Thursday, February 12, 2009

Personil UNIFIL Indonesia Ikuti 'Induction Training'

11 Februari 2009, Lebanon -- Chief Provost Marshall Sektor Timur Unifil, POM TNI Letkol CPM Ujang Martenis beserta 2 Perwira Satuan Tugas Military Police Unit Konga XXV-A/UNIFIL (United Nations Interim Force in Libanon), mengikuti UNIFIL 'Integrated Induction Training' selama 3 hari, (9 s/d 11 Februari 2009) di Markas Besar UNIFIL, Naqura/Lebanon.

'Induction Training' adalah suatu pelatihan yang diselenggarakan oleh Head Quarter UNIFIL bagi personel, baik militer maupun sipil yang baru bergabung dalam misi UNIFIL, dalam rangka memberikan pemahaman tentang keberadaan UNIFIL serta situasi dan kondisi daerah penugasan. Dengan begitu kontingen-kontingen dari tiap-tiap negara dapat segera menyesuaikan dengan sistem yang ada, lebih efektif dan sensitif terhadap isu penting dalam melaksanakan misi serta meyakinkan bahwa prajurit sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan mereka.

Perwakilan dari Konga XXV-A (Sector East Military Police) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling berkoordinasi serta bertukar pengalaman dengan personel UNIFIL lainya dari berbagai negara.

Berbagai lecture yang disampaikan dalam mengikuti 'Induction Training' meliputi : Perencanaan, Analisa Daerah Operasi, Pelanggaran Lalu-Lintas di UNIFIL, Kondisi Politik Lebanon, Sistem dan Operasi Perdamaian, Mandat dan Tugas Berdasarkan UNSCR 1701, Aktifitas dan Mandat ICRC di Lebanon, Hubungan ICRC dan UNIFIL, Kompentensi dan nilai-nilai PBB, Konsep dan Kesadaran Budaya Internasional ; Perawatan Kendaraan, Perilaku dan Disiplin Rules of Engagement, Conduct and Discipline, Gender, pengenalan HIV/AIDS, dan lain-lain.

Yang menjadi penekanan khusus pada setiap pemberian lecture adalah bahwa setiap personel yang bergabung dalam misi UNIFIL harus mengedepankan impartiality (tidak ada keberpihakan), di samping itu organisasi UNIFIL ini seyogyanya dapat dijadikan sebagai wahana pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia. Materi-materi yang telah diperoleh selanjutnya akan disebarluaskan kepada seluruh personel UNIFIL di satuan-satuan masing-masing.

Di akhir pelatihan selama tiga hari, seluruh peserta melaksanakan kunjungan ke 'Blue Line', gunanya untuk melihat secara langsung perbatasan antara Lebanon dan Israel. Dan diperlihatkan juga lapangan ranjau yang masih aktif yang bertujuan agar seluruh personel UNIFIL, baik sipil maupun militer bisa berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya, di bawah bendera PBB.

Personel yang mengikuti kegiatan ini ditunjuk oleh HQ UNIFIL dari berbagai satuan / bidang baik dari Head Quarter, Sector East maupun Sector West, meliputi perwakilan dari berbagai Negara di antaranya Indonesia, Prancis, Belgia, India, Italia, Portugis, Turki, Ghana, Tanzania, Spanyol, Malaysia, Turki, Hungaria, Belgia dan Masyarakat Lebanon.(kapanlagi.com)

KRI Malahayati Serahkan 5 Kapal Hasil Penangkapan


11 Februari 2009, Pada tanggal 10 Februari 2009, pukul 13.30 WIT dilaksanakan penyerahan dokumen 5 kapal ikan hasil tangkapan KRI Malahayati 362 di dermaga Irian Lantamal IX. Penyerahan kapal diterima oleh Komandan Satkamla Lantamal IX Mayor Laut (P) Luhut Siagian dan Diskum yang diwakili oleh Mayor Laut (P) Vinor dan disaksikan oleh personel Sintel Lantamal IX.

Penyerahan kapal tersebut dimaksudkan untuk melaksanakan proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Lantamal IX. KRI Malahayati 362 menangkap 5 (lima) kapal yaitu KM. Surya 81, KM. Surya 85, KM. Lautan Arafuru, kapal pukat udang milik PT. Sinar Abadi Cemerlang, KM. Aman 06 milik PT. Irian Marine Product Development dan KM. Naili XXIII kapal pengangkut ikan. (tni.mil.id)

Tiga Pejabat AAU Diserahterimakan


11 Februari 2009, Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsekal Muda (Marsda) TNI B.S. Silaen, S.IP mengukuhkan masing-masing Kolonel Pnb Hery Wibowo Eslah sebagai Direktur Pendidikan (Dirdik) AAU yang baru menggantikan Kolonel Pnb Agus Barnas, Kol Pnb Yuli Antono sebagai Dirmin yang baru mengantikan Kol Kal Supeno Hariyadi serta Kol Kal R Widiyono Santoso sebagai Kadep TMI baru menggantikan Kol Kal Soewarno HP. Sertijab yang ditandai dengan penandatanganan naskah berita acara dan penyematan tanda jabatan itu, dilaksanakan secara sederhana di ruang VIP II Mako AAU dan dihadiri para pejabat AAU, Rabu (11/2).

Kolonel Pnb Herry Eslah merupakan alumni AAU tahun 1981 yang sebelumnya menjabat sebagai Pamen Soopsau di Mabesau, Jakarta, sedangkan untuk pejabat lama Kol Pnb Agus Barnas melaksanakan pendidikan keluar negeri. Dirmin baru Kol Pnb Yuli Antono merupakan Alumni AAU tahun 1983, sebelumnya menjabat sebagai Dirpers Kodikau, Jakarta. Untuk Kol Kal Widiyono Santoso sebelumnya memangku jabatan Kasubdis Matleksen Dismatau, di Mabesau, Jakarta, yang tercatat sebagai Alumni lifting 85.

Dalam amanatnya, Marsma TNI B S Silaen S.IP mengatakan, Pergeseran Jabatan di lingkungan AAU merupakan dinamika organisasi dan sekaligus kaderisasi oraganisasi. Lebih lanjut beliau mengatakan serah terima jabatan mengandung konsekwensi pertanggungjawaban tugas dan kepercayaan pimpinan terhadap personel yang bersangkutan. Beliau juga mengatakan bahwa jabatan Dirdik, Dirmin, dan Kadep TMI (Tehnik Manajemen Industri) adalah tugas yang mulia karena terkait erat dalam penyiapan pembentukan calon pimpinan TNI AU.masa depan.

Dikatakan pula, Dirdik, Dirmin merupakan posisi sentral dalam operasional lembaga pendidikan AAU. Khusus untuk Dirdik beliau mengatakan bahwa keberhasilan Karbol salah satunya ditentukan oleh kiprah pejabat Dirdik. BS Silaen mengharapkan Kadep TMI yang baru dapat melahirkan ide, inovasi, kreatifitas yang akan mendorong pencapaian alutsista yang berkarakteristik Common Use Item yang berguna bagi kepentingan TNI AU.

tni-au.mil.id