Saturday, July 9, 2011

TNI Butuh Anggaran Rp50 Triliun

(Foto: Berita HanKam)

8 Juli 2011, Jakarta (Jurnas.com): Untuk mendorong percepatan pembangunan Minimal Essential Forces yang diharapkan tercapai pada tahun 2014, TNI membutuhkan dana Rp50 Triliun. "TNI membutuhkan Rp50 triliun dengan rincian, Rp11 triliun pada 2011, Rp12 triliun pada tahun 2012, Rp13 triliun pada 2013, dan Rp 14 triliun pada 2014,"kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Jakarta, Jumat (8/8).

Dikatakan Agus, dari harapan Rp11 triliun pada 2011, pemerintah hanya memberikan Rp2 triliun. "Kalau memang kemampuan negara saat ini hanya Rp2 triliun, kami optimalkan untuk kepentingan pengadaan alutsista," ujarnya.

Agus menegaskan, proyeksi terbesar dari dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). Pengadaan alutsista tersebut, jelas Agus, tidak bisa diprioritaskan untuk matra tertentu. Pengadaan alutsista harus berjalan bersama untuk tiap matra. "Karena pada dasarnya sudah ada program peta pembangunan kekuatan jadi tak bisa diprioritaskan antara matra yang satu dengan yang lain. Harus sama-sama supaya jalannya sama,"kata Agus.

Agus berharap, ada peningkatan alokasi anggaran agar bisa menutupi kebutuhan dan menjalankan program yang direncanakan. "Kalau 2011 hanya dapat Rp2 triliun dari harapan Rp11 triliun, tentu kami prioritaskan dalam konteks yang sudah kami buat. Mudah-mudahan ada peningkatan ditahun mendatang sehingga bisa menggeser kebutuhan di 2012,"ungkap Agus.

Sumber: Jurnas

Friday, July 8, 2011

Raja Brunei Kunjungi Stand Indonesia di BRIDEX


7 Juli 2011, Bandar Seri Begawan (Jurnas.com): Stan Indonesia di acara Brunai Darussalam International Defence Exibition 2011 (BRIDEX) dikunjungi Raja Brunei Darussalam Sultan Hasanah Bolkiah. Selain Raja Brunei, Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL)Laksamana TNI Soeparno juga mengunjungi Stand Indonesia tersebut. Brunai Darussalam International Defence Exibition 2011 (BRIDEX) itu sendiri dilaksanakan pada 6-9 Juli 2011 di Jerudong, Brunai Darussalam.

Acara yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun emas angkatan bersenjata Brunai Darusalam tersebut dibuka oleh Raja Brunai Sultan Hassanah Bolkiah dan dihadiri oleh petinggi Militer dari negara-negara yang mengikuti pameran BRIDEX. Ditampilkan juga pada pembukaan BRIDEX, simulasi penanggulangan teroris dari angkatan bersenjata Brunai, demo pesawat tempur dari angkatan udara Brunai Darussalam, serta demo manuver dari panser produksi industri pertahanan Singapura dan panser industri pertahanan Indonesia oleh PT. PINDAD.

Panser Indonesia memamerkan kemampuan manuver dari panser Commando Anoa 1. Selain itu, dalam acara tersebut, Indonesia juga menampilkan replika dari Kapal TNI AL KRI Banjarmasin-592 produksi PT.PAL yang berjenis LPD. Kapal ini dapat dimanfaatkan dalam pergeseran personel dan material pameran pada event tersebut. Selain replika KRI Banjarmasin-592,Indonesia juga menampilkan replika kapal TNI AL seperti KRI Singa-651 dan KRI Lemadang-632, serta replika dari produk ke-6 industri pertahanan Indonesia yang mengikuti ajang tersebut.

Guna memamerkan produk industri pertahanan Indonesia, Kementerian Pertahanan RI mengikutsertakan industri pertahanan dalam negeri seperti PT.PINDAD, PT.PAL, PT.DI, PT.DAHANA, PT.Len Industri, serta PT. Palindo Marine yang juga memamerkan replika kapal TNI AL KRI Clurit.

Sumber: Jurnas

TNI AL, RAN dan US Navy Latihan di Laut Jawa

USS George Washington. (Foto: US Navy)

7 Juli 2011, Laut Jawa (SURYA Online): TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan selintas latihan bersama (passing exercises/passex) di perairan Laut Jawa, Kamis.

Latihan bersama itu melibatkan USN Ship 73 (USS George Washington), USN Ship 54 (Fregatte), USN Ship 63 (Fregatte), HMAS Darwin (04), sedangkan TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Diponegoro-365 dan KRI Slamet Riyadi-352.

Latihan itu disaksikan para pejabat angkatan laut kedua negara dari kapal induk USS George Washington. Hadir meninjau latihan itu Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio dan pejabat kapal angkatan laut AS yang mengawaki kapal induk USS George Washington.

Materi latihan dalam Passing Exercise itu meliputi “Flash ex-Flaghoist”, “Manuver Tactical”, dan pertukaran perwira.

Dalam latihan bersama itu dilakukan pula demonstrasi Explosive Ordnance Disposal (EOD) oleh tim USS George Washington.

Kehadiran kapal induk USS George Washington dan jajarannya di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dalam rangka “TF 70 Battle Ships” yang melintas dari perairan Indonesia dari arah Laut China Selatan ke arah Laut Natuna, Selat Karimata, Selat Sunda, serta Samudera Hindia menuju Australia untuk melakukan latihan bersama.

Wakasal Kunjungi USS George Washington

(Foto: (U.S. Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class Adam K. Thomas)

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Marsetio berkesempatan naik kapal Induk AS USS George Washington yang saat ini berada di perairan Laut Jawa, kamis (7/7).

Wakasal beserta stafnya dijemput di Bandara Halim Perdanakusuma dengan menggunakan pesawat C2 US Navy VRC-30DET5 milik Amerika, kemudian take off menuju ke Kapal Induk USS George Washington.

Keberadaan Kapal Induk USS George Washington adalah dalam rangka kegiatan TF 70 Battle Ships yang melintas di ALKI-1 dari arah Laut China Selatan menuju Australia dalam rangka latihan.

Pada kesempatan tersebut, dimanfaatkan kegiatan Passing Exercises dengan unsur-unsur TNI AL yang melibatkan USN Ship 73 (USS George Washington), USN Ship 54 (Fregatte), USN Ship 63 (Fregatte), HMAS Darwin (04) dengan unsur TNI AL KRI Diponegoro-365 dan KRI Slamet Riyadi-352 di Selat Sunda, serta Demonstrasi EOD oleh tim USN di USS GWA. TNI AL mengirimkan 7 orang Perwira dalam Officers Exchange.

Turut hadir mendampingi Wakasal dalam peninjauan tersebut, Wakil Asisten Operasi (Waasops)

Kasal Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ari Soedewo, serta Kepala Staf Armada Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Herry Setianegara.

Sumber: Surya/Jurnas