Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Berita Militer Negara Sahabat
Tuesday, June 11, 2013
Kostrad dan USARPAC Gelar Latma Garuda Shield ke-7
11 Juni 2013, Depok: Panglima Divisi Infanteri 1 kostrad Mayjen TNI Daniel Ambat, dan Deputy Commanding General Of Usarpac, Maj Gen Gary Hara, membuka latihan Garuda Shield 2013 di lapangan madivif 1 kostrad, Cilodong-Depok, latihan Garuda Shield' melibatkan seluruh personel Kostrad dan Angkatan Darat Amerika Serikat berada di wilayah Asia Pasifik (USARPAC).Senin(10/6).
Pangdivif 1 Kostrad dalam sambutannya mengatakan, latihan bersama Garuda Shield 2013 merupakan salah satu wujud kerjasama latihan militer 2 negara antara personel TNI AD dengan Angkatan Darat Amerika Serikat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalitas para peserta latihan tentang berbagai materi dalam rangka penyelenggaraan operasi perdamaian dunia, operasi linud, operasi bantuan sosial dan kemanusian.
oleh karena itu, Pangdivif 1 Kostrad mengatakan, Garuda Shield ke 7 tahun 2013 akan memberikan pemahaman dan keseragaman bagi peserta latihan dalam pelaksanaan sebagai pasukan pemulihan keamanan PBB. Panggdivif 1 kostrad juga mengharapkan koordinasi dan kerja sama antara personel TNI AD dan Angkatan Darat Amerika Serikat akan semakin erat dan kokoh, sehingga terjalin hubungan yang lebih baik dan harmonis yang dilandasi rasa saling percaya dan menghormati.
Pangdivif 1 Kostrad juga berpesan agar dalam pelaksanaan kegiatan tetap melaksanakan protap pengamanan yang sudah melekat di manapun berada, jalin hubungan komunikasi dan kerja sama yang erat dan harmonis antara kedua belah pihak secara berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Duta besar Amerika untuk Indonesia, Kasdivif 1 Kostrad, para Asisten serta para perwira TNI AD dan USARPAC.
Sumber: KOSTRAD
Monday, June 10, 2013
Para Penerbang Lanud Iswahjudi Latihan Penembakan Sasaran Darat
Para teknisi sedang memasang Bom Praktisi di pesawat F-16 Fighthing Falcon yang akan melaksanakan latihan penembakan Air to Ground di AWR Pulung Ponorogo, Senin (10/6). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).
10 Mei 2013, Madiun: Latihan pengeboman Air to Ground yang dilaksanakan di AWR Pulung Desa Suren, Mlarak, Ponorogo, oleh penerbang tempur Lanud Iswahjudi bukanlah suatu rutinitas, akan tetapi dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kemampuan sebagai penerbang tempur yang handal dan profesional.
Secara bergantian tiga jenis pesawat tempur yang ber-home base di Lanud Iswahjudi diantaranya pesawat F-16/Fighting Falcon, F-5/Tiger II dan Hawk MK-53, menguji kemampuan melakukan pengeboman dengan menggunakan bom praktisi BDU 33, dengan sasaran darat (Air to Ground) berupa skip yang berada di Air Weapon Range (AWR) Pulung di desa Suren, Mlarak, Ponorogo.
Sedangkan take off dan landing langsung dari landasan pacu Lanud Iswahjudi. Latihan pengeboman Air to Ground tersebut, merupakan Program Kerja Lanud Iswahjudi, khususnya bidang operasi dan latihan yang dilaksanakan mulai Senin (10/6) hingga Kamis (21/6).
Sedangkan maksud dari latihan tersebut untuk mengasah kemampuan para penerbang-penerbang muda sekaligus untuk meningkatkan profesionalitas sebagai penerbang tempur TNI Angkatan Udara.
Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Yuyu Sutisna, S.E., berpesan kepada para penerbang dan ground crew maupun pendukung lainnya selama latihan berlangsung, selalu berhati-hati dan melakukan pengecekan ulang terhadap pesawat, sehingga latihan dapat berjalan lancar sesuai yang dijadwalkan. Perhatikan pula Keselamatan Terbang dan Kerja (Lambangja), sehingga hal-hal sekecil apapun yang tidak diharapkan tidak terjadi dan Zero Accident tetap menjadi prioritas utama. Demikian penekanan Dalanud Iswahjudi kepada para penerbang dan crew yang menjadi acuan dalam latihan tersebut.
Sumber : Penlanudiwj
10 Mei 2013, Madiun: Latihan pengeboman Air to Ground yang dilaksanakan di AWR Pulung Desa Suren, Mlarak, Ponorogo, oleh penerbang tempur Lanud Iswahjudi bukanlah suatu rutinitas, akan tetapi dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kemampuan sebagai penerbang tempur yang handal dan profesional.
Secara bergantian tiga jenis pesawat tempur yang ber-home base di Lanud Iswahjudi diantaranya pesawat F-16/Fighting Falcon, F-5/Tiger II dan Hawk MK-53, menguji kemampuan melakukan pengeboman dengan menggunakan bom praktisi BDU 33, dengan sasaran darat (Air to Ground) berupa skip yang berada di Air Weapon Range (AWR) Pulung di desa Suren, Mlarak, Ponorogo.
Sedangkan take off dan landing langsung dari landasan pacu Lanud Iswahjudi. Latihan pengeboman Air to Ground tersebut, merupakan Program Kerja Lanud Iswahjudi, khususnya bidang operasi dan latihan yang dilaksanakan mulai Senin (10/6) hingga Kamis (21/6).
Sedangkan maksud dari latihan tersebut untuk mengasah kemampuan para penerbang-penerbang muda sekaligus untuk meningkatkan profesionalitas sebagai penerbang tempur TNI Angkatan Udara.
Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Yuyu Sutisna, S.E., berpesan kepada para penerbang dan ground crew maupun pendukung lainnya selama latihan berlangsung, selalu berhati-hati dan melakukan pengecekan ulang terhadap pesawat, sehingga latihan dapat berjalan lancar sesuai yang dijadwalkan. Perhatikan pula Keselamatan Terbang dan Kerja (Lambangja), sehingga hal-hal sekecil apapun yang tidak diharapkan tidak terjadi dan Zero Accident tetap menjadi prioritas utama. Demikian penekanan Dalanud Iswahjudi kepada para penerbang dan crew yang menjadi acuan dalam latihan tersebut.
Sumber : Penlanudiwj
Kemhan Ajukan Anggaran Pembelian Apache dan Hercules ke Parlemen
Apache UH-64A.
10 Juni 2013, Jakarta: Komisi I DPR RI dapat menerima penjelasan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro soal pagu indikatif Kemhan Tahun 2014 sebesar Rp 80.497.980.000.000 (delapan puluh triliun empat ratus sembilan puluh tujuh miliar sembilan ratus delapan puluh juta rupiah).
"Komisi I juga dapat menerima usulan tambahan anggaran yang di ajukan Kemhan/TNI sebesar Rp 8.730.522.000.000," ujar Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq, menceritakan hasil raker Komisi I dengan Menhan dan Panglima TNI membahas Perubahan APBN 2013 dan RAPBN 2014 yang dilakukan secara tertutup, Senin (10/6).
Mahfudz pun menjelaskan, pihak Kemhan juga mengajukan tambahan anggaran khusus untuk pengadaan Helikopter Serang Apache beserta persenjataannya dan pesawat Hercules C-130 eks RAAF, Australia sebesar Rp 6 triliun, yang berasal dari dana on top atau pinjaman dari luar negeri.
"Kalau pesawat Hercules itu sendiri dari Australia dalam bentuk hibah, sebanyak enam unit dari Australia. Tapi ini masih akan dibahas secara mendalam dalam rapat terpisah nantinya, jika penggunaan dana on top untuk keperluan hal ini dapat dipenuhi," katanya.
Sementara, untuk rencana pembelian pesawat serbu Apache dari AS oleh TNI AD itu, kata Mahfudz, nantinya masih perlu didalami juga bersama Kepala Staf TNI AD.
"Soal jumlah berapa unitnya yang akan dibeli, baru atau bekas dan speknya seperti apa saja, dalam rapat tadi belum dibahas. Itu perlu dibahas lanjut nantinya, kalau usulan penggunaan anggaran on topnya disetujui," jelasnya.
Kata Mahfudz, memang sebelumnya secara informal pihak TNI AD berencana membeli helikopter serbu Apache, tetapi terganjal soal sumber pendanaannya. Karena pihak Kemenkeu meminta alokasi anggaran pembelian Apache itu diambil dari pos anggaran TNI AD sendiri.
"Pihak TNI AD keberatan kalau untuk belanja Apache itu menggunakan anggaran reguler TNI AD, sendiri, karena jelas akan sangat membebani anggaran untuk pembiayaan rutin. Karena mereka usulkan di 2014, pengadaan Apache sumbernya dari dana on top. Juga pengadaan Hercules TNI AU, sama sumber pembiayaannya dari dana on top, yang jumlahnya masih sangat besar, yaitu masih tersisa sekitar Rp 30 triliun, dari alokasi dana on top 2010-2014 sekitar Rp 50 triliun," tegasnya.
Sumber: Jurnas Parlemen
10 Juni 2013, Jakarta: Komisi I DPR RI dapat menerima penjelasan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro soal pagu indikatif Kemhan Tahun 2014 sebesar Rp 80.497.980.000.000 (delapan puluh triliun empat ratus sembilan puluh tujuh miliar sembilan ratus delapan puluh juta rupiah).
"Komisi I juga dapat menerima usulan tambahan anggaran yang di ajukan Kemhan/TNI sebesar Rp 8.730.522.000.000," ujar Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq, menceritakan hasil raker Komisi I dengan Menhan dan Panglima TNI membahas Perubahan APBN 2013 dan RAPBN 2014 yang dilakukan secara tertutup, Senin (10/6).
Mahfudz pun menjelaskan, pihak Kemhan juga mengajukan tambahan anggaran khusus untuk pengadaan Helikopter Serang Apache beserta persenjataannya dan pesawat Hercules C-130 eks RAAF, Australia sebesar Rp 6 triliun, yang berasal dari dana on top atau pinjaman dari luar negeri.
"Kalau pesawat Hercules itu sendiri dari Australia dalam bentuk hibah, sebanyak enam unit dari Australia. Tapi ini masih akan dibahas secara mendalam dalam rapat terpisah nantinya, jika penggunaan dana on top untuk keperluan hal ini dapat dipenuhi," katanya.
Sementara, untuk rencana pembelian pesawat serbu Apache dari AS oleh TNI AD itu, kata Mahfudz, nantinya masih perlu didalami juga bersama Kepala Staf TNI AD.
"Soal jumlah berapa unitnya yang akan dibeli, baru atau bekas dan speknya seperti apa saja, dalam rapat tadi belum dibahas. Itu perlu dibahas lanjut nantinya, kalau usulan penggunaan anggaran on topnya disetujui," jelasnya.
Kata Mahfudz, memang sebelumnya secara informal pihak TNI AD berencana membeli helikopter serbu Apache, tetapi terganjal soal sumber pendanaannya. Karena pihak Kemenkeu meminta alokasi anggaran pembelian Apache itu diambil dari pos anggaran TNI AD sendiri.
"Pihak TNI AD keberatan kalau untuk belanja Apache itu menggunakan anggaran reguler TNI AD, sendiri, karena jelas akan sangat membebani anggaran untuk pembiayaan rutin. Karena mereka usulkan di 2014, pengadaan Apache sumbernya dari dana on top. Juga pengadaan Hercules TNI AU, sama sumber pembiayaannya dari dana on top, yang jumlahnya masih sangat besar, yaitu masih tersisa sekitar Rp 30 triliun, dari alokasi dana on top 2010-2014 sekitar Rp 50 triliun," tegasnya.
Sumber: Jurnas Parlemen
Subscribe to:
Posts (Atom)


