

Dalam skenario latihan pengamanan obyek vital itu, para teroris menyandera seluruh penumpang dan awak pesawat, di antaranya pejabat tinggi negara yang naik pesawat itu.
Setelah mendapat perintah dari Komandan Korps Marinir, Danyon Taifib-1 Mar, Letkol Marinir Nur Azis, menurunkan prajuritnya untuk membebaskan para sandera.
Dua tim taifib yang dipimpin Lettu Marinir Dave Lomboan bergerak menuju bandara Juanda untuk membebaskan para sandera dengan berkoordinasi dengan tim kesehatan Batalion Kesehatan-1 Marinir, tim kesehatan dari Lanudal Juanda, dan sebuah mobil PMK dari Lanudal Juanda.



Setiba di lokasi, satu tim taifib bergerak mendekati pesawat yang di sandera untuk pengamanan di luar pesawat, sedangkan tim satunya menaiki pesawat melalui ekor pesawat dan masuk melalui pintu tengah dan pintu belakang pesawat.

Selang sepuluh menit kemudian, pintu depan pesawat terbuka dan seorang pejabat tinggi negara keluar dari pesawat dengan selamat dan langsung diamankan oleh tim taifib yang berada di luar pesawat.
Tim kesehatan pun memasuki pesawat lewat pintu depan dan keluar membawa dua penumpang yang cedera dan langsung dibawa mobil ambulan yang sudah disiapkan.
Setelah itu, tim taifib yang berada dalam pesawat keluar dengan membawa dua teroris yang telah dilumpuhkan, kemudian para penumpang dan awak pesawat pun dievakuasi dari dalam pesawat.
"Kegiatan itu bukan hanya dilakukan menjelang Pilpres 2009, tapi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan para prajurit taifib," kata Komandan Batalyon Taifib-1 Mar, Letkol Marinir Nur Azis.
Ia menambahkan latihan yang terencana dan rutin dilaksanakan akan selalu menumbuhkan kemampuan dan profesionalisme prajurit taifib yang merupakan Pasukan Khusus Korps Marinir.
ANTARA JATIM
Nice info thanks..
ReplyDeletesalam
trik blog
trik tips blog