Monday, January 17, 2011

5 Hercules TNI AU Dimodernisasi oleh ARINC

(Foto: ARINC)

17 Januari 2011 -- (Berita HanKam): ARINC Engineering Services, LLC mengumumkan di situs resmi, Kamis (13/1), memenangkan kontrak senilai 63,7 juta dolar untuk memodernisasi lima pesawat angkut militer C-130B milik TNI-AU. ARINC memenangkan tender pada Desember lalu.

Program modernisasi termasuk modifikasi struktural dan elektronik pada airframe pesawat yang telah berumur 30 tahun. Pengerjaan dilakukan oleh ARINC bersama subkontraktor Indonesia. Pengerjaan dimulai kuartal pertama 2011 dan diharapkan selesai 32-36 bulan.

ARINC sedang memodernisasi satu C-130 milik TNI AU di fasilitas modifikasi pesawat milik ARINC di Oklahoma City, Oklahoma. Pesawat diterbangkan langsung dari Jakarta selama tujuh hari pada Juli 2010. Pesawat diterbangkan oleh penerbang TNI AU dibantu empat tenaga ahli ARINC. Penerbangan dimulai dari Lanud Halim Perdanakusumah, singgah di Biak, Guam, Kepulauan Wake, Lanud Hickam, Lanud Travis sebelum tiba di ARINC Aircraft Modification and Operations Center di Oklahoma City.

Sumber: ARINC

TNI Perkenalkan KRI Banjarmasin Buatan PT PAL

16 Januari 2011, Jakarta -- (ANTARA Foto): Kapal Perang KRI Banjarmasin - 592 bersandar di dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (16/1). KRI Banjarmasin - 592 merupakan kapal ketiga jenis Landing Platform Deck (LPD) buatan putra-putri bangsa Indonesia di PT PAL Indonesia dan masuk ke jajaran Kolinlamil sejak 22 Desember 2010. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/pd/11)

17 Januari 2011, Jakarta -- (ANTARA News): TNI memperkenalkan salah satu kapal kapal perang barunya jenis LPD KRI Banjarmasin-592, buatan PT PAL di Jakarta, Minggu. Juru Bicara TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, saat bersilaturahim dengan komunitas media di kapal tersebut, mengatakan, kandungan lokal pada kapal itu mencapai 40-60 persen. Sementara itu, mesin KRI Banjarmasin-592 didapat dari Amerika Serikat.

"Pengerjaannya dibuat di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari Dae Sun Shipbuilding, Korea," katanya.

Iskandar menuturkan, kapal yang diserahkan ke jajaran Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) pada 22 Desember 2010 itu merupakan wujud keberhasilan TNI AL melaksanakan transfer teknologi kepada industri strategis nasional.

Kelebihan kapal itu dibandingkan dengan kapal sejenis lainnya adalah daya tampungnya.

"Jika kapal sejenis yang telah ada sebelumnya hanya dapat menampung tiga helikopter, KRI Banjarmasin-592 ini mampu menampung lima helikopter," ujarnya.

Iskandar mengatakan, KRI Banjarmasin juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, dan 126 awak.

"Kapal ini bisa juga mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam," tuturnya.

Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul (2 kanan) didampingi (dari kiri) Kadispenal Laksma TNI Tri Prasodjo, Kadispenad Brigjen TNI Wiryantoro dan Kadispenau Marsma TNI Bambang Samoedro berbincang di atas KRI Banjarmasin - 592 di perairan Pulau Seribu, Jakarta, Minggu (16/1). (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/pd/11)

Iskandar menambahkan, meski KRI Banjarmasin merupakan kapal angkut personel dan logistik namun kapal tersebut juga dipersenjatai untuk menjalankan fungsi patroli di setiap wilayah yang dilintasinya.

"Perwira di kapal ini memang dipersiapkan untuk melakukan fungsi patroli," kata Iskandar.

KRI Banjarmasin merupakan salah satu dari dua kapal LPD yang dikerjakan PT PAL.

Kapal sejenis yakni KRI Banda Aceh-593, masih dalam pengerjaan.

Dalam silahturahim itu, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul didampingi Kadispenal Laksma TNI Tri Prasodjo, Kadispenad Brigjen TNI Wiryantoro dan Kadispenau Marsma TNI Bambang Samoedro.


Sumber: ANTARA News/ANTARA Foto

AS Dukung Kerja Sama Keamanan Selat Malaka

Komandan US Pacific Fleet, Laksamana Patrick M.Walsh (kiri) Komandan Logistik Rear Admmiral Ron Horton (kanan) menerima penjelasaan mengenai Monumen Nasional (Monas) ketika mengunjungi tempat tersebut, Jakarta, Senin (17/1). Dalam kesempatan tersebut Walsh mengemukakan pentingnya dibuka kerjasama baru dalam hubungan antara Armada Pasifik Amerika Serikat dan kawasan Asia Tenggara, serta membicarakan masalah keamanan regional dengan Pemerintah RI dan TNI. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/Spt/11)

17 Januari 2011, Jakarta -- (ANTARA News): Amerika Serikat mendukung kerja sama keamanan antara negara-negara tripartit di Selat Malaka, kata Panglima Armada Pasifik AS Patrick Walsh di Jakarta, Senin.

"Saya pikir sangat penting permasalahan di Selat Malaka ditangani oleh negara-negara yang terkait secara langsung. Saya kira peran yang dapat dilakukan oleh AS adalah menyediakan program-program pelatihan yang relevan kepada Indonesia, Singapura dan Malaysia sebagai negara terkait," kata Walsh disela-sela kunjungannya ke Monumen Nasional di Jakarta Pusat.

Walsh mengatakan, kerangka kerja sama tiga negara (Indonesia, Singapura, Malaysia) yang dinamakan MALSINDO telah terbukti efektif dalam mengamankan Selat Malaka dari ancaman pembajakan.

"Angka pembajakan yang terjadi di wilayah ini semakin menurun sejak diberlakukannya kerja sama MALSINDO. Melihat dari kenyataan ini, saya bisa mengatakan bahwa kerangka tersebut berjalan dengan sangat baik," tambahnya.

Selat Malaka terletak antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka. Selat sepanjang sekitar 800 kilometer itu menghubungkan Samudera Hindia (barat Asia) dan Samudera Pasifik (Asia Timur) dan telah menjadi salah satu pusat perdagangan dunia sejak zaman kerajaan di Indonesia.

Kini, Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang melayani lebih dari 50.000 kapal yang mengangkut hampir seperlima komoditas yang diperdagangkan di dunia.

Informasi dari Biro Maritim Internasional (IMB) mengatakan pembajakan di kawasan Asia Tenggara mengalami penurunan sebesar 70 persen karena pelaksanaan patroli bersama antara Indonesia, Malaysia dan Singapura di Selat Malaka sejak tahun 2004.

Panglima Armada Pasifik AS Kunjungi Indonesia

Komandan US Pacific Fleet, Laksamana Patrick M.Walsh mengamati lanskap kota Jakarta dari puncak Monumen Nasional, Senin (17/1). (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/Spt/11)

Panglima Armada Pasifik Amerika Serikat Laksamana M Patrick Senin pagi tiba di Jakarta, untuk kunjungan dua harinya di Indonesia.

Setibanya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Patrick langsung mengadakan pertemuan tertutup dengan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Pertemuan dilaksanakan di ruang VVIP Base Operations Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, kata juru bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul kepada ANTARA di Jakarta.

Selain mengadakan kunjungan kehormatan kepada Panglima TNI, Patrick dijadwalkan melakukan kegiatan serupa kepada Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno.

Iskandar mengatakan, fokus pembicaraan seputar evaluasi kerja sama kedua negara terutama di bidang militer dan pertahanan yang telah berjalan baik.

Dibicarakan pula upaya peningkatan yang dapat dilakukan kedua pihak di masa depan, seiring dengan perkembangan lingkungan strategis kawasan, lanjut Iskandar.

Komando Armada Pasifik AS telah melakukan berbagai kegiatan kerja sama dengan sejumlah negara kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia, didasari saling pengertian dan saling percaya.

Sumber: ANTARA News