, 2011

Pembuatan Kapal Tingkatkan Percaya Diri Lanal Batam

Model Kapal Cepat Rudal KCR-40 diproduksi di PT Palindo Marine Shipyard Batam. (Foto: Berita HanKam)

9 April 2011, Batam -- (ANTARA News): Pembuatan kapal perang Indonesia di satu perusahaan Batam meningkatkan percaya diri TNI AL, khususnya yang beroperasi di Lanal Batam.

"Yang paling penting, pembuatan kapal perang ini membuat Batam lebih disegani oleh negara-negara tetangga," kata Komandan Lanal Batam Kolonel (L) Iwan di Batam, Sabtu .

Letkol Iwan mengatakan keberhasilan pembuatan KRI jenis kapal cepat rudal membuktikan anak-anak Indonesia mampu menciptakan teknologi tinggi sehingga meningkatkan percaya diri. Apalagi pembuatan kapal perang dilakukan di Batam, yang berbatasan dengan beberapa negara.

Menurut Danlanal, daya saing TNI AL, terutama Lanal Batam akan lebih tinggi dengan menggunakan kapal perang buatan anak bangsa.

"Ada kebanggaan tersendiri yang akan mempengaruhi kami dalam menjaga perairan NKRI," kata dia.

KRI kenis KCR-40 dirancang anak bangsa lulusan Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Surabaya yang dibuat di perusahaan PT Palindo Marine Industri (PMI).

TNI AL memesan 10 kapal perang yang akan digunakan dalam mengamankan laut Indonesia.

Iwan mengatakan 10 kapal perang ini akan beroperasi di Armada Barat dan Armada Timur, menjaga perairan NKRI.

KCR-40 dilengkapi dengan sistem persenjataan modern berupa Sensor Weapon Control (Sewaco), meriam kaliber 30 MM 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS) serta peluru kendali.

Diperkirakan kapal itu mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot dan menembakan rudal C-705 hingga ratusan meter.

Kapal dengan teknologi tinggi itu memiliki spesifikasi panjang 44 meter, lebar delapan meter, tinggi 3,4 meter dan sistem propulasi fixed propeller lima daun.

PT PMI sudah menyelesaikan satu kapal yang akan diserahterimakan pada Kementerian Pertahanan pada 25 April 2011.

"Setelah serah terima, kapal itu akan diberi nama lalu diserahkan kembali ke Armabar," kata dia.

KRI tersebut, kata dia, akan beroperasi mengamankan perairan NKRI wilayah barat.

Sumber: ANTARA News

Panglima TNI: Pelanggaran Kedaulatan Makin Mengancam

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kiri) memeriksa barisan peserta upacara militer Peringatan Hari Angkatan Udara ke-65 Tahun 2011 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (9/4). Peringatan Hari Angkatan Udara ke-65 Tahun 2011 ini dimeriahkan oleh atraksi rampak gendang Paskhas, atraksi udara dari Tim Jupiter Aerobatic dan Tim Thunder Aerobatic dengan pesawat tempur Sukhoi dan F-16 serta demo pasukan anti teror dan penyelamatan SAR Udara. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/IP/11)

9 April 2011, Jakarta -- (ANTARA News): Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan, pelanggaran kedaulatan wilayah Indonesia oleh pihak asing semakin mengancam sehingga harus menjadi perhatian dan prioritas utama, seiring dengan kemajuan industri dirgantara militer.

"Tantangan yang dihadapi TNI ke depan semakin kompleks, sejalan dengan dinamika yang berkembang," katanya pada peringatan HUT ke-65 TNI Angkatan Udara di Jakarta, Sabtu.

Ia mengemukakan, dua dinamika yang mengancam itu adalah kemajuan industri kedirgantaraan khususnya militer, dan luasnya wahana dirgantara yang makin strategis.

Agus mengatakan, perkembangan dan dinamika keduanya memberi dampak multidimensional terhadap pertahanan negara.

"Karena itu, betapa vital dan strategisnya peran TNI Angkatan Udara dilihat dari posisi geografis, global, dan regional," ujarnya menambahkan.

TNI, katanya, bertekad menegakkan hukum sesuai hukum nasional dan internasional dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara, sementara pemerintah akan meningkatkan kemampuan TNI menjadi lebih kuat dan efektif dalam mengawal kedaulatan NKRI.

Namun, semua itu harus tetap dilakukan tanpa mengabaikan keselamatan prajurit.

"Mantapkan keamanan guna mewujudkan zero accident dan terwujudnya loyalitas yang lurus dan cerdas serta operasi penerbangan harus aman dan sukses," kata Agus.

Seperti pada perayaan tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT ke-65 TNI-AU juga dimeriahkan parade, defile, demo darat serta demo udara.

Sebanyak 52 unit pesawat berbagai jenis memeriahkan perayaan HUT ke-65 TNI Angkatan Udara yang jatuh pada 9 April.

Sumber: ANTARA News

TNI AU Harus Siap Sambut Alutsista

T-50 segera memperkuat TNI AU. (Foto: KAI)

9 April 2011, Soreang -- (PRLM): Para prajurit TNI Angkatan Udara (AU) harus bersiap diri menyambut modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) termasuk mengemban misi nihil kecelakaan (zero accident).

“Kedaulatan udara sangat terkait dengan kemampuan TNI AU dalam menjaga wilayah udara dari pelanggaran hukum,” kata Kepala Staf AU Marsekal TNI Imam Sufaat dalam sambutan dibacakan Wakil Komandan Sesko AU Marsma TNI Madar Syahib, dalam upacara ke-65 Hari Angkatan Udara di Lanud Sulaiman, Sabtu (9/4).

Peringatan Hari Angkatan Udara dimeriahkan dengan atraksi para pecinta aeromodelling maupun terbang layang Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Jabar. Sebelumnya Lanud Sulaiman juga menggelar berbagai acara seperti lomba bulutangkis, menembak, bola voli, futsal, tenis lapangan, dan bola gelinding (bowling). Acara lainnya berupa ziarah ke TMP Cikutra dan donor darah.

Sumber: PRLM