Wednesday, September 29, 2010

KSAL Inspeksi Kapal Perang Jelang Sertijab

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) yang lama, Laksamana TNI Agus Suhartono (kiri) didampingi calon penggantinya Laksamana Madya TNI Soeparno melakukan penghormatan terhadap deretan kapal perang Indonesia saat inspeksi laut di Markas Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Makoarmatim), Surabaya, Rabu (29/9). Inspeksi laut merupakan salah satu tradisi di lingkungan TNI AL guna memeriksa kesiapan unsur-unsur untuk terakhir kalinya, sebelum tongkat estafet kepemimpinan diserahterimakan. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/ss/ama/10)

29 September 2010, Surabaya -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono melakukan inspeksi kapal perang di Markas Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur, Ujung, Surabaya, Rabu, sehari menjelang digelarnya serah terima jabatan.

Dalam kegiatan itu, KSAL yang didampingi calon penggantinya Laksamana Madya TNI Soeparno dan sejumlah Panglima Komando Utama (Pangkota) di jajaran TNI AL, melakukan inspeksi dari atas Kapal Angkatan Laut (KAL) Yudhistira.

Kegiatan yang diberi nama "Admiral Inspection" ini merupakan salah satu tradisi di lingkungan TNI AL yang dilaksanakan guna memeriksa kesiapan unsur-unsur untuk terakhir kalinya, sebelum tongkat estafet kepemimpinan diserahterimakan.

Tradisi semacam ini biasanya digelar menjelang pergantian KSAL maupun Panglima Komando Armada RI. Selain sebagai ajang perpisahan dengan prajurit, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan pemimpin yang baru.

Setelah melakukan inspeksi laut, KSAL Laksamana TNI Agus Suhartono menyampaikan amanat melalui radio telekomunikasi KAL Yudhistira dan dipancarkan ke seluruh kapal perang TNI AL yang sedang beroperasi di penjuru perairan Indonesia maupun internasional.

Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut Drs. Yayan Sugiana, mengatakan gelar inspeksi ini diikuti sekitar 2.500 prajurit anak buah kapal dari berbagai tipe dan jenis.

"KSAL dan penggantinya melewati setiap kapal perang yang bersandar dan mendapat penghormatan dari prajurit sambil meneriakkan 'Jalesveva Jayamahe'," katanya.

Ia menambahkan sertijab KSAL akan dilaksanakan di Dermaga Koarmatim pada Kamis (30/9), dengan dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso.

Sebelumnya, Laksamana TNI Agus Suhartono resmi dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Panglima TNI, Selasa (28/9), menggantikan Jenderal Djoko Santoso yang telah memasuki masa pensiun.

Dalam Admiral Inspection ini, Laksamana TNI Agus Suhartono yang sudah dilantik oleh Presiden sebagai Panglima TNI menggantikan Jendral Djoko Santoso ini didampingi penggantinya Laksamana Madya TNI Soeparno dan sejumlah Panglima Komando Utama jajaran TNI AL. (Foto: detikFoto/Zainal Effendi)

Suasana saat Agus Suhartono melakukan inspeksi kapal perang (Admiral Inspection). (Foto: detikFoto/Zainal Effendi)

Sertijab KSAL sendiri akan dilaksanakan di Dermaga Koarmatim pada Kamis (30/9/2010) yang dipimpin langsung Panglima TNI Djoko Santoso. (Foto: detikFoto/Zainal Effendi)

ANTARA News

'Disandera', Batalyon Raiders Bebaskan Direksi PDAM

Dengan mengendap-endap, pasukan Raider mulai memasuki gedung PDAM Kota Surabaya untuk membebaskan direksi PDAM yang disandera teroris. (Foto: detikFoto/Rois Jajeli)

29 September 2010, Surabaya -- Suara tembakan terdengar keras di dalam gedung PDAM Kota Surabaya, Rabu (29/9/2010) dinihari.

Suara tembakan tersebut berasal dari senapan anggota Yonif 500/Raider Kodam V Brawijaya yang hendak membebaskan direksi PDAM yang disandera teroris.

Hanya dalam waktu 5 menit, 15 personel pasukan Yonif 500/Raider berhasil membebaskan sandera. Pasukan khusus TNI ini juga berhasil melumpuhkan para teroris.

Pembebasan sandera ini hanyalah latihan anggota Yonif 500/Raider Kodam V Brawijaya. "Ini merupakan latihan tahunan anggota Raider. Latihan ini untuk memelihara keterampilan anggota Raider," ujar Kapten Inf Laode M. Nudin, staf Intel Kodam V Brawijaya.

Laode mengungkapkan latihan dilakukan serentak di 20 tempat. Di antaranya di gedung RRI Surabaya, Telkom Ketintang, Graha Pena, Sier Rungkut, gardu PLN Wonorejo, stasiun Pasar Turi, Adpel Tanjung Perak, Jasa Tirta, Stadion Tambaksari, Usaha Dagang Iris, PT Sumateraco dan PT Mandiri Tangguh Laksana.

Puncak kegiatan latihan anggota Yonif 500/Raider sekitar pukul 13.00 WIB di gedung Pertamina, Jalan Jagir.

Ingin kuasai Pertamina, 16 teroris ditembak mati

Rentetan suara tembakan terdengar dari dalam gedung Pertamina UPMS V, Jalan Jagir Wonokromo, Rabu (29/9/2010) siang. Tembakan tersebut berasal dari sekelompok teroris yang ingin menguasai gedung Pertamina.

Para teroris yang berjumlah 16 orang ini lalu memaksa seluruh karyawan dan karyawati Pertamina keluar gedung. Sambil terus memberi tembakan peringatan, para teroris yang semuanya memakai penutup wajah ini memaksa karyawan lebih cepat meninggalkan gedung.

Tampak dua teroris berjaga di pintu luar gedung, sedangkan 5 teroris berjaga di dalam gedung. Para teroris juga menyandera General Manager yang kebetulan sedang berada di ruangannya di lantai 5.

Penyanderaan di gedung Pertamina ini diketahui pasukan Yonif 500/Raiders Kodam V Brawijaya. Atas informasi ini, pasukan khusus TNI ini lalu melakukan penyelidikan. Dan ternyata benar. Tak lama, dengan menggunakan mobil dan motor, pasukan Yonif 500/Raiders bergerak ke gedung Pertamina.

Setibanya di depan gedung Pertamina, pasukan Yon Raiders langsung menembaki para teroris. Dua teroris yang berjaga di pintu langsung tewas. Anggota Yon Raiders ini terus bergerak masuk ke dalam gedung dan menembaki para teroris. Lima teroris di dalam gedung pun tewas begitu juga yang berada di lantai 5. Dan selanjutnya pasukan Yon Raidere membawa sandera keluar gedung.

Rentetan peristiwa tersebut hanyalah simulasi latihan pasukan Yonif 500/Raiders Kodam V Brawijaya. "Ini memang latihan rutin pasukan Yonf 500/Raiders dalam rangka menumpas para teroris," ujar Komandan Yonif 500/Raiders Kodam V Brawijaya Mayor Inf I Nyoman Sukasana.

Sejumlah anggota Tim Penanggulangan Teror (Gultor) Yonif 500/Raider berhasil menyerbu dan melumpuhkan sejumlah teroris, saat simulasi penanggulangan teroris di Gedung Pertamina UPMS V Jatim-Bali-Nus, Surabaya, Rabu (29/9). Simulasi yang digelar oleh Yonif 500/Raider Kodam V/Brawijaya bekerjasama dengan Pertamina tersebut, sebagai wujud kesiapan TNI AD dalam membantu Polri untuk membasmi terorisme di Indonesia. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/10)

Seorang anggota Tim Penanggulangan Teror (Gultor) Yonif 500/Raider berhasil mengamankan seorang teroris. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/10)

Sejumlah teroris menguasai gedung dan menyandera sejumlah orang. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/10)

beritajatim.com

Menhan: Rp150 Triliun untuk Alutista


29 September 2010, Jakarta -- Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro, mengatakan bahwa menganggarkan sekira Rp 150 triliun untuk pengadaan dan pemeliharaan, serta perawatan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sebagian besar diambil dari Rencana Pembangunan Menengah Nasional 2010-2014.

"Dari jumlah tersebut sebesar Rp100 triliun diambil dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2010-2014," kata Purnomo kepada pers, di Istana Wapres Jakarta, Rabu.

Hal tersebut dikemukakan usai dirinya menerima penghargaan Cinta Karya Bangsa dari Wapres Boediono, yang juga dihadiri oleh Menperind MS Hidayat, Menteri ESDM Darwin Saleh serta sejumlah pejabat instansi/kementrian serta direktur BUMN.

Menurut menhan, sisanya sebesar Rp50 triliun diharapkan bisa diperoleh oleh kementriannya apabila ekonomi Indonesia ke depan tumbuh dengan baik.

Dirinya mengakui, dana sebesar Rp 50 triliun tersebut masih belum bisa terakomodasi tapi dirinya masih akan terus memperjuangkan. "Belum, sekarang lagi kita perjuangkan," katanya.

Alutista yang akan dibuat di dalam negeri dari anggaran Rp 150 triliun tersebut meliputi fregat, juga fast patrol boat. Untuk di perairan Indonesia barat, TNI AL tidak mengembangkan kapal ukurang besar, sehingga bisa dibuat di dalam negeri.

"Kita lengkapi dengan rudal, persenjataan modern. Kalau yang untuk Indonesia timur memang besar-besar. Seperti fregat itu kita bangun di Surabaya. Mudah-mudahan akhir tahun kita bisa mendeklarasikan untuk membangun kapal selam di Indonesia juga di PT PAL," kata Menhan.

Hal yang menarik dalam pembuatan alutista tersebut adalah semua tenaga yang mengerjakan adalah tenaga Indonesia sehingga bisa menciptakan suatu lapangan kerja dan memiliki dampak berantai yang luas.

"Satu fregat bisa menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja jadi kalau dua fregat bisa menyerap dua kali lipat tenaga kerja. Belum lagi dampak ekonomi lainnya," kata Purnomo.

Untuk itu, tegasnya, dirinya tetap memprioritaskan penggunaan produksi dalam negeri dalam pembuatan alutista.

ANTARA News