Wednesday, June 23, 2010

Empat Wong Bee Mendarat di Kuta

Seorang teknisi Skuadron Udara Pendidikan 102 menutupi kokpit pesawat latih KT-1 "Wong Bee" yang baru mendarat di Pangkalan Udara TNI-AU Ngurah Rai, Bali, Selasa (22/6). Empat "Wong Bee" melakukan operasi latihan bagi para calon instruktur penerbang yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Instruktur Penerbang TNI-AU. (Foto: ANTARA/Marboen/Koz/ama/10)

22 Juni 2010, Kuta -- Sebanyak 16 orang siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) angkatan ke-63 tahun 2010 melaksanakan latihan terbang Navigasi Jarak Jauh (NJJ) di Lanud Surabaya. Latihan ini dilaksanakan selama seminggu mulai tanggal 22s/d30 Juni dengan menggunakan 4 pesawat KT-1B Woong Bee.

Latihan NJJ menempuh rute dari Lanud Adisucipto, menuju ke Lanud Ngurah Rai dan transit di Lanud Surabaya untuk refeul bahan bakar. Di Lanud Ngurah Rai menginap (round) dan hari berikutnya kembali dengan rute dari Lanud Ngurah Rai, transit ke Lanud Surabaya dan berakhir di Lanud Adisucipto. Latihan ini harus ditempuh setiap siswa SIP sebelum pendidikan instruktur penerbang berakhir.

Tampak Dan Skadron 102 Letkol Pnb Ramod Sinaga selesai memimpin latihan terbang turun dari pesawat menuju VIP tower lama di bandara juanda surabaya menunggu refeul, selesai refeul melanjutkan latihan penerbangan sesuai dengan rute yang telah ditentukan.

Pentak Lanud Surabaya

Gripen Czech Republic Offset Programme Successfully Completes Second Contractual Milestone

(Photo: militarypictures.info)

22 June 2010 -- Gripen International has announced succesfull fulfillment of the second contractual milestone of the Programme of Industrial Cooperation accompanying the lease of 14 Gripen fighters provided by the Swedish government. According to the Annual Report on Offset performance for the calendar year 2009, approved by the Czech Ministry of Defence, the Gripen offset programme has by the December 31st 2009 generated 19.92 billion CZK of cummulative offset value for the Czech Republic.

For the calendar year 2009 transactions value of 3,68 billion CZK have been approved. The cummulative value has now reached 19.92 billion CZK since the start of the programme on June 14th 2004. This represents 78% of the total commitment. As of 31st December 2009 46 offset transactions have been registered.

“We are very pleased the Gripen offset programme continues to benefit Czech industry even in these difficult economic times,” said Bengt Littke, Gripen Programme Director – Czech Republic. “It is our ambition to bring a positive contribution to the Czech economy.”

Background:

Gripen International is committed to generate Offset and Industrial Co-operation to the value of 130 % from the Gripen fighter lease contract value, which represents 25,5 billion CZK. The Offset agreement requires a minimum direct Offset equalling 20 % of the Offset agreement value.

The second milestone states that the achieved cumulative value of the Programme shall correspond to at least 48 % of the commitment and the achieved cumulative value of Direct Transactions shall correspond to at least 9.6 %.

Gripen is a new generation fighter aircraft which employs the latest technology and the latest weapons, which delivers the capability for an extensive variety of air-to-air and air-to-surface operational missions, including recognisance missions. Gripen is in service with the Swedish, Czech, Hungarian, South African air force and in Thailand. The UK Test Pilots’ School (ETPS) is operating Gripen as its advanced fast jet platform for test pilots worldwide. Gripen is fully NATO compatible and can be deployed globally. Gripen meets the highest demands of operational deployment.

Gripen International also has successful Offset Programmes (Industrial Co-operation) in Hungary and South Africa.

Saab Group

Tingkatkan Profesiensi, Lanud Iswahjudi Terbang Malam


23 Juni 2010, Madiun -- Karena mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan terbang di siang hari, maka para “Fighter” Lanud Iswahjudi selama sepekan (21-25/6) mengadakan latihan terbang malam dengan menggunakan tiga jenis pesawat tempur.

Terbang malam bertujuan untuk melatih penglihatan para penerbang dan mengantisipasi serangan lawan, jika sewaktu-waktu melaksanakan operasi di waktu malam, karena pada malam hari tingkat kesulitan sangat tinggi dibandingkan siang hari, sehingga dengan latihan tersebut diharapkan para penerbang akan mampu menyesuaikan keadaan, sehingga keahlian dan kemanpuan terbang akan meningkat pula.

Selain itu latihan terbang malam dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan para penerbang dalam melaksanakan operasi penerbanganan maupun operasi latihan, serta untuk mengantisipasi tugas yang akan dilaksanakan dalam segala kondisi.

Terbang yang dilaksanakan pada malam hari tersebut merupakan program kerja Lanud Iswahjudi sebagai pangkalan operasi, dalam upaya untuk meningkatkan profesionalisme para penerbang baik skill (keahlian) maupun kemampuan (Profesiensi).

Sementara dalam latihan terbang malam tersebut digunakan jenis pesawat F-16/Figthing Falcon, F-5/Tigar II dan HS Hawk MK-53 dengan area latihan seperti siang hari yaitu, Lanud Iswahjudi – Ponorogo – Tulungagung – Nganjuk – Surabaya – Solo dan Ngawi.

Pentak Lanud Iswahjudi