Sunday, November 15, 2009

Naval Defense Indonesia 2009

Model kapal perang yang dilengkapi rudal BrahMos, latar belakang stan Thales. (Foto: @beritahankam)

15 Maret 2009 -- Naval Defense Indonesia 2009 yang dilaksanakan 12 - 14 November di GrandCity, Surabaya. Hanya menampilkan dua stan dari industri militer yaitu Thales dan BrahMos.

Sedangkan stan TNI AL yang terpampang dalam denah stan pameran tidak nampak, hanya tampak model rudal BrahMos.

Thales menampilkan radar yang digunakan oleh kapal perang Indonesia, serta peragaan multi media peremajaan SEWACO KRI Ahmad Yani.

Sedangkan BrahMos menampilkan model rudal BrahMos lengkap dengan peragaan multimedianya.

Sepertinya penyelengara harus bekerja keras untuk tahun depan jika masih akan menggelar event yang sama, agar lebih banyak lagi perusahaan militer yang mengikuti pameran.

Peragaan multimedia peremajaan SEWACO KRI Ahmad Yani oleh Thales. (Foto: @beritahankam)

Model radar yang ditampilkan Thales. (Foto: @beritahankam)

Model kapal perang yang dilengkapi rudal BrahMos, latar belakang model rudal BrahMos dimana menurut denah pameran merupakan stan TNI AL. (@beritahankam)

@beritahankam

Peletakan Lunas Kapal Induk USS Gerald R. Ford (CVN 78)


15 November 2009 -- 15 November 2009 -- Galangan kapal Northrop Grumman Shipbuilding dan Angkatan Laut Amerika Serikat menandai peletakan lunas kapal induk tenaga nuklir pertama dari kelas Gerald R. Ford.

Kapal induk ini diberi nama Gerald R. Ford merupakan Presiden AS ke-38, sponsor kapal anak perempuan Ford yaitu Susan Ford Bales.

USS Gerald R. Ford (CVN 78) diperkirakan menelan biaya 5,1 milyar dolar, mempunyai bobot 100.000 ton, panjang 333 meter lebar 41 meter, mampu dipacu hingga 30 knot ditenagai dua reaktor nuklir dengan membawa lebih dari 75 pesawat tempur.

Dijadwalkan kapal diterima AL AS pada 2015.



Gambar artis USS Gerald R. Ford CVN-78. (Foto: Northrop Grumman Shipbuilding

Konstruksi Gerald R. Ford pada bulan Februari 2007.

Konstruksi Gerald R. Ford pada bulan Maret 2009.

Northrop Grumman/@beritahankam

KD Gempita Sukses Tembakan Misil Exocet

KD Gempita. (Foto: TLDM)

15 November 2009 -- Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) berhasil melakukan penembakan misil Exocet MM38, Rabu (11/11) pukul 10:30 waktu setempat di utara perairan Selat Malaka.

Misil ditembakan dari Fast Attack Craft Missile (FAC-M) buatan Swedia KD Gempita mengenai sasaran permukaan Surface Target Barge (STB) berukuran 40 meter. STB terdiri dari tongkang dan 6 kontainer berukuran 40 kaki, akibat terkena misil empat kontainer hancur dan jatuh ke laut.

Efek terkena misil Excocet. (Foto: TLDM)

Exocet MM38 didapat TLDM pada tahun 1978, misil ini jenis permukaan ke permukaan, mempunyai berat 735 kilogram, panjang 5,21 meter, diameter 35 centimeter serta dapat membawa hulu ledak seberat 165 kilogram. Jarak maksimum misil ini lebih dari 40 kilometer.

Penembakan misil ini merupakan bagian dari latihan perang TLDM bertajuk Operational Sea Training Excercise (OSTEX) yang dilaksanakan di perairan Selat Malaka, yang melibatkan 6 kapal perang KD Gempita, KD Lekiu, KD Lekir, KD Laksamana Tun Abdul Jamil, KD Laksamana Hang Nadim, KD Laksamana Tan Pusmah, sebuah helikopter Super Lynx, sebuah helikopter Nuri dan 2 jet tempur Hawk milik TUDM.

TLDM/@beritahankam