Wednesday, September 16, 2009

Dephan Tambah Alokasi Anggaran untuk Dukung Kemampuan Pertahanan Negara

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono (kiri) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso sebelum rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/9). Rapat kerja antara Departemen Pertahanan dan TNI dengan Komisi I DPR merupakan rapat kerja terakhir di masa bakti DPR periode 2004-2009. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/mes/09)

16 Desember 2009, Jakarta -- Dalam rangka mendukung kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, Departemen Pertahanan (Dephan) telah menambah alokasi anggaran untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara antara lain melalui melalui repowering, retrofiiting, pemeliharaan dan pengadaan alutsista secara terbatas. Hal ini dikatakan Menteri pertahanan Republik Indonesia Juwono Sudarsono pada saat menghadiri Rapat Kerja bersama Panglima TNI dan Komisi I DPR RI beserta para pejabat Dephan dan TNI, Senin (14/9) di gedung Nusantara II Paripurna DPR RI, Jakarta.

Lebih lanjut menhan menjelaskan, kendala yang dihadapi Dephan dalam rangka mendukung kesiapan alutsista TNI, antara lain masih kurang memadainya kuantitas dan kualitas Alutsista TNI serta sarana dan prasarana, sarana dan optimalnya upaya mensinergikan industri pertahanan nasional. Selain itu pula yang menjadi kendala seperti kegiatan penelitian dan pengembangan industri pertahanan secara terpadu serta tingginya ketergantungan pada teknologi dan industri militer luar negeri serta rendahnya tingkat kesejahteraan prajurit TNI, termasuk jaminan sosial dan asuransi bagi prajurit TNI.

Berdasarkan kendala tersebut di atas, untuk dapat mencapai sasaran pembagunan pertahanan negara, menurut menhan perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut, yakni penajaman dan sinkronisasi kebijakan strategi pertahanan, peningkatan kemampuan dan profesionalisme TNI, peningkatan penggunaan alutsista produksi dalam negeri, peningkatan pendidikan bela negara dan peran aktif masyarakat dalam pertahanan negara dan mendorong percepatan pembentukan Komite Kebijakan Industri Pertahanan dan Kelembagaan Dewan Keamanan Nasional serta meningkatkan kesejahteraan prajurit termasuk jaminan asuransi prajurit.

Disamping itu, menyangkut penghapusan aktivitas bisnis TNI menhan menjelaskan, bahwa Dephan telah melakukan restruksi bisnis TNI yang dimulai dengan tahapan inventarisasi secara cermat, berhati-hati dan bertanggung jawab melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Semetara itu Ketua Komisi I DPR RI Theo L Sambuaga membacakan kesimpulan hasil rapat yaitu, untuk pemenuhan kebutuhan minimal anggaran serta pencapaian target sasaran, Komisi I DPR RI memandang perlunya untuk dilakukan kajian oleh menteri Pertahanan tentang Performance Based Bugdet dan prospek pembangunan kekuatan yang berorentasi pada Minimum Esential Force dengan menekankan unsur efektivitas, efisiensi serta pencapaian sasaran khususnya mempertahankan pertahanan-pertahanan yang vital, seperti wilayah-wilayah perbatasan dan pulau terluar.

Komisi I DPR RI juga menyampaikan beberapa hasil pengkajian antara lain tentang sistem pertahanan dan manajemen alutsista, aset tanah negara di lingkungan Dephan dan Mabes TNI, dukungan untuk mewujudkan Universitas Pertahanan sebagai universitas yang dapat diandalkan didalam melakukan pengkajian dan pembelajaran dibidang studi pertahanan dengan tetap terus mengkoordinasikan dengan Departemen Pendidikan Nasional.

Pada kesempatan pertemuan tersebut sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan Komisi I DPR RI periode 2004 -2009, Komisi I DPR RI memberikan penghargaan tinggi dan terimakasih sebesar-besarnya atas hubungan kerjasama yang terjalin secara produktif dengan Menhan dan Panglima TNI sebagai mitra kerja Komisi I DPR RI selama tahun 2004-2009 dan menghargai berbagai kemajuan yang telah dicapai oleh TNI dalam merealisasikan agenda reformasi TNI serta minta panglima untuk melanjutakan usaha-usaha dalam menuntaskan agenda reformasi di lingkungan TNI.

Bersamaan dengan rapat terakhir ini, Komisi I DPR RI meminta Dephan untuk melanjutkan program legislasi yang telah berlangsung berdasarkan agenda reformasi sektor pertahanan serta melanjutkan hubungan kerja dengan DPR RI, khususnya Komoisi I DPR RI periode 2009-2014 untuk merealisasikan agenda program legislasi nasional.

DMC

TNI AL Siapkan Tiga KRI

KRI Teluk Cirebon. (Foto: dispenal)

16 September 2009, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan pihaknya menyiagakan tiga kapal perangnya, untuk membantu angkutan laut arus mudik dan arus balik Lebaran 2009.

"Kita sediakan tiga kapal perang kita, antara lain di wilayah barat untuk Lampung dan Belitung, dan di timur untuk rute ke Bali," kata Tedjo di Jakarta, Selasa (15/9). Tiga kapal perang yang disediakan TNI AL itu, masing-masing KRI Teluk Cirebon yang berasal dari Komando Armada RI Kawasan Barat, KRI Surabaya berasal dari Komando Armada RI Kawasan Timur, dan KRI Teluk Hading dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

"Ketiga kapal yang disediakan itu antara lain jenis Landing Ship Tank (LST) dan Landing Platform Dock (LPD), yang dapat memuat banyak penumpang," kata KSAL.

Tedjo menambahkan, penyediaan kapal perang bagi kelancaran angkutan selama Lebaran itu telah dikoordinasikan bersama Departemen Perhubungan. "Jadi, sudah ada permintaan dari pemerintah daerah dan kemudian lanjut kepada Departemen Perhubungan yang langsung disampaikan ke Mabes TNI," ungkapnya.

Jadi, tambah dia, meski pihaknya telah menyiagakan tiga kapal perang tersebut maka pergerakannya tetap harus ada ijin dari Panglima TNI. Tentang jaminan keselamatan, Kepala Staf Angkatan Laut menjamin kondisi kapal-kapal TNI Angkatan Laut, termasuk kapal yang disiagakan untuk membantu angkutan Lebaran itu, dalam kondisi prima dan siap digunakan. Bantuan kapal perang yang diberikan TNI AL untuk mengangkut para pemudik itu bukan yang pertama kali dilakukan.

MEDIA INDONESIA

Komandan Sektor Timur Kunjungi Kompi Alfa

Kunjungan Komandan Sektor Timur Unifil Brigadir Jenderal Ricardo Alvarez Espejo Garcia ini dalam rangka pengecekan kesiapsiagaan prajuritnya. (Foto: detikNews/Letkol Arh Hari Mulyanto)

15 September 2009, Lebanon -- Komandan Sektor Timur Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) Brigadir Jenderal Ricardo Alvarez Espejo Garcia kembali mengunjungi ke satuan-satuan di bawah jajarannya di wilayah Sektor Timur Unifil, dalam rangka pengecekan kesiapsiagan prajuritnya, Senin (15/9).

Kali ini yang mendapat giliran pengecekannya adalah Kompi Alfa Indobatt yang berada di Al Qusayr UN POSN 9-63. Kunjungan ini merupakan bentuk keseriusan Jenderal Angkatan Darat Spanyol yang dipercaya untuk memimpin Sektor Timur Unifil sejak dua bulan yang lalu, guna meyakinkan bahwa daerah tanggung jawabnya (Area of Responsibility/AoR) aman dan terbebas dari segala bentuk gangguan keamanan, sesuai Resolusi DK PBB No. 1701 yang telah diperpanjang hingga Agustus 2010.

Dalam kunjungan tersebut, Jenderal Alvarez didampingi oleh Dansatgas Konga XXIII-C/Unifil - Letkol Inf R. Haryono serta Wadansatgas - Letkol Mar Suherlan mengadakan peninjauan di Markas Kompi Alfa Indobatt untuk melihat secara langsung kesiapan satuan jajarannya dari dekat.

Sebelumnya Dansektor mendapatkan paparan dari Komandan Kompi Alfa Indobatt tentang situasi dan kondisi daerah tanggung jawabnya yang meliputi wilayah Al Qusayr dan sekitarnya termasuk daerah perbatasan Lebanon-Israel yang sering dijadikan tempat untuk berunjuk rasa warga Lebanon di TP 37.

Dalam kunjungan tersebut, Komandan Sektor Timur Unifil Brigadir Jenderal Ricardo Alvarez Espejo Garcia didampingi oleh Dansatgas Konga XXIII-C/Unifil Letkol Inf R. Haryono serta Wadansatgas Letkol Mar Suherlan. (Foto: detikNews/Letkol Arh Hari Mulyanto)

Dansatgas Konga XXIII-C Unifil, memberikan kenang-kenangan berupa jaket loreng TNI. (Foto: detikNews/Letkol Arh Hari Mulyanto)

Beberapa hari yang lalu Alvarez juga mengadakan inspeksi di Kompi Charlie Indobatt dan juga ke satuan-satuan jajarannya yang berasal dari 5 negara meliputi, Spanyol, Indonesia, Malaysia, India dan Nepal. Dia tidak hanya menginspeksi prajuritnya, namun juga mengumpulkan para Kepala Desa yang berada di wilayahnya sebagaimana yang dilakukan di wilayah operasi Indobatt untuk meningkatkan jalinan kerja sama antara Unifil dengan masyarakat setempat.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Jenderal yang pernah bertugas di Afghanistan itu berpesan kepada anggota Kompi Alfa agar senantiasa waspada dan siap siaga dalam menghadapi segala bentuk kemungkinan yang terjadi dengan tetap memperhatikan prosedur dan ketentuan yang berlaku di Unifil.

Menurut Letkol Arh Hari Mulyanto, Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-C/Unifil, dalam kunjungan tersebut Dansatgas Konga XXIII-C Unifil, memberikan kenang-kenangan berupa jaket loreng TNI yang langsung di kenakan oleh Jenderal Alvarez Gracias.

POS KOTA