Monday, August 3, 2009

Panser Itu Gagasan Jusuf Kalla...

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/08). JK meninjau cara pembuatan panser di perusahaan pembuat alat-alat militer itu. (Foto: detikFoto/Gunawan Mashar)

3 Agustus 2009, Jakarta -- Panser buatan PT Pindad itu yang merancang, memiliki gagasan awal, dan pelaksanaan pembuatannya siapa lagi kalau bukan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Dua tahun silam pembuatan dimulai.

Sejak Kamis dua pekan lalu, panser yang pernah digagas dan dilaksanakan pembiayaannya dengan tanda tangannya sebagai penjamin kredit akhirnya berjalan. Dan, kini, sebagian kecil gagasannya itu ”kembali” juga ke tangannya.

Sabtu (1/8) siang, Wapres Kalla ditemani dua cucunya, Omar Rasheed dan Siti Fatiyah, resmi melihat ”kembali”-nya dua dari empat panser jenis angkut personel ringan (APR) yang diberi nama Anoa 6x6 buatan BUMN strategis. Panser tersebut disimpan di barak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di ujung jalan dekat rumah dinas Wapres Kalla di Jalan Diponegoro, Jakarta.

Empat panser itu merupakan pengganti dari empat panser yang dianggap sudah terlalu tua untuk digunakan oleh Grup B Paspampres untuk menjaga keamanan very very important person (VVIP) itu. Selain dikirim ke Grup B Paspampres, sejumlah panser yang sama juga dikirim untuk menjaga keamanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman pribadinya di Puri Cikeas Indah, Bogor, dan Kompleks Istana Kepresidenan dan Sekretariat Negara, Jakarta.

Asal tahu saja, empat panser itu merupakan bagian dari 40 panser yang belum lama ini diserahterimakan dari PT Pindad kepada pemerintah, yang langsung dihadiri oleh Presiden Yudhoyono sendiri selaku kepala pemerintahan.

”Kembali” ke tangan Wapres Kalla? Ya. Setelah digagas pembuatannya dan direkomendasikan cara pembiayaannya dengan jaminannya di atas secarik kertas rancangan gambar panser pada Desember 2007, panser itu kemudian dikerjakan PT Pindad.

Dalam tempo tak lama, 25 panser diselesaikan dan langsung diikutsertakan di acara gelar pasukan pada Hari Ulang Tahun TNI. Saat acara peresmian dan serah terima 40 panser lainnya yang selesai dikerjakan, peresmiannya dilakukan oleh Presiden Yudhoyono.

”Tidak apa-apa, silakan saja diserahterimakan dari Pindad ke Presiden. Akan tetapi, Presiden harus menjelaskan proses dan sejarah panser tersebut,” ujar Wapres Kalla saat di perjalanan akhir kampanyenya sebagai calon presiden dalam penerbangan dari Surabaya ke Jakarta, Minggu, 5 Juli.

Dalam acara peresmian, Presiden Yudhoyono banyak bicara mengenai pengembangan produksi dalam negeri untuk alat utama sistem persenjataan. Setelah berpidato, Presiden Yudhoyono menyempatkan meninjau dan mencoba masuk ke panser dan berjalan.

Wapres Kalla saat melihat panser ”gagasan”-nya itu tampak santai. Menggunakan kaus dan sandal kulit, dengan antusias Wapres menyentuh panser dengan bangga sembari mengaguminya. Ia tak bisa menahan ketika sang cucu ikut-ikutan bersamanya naik ke atas panser dan masuk ikut duduk ke dalam panser.

Dengan senyum ceria karena akhirnya panser gagasannya itu bisa dinikmatinya.

KOMPAS

Sunday, August 2, 2009

Simulasi TNI Serbu Sarang Teroris


30 Juli 2009, Bogor -- Pasukan elite Unit Pengintaian Tempur Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) menggelar simulasi latihan penanggulangan terorisme. Dalam simulasi yang digelar Kamis (30/7) dinihari, tim menggerebek markas anggota teroris yang ada di Kota Bogor, Jawa Barat.

Puluhan personel pasukan yang bersenjata laras panjang, penutup kepala, dan pakaian serba hitam langsung mendobrak rumah di Tanah Sereal, Bogor, yang diduga ditempati anak buah Noordin Mohammad Top. Identitas penghuni rumah diketahui para teroris berdasarkan laporan intelijen.

Usai mendobrak pintu, baku tembak pun tak terhindarkan. Satu demi satu ruangan digeledah. Dalam waktu singkat, pasukan elite Kostrad ini berhasil melumpuhkan delapan anggota kelompok teroris dalam keadaan tewas. Pihak TNI mengaku selalu siap tempur untuk mengamankan negara dari aksi teror.

Liputan6.com

Panser Pindad Diminati Nepal dan Malaysia

Wapres Jusuf Kalla berdialog dengan anggota TNI yang mengoperasikan Panser Anoa. Kendaraan tempur ini diperlihatkan kepada Wapres, Jakarta, Sabtu (1/8) di kediaman dinasnya. (Foto: Jawa Pos/Raka Denny)

2 Agustus 2009, Jakarta -- Panser produksi Pindad ternyata diminati negara-negara tetangga. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, sejumlah negara telah mengirim proposal untuk membeli panser buatan Bandung tersebut, diantaranya Nepal dan Malaysia.“Jadi panser ini bukan hanya digunakan untuk TNI, tapi juga akan diekspor,” ujar Jusuf Kalla ketika mencoba dua panser 6x6 merek Anoa milik Paspampres yang kemarin mulai menjaga kediaman dinas wakil presiden.Kalla mengatakan, panser tersebut diminati karena harganya lebih murah, namun kemampuannya sama dengan panser buatan Prancis. Dibandingkan panser VAB bermesin Renault buatan Prancis yang harganya USD 1,3 juta (sekitar Rp 15 miliar) per unit, panser Anoa seseparuh lebih murah, hanya Rp 7 miliar per unit. Namun, kemampuan Anoa sama persis dengan VAB, karena juga menggunakan mesin Renault, meski badannya sepenuhnya menggunakan baja produksi dalam negeri.

Kalla mengatakan, panser 6x6 yang dipajang di kediaman dinasnya kemarin dipesan khusus untuk pasukan komando. Selain untuk pengamanan, panser tersebut juga bisa digunakan untuk penyelamatan VVIP seperti wapres dan keluarganya. “Biasanya Paspampres gunakan panser (produksi) 1950-an, tak heran sering mogok. Maka diganti dengan yang ini. Di kediaman RI 1 dan RI 2 ada dua unit panser komando ini,” terang JK.Dua unit panser yang dipajang di kediaman JK kemarin adalah bagian dari 150 unit panser komando dan empat panser intai yang dipesan Departemen Pertahanan ke Pindad. Kontraknya senilai Rp 1,127 triliun. Tahun 2008 sudah didistribusikan 20 panser diantaranya ke Bali, Sidoarjo, Bandung , dan Bekasi. Sisanya dibagi ke dalam empat distribusi yakni Juni, Oktober dan Desember 2009.Karena keterbatasan produksi, Pindad belum mampu memenuhi permintaan 20 panser dari Nepal dan Malaysia. Saat ini, Pindad baru bisa memproduksi 16 unit panser per bulan.

PONTIANAK POST