Monday, March 29, 2010

AL Pakistan Akan Beli 10 Kapal Selam


29 Maret 2010 – Angkatan Laut Pakistan sedang mendiskusikan dengan Cina dan Perancis guna pembelian tujuh kapal selam konvensional, negosiasi pembelian U-214 dengan Jerman juga dilakukan.

Cina menawarkan kapal selam dengan harga ekonomis sekitar 230 juta dolar perunit.

Menurut sumber AL Pakistan kepada DawnNews setelah tiga tahun secara terus menerus melakukan negosiasi dengan Jerman, keputusan pembelian tiga kapal selam U-214 sudah final.

Menurut sumber lainnya Pakistan sangat tertarik membeli empat kapal selam kelas Yuan dan Song dari Cina dan tiga kelas Marlin dari Perancis guna menghadapi peningkatan kekuatan kapal selam AL India.

DawnNews/@beritahankam

Lanud Supadio Tidak Memiliki Radar Militer


29 Maret 2010, Kubu Raya -- Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Supadio, Kalimantan Barat, tidak memiliki radar militer. Akibatnya, pesawat-pesawat asing yang terbang secara ilegal di wilayah Kalbar tidak bisa dideteksi secara dini.

Demikian dikatakan mantan Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Supadio Kolonel (Pnb) Yadi Indrayadi, Sabtu (27/3), yang menyerahkan jabatan kepada Kolonel (Pnb) Imran Baidirus. Serah terima jabatan itu dipimpin oleh Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda Eddy Suyanto. ”Upaya deteksi terhadap melintasnya pesawat-pesawat asing selama ini dilakukan melalui patroli rutin. Namun, dari patroli rutin itu tidak ditemukan pelanggaran dari pesawat-pesawat asing,” ujar Yadi.

Padahal, Lanud Supadio, seperti diungkapkan Eddy, merupakan salah satu pangkalan yang strategis di Indonesia karena memiliki tanggung jawab pengamanan langsung terhadap batas wilayah negara Indonesia dengan Malaysia.

”Selama ini operasi di Kalimantan Barat untuk mendeteksi dan menindak pelanggaran udara memang masih ompong karena radar belum tergelar,” kata Yadi.

Imran menambahkan, dari sejumlah rapat yang pernah diikutinya, sudah ada komitmen dari TNI AU untuk segera merealisasikan pengadaan radar militer di Kalbar.

”Sudah pernah ada survei dengan hasil menyatakan bahwa radar militer akan ditempatkan di sebuah kawasan di Kabupaten Sambas yang bisa menjangkau seluruh Kalimantan Barat,” kata Imran. Kabupaten Sambas terletak di bagian utara Kalbar dan berbatasan langsung dengan Malaysia.

Kendati belum ada kepastian waktu pembangunan dan pengoperasian radar militer, Imran menyatakan bahwa setidaknya pada tahun 2014 radar militer sudah dapat dioperasikan.

Untuk kepentingan-kepentingan tertentu, Lanud Supadio selama ini masih menggunakan bantuan radar sipil milik Bandara Supadio.

Eddy Suyanto mengungkapkan, pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi isu strategis bagi TNI dan selama ini menjadi perhatian pemerintah.

”Hanya memang karena anggaran negara lebih banyak dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Alokasi untuk alutsista memang masih belum mencukupi. Namun, komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan alutsista patut diapresiasi,” kata Eddy.

KOMPAS

Sunday, March 28, 2010

Danlanud Yadi-Imron Tukar Posisi

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara 1 (Pang-koopsau I), Marsekal Muda TNI Eddy Suyanto (tengah), melakukan salam komando dengan Komandan Lanud Supadio Pontianak yang baru, Kolonel Penerbang Imron Baidirus (kiri), dan Pejabat lama Kolonel Penerbang Yadi Indrayadi (kanan), sesaat setelah upacara serah terima jabatan di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Sabtu (27/3). Kolonel Penerbang Imron Baidirus menggantikan Pejabat lama Kolonel Yadi Indrayadi, yang selanjutnya akan bertugas sebagai Kepala Bagian Detasemen Peleton Golongan IV Mabes TNI AU. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/mes/10)

27 Maret 2010, Pontianak -- Jabatan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Supadio Pontianak diserahterimakan dari Kolonel Pnb Yadi Indrayadi kepada Kolonel Pnb Imron Baidirus, dalam upacara yang digelar di Apron Lanud Supadio, Sabtu (27/3) pukul 08.20.

Imron yang sebelumnya Kepala Bagian Detasemen Peleton Golongan IV Mabes TNI AU menjadi Danlanud yang menggantikan Yadi yang selanjutnya menempati jabatan yang ditinggalkan Imron. Artinya, keduanya bertukar posisi.

Inspektur upacara sertijab, Panglima Komando Operasi TNI AU, Marsma TNI Edy Suyanto SP mengatakan, tujuan utama penggantian adalah untuk mendayagunakan sumber daya manusia secara optimal dengan menempatkan personil yang tepat.

"Melalaui pergantian jabatan, diharapkan dapat ditumbuhkembangkan suasana yang segar dan membangkitkan kinerja. Tapi yang paling penting adalah kualitas dari pelaksanaan tugas," kata Edy.

Upacara sertijab itu dihadiri perwakilan Pemprov Kalbar, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi, dan para pejabat militer lainnya.

Tribun Pontianak