Monday, February 16, 2009

Ratusan Marinir Latihan Pratugas Ambalat


16 Februari 2009, Surabaya - Ratusan anggota Marinir mengikuti latihan pratugas untuk pengamanan wilayah Ambalat, Sorong dan pulau-pulau terluar yang dibuka oleh Komandan Brigade Infanteri (Brigif)-1, Kolonel Marinir Yuniar Ludfi di Surabaya, Senin.

Latihan yang dilaksanakan di daerah Surabaya, Sidoarjo dan Grati, Kabupaten Pasuruan mulai 16 Pebruari hingga 8 Maret 2009, diikuti oleh 130 personel Satgas Ambalat IX, 100 personel Satgas Sorong VIII dan 81 personel Satgas Pulau Terluar VII.

Mereka mengikuti latihan dengan materi, antara lain, mengenai kondisi geografi dan demograsi daerah penugasan, pengetahuan agama, adat istiadat dan bahasa daerah, pengetahuan hukum HAM dan humaniter, situasi keamanan terakhir di daerah penugasan serta kepemimpinan lapangan.

Materi lainnya adalah, intelijen tempur, membaca peta, kompas, P3K, teknik dan taktik navigasi, bertahan hidup di hutan dan laut, patroli, pemeriksaan kapal, prosedur komunikasi, menembak, amfibi, SAR laut dan renang laut.

Komandan Birigif-1 Marinir dalam sambutannya mengatakan, latihan pratugas ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel yang tergabung dalam satgas yang akan mengamankan perbatasan wilayah laut Indonesia .

"Kalian adalah prajurit terpilih untuk menjadi anggota satgas ini. Karena itu, gunakanlah kesempatan latihan ini sebaik-baiknya agar pada saat penugasan nanti dapat berhasil dengan baik demi keutuhan NKRI," katanya.

Ia juga berharap agar latihan ini berlangsung dengan baik atau sesuai rencana sehingga tidak ada kecelakaan.

"Optimalkan segala kemampuan, budayakan kerja keras dan berfikir cerdas agar mampu melaksanakan tugas dengan baik. Selain itu, jaga dan mantapkan rasa kebersamaan serta jaga kondisi kesehatan selama mengikuti latihan," katanya.

Pembukaan latihan itu dihadiri Komandan Yonif-1, Mayor Marinir Guslin, Komandan Yonif-3, Letkol Marinir Hadimo, Komandan Yonif-5, Letkol Marinir Firman Johan, Komandan Kompi Markas Brigif-1, Mayor Marinir Nandi Gunapria dan seluruh perwira di jajaran Brigif-1. (antarajatim.com)

Panglima TNI Tinjau Kesiapan Sukhoi

Panglima TNI, Jendral TNI Joko Santoso didampingi Pangkoopsau II, Komandan Lanud Hnd dan Komandan Skadron Udara 11 saat meninjau pesawat Sukhoi

16 Februari 2009, Makassar -- Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, didampingi beberapa pejabat dari Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Udara, Sabtu (14/2) mengadakan kunjungan kerja di Koopsau II yang diterima oleh Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Yushan Sayuti di Gedung Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin.

Di Lanud Sultan Hasanuddin, Panglima TNI yang tiba pukul 09.45 Wita tersebut disambut oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin di Apron Galaktika dan menerima pelaporan secara militer dari regu pasukan jajar kehormatan yang selanjutnya menuju Gedung Galaktika menerima laporan/paparan dari Pangkoopsau II.

Tampak hadir menyambut kedatangan Panglima TNI, Pangdam VII Wirabuana, Kapolda Suselbar, Sekwilda mewakili Gubernur Sulsel, Pangkosekhanudnas II, Kasdam VII Wirabuana, Pangkosekhanudnas II, Kas Koopsau II, serta Para Pejabat Muspida Sulawesi Selatan lainnya.

Selama di Lanud Sultan Hasanuddin, Panglima TNI selain menerima paparan oleh Pangkoopsau II, juga meninjau kesiapan pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 yang baru tiba dari Rusia dan menambah kekuatan Skadron Udara 11 sebagai home base pesawat tempur Sukhoi.

Dalam laporannya kepada Panglima TNI , Pangkoopsau II melaporkan tentang kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di Koopsau II, meliputi pelaksanaan operasi tahun 2008, pelaksanaan Bakti TNI Terpadu tahun 2008 di Sulawesi Selatan.

Selain itu Pangkoopsau II juga melaporkan tentang penyelenggaraan pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional satuan TNI Angkatan Udara dalam jajarannya dan melaksanakan operasi udara dalam rangka penegakan kedaulatan Negara di udara, mendukung penegakan kedaulatan di darat dan di laut di wilayahnya sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

Disamping itu pada kesempatan tersebut Pangkoopsau II juga melaporkan sekilas tentang perbedaan pesawat tempur Sukhoi yang lama, yang datang pada tahun 2003 dengan pesawat tempur Sukhoi yang baru, datang pada akhir-akhir ini. Selain juga dilaporkan pola gelar operasi dalam wilayah Koopsau II yang mempunyai satuan 19 Lanud (Pangkalan TNI AU) dalam jajaran Koopsau II.(tni-au.mil.id)

F16 IN Pecah Ban Saat Mendarat di Aero India 2009

F16 IN

16 Februari 2009 -- Salah satu peserta program MRCA (Multi Role Combat Aircraft) India, F16 IN buatan Lockheed Martin mengalami pecah ban bagian belakang kiri dan kanan saat melakukan pendaratan sesuai unjuk kebolehan diajang pameran dirgantara di pangkalan angkatan udara Yelahanka, Bangalore, India (15/1).

Pecahnya ban disebabkan akibat panas dan gesekan, ujar pilot uji Paul Randall kepada wartawan dilokasi kejadian. Ditambahkannya, pada panel kendali penerbangan mengindikasikan ban kanan akan meletus sebelum pendaratan dilakukan. Pada insiden ini tidak ada yang cedera.

MiG-21 Bison

Lockheed Martin salah satu peserta kompetisi program MRCA, mengajukan F16 IN yang khusus dirancang agar memenuhi bahkan melebihi syarat MRCA.

Selain itu, Russian Aircraft Corporation (RAC) MiG mengajukan MiG29 M OVT, Dassault Perancis dengan Rafale, Saab Swedia dengan Gripen, serta konsorsium Eropa dengan Typhoon.

Nilai kontrak MRCA hampir USD 12 Milyar untuk 126 pesawat, dimana akan mengantikan MiG 21 Bison, MiG 27 dan Jaguar AU India.

antara/@beritahankam