Wednesday, July 22, 2009

Bangun Markas Yonif 746-Kikav Tank - Tim Sembilan Tetap Dukung

Tank Scorpion salah satu jenis tank yang digunakan batalyon kavaleri TNI AD. (Foto: yonkav3tank)

22 Juli 2009, Kefa -- Rencana pembangunan markas Batalyon Infantri (Yonif) 746 dan kompi Kavaleri (Kikav) Tank di TTU membuat perpecahan di antara suku Naibobe.

Kubu pro yang dimotori tim sembilan suku Naibobe dari desa Nansean Kecamatan Insana tetap mendukung dua markas militer di areal seluas 10 hektare. Lahan ini telah dihibahkan kepada Kodim 1618/TTU. Malahan kubu Tim Sembilan ini siap beradu argumentasi dengan sesama warga suku Naibobe termasuk dengan raja Insana maupun DPRD TTU.

"Kami kasi tanah kepada pemerintah untuk membangun masyarakat bukan kepada pengusaha untuk cari keuntungan pribadi. Jadi kami tidak akan takut siapa pun. Sejauh untuk kepentingan banyak orang," tegas Yohanes Boik Naibobe, salah satu anggota Tim Sembilan kepada koran ini, Selasa (21/7) kemarin.

Tim Sembilan ini sendiri merupakan tim dari instansi terkait yang telah menyerahkan tanah seluas 10 hektare kepada Kodim 1618/TTU untuk pembangunan dua markas militer ini.

Tanah seluas 10 hektare yang sudah diserahkan kepada Kodim 1618 TTU kata dia, hingga kini masih merupakan lahan tidur yang tidak memiliki potensi yang vital bagi kehidupan warga suku Naibobe seperti sumber air, tempat-tempat ritus adat sebagaimana diangkat Silvester Atini Naibobe ketika mengadu ke Komnas HAM.

Tanah tersebut lanjut Boik sesungguhnya merupakan tanah adat suku Naibobe yang berasal dari pembagian ulayat oleh raja Insana sejak jaman dulu kala dan diserahkan langsung oleh kepala suku Naibobe, Alexander Suni Naibobe. Penyerahannya pun berdasarkan kesepakatan rapat bersama dipimpin kepala desa Nansean pada 6 Maret 2009 lalu.

"Waktu itu kepala desa sendiri yang pimpin rapat dan kami semua sudah sepakat untuk serahkan sebidang tanah kepada TNI setelah Pemilu legislatif. Kenapa sekarang baru ada protes dari mana-mana," ujar Boik Naibobe.

Terpisah, tokoh masyarakat suku Naibobe, Silvester Atini Naibobe menilai proses penyerahan tanah seluas 10 hektare tidak sah secara adat karena dilakukan oleh orang yang tidak punya kewenangan secara adat. Apalagi penyerahan tanah tanpa mekanisme adat.

"Turunan dari Sisuk Bone sebenarnya yang punya kuasa untuk mengatur pengelolaan semua harta kekayaan bai Bone Nai putra sulung dari Mone Nua. Tapi justru dalam kasus penyerahan tanah kepada TNI untuk pembangunan markas Yonif 746 dan Kikav, mereka semua tidak setuju karena berpikir masa depan generasi suku Naibobe ke depan," jelas Silvester.

Selain itu menurut dia, tidak semua turunan Atini Bone, putra kedua dari Bone Nai menyatakan setuju untuk menyerahkan tanah seluas 10 hektare kepada TNI bagi pembangunan markas Yonif 746 dan Kikav Tank.

Disebutkan dari 19 putra Atini Bone hanya lima orang yaitu, Alex Suni Naibobe Alex Safe Naibobe, Petrus Bone Leu Naibobe, Yohanes Boik Naibobe dan Viktor Matus Naibobe yang mendukung penyerahan tanah 10 hektare kepada TNI.

Selain kelima orang tersebut menurut Silvester ada empat orang putra turunan Laki Bone yang merupakan putra bungsu dari Bone Nai yaitu Philipus Bone Naibobe, Matheus Lifi Naibobe, Gabriel Laki Naibobe dan Antonius Neno Naibobe tidak setuju atas keputusan Alex Suni Naibobe.

"Kami sebagian besar tokoh masyarakat suku Naibobe termasuk Yohanes Kainio Naibobe bersaudara sampai hari ini tidak setuju supaya tanah suku Naibo.

TIMOR EXPRESS

KSAD: Perlu Pendekatan Soft Power Hadapi Terorisme

Dua ledakan bom terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Di Hotel JW Marriott bom meledak di lobi hotel. Pasca ledakan kesibukan terlihat di Hotel JW Marriott. Serpihan kaca tampak berserakan. (Foto: detikFoto/Ari Saputra)

22 Juli 2009, Jakarta -- Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo mengatakan, perlu pendekatan persuasif (soft power) guna menangkal ideologi kekerasan dalam aksi terorisme. Salah satunya melalui pendekatan terhadap istri, anak, dan keluarga para pelaku.

Orang-orang terdekat tersebut yang akan mendekati pelaku agar memberikan informasi yang penting pada aparat. "Jika merasa dimanusiakan, mereka mau membongkar apa yang diketahui tentang jaringan itu," katanya usai menghadiri pembukaan program pascasarjana Universitas Pertahanan di Departemen Pertahanan, Jakarta, Selasa (21/7).

Menurutnya, aparat keamanan tidak kebobolan dalam peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, beberapa hari lalu. Sebaliknya, dia melihat kepedulian masyarakat kurang dengan keberadaan pelaku terorisme.

Seharusnya, kata dia, rakyat melaporkan semua hal yang mencurigakan pada aparat. "Butuh rakyat yang ikut memiliki keamanan. Karena keamanan milik semua, bukan aparat saja," kata Lulusan Terbaik Akademi Militer tahun 1974 itu.

Kepala Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS)) Mayor Jenderal Syafnil Armen mengatakan, semua informasi intelijen yang dimiliki militer telah dikoordinasikan Badan Intelijen Negara (BIN). Mereka secara periodik melaporkan pada BIN. Termasuk indikasi peledakan bom di kedua hotel bintang lima tersebut.

"Setiap ada ancaman selalu dilaporkan. Tapi BIN yang mengembangkan," katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, kerja sama antiteror antara Indonesia dan sejumlah negara terus ditingkatkan dalam berbagai bentuk.

Indonesia telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara seperti Arab Saudi, Pakistan, Kuwait, Afganistan, dan Turki. Kerja sama yang dilakukan fokus pada penanganan teror secara persuasif, tanpa mengabaikan kekuatan dengan kekerasan.

"Tapi penanganan teror antaraparat tetap berada di bawah kendali otoritas keamanan Indonesia," katanya.

Dia melihat, untuk menghindari spekulasi sebab-musabab ledakan di Mega Kuningan itu, semua pihak hendaknya bersabar menunggu hasil penyelidikan Polri. (JURNAL NASIONAL/Adhitya Cahya Utama)

Rusia Tawari Indonesia Kerjasama Berantas Terorisme

20 Juli 2009, Pontianak -- Seorang anggota pasukan khusus Paskhas TNI AU memegang sepucuk pistol berjenis FN yang ditemukan di laci dashboard sebuah mobil yang akan masuk ke area bandara Supadio Pontianak, Kalbar, Senin (20/7). Pasca ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta, sejumlah objek vital di Kota Pontianak dijaga ketat oleh Polri dan TNI. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/ama/09)

Selain mengutuk terorisme 17 Juli di Mega Kuningan, Jakarta dan menyampaikan simpati mendalam untuk para korban, Rusia menawarkan kerjasama kepada Pemerintah Indonesia untuk memberantas terorisme sehingga tidak terulang lagi di masa depan, demikian Counsellor Pensosbud KBRI Moskow M. Aji Surya dalam keterangan yang diterima koresponden Antara London, Rabu.

Menurut M Aji Surta, pernyataan itu merupakan inti dari sikap Pemerintah Rusia yang dirilis pada 18 Juli lalu oleh Kementerian Luar Negeri di Moskow atas pemboman Hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton, Mega Kuningan.

Rusia mengonfirmasikan tidak ada warga Rusia yang menjadi korban dalam peristiwa teror itu, sementara Kedubes Rusia di Jakarta akan mengambil langkah-langkah dibutuhkan untuk melindungi warganya yang ada di Indonesia.

Meskipun pemberitaan mengenai aksi terorisme di Jakarta disiarkan luas oleh media Rusia dan Belarus, namun pemerintan dan media kedua negara Slavia itu mempercayai langkah-langkah yang diambil Pemerintah Indonesia, demikian Aji.

Ini terlihat dari tiadanya perintah travel warning ataupun langkah pencegahan terhadap warganya untuk berkunjung ke Indonesia, meskipun warga kedua negara yang hendak melancong terpengaruh oleh bom Mega Kuningan itu.

KBRI Moskow akan memanfaatkan kegiatan resepsi diplomatik dan pentas budaya di Moskow, St. Petersburg, Minsk (Belarusia) dan Vladivostok dalam rangka HUT RI ke-64 bulan Agustus-September 2009 serta kegiatan proaktif lainnya sebagai damage control diplomacy atas bom Mega Kuningan, demikian M Aji Surya. (ANTARA News)

Operasi Keamanan Laut TNI AL

KRI Teluk Sangkulirang (TSR)-542.

22 Juli 2009 -- Selama dua hari berturut-turut, Rabu (15/7) hingga Jumat (17/7), Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Pulau Rimau (PRU)-724 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut di perairan Timur Indonesia telah memeriksa 13 kapal yang melintas disekitar perairan Selat Makasar.

Ke 13 kapal yang diperiksa tersebut yaitu, LCT Berkat Anugerah-288, di Nahkodai Armin WNI, bobot 254 GT, ABK 11 orang WNI, muatan kosong. TB. Kaltim Dolphin 10-10/TK.ASL-76, Nahkoda M. Barbas, bobot 124 GT/ 1229GT, ABK 8 orang WNI, muatan batu bara. TB.Kaltim Dolphin 10-17/TK.ASN-77, Nahkoda Abd Jalal, bobot 124GT/1229GT, ABK 8 orang WNI, muatan batu bara. TB. Scorpio/TK.Pesut-2305, Nahkoda R. Lawendatu, bobot 111 GT/1437GT, ABK 10 orang WNI, muatan batu bara. LCT. Cahaya Agung-1, Nahkoda Dedi Sugeng, bobot 720 GT, ABK 11 orang WNI muatan material steel. TB. NK-1/OB. Cahaya Anugerah-09, Nahkoda H. Bawengan, bobot 192GT/1029GT, ABK 13 orang WNI, muatan BBM. TB. Kaltim Dolphin 1019/TK. Kaltim PT 3301, Nahkoda Iriaman R, bobot 141 GT/1360GT, ABK 9 orang WNI, muatan batu bara.

TB. Karunia Samudera II/TK. Karunia I, Nahkoda M. Rusli, bobot 78 GT/1437GT, ABK 9 orang WNI, muatan batu bara. TB. Anggrek Indah-II/TK HKA-II, Nahkoda Irfan, bobot 55GT/842GT, ABK 7 orang WNI, muatan batu bara. TB. Ersihan Venus/ TK.Propit 24, Nahkoda Haslawang, bobot 159GT/1302GT, ABK 10 orang WNI, muatan batu bara. LCT Bareto 38, Nahkoda Hartono, bobot 211 GT, ABK 10 orang WNI, muatan BBM, TB.MBS 39/TK.Sun Win 228, Nahkoda Roni K, bobot 114GT/1939GT, ABK 10 orang WNI, muatan batu bara. LCT. Meranti 10, Nahkoda Maxililian, bobot 174GT, ABK 6 orang WNI.

Menurut Komandan KRI Pulau Rimau-724 Mayor Laut (P) Jatiar Sinaga, setelah kapal-kapal tersebut diperiksa diijinkan untuk melanjutkan pelayarannya kembali. Karena dalam pemeriksaan tidak diketemukan adanya pelanggaran, semua surat maupun dokumen lengkap.

KRI Teluk Sangkulirang (TSR)-542 Periksa Kapal

Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Teluk Sangkulirang (TSR)-542 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) disekitar Laut Seram telah memeriksa dua kapal ikan dengan total muatan 12 ton Udang pada saat melaksanakan patroli keamanan laut di perairan timur Indonesia, belum lama ini, Minggu (19/7).

Ke dua kapal ikan yang diperiksa tersebut masing-masing, KM. Binama-15 yang dinahkodai Hairudin Kaunar WNI dengan memiliki bobot 104 GT (gros ton). Kapal tersebut diawaki oleh 18 ABK, semuanyan WNI, dengan muatan 2 ton Udang. Sedangkan kapal satunya lagi, KM. Binama-2 dinahkodai Albert Talabessy WNI dengan bobot 137 GT. Kapal tersebut memiliki ABK 19 orang, semuanya WNI, dengan muatan 10 ton Udang.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, ke dua kapal tersebut diijinkan untuk melanjutkan pelayarannya kembali. Karena dalam pemeriksaan tidak ditemukan adanya tindak pelanggaran hukum di laut. Semua surat maupun dokumen lengkap,”kata Komandan KRI TSR-542 Mayor Laut (P) Dwi Prasetyo menegaskan.

DISPENARMATIM