Tuesday, May 10, 2011

TNI Musnahkan Patok Malaysia yang Dipasang di Wilayah RI

(Foto: Cakgapur)

10 Mei 2011, Pontianak (ANTARA News): Komandan Korem 121/Alambhana Wanawwai, Kolonel Inftri Toto Rinanto Sudjiman menyatakan, pihaknya telah memusnahkan dua patok ilegal yang bertanda Juru Ukur Pemetaan Malaysia (JUP) karena masuk wilayah Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang sekitar 250 meter sehingga merugikan Indonesia.

"Atas penemuan itu sudah kami koordinasikan dengan aparat keamanan Malaysia dan mereka menyatakan dua patok itu ilegal sehingga langsung kami musnahkan," kata Totok Rinanto Sudjiman seusai menghadiri dengar pendapat dengan Gubernur Lemhanas di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar di Pontianak, Selasa.

Ia menduga, patok ilegal itu sengaja dibuat oleh warga negara tetangga itu, dengan tujuan untuk memperluas lahan pertanian mereka.

Danrem 121/ABW menyatakan, penemuan dua patok ilegal di sekitar Desa Sepidak, Kecamatan Jagoi Babang pada 21 April 2011 oleh masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti dengan laporan camat ke Korem 121/ABW.

"Hingga saat ini permasalahan itu telah selesai. Untuk sementara kami belum menerima adanya kasus pergeseran patok tapal batas di tempat-tempat lain," ujar Totok.

Sementara itu, Camat Jagoi Babang Antonius Ale membenarkan, pihaknya bersama masyarakat telah menindaklanjuti temuan pergeseran patok tapal batas ke TNI.

Patok tapal batas ilegal itu ditemukan di rukun tetangga Sentabang, Dusun Kimdal, Desa Sepidak, Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang yang berbatasan dengan Kampung Sitas, Distrik Bauk (setingkat kecamatan) Malaysia.

"Patok itu sengaja dibuat warga negara tetangga itu, kemudian lahan sekitar 250 meter yang masuk Indonesia itu digunakan untuk pertanian," ujarnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya menyesalkan, tindakan warga negara tetangga tersebut yang bisa merugikan Indonesia.

"Modus seperti itu sudah sering terjadi dengan tujuan mengambil hasil bumi seperti kayu dan menanami dengan perkebunan, seperti sawit," katanya.

Apalagi menurut Wagub Kalbar sebagian besar kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia adalah hutan lindung sehingga sangat rentan terjadinya pergeseran patok tapal batas dengan tujuan untuk aktivitas ilegal logging atau pembalakan hutan secara liar.

Panjang perbatasan darat antara Indonesia - Malaysia di Kalimantan mencapai 2.004 kilometer, terdiri dari Kalbar 857 kilometer dan Kalimantan Timur 1.147 kilometer.

Sumber: ANTARA News

Monday, May 9, 2011

Kapal Perang Taiwan Dipersenjatai Rudal Supersonik

(Foto: AFP)

9 Mei 2011, Taipei (Berita HanKam): Taiwan telah menempatkan rudal supersonik Hsiung Feng III di kapal perang sebagai respon pengembangan kekuatan angkatan laut Cina, ucap Lin Yu-fang anggota parlemen mengutip pernyataan Vice Admiral Lee Hao, Minggu (8/5).

Sejumlah kapal perang telah dipersenjatai rudal Hsiung Feng III, termasuk 8 frigate kelas Perry dan 7 kapal patroli. Nilai proyek pembelian rudal 413 juta dolar, tetapi tidak disebutkan jumlah rudal yang telah diproduksi.

Para analis militer mengatakan Hsiung Feng III, dirancang mampu mencapai kecepatan maksimal 2 atau 3 march.

Taiwan juga merencanakan membangun kapal patroli siluman dan dipersenjatai rudal tahun depan.

Sumber: AFP
Berita HanKam

Awak KRI Frans Kaisiepo-368 Menjadi Observer


5 Mei 2011, Beirut (Dispenarmatim): Tim Observer dari KRI Frans Kaisiepo-368 diberi kesempatan melihat langsung prosedur Tim Boarding Exercise BNS Madhumati P911 pada latihan bersama antara unsur-unsur Maritime Task Force/UNIFIL.

Kedua perwira KRI Frans Kaisiepo-368 yang diberi kesempatan sebagai Tim Observer tersebut adalah Lettu Laut (P) Ikhlas Makmur yang sehari-hari menjabat sebagai Kadiv PIT dan Lettu Laut (KH) Septo Harmoko yang sehari-sehari menjabat sebagai Dantim I Kopaska.

Komandan Maritime Task Force/UNIFIL Rear Admiral Luiz Henrique Caroli sebelumnya memberikan apresiasi positif kepada Tim Boarding Exercise KRI Frans Kaisiepo-368 yang telah melaksanakan latihan bersama dengan FGS Hyane P6130 pada tanggal 27 April 2011 dengan sukses, aman dan lancar. Latihan Boarding Exercise yang dilaksanakan oleh KRI Frans Kaisiepo-368 yang dilaksanakan sebelumnya merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh unsur Maritime Task Force/UNIFIL pada periode ini.

Selanjutnya beliau menyarankan kepada unsur Maritime Task Force/UNIFIL lainya untuk melasanakan latihan Boarding Exercise guna meningkatkan profesionlisme Tim Boarding Exercise tiap-tiap unsur.

Latihan Boarding Exercise kali ini yang dilaksanakan di Zone 1 Center pada pukul 14.00-15.00 LT tersebut melibatkan tiga unsur Maritme Task Force/UNIFIL yaitu KRI Frans Kaisiepo-368 (Indonesia) sebagai Replying Unit/MIO Commander, BNS Madhumati P911 (Bangladesh) dan FGS Mosel A512 (Jerman).

Pada Boarding Exercise kali ini, BNS Madhumati P911 sebagai Unit MTF melaksanakan MIO/hailing terhadap motor vessel yang diperankan oleh FGS Mosel A512. Selanjutnya data kapal yang diperoleh hasil hailing, dilaporkan kepada MIO Commander (KRI Frans Kaisiepo-368), selanjutnya dilaporkan ke Naval Operation Center (NOC)/Maritime Task Force/UNIFIL yang kemudian berkoordinasi dengan LAF-Navy. Atas dasar persetujuan dan permintaan LAF-Navy, agar dilaksanakan pemeriksaan oleh Tim Boarding. Selanjutnya MIO Commander (KRI Frans Kaisiepo-368) menginstruksikan Unit MTF (BNS Madhumati P911) melaksanakan pemeriksaan terhadap motor vessel tersebut (FGS Mosel A512) dengan didampingi oleh LLO dari LAF-Navy ESN Hassan Djafar.

Setelah selesai melaksanakan latihan Tim Observer dari KRI Frans Kaisiepo-368, BNS Madhumati P911, dan FGS Mosel A512 melakukan koordinasi serta menarik beberapa kesimpulan sebagai koreksi dan bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Boarding Exercise kali ini serta pelaksanaan Boarding Exercise berikutnya.

Sumber: Dispenarmatim