Monday, February 23, 2009

Indonesia Fokus Dalam Pembangunan Ekonomi


20 Februari 2009, Jakarta -– Pemerintah Indonesia saat ini sedang memfokuskan pada bidang pembangunan ekonomi. Hal ini terkait dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan pada bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat (kesra) sebesar 80%.

Demikian dijelaskan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono, Kamis (19/2), saat menerima kunjungan National Correspondent for The Atlantic and Senior Fellow at The Center for a New American Security in Washington Robert D. Kaplan yang didampingi Atase Pertahanan (Athan) AS untuk Indonesia Col. Kevin E. Richards, di kantor Dephan, Jakarta.

Menurut pandangan delegasi AS, Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai masalah terutama masalah penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) yang tentunya akan berdampak pada perekonomian Indonesia secara global.

Hal itu ditanggapi menhan dengan menjelaskan bahwa Indonesia selama ini telah kehilangan sekitar US $ 5 miliar pertahun akibat dari illegal fishing tersebut termasuk diantaranya illegal logging. Namun demikian, Indonesia berupaya secara bertahap untuk melakukan perbaikan dalam segala bentuk penyelundupan, pembalakan liar dan sebagainya.

Dalam kesempatan yang sama Sekjen Dephan menjelaskan kepada delegasi AS, idealnya ditengah keterbatasan anggaran, TNI harus tetap mempunyai kekuatan untuk mendukung kewibawaan bangsa dengan menggunakan strategi kemiliteran. TNI berupaya melakukan sinkronisasi antara strategi militer dan masyarakat dalam pertahanan negara.

Lebih lanjut Sekjen menambahkan bila menilik kebelakang TNI dan masyarakat bekerja bersama-sama dalam mengembangkan postur TNI. Hal ini menjadi catatan buruk bagi TNI ketika TNI melibatkan diri dalam politik praktis sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap TNI. Untuk itu saat ini TNI berupaya untuk tidak terlibat dalam politik praktis dengan membangun citra yang baik di masyarakat. “Dan ini merupakan tantangan tersendiri bagi TNI saat ini,” tegas Sekjen.

Saat menerima tamunya menhan didampingi Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Diranlingstra Ditjen Strahan Dephan Brigjen TNI Ir. Drs. Subekti, Dirkersin Ditjen Strahan Dephan Brigjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar, M.Bus, M.A, Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI Slamet Hariyanto dan Karo TU Setjen Dephan Kol. Laut (P) Agus Purwoto. (DMC)

Admin: Sejak pemerintahan Suharto, B.J. Habibie, Abdulrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono alasan pembangunan ekonomi mengalahkan pengembangan kekuatan pertahanan.

Hasil pembangunan ekonomi sampai sekarang tidak menunjukan hasil yang spektakuler, meskipun di level Asia Tenggara. Index IPM bukan yang terbaik di kawasan ini, apalagi dunia.

Sedangkan otot kekuatan bersenjata negara tetangga semakin mengelembung. Sedangkan negeri tercinta ini semakin mengkerut.

Mensisihkan Rp 20 Trilyun setiap tahunnya selama 5 tahun, akan mengembalikan otot-otot yang mengkerut. Dananya darimana ????, subsidi BBM dikurangi. Tokh tidak efeknya buat rakyat kecil. Buktinya ????, BBM turun harga anteng bahkan mendaki. Kok bisa !!!, jalur distrbusi barang yang harus dipotong-potong agar rabat tidak terlalu banyak, harga bisa dikurangi.

Sunday, February 22, 2009

Rusia Meminta Tambahan USD 700 Juta Untuk INS Vikramaditya


Rusia meminta tambahan harga hingga USD700 Juta untuk proses refit, perbaikan dan pengiriman kapal induk INS Vikramaditya (eks RFS Admiral Gorshkov), seperti dilaporkan Press Trust of India.

Proses pengerjaan perbaikan dan refit dilakukan di galangan kapal Sevmash. Sevmah memerlukan kucuran dana segar segera USD 190 Juta guna melanjutkan pekerjaan perbaikan.

Permintaan USD 700 Juta akan menaikan harga akhir jual kapal induk berbobot 44.570 ton menjadi USD 2,9 Milyar.

Proses penjualan kapal induk ini, diawali ketika Rusia menawarkan kepada India mengakuisisi RFS Admiral Gorshkov di tahun 1994. Kemudian dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antar dua negara, dimana India menyetujui mengakuisisi kapal induk serta membiayai program refurbish dan refit yang akan dilakukan oleh biro perancangan Nevskoye dan pengerjaan di galangan kapal Severnoye. Penandatanganan dilakukan bertepatan kunjungan Perdana Menteri Rusia Yevgeny Primakov ke India di bulan Desember 1998.

INS Vikramaditya dalam proses refurbish dan refit

Karena masalah harga yang tidak menemui titik temu, pengiriman kapal induk ini ke India tertunda. Sebelumnya INS Vikramaditya diharapkan telah dapat bertugas di jajaran armada AL India sebelum INS Viraat (eks HMS Hermes) dipensiunkan karena faktor usia.

Kapal induk Admiral Gorskhov merupakan kapal terakhir dari empat kapal dalam project 1143 kelas Kiev kapal pertahanan udara. Peletakan lunas di bulan Desember 1978 dan diluncurkan 31 Maret 1982. Sebagian laporan menyebutkan pelucuran kapal 17 April 1982. Mulai berdinas di jajaran AL Uni Soviet Desember 1987, sebagian laporan Januari 1987.

Pada mulanya kapal induk ini diberi nama Admiral Flota Sovietskogo Sojuza Gorshkov, kemudian diubah menjadi Admiral Gorshkov.

Kapal induk ini pernah mengalami kerusakan hebat saat ruang boiler meledak dan terbakar tahun 1994. Kemudian masuk dok di Severodvinsk tanggal 2 Februari 1994. Setelah diperbaiki, kapal dapat melaut kembali tahun 1995. Akan tetapi diistirahatkan dari armada Rusia tahun 1996 dan ditempatkan di dok Severodvinsk.

Kapal induk INS Vikramaditya akan mengusung 16 MiG-29 versi maritim serta campuran helikopter Ka-28 anti kapal selam dan Ka-31 peringatan dini. Dibagian depan kapal dipasang 12 peluncur misil jelajah P-500 Bazalt (SS-N-12 Sanbox) serta 4 peluncur misil permukaan - udara Antey Kinzhal (SA-N-9 Gauntlet).

india-defence/bharat-rakshak/@beritahankam

Destroyer Perancis Kelas Georges Leygues


Primauget D644 Destroyer Kelas Georges Leygues

Destroyer kelas Georges Leygues mempunyai bobot 3830 ton dan membawa awak 218 orang, diluncurkan di galangan kapal Brest tahun 1978. Sebagai pengerak kapal digunakan dua mesin gas Rolls Royce Olympus TM3B kecepatan putaran 46200 bhp dan dua mesin diesel SEMT- Pielstick 16PA6 CV280 kecepatan putaran 10400 bhp, keempat mesin menghasilkan kecepatan maksimal 30 knot, bila mesin diesel saja 21 knot. Jarak jelajah 13600 km pada kecepatan 18 knot.

Georges Leygues D640 Destroyer Kelas Georges Leygues

Persenjataan yang diusung kapal jenis ini, empat misil anti kapal Aerospatiale MM 38 Exocet, misil anti pesawat terbang Crotale dengan 26 peluncur , satu meriam 100 mm/55 Mod 68 CADAM multi fungsi, dua meriam Oerlikon 20 mm, empat senapan mesin M2HB 12,7 mm, dua peluncur torpedo, 10 torpedo ECAN L5, 12 torpedo Honeywell Mk46 untuk dua helikopter anti kapal selam Lynx dan dapat juga digunakan oleh kapal.

Destroyer kelas Georges Leygues, AL Perancis mempunyai tujuh buah kapal yaitu Georges Leygues D640 mulai bertugas 10 Desember 1979 , Dupleix D641/16 Juni 1981, Montcalm D642/28 Mei 1982, Jean De Vienne /25 Mei 1984, Primauguet D644/5 November 1986, La Motte-Picquet D645/18 Februari 1988, dan Latouche-Treville D646/16 Juli 1990. (globalsecurity/beritahankam.blogspot.com)