Wednesday, July 15, 2009

Selat Sunda Jadi Prioritas


15 Juli 2009, Bandar Lampung -- Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III TNI AL Laksamana Pertama (Laksma) TNI Edy Yusuf menjelaskan Selat Sunda akan menjadi prioritas pengamanan jika eskalasi keamanan regional tidak mendukung.

"Saat ini saja beberapa negara besar sudah mengirimkan kapalnya ke wilayah tersebut, guna mengantisipasi kejahatan laut, seperti pembajakan kapal yang terjadi di Somalia," katanya, di Bandar Lampung, Rabu (15/7).

Namun, lanjutnya, karena masih adanya keterbatasan TNI AL menyangkut sarana keamanan seperti kapal patroli, sehingga pengamanan diprioritaskan kepada perairan yang krusial.

"Kebijakan saat ini mengutamakan pengawasan wilayah yang krusial seperti di Selat Malaka, Ambalat, dan wilayah yang berbatasan dengan Australia," terangnya.

Edy juga menjelaskan, bahwa pemerintah tidak melupakan peningkatan kemampuan antara lain dengan pengadaan kapal baru tipe sigma dari Belanda. Namun, hal itu belum bisa menjangkau seluruh wilayah perairan di Indonesia, sehingga tetap ada prioritas pengamanannya.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Edy Yusuf (tengah) melakukan jabat tangan komando dengan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Lampung yang baru Kol. Laut (P) Weddy Widya (kiri)) dan mantan Danlanal Lampung Kol. Laut (P) Hargianto (kanan), usai serah-terima jabatan dan pelantikan, di Dermaga E PT Pelindo Lampung, di Bandarlampung, Rabu (15/7). (Foto: ANTARA/Triono Subagyo/hm/hp/09)

Komandan Lantamal III tersebut hadir di Lampung dalam rangka memimpin upacara serahterima jabatan dan pelantikan Danlanal Lampung dari Kol Laut (P) Hargianto kepada Kol. Laut (P) Weddy Widya, di Dermaga E PT Pelindo Lampung.

MEDIA INDONESIA

Latihan Gabungan TNI Rutin Digelar di Kaltim

Latgab TNI 2008 di Singkawang. (Foto : detikFoto/Kolonel Caj Dr. Ahmad Yani Basuki)

15 Juli 2009, Jakarta -- TNI secara resmi memiliki daerah yang bersifat permanen untuk menggelar latihan gabungan. Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Kalimantan Timur telah menyatakan kesediaan menjadikan sekitar 26 ribu hektare wilayahnya yang terletak di Kecamatan Bengalon dan Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, sebagai daerah latihan.

Persetujuan ditandai penyerahan surat Keputusan Bupati Kutai Timur tentang Penetapan Lokasi Latihan Gabungan TNI oleh Bupati Kutai Timur, Isran Noor, pada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di markas TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (14/7).

Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan, Pemda Kalimantan Timur berpandangan latihan TNI secara rutin dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan negara.

Terlebih, di provinsi ini terdapat garis perbatasan darat dengan Malaysia sepanjang 1.038 km. Belum lagi perbatasan laut yang terbuka, terutama di perairan Ambalat yang belakangan semakin gencar diklaim Malaysia sebagai bagian dari hak daulatnya.

Pada kesempatan tersebut Panglima Kodam VI/Tanjungpura, Mayor Jenderal Tono Suratman melaporkan rencana pembangunan pasar di perbatasan Jagol Babeng untuk mengurangi mobilitas penduduk ke wilayah Malaysia guna berbelanja keperluan sehari-hari.

JURNAL NASIONAL

Terjun Penyegaran Yonif Linud 328/KOSTRAD di Lanud Suryadarma


15 Juli 2009, Subang -- Sekitar 504 orang Prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri (Yonif) Lintas Udara (Linud) 328/Kostrad yang bermarkas di Cilodong, Depok mengadakan terjun payung penyegaran di Landasan Lanud Suryadarma, Subang, Selasa (14/7). Kegiatan terjun payung penyegaran dilaksanakan sebagai program latihan rutin prajurit TNI AD yang berkualifikasi lintas udara agar senantiasa trampil dan profesional melaksanakan terjun payung dari pesawat udara.

Terjun payung di Lanud Suryadarma ini didukung oleh satu pesawat Herkules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta yang take off dari Jakarta sekitar pukul 06.00 WIB. Sedangkan pasukan penerjun telah mempersiapkan diri dari home base sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Untuk menerjunkan sekitar 504 pasukan tersebut, dilaksanakan enam kali muat (sortie) berkekuatan 80-90 orang dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma dan empat kali run (putaran) untuk menerjunkan pasukan di landasan Lanud Suryadarma berkekuatan sekitar 20-25 penerjun. Penerjun selain dilengkapi senjata laras panjang juga payung cadangan.

Dalam kegiatan yang berlangsung lancar hingga sekitar pukul 12.00 WIB tersebut Komandan Yonif Linud 328/Kostrad Letkol Inf Joko Hadi P., ikut pula terjun di sortie dan run pertama. Sedangkan pejabat yang hadir antara lain Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kol Inf Muslimin Akib, pejabat Lanud Suryadarma dan para pendukung kegiatan terjun payung.

PENTAK LANUD SURYADARMA