Wednesday, September 2, 2009

Pelantikan Dankomar Baru

2 September 2009, Jakarta -- KSAL Tedjo Edhy Purdijatno (tengah) bersalaman dengan Komandan Korps Marinir yang baru Brigjen TNI (Mar) M. Alfan Baharuddin (kiri) dan Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri (kanan) usai pelantikan Komandan Korps Marinir di di Markas Brigade Infanteri 2 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (2/9). Djunaidi yang digantikan Alfan selanjutnya menempati pos barunya di Mabes TNI-AL. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)

KSAL Tedjo Edhy Purdijatno (tengah) menyerahkan pataka Korps Marinir kepada Komandan Korps Marinir yang baru Brigjen TNI (Mar) M. Alfan Baharuddin (kanan) yang didampingi Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri (tengah) usai pelantikan Komandan Korps Marinir. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)

KSAL Tedjo Edhy Purdijatno (tengah) didampingi Komandan Korps Marinir yang baru Brigjen TNI (Mar) M. Alfan Baharuddin (kanan) dan Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri (kiri) memberi hormat pada defile pasukan. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/09)



Defile kendaraan tempur TNI Angkatan Laut saat upacara serah terima jabatan Komandan Korps Marinir baru. (Foto: KOMPAS/Dhoni Setiawan)

TNI Perketat "Security Clearence" Ekspor Senjata

PT Pindad memamerkan senjata buatannya terkait kasus penyitaan 50 senjata buatan Pindad oleh aparat Filipina. Senjata ini dipamerkan dalam jumpa pers di Dephan, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (1/9). Pindad juga memperlihatkan 1 box kayu berisi 5 senjata jenis SS1 V1, dan 15 magazine kepada sejumlah wartawan. Masing-masing senjata dilengkapi 3 magazine, 1 tali sandang, dan 1 pisau sangkur. (Foto: detikFoto/ Ramadhian Fadillah)

2 September 2009, Jakarta -- Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menyatakan, TNI makin memperketat pemberian "security clearence" bagi ekspor senjata, guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggungjawab.

"Selama ini TNI telah berlaku sangat selektif, dan ketat dalam pemberian `security clearence`. Tidak main-main, dan tidak sembarang," katanya, menjawab ANTARA di Kabupaten Bekasi, Rabu.

Ditemui usai menghadiri pencanangan pembangunan 11 unit blok kembar rumah susun sewa bagi TNI, ia menegaskan, dalam proses ekspor senjata ke Pemerintah Filipina dan Mali pihaknya telah melakukan prosedur sesuai aturan berlaku.

Djoko mengemukakan, pemberian "security clearence" oleh TNI berdasarkan permohonan Departemen Pertahanan sebagai pembina PT Pindad sebagai industri pertahanan yang menerima pesanan senjata berupa pistol dan senapan laras panjang dari Filipina dan Pemerintah Mali.

"Security clearence" dikeluarkan TNI sebagai dasar bagi Departemen Pertahanan untuk mengeluarkan rekomendasi izin ekspor kepada PT Pindad, masing-masing pada 20 Januari 2009 untuk pesanan sepuluh pucuk pistol P2-V1 bagi Filipina dan izin ekspor pada 12 Juni 2009 untuk 100 unit senjata SS1-V1 bagi Mali.

"Kewenangan TNI hanya sampai situ, mengenai bagaimana kondisi dan keberadaan senjata-senjata itu di luar negeri, TNI sudah tidak memiliki kewenangan," ujarnya.

Panglima TNI menegaskan, "security clearence" bagi setiap ekspor senjata tidak bisa begitu saja diberikan.

"Kita harus cek siapa pembelinya, apa yang dibeli, dari mana. Jadi, jangan buat kesan seolah-olah TNI tidak serius, tidak selektif selama ini dalam pemberian "security clearence"," kata Djoko.

ANTARA News

Cina Memamerkan Rudal-Rudal Baru Pada Parade 1 Oktober

Rudal balistik antar benua CSS-X-10 (Dong Feng-41). (Foto: wikipedia)

2 Desember 2009 -- Cina akan memamerkan lima tipe rudal baru buatan dalam negeri pada parade militer hari nasional 1 Oktober, diberitakan media lokal mengutip sumber militer, Rabu (2/9).

Harian Global Times memberitakan lima rudal baru tersebut termasuk rudal balistik antar benua CSS-X-10 (Dong Feng-41) dan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam CSS-NX-4 (JL-2), rudal jelajah konvensional, rudal konvensional jarak menengah dan pendek.

DF-41 mirip SS-27 Topol M.

“Rudal-rudal ini dirancang dan diproduksi oleh Cina sendiri serta tidak pernah dipublikasikan secara resmi sebelumnya,” tulis harian tersebut mengutip sumber militer yang namanya tidak mau disebutkan.

Menurut sumber umum , CSS-X-10 rudal balistik berbahan bakar padat berpangkalan di darat terbaru dikerjakan oleh Cina serta menunjukkan pencapaian tertinggi teknologi rudal Cina.

DF-41 dipercaya sama dengan Rudal Rusia SS-27 Topol-M, yang mampu menyerang AS. Rudal ini sepertinya akan menjadi kekuatan pemukul nuklir utama Cina.

CSS-NX-4 berbahan bakar padat - cair dua tingkat, mampu mencapai sasaran hingga 8000 kilometer dengan mengusung hulu ledak tunggal atau multi.

Rudal ini dikembangkan untuk ditempatkan di kapal selam strategis Cina saat ini dan generasi baru.

Cina membuat kemajuan dalam pengembangan kekuatan nuklir sejak terakhir kali parade militer di Taman Tiananmen 1999.

Sumber tersebut menambahkan Cina telah mengembangkan rudal nuklir dan konvensional, berbahan bakar campuran padat - cair serta cair, dengan jarak berbeda, respon darurat cepat dan mengenai sasaran presisi.

“Setiap negara yang mencoba menyerang Cina dengan senjata nuklir harus bersiap menerima pembalasan, meskipun telah mempunyai sistem anti rudal,” ujar Sumber kepada Global Times.

RIA Novosti/@beritahankam