Tuesday, February 3, 2009

Prajurit Kodam Jaya Bertugas ke Thailand

3 Februari 2009, Jakarta -- Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta Brigadir Jenderal TNI Moeldoko menerima pelaporan Korps Raport pemberangkatan prajurit Kodam Jaya yang akan mengikuti kegiatan bersama yang diselenggarakan oleh United States Pacific Command (USPACOM) di Negara Thailand bertempat di kantor Kasdam Jaya Jln. Mayjen Sutoyo Cililitan Jakarta Timur. Selasa (3/02).

Prajurit Kodam Jaya yang berangkat mengikuti kegiatan bersama di Thailand berjumlah 7 (tujuh) personil yaitu Komandan Detasemen Intelijen Kodam jaya (Dandeninteldam Jaya) Mayor Inf Yudi Pargina Firdaus, Kapala Seksi-5 Teritorial (Kasi-5 /Ter) Brigade Infanteri 1 PIK/Jaya Sakti Kapten Inf Aji Minbarnuh, Perwira Baterai-C Yonarmed-7/105 GS Lettu Arm Oke Kistianto, Komandan Peleton-1Kompi B Yonif 201/JY Lettu Inf Arfak Affandi, Komandan Kompi Protokol Denma Brigif 1 PIK/JSLettu Inf Mima Ranupi Andi, Komandan Peleton-3 Kompi C Yonif 201/JY Lettu Inf Andi Hufur Dolok dan Komandan Peleton -3 Kompi 2 Yonkav-9/Serbu Letda Kav Hanung Aji.

Aktraksi Bela Diri Prajurit Kodam Jaya

Ke 7 (tujuh) prajurit Kodam Jaya ini tergabung dalam Tim Markas Besar TNI sebagai peserta Command Post Exercise (CPX) dan Field Training Exercise (FTX) Cobra Gold 2009 di Thailand yang sebelumnya pada tanggal 30 Januari 2009 telah menerima pembekalan dan pelaporan kepada Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI bertempat di Aula Gatot Subroto Denma Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur. Untuk tahap pelaksanaan kegiatan terbagi dua kegiatan yaitu kegiatan CPX yang pelaksanaan kegiatannya mulai tanggal 4 sampai dengan 18 Februari 2008 bertempat di Chiang Mai Thailand . Sedangkan kegiatan FTX yang pelaksanaan kegiatannya mulai tanggal 4 sampai dengan 14 Februari 2009 bertempat di Lop Buri Thailand. Adapun pemberangkatan Tim Mabes TNI untuk mengikuti kegiatan CPX dan CTF pada tanggal 2 dan 3 Februari 2009 dari Jakarta. (kodam-jaya.mil.id)

Skadron Tempur TNI AU Masih Perlu Ditambah


3 Februari 2009, Makassar -- Irjen TNI Mayjen TNI Lilik S Sumarjo mengatakan, skadron tempur udara TNI Angkatan Udara (AU) masih perlu ditambah secara bertahap untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saat ini, kita telah memiliki enam skadron udara tempur yakni di Pakanbaru, Pontianak, Madiun dan Makassar," kata Irjen TNI Mayjen TNI Lilik S Sumarjo di Makassar, Senin.

Berbicara usai penyerahan tiga pesawat Sukhoi dari Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia ia mengatakan, keberadaan enam skadron tempur, termasuk Skadron Sukhoi Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, belum cukup untuk mengamankan seluruh wilayah RI secara maksimal.

"Kalau bicara ideal, masih perlu ditambah. Karena keberadan enam skadron tempur itu masih sekadar memenuhi kekuatan pokok minimum (minimum essential force)," ujarnya.

Tapi, penambahan skadron tempur itu akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia, lanjut Lilik.

Indonesia pada akhir 2008 dan awal Januari 2009 mendapat tiga Sukhoi seri SU-30MK2 dari enam yang direncanakan. Tiga Sukhoi SU-30MK2 itu melengkapi empat pesawat sejenis yang telah ada.

Sementara tiga lainnya berjenis SU-27SKM akan tiba pada pertengahan 2009, hingga pada Agustus 2009 Indonesia telah memiliki sepuluh pesawat Sukhoi.

Pesawat tempur Sukhoi tersebut menggantikan peran pesawat A-4 Skyhawk dan berbasis di Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hassanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dirjen Sarana Pertahanan (Ranahan) Departemen Pertahanan (Dephan) Marsekal Muda Eris Herriyanto mengatakan, pengadaan pesawat akan paralel dengan pengadaan persenjataanya.

"Begitu pun dengan persenjataan Sukhoi. Pengadaan senjata itu akan dilakukan melalui tiga cara yakni APBN Mabes TNI AU, Kredit Ekspor (KE) dan kredit negara dari Rusia," katanya.

Proses pengadaan senjata untuk satu skadron Sukhoi TNI AU sementara ini menggunakan KE 2004 dan APBN P TNI AU 2005. KE 2004 masih menunggu proses `loan agreement` dengan Departemen Keuangan (Depkeu), tutur Eris. (dephan.go.id)

Letkol POM Abdul Jalil Marzuki dan POM Koopsau II Yang Baru

3 Februari 2009, Makassar -- Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) II Marsekal Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti melantik dan mengukuhkan Letkol Pom Abdul Jalil Marzuki menjadi Komandan Polisi Militer (Dan Pom) Koopsau II, menggantikan Letkol Pom Dadang A. Fadilah, dalam suatu upacara militer di Makoopsau II, Makassar, Selasa (3/2).

Komandan Pom Koopsau II yang baru, Letkol Pom Abdul Jalil Marzuki yang alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1988, sebelumnya bertugas di Mabesau, Jakarta. Sementara Letkol Pom Dadang A. Fadilah yang juga alumnus AAU 1988, selanjutnya menempati pos baru di Mapomau, Jakarta.

Bersamaan dengan pelantikan Danpom Koopsau II, juga dilakukan serah terima dua jabatan, masing-masing Inspektur Koopsau II dan Kepala Kesehatan (Kakes) Koopsau II. Inspektur Koopsau II diserahterimakan dari Kolonel Tek Darto (AAU 1982 – selanjutnya bertugas di Mabesau, Jakarta) kepada Kolonel Tek Edy Pramono (AAU 1978 – sebelumnya bertugas di Dislitbangau, Bandung), dan Kakes dari Letkol Kes Dr. Charles. PJ Suoth, MS, (selanjutnya bertugas di Lanud Sultan Hasanudin, Makassar) kepada Letkol Kes Dr. Rokib (sebelumnya bertugas di Kohanudnas, Jakarta).

Disela-sela Sertijab, Pangkoopsau II Marsda TNI Yushan Sayuti minta agar para pejabat baru yang mendapat kepercayaan mengawaki organisasi Koopsau II senantiasa bekerja keras, ikhlas, cerdas sekaligus tuntas. Pangkoopsau II juga menegaskan, dihadapkan dengan luasnya wilayah yang menjadi tanggung jawab Koopsau II, serta perkembangan global, regional maupun nasional, maka para pejabat baru Koopsau II diminta untuk lebih cermat dan realistis dalam merencanakan dan melaksanakan setiap tugasnya.

”Kepada para pejabat baru, saya minta untuk bekerja dengan perasaan yang gembira, lakukanlah berbagai inovasi dan terobosan baru, sehingga tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab Koopsau II dapat dilaksanakan dengan lebih optimal” pinta Pangkoopsau II.

Dalam pokok-pokok organisasi dan prosedur Koopsau II, Komandan Polisi Militer Koopsau II merupakan staf pembantu Pangkoopsau II yang bertugas melaksanakan pembinaan fungsi kepolisian militer di lingkungan Koopsau II dan membantu Pangkoopsau II dalam kedudukannya sebagai Ankum/Papera.

Sementara Inspektur Koopsau II bertugas melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap daya guna, hasil guna, tertib hukum dan tertib tindak segala usaha dan kegiatan pelaksanaan kegiatan pembinaan kemampuan dan penggunaan kekuatan berdasar kebijakan, rencana program, norma, ketentuan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan Kakes Koopsau II sebagai staf pembantu Koopsau II bertugas menyelenggarakan fungsi kesehatan dan pembinaan jasmani personel di lingkungan Koopsau II, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program kerja kesehatan dalam bidang pelayanan kesehatan pembinaan kesehatan dan pembinaan jasmani.

tni.mil.id