ROKS Munmu the Great (DDH 976) kapal perusak kelas Chungmugong Yi Sun-sin memiliki panjang 150 meter, lebar 17,4 meter dan draft 9,5 meter, kecepatan 30 knots.(Foto: US Navy)
27 Mei 2014, Jakarta: Kapal perang Angkatan Laut Korea Selatan ROKS Munmu the Great (DDH 976) bersandar di Dermaga 203, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu, (24/5). Kedatangan kapal perang kelas destroyer ini disambut dengan upacara militer oleh prajurit Lantamal III serta staf Kedutaan Besar Korea Selatan. Kapal perang dijadwalkan berada di Jakarta hingga Rabu, (28/5)
Komandan Kapal ROKS Munmu the Great (DDH 976) Kolonel Kim, Jeong-Khyun, Ph.D., bersama tujuh orang perwira melakukan kunjungan kehormatan ke Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang diterima Asintel Pangarmabar Kolonel Laut (P) S. Irawan mewakili Pangarmabar Laksamana Muda TNI I.N.G.N. Ary Atmaja, S.E., bertempat di Gedung Yos sudarso, Mako Koarmabar, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (26/5).
Selama berada di Indonesia, Kapal Perang Angkatan Laut Korea Selatan akan melaksanakan olahraga persahabatan dengan prajurit TNI AL, mengadakan open ships bagi warga Korea Selatan serta melaksanakan latihan Passing Exercise (Passex) dengan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Thaha Syaifuddin (376).
USS Blue Ridge (LCC-19) Tiba di Jakarta
USS Blue Ridge (LCC-19) memasuki pelabuhan Tanjung Priok. (Foto: U.S. Navy Photo/Mass Communication Specialist 3rd Class Kelby Sanders)
Kapal Perang Amerika Serikat USS Blue Ridge (LCC-19) yang dipimpin Panglima Armada Ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat Vice Admiral Robert L.Thomas, merapat di Dermaga 201 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (25/5) dan dijadwalkan di Jakarta hingga, Rabu (28/5).
Kedatangan Kapal Perang Amerika Serikat USS Blue Ridge (LCC-19) dengan Komandan Kapal Captain Richard Mc. Cormack disambut oleh Komandan Pomal Lantamal III Kolonel Laut (PM) Samista bersama Asisten Operasi Danlantamal III Jakarta Letkol Laut (P) Eko Wahjono, Staf Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, disambut dengan upacara militer.
Kapal perang USS Blue Ridge merupakan kapal perang dengan jenis kapal komando memiliki panjang 194 meter, lebar 38.9 meter, draft 8.8 meter, kecepatan 23 knots membawa satu helikopter Sikorsky SH-60 Seahawk dan berpangkalan di Yokosuka, Jepang.
Selama berada di Indonesia Panglima Armada Ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat Vice Admiral Robert L.Thomas dan Komandan Kapal USS Blue Ridge beserta Staf akan mengadakan kunjungan kehormatan kepada Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Laksamana Pertama (Laksma) TNI Aguk Dwi Wahyu, W.U., S.E., selain itu juga dilaksanakan kegiatan olahraga persahabatan dan dilanjutkan acara menerima kunjungan kehormatan Pejabat Tinggi TNI Angkatan Laut di Kapal Perang USS Blue Ridge, dan rencana akan melaksanakan latihan Persahabatan Passing Exercise(Passex).
Sumber: Dispenarmabar
Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Berita Militer Negara Sahabat
Tuesday, May 27, 2014
Saturday, February 8, 2014
Hercules Latihan Terbang Malam di Langit Malang
Bertempat di Taxi Way Skadron Udara 32, Letkol Pnb Reza Ranesa mengecek kesiapan Pesawat Hercules dan Crew yang akan melaksanakan Operasi Latihan Terbang Malam (Rabu, 5/2). (Foto: Pentak Lanud Abd. Saleh)
7 Februari 2014, Malang: Dalam waktu seminggu ini, setiap malam langit Malang Raya dibisingkan oleh deru suara pesawat C-130 Hercules yang ber-home base di Skadron 32 Wing 2 Lanud.Abd Saleh. Hal ini sejalan dengan para Penerbang dan Crew pesawat C-130 Hercules kembali melakukan latihan rutin operasi terbang malam di wilayah Malang Raya dan sekitarnya. Latihan terbang malam ini harus sering dilakukan, karena selain untuk melatih para Penerbangnya agar lebih trampil dan profesional di bidangnya, juga merupakan operasi penerbangan yang lebih sulit dilakukan dibanding terbang pada siang hari.
Komandan Skadron Udara 32, Letkol Pnb Reza Ranesa tadi malam (Rabu, 5/2) memimpin langsung Latihan Terbang Malam dengan menggunakan dua pesawat Hercules yang diawali dengan briefing penerbangan, penyiapan semua pendukung dan diakhiri dengan doa memohon rahmat dan lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, agar latihan dapat berjalan lancar, aman dan selamat.
Terbang malam bagi seorang Pilot merupakan pekerjaan yang tidak mudah dilakukan dan membutuhkan latihan rutin karena terbang malam hanya mengandalkan instrument di dalam kockpit disamping visual dengan alat bantu berupa lampu penerangan yang ada di dua sisi landasan. Untuk itu para penerbang dituntut lebih teliti dan hati-hati dalam menerbangkan pesawatnya.
“Kemampuan dan keahlian terbang malam harus benar-benar dikuasai setiap Pilot, hal ini terkait dengan keberadaan Penerbang yang harus siaga setiap saat menerima perinta Komando Atas untuk mengamankan wilayah NKRI, sehingga setiap saat kwalifikasi kemampuan setiap penerbang harus terus meningkat agar mampu melaksanakan tugas dengan baik setiap saat”, demikian Letkol Pnb Reza menjelaskan.
Jika Komando Atas memberikan Perintah untuk melaksanakan operasi penerbangan di malam hari, maka seorang pilot harus siap dan mampu melaksanakannya dengan baik. Para Penerbang yang bertugas mengawal wilayah Dirgantara Nasional tersebut harus siap melaksanakan tugasnya setiap saat. Oleh karenanya operasi Latihan terbang malam ini menjadi penting dan harus dilaksanakan dengan serius tanpa mengabaikan safety factor.
Kegiatan latihan operasi terbang malam yang saat ini dilakukan, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme baik skill (keahlian) maupun kemampuan terbang para penerbang dan seluruh crew pesawat dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan, ancaman serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain, baik yang datang pada siang hari maupun pada malam hari.
Sumber: Pentak Lanud Abd. Saleh
7 Februari 2014, Malang: Dalam waktu seminggu ini, setiap malam langit Malang Raya dibisingkan oleh deru suara pesawat C-130 Hercules yang ber-home base di Skadron 32 Wing 2 Lanud.Abd Saleh. Hal ini sejalan dengan para Penerbang dan Crew pesawat C-130 Hercules kembali melakukan latihan rutin operasi terbang malam di wilayah Malang Raya dan sekitarnya. Latihan terbang malam ini harus sering dilakukan, karena selain untuk melatih para Penerbangnya agar lebih trampil dan profesional di bidangnya, juga merupakan operasi penerbangan yang lebih sulit dilakukan dibanding terbang pada siang hari.
Komandan Skadron Udara 32, Letkol Pnb Reza Ranesa tadi malam (Rabu, 5/2) memimpin langsung Latihan Terbang Malam dengan menggunakan dua pesawat Hercules yang diawali dengan briefing penerbangan, penyiapan semua pendukung dan diakhiri dengan doa memohon rahmat dan lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, agar latihan dapat berjalan lancar, aman dan selamat.
Terbang malam bagi seorang Pilot merupakan pekerjaan yang tidak mudah dilakukan dan membutuhkan latihan rutin karena terbang malam hanya mengandalkan instrument di dalam kockpit disamping visual dengan alat bantu berupa lampu penerangan yang ada di dua sisi landasan. Untuk itu para penerbang dituntut lebih teliti dan hati-hati dalam menerbangkan pesawatnya.
“Kemampuan dan keahlian terbang malam harus benar-benar dikuasai setiap Pilot, hal ini terkait dengan keberadaan Penerbang yang harus siaga setiap saat menerima perinta Komando Atas untuk mengamankan wilayah NKRI, sehingga setiap saat kwalifikasi kemampuan setiap penerbang harus terus meningkat agar mampu melaksanakan tugas dengan baik setiap saat”, demikian Letkol Pnb Reza menjelaskan.
Jika Komando Atas memberikan Perintah untuk melaksanakan operasi penerbangan di malam hari, maka seorang pilot harus siap dan mampu melaksanakannya dengan baik. Para Penerbang yang bertugas mengawal wilayah Dirgantara Nasional tersebut harus siap melaksanakan tugasnya setiap saat. Oleh karenanya operasi Latihan terbang malam ini menjadi penting dan harus dilaksanakan dengan serius tanpa mengabaikan safety factor.
Kegiatan latihan operasi terbang malam yang saat ini dilakukan, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme baik skill (keahlian) maupun kemampuan terbang para penerbang dan seluruh crew pesawat dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan, ancaman serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain, baik yang datang pada siang hari maupun pada malam hari.
Sumber: Pentak Lanud Abd. Saleh
Indonesia dan Turki Kerjasama Pembuatan Medium Tank
(Foto: DMC)
7 Februari 2014, Jakarta: Dirjen Potensi Pertahanan Dr Drs Timbul Siahaan MM, Kamis (6/2), menyaksikan penandatanganan Joint Partnership antara PT Pindad dengan FNSS Turki dalam pembangunan Medium Tank di Gedung Soeprapto, Kemhan, Jakarta. Partnership Agreement antara PT Pindad dengan FNSS Turki ini merupakan langkah penting dalam kerjasama industri pertahanan kedua negara. Dengan kesepakatan yang ditandatangani ini diharapkan selanjutnya project agreement antara kedua Kemhan dapat segera ditandatangani juga sehingga secara resmi program pembangunan bersama medium tank ini dapat segera dilaksanakan.
Kerjasama joint development medium tank kerjasama Indonesia-Turki dimulai pada 29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua negara menandatangani persetujuan kerjasama industri pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara Turki. Dimana salah satu kesepakatannya adalah Turki dan Indonesia akan melaksanakan pengembangan Medium Tank bersama yang dilaksanakan oleh FNSS Turki dan PT Pindad.
Sebagai tindak lanjut, telah ditandatangani MoU antara PT Pindad dan FNSS yang kemudian lebih rinci dituangkan dalam Protocol on Defence Industry Cooperation antara Kemhan RI dan Kemhan Turki pada 7 April 2011 di Jakarta.
Selanjutnya PT Pindad melakukan riset dengan pengguna dalam hal ini Pussenkav TNI AD untuk mendapatkan masukan kebutuhan kavaleri akan medium tank. Pada 7 Mei 2013 dilaksanakan Bilateral Meeting ke-2 Defence Industry Cooperation di Turki yang menghasilkan kesepakatan pendanaan bersama program joint development medium tank.
Pada 4 April 2013 dilakukan rapat koordinasi implementasi kerjasama RI-Turki dalam pengembangan medium tank di PT Pindad Bandung. Pada Juli 2013 di Pothan Kemhan dilaksanakan presentasi bersama PT Pindad dan FNSS tentang proposal rencana dan budget joint medium tank development. Tanggal 4 Desember 2013 pada Pameran Bridex di Brunei Darusalam dialkukan pertemuan antara perwakilan kedua negara yang diantaranya membicarakan pembangunan joint medium tank dan komitmen kedua pemerintahan atas program ini.
Kerjasama pembangunan medium tank antara industri pertahanan kedua negara ini diharapkan dapat semakin mempererat kerjasama pertahanan Indonesia dan Turki. MoU ini juga diharapkan menjadi awal yang baik bagi kerjasama kedua industri pertahanan ini di masa mendatang.
Sumber: DMC
7 Februari 2014, Jakarta: Dirjen Potensi Pertahanan Dr Drs Timbul Siahaan MM, Kamis (6/2), menyaksikan penandatanganan Joint Partnership antara PT Pindad dengan FNSS Turki dalam pembangunan Medium Tank di Gedung Soeprapto, Kemhan, Jakarta. Partnership Agreement antara PT Pindad dengan FNSS Turki ini merupakan langkah penting dalam kerjasama industri pertahanan kedua negara. Dengan kesepakatan yang ditandatangani ini diharapkan selanjutnya project agreement antara kedua Kemhan dapat segera ditandatangani juga sehingga secara resmi program pembangunan bersama medium tank ini dapat segera dilaksanakan.
Kerjasama joint development medium tank kerjasama Indonesia-Turki dimulai pada 29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua negara menandatangani persetujuan kerjasama industri pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara Turki. Dimana salah satu kesepakatannya adalah Turki dan Indonesia akan melaksanakan pengembangan Medium Tank bersama yang dilaksanakan oleh FNSS Turki dan PT Pindad.
Sebagai tindak lanjut, telah ditandatangani MoU antara PT Pindad dan FNSS yang kemudian lebih rinci dituangkan dalam Protocol on Defence Industry Cooperation antara Kemhan RI dan Kemhan Turki pada 7 April 2011 di Jakarta.
Selanjutnya PT Pindad melakukan riset dengan pengguna dalam hal ini Pussenkav TNI AD untuk mendapatkan masukan kebutuhan kavaleri akan medium tank. Pada 7 Mei 2013 dilaksanakan Bilateral Meeting ke-2 Defence Industry Cooperation di Turki yang menghasilkan kesepakatan pendanaan bersama program joint development medium tank.
Pada 4 April 2013 dilakukan rapat koordinasi implementasi kerjasama RI-Turki dalam pengembangan medium tank di PT Pindad Bandung. Pada Juli 2013 di Pothan Kemhan dilaksanakan presentasi bersama PT Pindad dan FNSS tentang proposal rencana dan budget joint medium tank development. Tanggal 4 Desember 2013 pada Pameran Bridex di Brunei Darusalam dialkukan pertemuan antara perwakilan kedua negara yang diantaranya membicarakan pembangunan joint medium tank dan komitmen kedua pemerintahan atas program ini.
Kerjasama pembangunan medium tank antara industri pertahanan kedua negara ini diharapkan dapat semakin mempererat kerjasama pertahanan Indonesia dan Turki. MoU ini juga diharapkan menjadi awal yang baik bagi kerjasama kedua industri pertahanan ini di masa mendatang.
Sumber: DMC
Subscribe to:
Posts (Atom)



