Wednesday, July 8, 2009

Latihan Rajawali Perkasa 2009

Komandan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Boy Syahril Qamar., SE. menyematkan tanda peserta latihan kepada perwakilan peserta dari Komando Latihan dan Pelaku. (Foto : Pentak Halim P)

8 Juli 2009, Jakarta -- Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Boy Syahril Qamar. S.E secara resmi membuka Latihan Satuan “ Rajawali Perkasa 2009 “di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (8/7 ). Ditandai dengan suara demtuman TNT dan rentetan senjata, dilanjutkan penyematan tanda peserta latihan oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Boy Syahril Qamar, SE kepada perwakilan masing-masing Komando Latihan dan pelaku latihan.

Latihan “Rajawali Perkasa 2009 “ ini dilaksanakan selama tiga hari dimulai dari tanggal 8 Juli 2009 sampai dengan tanggal 10 Juli 2009. Gladi posko dilaksanakan di Lanud Halim Perdanakusuma selama satu hari dan manuver lapangan tanggal 9 dan 10 di Lanud Halim Perdanakusuma dan di Lanud Suryadarma, Klijati, Subang, Jawa Barat.

Komandan Lanud Halim Perdanakusma Marsma TNI Boy Syahril Qamar. S.E dalam sambutannya menjelaskan latihan ini merupakan latihan puncak dari kegiatan Lanud Halim Perdanakusuma. Latihan yang terdiri dari perencanaan, gladi posko dan gladi lapang yang melibatkan personel, alut sista, fasilitas dan sarana pendukung untuk menguji kesiapan pelaku dan satuan jajaran sehingga diharapkan mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan fungsinya dalam pelaksanaan tugas operasi, selain itu juga dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan pembinaan yang dilakukan oleh satuan – satuan khususnya dalam upaya menggerakan kemampuan untuk menghadapi berbagai kontijensi yang mungkin timbul sewaktu – waktu.

Maksud dan tujuan latihan ini untuk memelihara serta meningkatkan kesiapan operasional Lanud Halim Perdanakusuma sebagai satuan pelaksana operasi dari Komando Operasi TNI Angkatan Udara I ( Koopsau I ) yang dititik beratkan pada pelaksanaan tugas – tugas Lanud Halim Perdanakusuma, namun perlu diingat perlibatan kekuatan tidak akan menghasilkan out put yang diinginkan apabila tidak diimbangi dengan kesungguhan dari seluruh peserta latihan untuk mengerjakan tugas masing – masing sebagaimana digariskan didalam rencana latihan. Diharapkan “ Dengan Latihan Rajawali Perkasa 2009 Lanud halim Perdanakusuma siap melaksanakan dan mendukung operasi udara dalam rangka menghadapi tugas – tugas dimasa mendatang, “imbuhnya”.

Sasaran Latihan yakni tercapainya kemampuan operasi udara sesuai fungsi masing – masing dari Skadron Udara 2, Skadron Udara17 dan Skadron Udara 31, selain itu tercapainya kemampuan pembinaan pemeliharaan alut sista beserta komponen – komponen dari Skadron Teknik 021 serta tercapainya kesiapan satuan dalam melaksanakan pengamanan pertahanan pangkalan. Sedangkan pelajaran yang dikembangkan adalah penerapan prosedur tetap yang ada di Lanud Halim Perdanakusuma dan pengembangan taktik dan teknik operasi udara oleh setiap unsure serta macam, metode dan sifat latihan antara lain dinamika lapangan dengan mengerahkan pasukan, latihan geladi posko dan manuver lapangan dan sifat dua tingkat, satu pihak dikendalikan. Peserta latihan melibatkan Skadron Udara 2, 17, 31, Skatek 021, Wing 1 Paskhas, unsur Pangkalan dan Perbekud.

PENTAK LANUD HALIM P.

Lantihan Garuda Perkasa 2009

(Foto: tni-au.mil.id)

8 Juli 2009, Malang -- Lanud Abd Saleh digemparkan dengan suara baku tembak oleh sekelompok teroris yang ingin merebut Pangkalan Udara Lanud Abd Saleh. Namun dalam waktu kurang dari satu jam Prajurit Lanud Abd Saleh yang sebelumnya dikuasai teroris bisa direbut kembali. Ini merupakan Latihan yang bersandi Garuda Perkasa 2009 didahului dengan pengintaian udara taktis dengan menggunakan pesawat jenis cassa C-212 Aviocar dari Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abd Saleh melakukan pemotretan dari udara dan mendapatkan informasi tentang kedudukan dan kekuatan musuh didaerah sasaran.

Setelah mendapatkan data tentang kondisi dan situasi musuh maka dilaksanakan operasi penerjunan Dalpur dengan pesawat Cassa C-212 Aviocar menerjunkan 13 personil Batalyon 464 Paskhas. Penerjunan ini mempunyai tugas menyiapkan lebih awal Droping Zone (DZ) beserta informasi data-data DZ tersebut secara akurat. Selain itu team Dalpur juga memberikan informasi tentang posisi senjata anti serangan udara, kondisi cuaca daerah sasaran, yang berupa keadaan keperawanan, kondisi angin dan jarak pandang secara horizontal yang sangat berguna pada saat penerjunan Satpur Linud. Operasi penerjunan KDOL ini dilaksanakan beberapa hari sebelum penerjunan Satpur Linud.

Selanjutnya team Dalpur melaksanakan infiltrasi ke daerah musuh. Dengan melakukan operasi pengendali udara depan (FAC) bertujuan membantu pesawat fighter yang akan dilaksanakan SUL (serangan udara langsung) dalam mencari atau menemukan sasaran dan membantu FAC yang menggunakan pesawat fighter jenis F-16 Fighting Falcon.

Setelah operasi FAC dapat terlaksana dengan sukses dilanjutkan dengan SUL oleh pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Wing 3 Lanud Iswahyudi Madiun. Pelaksanaan operasi SUL dilakukan beberapa run attack bertujuan menghancurkan kekuatan vital musuh. Setelah kekuatan musuh dapat dilumpuhkan maka team Dalpur menginformasikan kepada pesawat yang membawa pasukan Satpur Linud untuk melakukan penerjunan pasukan yang jumlahnya 3x lipat dari jumlah kekuatan musuh dan operasi penerjunan Satpur menggunakan 2 pesawat C-130 Hercules dimana masing-masing pesawat membawa 32 personil Batalyon 464 Paskhas.

Selain penerjunan static dilaksanakan pula cara Air Landed, dengan pesawat C-130 Hercules membawa 80 personil dan mendarat dilandasan sasaran, kemudian pasukan keluar dari pesawat dan menyerbu menghancurkan musuh. Dilakukan pula operasi penerjunan Bekal Ulang (Bekul) dilakukan oleh pesawat C-130 Hercules dengan menggunakan teknik CDS (Container Delivery System). ini dimaksudkan untuk mempertinggi moril pasukan kawan dengan mengirimkan dukungan logistic berupa makanan, obat-obatan dan amunisi.

Kejadian tersebut diatas merupakan Skenario demo udara dari Latihan Garuda Perkasa 2009 yang dilaksanakan di Lanud Abd Saleh selama 6 hari mulai tanggal 1 Juli sampai dengan 6 Juli 2009.

Selain operasi merebut pangkalan, dilaksanakan pula operasi udara Force Down. Dua pesawat F-16 turun ke landasan. Setelah turun ke landasan pasukan POM mengepung pesawat. Termasuk melakukan pemeriksaan didalam pesawat. selanjutnya, crew dan pilot pesawat ditahan untuk diminta keterangan. Setelah itu pesawat yang ditinggalkan diperiksa dan dijaga untuk antisipasi barang berbahaya yang dibawa di dalam pesawat.

Latihan Garuda Perkasa 2009 di Tutup oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Ida Bagus Anom M., S.E. disaksikan seluruh pejabat Lanud Abd Saleh. Dalam sambutannya dikatakan, latihan Garuda Perkasa walaupun sering dilakukan tetapi dalam kualitas dan kemampuannya masih harus terus kita tingkatkan, tujuannya agar Lanud Abd Saleh sebagai Pangkalan operasi senantiasa siap melaksanakan operasi setiap saat diperlukan demi menjaga NKRI.

PENTAK LANUD ABD. SALEH

Malaysia Tawarkan Tukar Menukar Alutsista

CN-235 TUDM. (Foto: airliners.net)

8 Juli 2009, Jakarta -- Malaysia rupanya tertarik dengan pesawat dan panser buatan Indonesia. Negeri Jiran yang sempat bersitegang di perairan sekitar Ambalat itu menawarkan tukar menukar alutsista (alat utama sistem senjata).

“Penawaran itu pernah disampaikan Menhan Malaysia Dato” Seri Ahmad Zahid Bin Hamidi,” ujar Kepala Biro Humas Departemen Pertahanan Brigadir Jenderal Slamet Hariyanto di Jakarta, Selasa (7/7). Menhan Malaysia sudah melakukan kunjungan ke PT Dirgantara Indonesia ( PTDI) dan PT Pindad di Bandung. Sejak 20 tahun yang lalu Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah memberikan kepercayaan kepada PTDI untuk memasok alat transportasi udaranya.

Enam pesawat CN 235 transport militer telah dioperasikan oleh TUDM dan di tahun 2002 kembali Kementerian Pertahanan Malaysia memutuskan untuk membeli dua unit pesawat CN 235 VIP. Kontrak pembelian tersebut menambah keyakinan bahwa Malaysia mempercayai terhadap hasil produksi bangsa Indonesia.

Menurut jendral asal Pasuruan, Jawa Timur itu Menhan Malaysia juga menyatakan kekaguman dan ketertarikannya akan pesawat patroli maritim yang dibuat PTDI (CN-235MPA). “Beliau berharap PTDI bisa bekerjasama dengan Industri strategis Malaysia dalam konteks saling menguntungkan antar kedua negara,” ujar Brigjen Slamet.

Kerja sama pertukaran alutsista ini sangat penting untuk memperkuat pertahanan kedua negara di wilayah Asia. Malaysia tertarik kendaraan tempur 6x6 yang diproduksi Pindad. Sedangkan mereka menawarkan kendaraan panser 8x8. Pertukaran perdagangan alutsista menjadi bahasan utama saat kunjungan Menhan Malaysia. Sebab, negara ASEAN memiliki 500 juta penduduk dan jika kekuatan pertahanan serta persenjataan dibangun bersama, hal itu akan membuat negara-negara di kawasan ASEAN menjadi lebih kuat.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Pindad Adik Aldvianto mengatakan, pihaknya siap jika memang Malaysia menginginkan produksinya. ”Implementasinya berupa offset program. Misalnya, jika Malaysia membutuhkan peralatan, mereka membeli ke kita. Begitu juga dengan kita, harus membeli kepada Malaysia,” jelasnya.

DUMAI POS/RADAR JOGJA