Saturday, October 9, 2010

Iran Sedang Bangun Destroyer Generasi Baru

Destroyer INS Jamaran menembakan rudal Nour saat uji coba penembakan sistem persenjataan kapal pada 9 Maret 2010. (Foto: Reuters)

09 Oktober 2010 -- KASAL Iran Laksamana Muda Habibollah Sayyari mengatakan Iran sedang membangun destroyer Jamaran generasi baru, kutip kantor berita MEHR, Selasa (5/10). Informasi terperinci akan diumumkan pada saat yang tepat ucap Sayyari.

Iran juga sedang membuat sejumlah proyek militer lainnya, termasuk kapal selam kelas Qadir, dan beberapa sistem rudal.

Pada Februari lalu, Iran meluncurkan kapal perusak kawal rudal INS Jamaran. Kapal ini dirancang dan dikembangkan oleh Iran bobot sekitar kapal 1420 ton, dilengkapi radar modern serta berkemampuan melakukan peperangan elektronik. Kapal dapat membawa 120-140 personil, dipersenjatai rudal anti kapal dan rudal permukaan-udara dengan kecepatan maksimal hingga 30 knot.

MEHR/Berita HanKam

Wamenhan Kunjungi Kopassus

08 Oktober 2010, Jakarta -- Wamenhan Letjen TNI Syafri Samsudin beserta rombongan melakukan kunjungan ke Kopassus, Pasukan yang memiliki kemampuan khusus ini memiliki makna strategis dalam konteks pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Makopassus, Selasa (5/10). Suasana kunjungan ini berlangsung hangat dan akrab, diawal pembicaraanya Wamenhan mengatakan, tujuannya datang ke Kopassus adalah untuk berdialog tentang situasi pertahanan NKRI, kemudian dari hasil kunjungan ini tentu akan didapat masukan penting yang bisa menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan yang tepat khususnya terkait dalam hal pertahanan wilayah ungkap Wamenhan. Wamenhan mengapresiasi dan memberikan rasa hormat kepada Kopassus yang masih setia dan akan selalu menjaga hak milik bangsa ini, serta Kopassus semakin profesional di dalam pelaksanaan setiap tugas baik dalam negeri maupun luar negeri. Dalam kesempatan itu Wamenhan menyerahkan berupa bantuan senjata tinggal kepada Kopassus kemudian dengan menggunakan mobil Wamenhan beserta rombongan berangkat meninggalkan Kopassus.

Pangab Selandia Baru Kunjungi Kopassus

Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus, menyambut secara resmi kedatangan Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Selandia Baru Letjen Jeremiah Mateparae di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (24/9). Kedatangan Pangab Selandia Baru diawali dengan Upacara Penghormatan Militer di Makopassus dan dilanjutkan dengan kunjungan resmi di Ruang Danjen Kopassus. Dalam pembicaraan tersebut, Danjen Kopassus menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Pangab Selandia Baru yang merupakan kehormatan bagi TNI-AD khususnya Kopassus serta berharap kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat lebih ditingkatkan di masa yang akan datang. Sementara itu, Pangab Selandia Baru menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat, akrab dan bersahabat serta menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini dan berharap hubungan kerjasama tersebut dapat ditingkatkan di masa mendatang dalam rangka mempererat kerjasama dan persahabatan antar angkatan bersenjata kedua negara. Pada akhir pertemuan, kedua Panglima AB bersepakat untuk melakukan pembahasan lebih lanjut guna merancang program kerja sama berupa pertukaran kunjungan, pendidikan dan latihan serta Armed Forces to Armed Forces Talk atau antar Angkatan/ Matra. Dalam kunjungan tersebut Pangab Selandia Baru didampingi Athan Selandia Baru di Jakarta dan dua orang analis pertahanan yaitu Mrs. Caroline Mc. Queen dan Mrs. Stacy Holland Belser.

Kopassus

650 Prajurit Yonif 405 Diberangkatkan ke Papua

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono menyalami sejumlah prajurit TNI AD dari Yonif 405/Surya Kusuma/Brigif 4 Dewaratna Banyumas, seusai upacara pemberangkatan pasukan, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jateng, Jumat (8/10). Sebanyak 650 parjurit dari Yonif 405/Surya Kusuma/Brigif 4 Dewaratna Banyumas yang diberangkatkan dengan menumpang KRI Teluk Amboina itu akan bertugas selama satu tahun di perbatasan RI-Papua Nugini. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/nz/10)

09 Oktober 2010, Semarang -- Sebanyak 650 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 405/Surya Kusuma diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (8/10), untuk menjalankan tugas menjaga daerah perbatasan Indonesia di Papua.

Upacara pelepasan ratusan prajurit yang diberangkatkan dengan menggunakan KRI Teluk Amboina 503 dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono.

Pangdam mengatakan tujuan prajurit Yonif 405 ditempatkan di Papua adalah untuk menjaga daerah perbatasan menggantikan prajurit dari Yonif 433 yang selesai menjalankan tugas sekitar satu tahun.

“Perbatasan menjadi salah satu titik pengamanan TNI agar tidak terjadi pelanggaran batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan ingin mengganggu kedaulatan negara Indonesia,” katanya.

Menurut dia, pemberangkatan ratusan prajurit Yonif 405 Surya Kusuma sudah diatur sesuai jadwal di Mabes TNI terkait dengan rotasi tugas dalam menjaga wilayah perbatasan NKRI.

Kepada prajurit yang bertugas di Papua, Pangdam berpesan agar bersungguh-sungguh memahami dan mampu mengaktualisasikan apa yang menjadi tugas pokok yang diberikan sehingga dapat menunjukkan sikap dan kemampuan terbaik.

“Tidak setiap prajurit TNI mendapat kesempatan bertugas menjaga perbatasan NKRI sehingga hal itu merupakan kebanggaan tiap prajurit,” ujarnya.

Koran Jakarta