Thursday, February 18, 2010

TNI AU Gelar Latihan Operasional Helikopter NJS

Helikopter latih EC120 Colibri.

17 Pebruari 2010, Tasikmalaya -- TNI Angkatan Udara (AU) menggelar latihan operasional helikopter Navigasi Jarak Sedang (NJS)/Excersise Navigation di wilayah Kabupaten Ciamis, dan Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu.

Komandan Skadron udara VII, letkol Penerbang, Sri Duto, mengatakan, latihan NJS tersebut salah satu program kerja khusus TNI AU dalam mengoperasionalkan helikopter oleh lulusan anggota TNI AU sekolah penerbangan, Subang, Jawa Barat.

"Ini dilaksanakan untuk tahap akhir pelaksanaan pembelajaran terbang navigasi jarak jauh dan sedang," katanya usai pendaratan di lapangan udara Wiriadinata, Tasikmalaya.

Ia menjelaskan, latihan penerbangan yang diikuti tujuh siswa penerbangan TNI AU dan 21 pilot akan memutari angkasa di sebagian besar Kabupaten Ciamis.

Kata dia pesawat yang digunakan sebanyak tujuh unit diantaranya jenis Kolibri 3 unit dan empat unit helikopter jenis bel47G soloynq melakukan pemantauan wilayah kabupaten Ciamis.

Selain melakukan latihan penerbangan NJS bagi siswa penerbangan, sekaligus menjalin silaturahmi dengan pemerintah daerah Tasikmalaya dan Ciamis dengan TNI AU.

"Dalam latihan navigasi ini membina silaturahmi dengan pemda setempat," katanya.

Bahkan, penerbangan navigasi yang dilakukan pendaratan di lapangan udara Tasikmalaya mengundang pelajar tingkat TK dan SMA sebagai upaya pengenalan tentang TNI AU.

Kata dia, program penerbangan navigasi tersebut berharap pelajar tingkat SMA khususnya di Tasikmalaya memiliki minat menjadi anggota TNI AU sebagai generasi selanjutnya.

"Karena TNI AU juga butuh minat keinginan masyarakat untuk menjadi anggota TNI AU, makanya program ini sekaligus sosialisasi kepada masyarakat khususnya pelajar SMA," katanya.

Sementara itu, tujuh unit helikopter yang mendarat di lapangan udara Wiriadinata Tasikmalaya menjadi tontonan rekreasi bagi pelajar tingkat TK dan SMA.

Mereka antusias mengabadikannya dengan memotret serta melihat langsung helikopter satu per satu melakukan penerbangan dan pendaratan dengan jarak yang cukup dekat.

ANTARA News

KASAU Philipina Tinjau Simulator Hercules

Kasau Philipina Letjen Oscar H Rabena saat berdialog dengan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat sebelum memasuki Kokpit Simulator C-130 Hercules. (Foto: Pentak Halim Perdanakusuma)

17 Februari 2010, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Udara Philipina Letnan Jenderal Oscar H Rabena beserta rombongan yang melakukan kunjungan di Indonesia menjadi tamu TNI Angkatan Udara dan diterima oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Mabesau, Cilangkap, Senin lalu, di hari kedua melakukan kunjungan di Lanud Halim Perdanakusuma, meninjau Fasilitas Simulator pesawat C-130 Hercules, Selasa {16/2}.

Kasau Philipina Letjen Oscar H Rabena bersama Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat tiba di Fasilitas Simulator pesawat C-130 Hercules disambut oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Maersekal Pertama TNI Bagus Puruhito beserta para pejabat langsung melakukan peninjauan di Simulator C-130 Hercules yang dimlikiki TNI Angkatan Udara, pada kesempatan itu Kasau Phlipina dan Kasau mencoba terbang dengan Simulator yang dipiloti Komandan Skadron Udara 31 Letkol Pnb Poerwoko Aji, kurang lebih selama 30 menit.

Simulator C-130 Hercules yang didesain sedemikian rupa sehingga mampu mensimulasikan fungsi dan kemampuan pesawat C-130 Hercules, sehingga para penerbang yang melaksanakan training dengan Simulator C-130 Hercules akan merasakan seperti terbang dengan pesawat C-130 Hercules yang sebenarnya, terbang dengan simulator diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para penerbang Hercules TNI AU untuk menuju profesionalisme para penerbang.

Disela-sela kunjungannya Kasau Philipina mengatakan simulator yang di miliki TNI AU ini merupakan suatu asset dan perangkat yang bisa menghasilkan keprofesionalan para penerbang di sisilain para penerbang akan banyak mengetahui tentang tekhnik penerbangan juga secara materi akan banyak menghemat dengan tidak mengurangi keprofesionalan para penerbang, namun akan tetap terpelihara.

PENTAK LANUD HALIM PERDANAKUSUMAH

TNI AD Kaji Divisi Infanteri 3 Kostrad


18 Februari 2010, Jakarta -- Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad masih mengkaji kebutuhan akan adanya Divisi Infanteri 3 Kostrad di kawasan timur Indonesia, dari dua divisi yang telah dimiliki. Walaupun belum ada alokasi anggaran untuk 2010, hal ini dianggap perlu, mengingat kondisi lapangan yang luas.

Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta seusai serah terima jabatan Panglima Kostrad dari Jenderal George Toisutta kepada Letjen Burhanudin Amin, Rabu (17/2) di Lapangan Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad di Cilodong, Jawa Barat. Divisi Infanteri 2 Kostrad berlokasi di Singosari, Malang, Jawa Timur.

Menurut George, bagi TNI Angkatan Darat, yang terpenting adalah penyebaran personel yang merata. Ia menceritakan ucapan mantan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Pattimura Mayjen M Noer Muis yang mengatakan, jumlah pulau dan tentara di Maluku dan Maluku Utara masih jauh dari ideal.

”Satu pulau hanya bisa dijaga enam prajurit,” kata George.

Berdasarkan keadaan itu, keberadaan Divisi 3 Kostrad masih dikaji. Ia menekankan, tidak ada penambahan atau perubahan kekuatan di TNI AD yang tidak lewat kajian. Kebijakan itu akan dikoordinasikan TNI dengan Kementerian Pertahanan dan Dewan Perwakilan Rakyat. Saat ditanya apakah hal itu akan direalisasikan pada 2010, George menyatakan, belum ada alokasi anggaran.

Pengamat militer dari FISIP Universitas Indonesia, Andi Widjajanto, mengatakan, rencana pembentukan satu divisi Kostrad di bagian timur Indonesia konsisten dengan strategi pertahanan berlapis. Ancaman dilihat datang dari utara di poros barat, yaitu Natuna dan Malaka, tengah yaitu Laut Sulawesi, dan utara yaitu Laut Arafura.

”Pasukan memang harus dibagi,” kata Andi. Menurut dia, selama ini Divisi Infanteri 2 Kostrad di Malang yang mengatasi masalah di timur Indonesia. Andi mengatakan, rencana penambahan divisi ini merupakan karakter pertahanan yang berbeda dengan rencana penambahan kodam di Papua.

”Kostrad itu adalah satuan pemukul tempur, sementara kodam untuk pembinaan teritorial dan logistik,” kata Andi.

KOMPAS