Monday, April 4, 2011

Kasad Tinjau Markas Pusdik Penerbad Baru dan Rencana Lokasi Divisi Linud Kostad


3 April 2011, Semarang -- (Pos Kota): Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI George Toisutta, meninjau Markas Pusdik Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) yang baru dibangun dan meninjau lokasi rencana pembangunan dan pembentukan Markas Divisi Lintas Udara (Divif Linud) di Semarang Jawa Tengah.

Usai Mendarat di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Kasad menerima pemaparan dari Komandan Puspenerbad Brigjen TNI Mochamad Wachju Rijanto mengenai kondisi satuan Penerbad serta rencana dislokasi Pusdik Penerbad dan rencana pembentukan Resimen Penerbad. Lokasi Pusdik Penerbad yang baru tidak jauh dari lokasi Pusdik lama. Pertimbangan dislokasi Pusdik Penerbad di sebabkan untuk memudahkan komando pengendalian dengan resimen Penebad.

Selain meninjau Markas Pusdik Penerbad yang baru, juga dipaparkan rencana pembentukan Resimen Penerbad yang lokasinya disatukan dengan Markas Pusdik Penerbad. Usai menerima Pemaparan dari Danpuspenerbad , Kasad menerima pemaparan dari Kepala Zeni Kodam IV/Diponegoro Kolonel Czi Darwin tentang pembangunan Markas Pusdik Penerbad baru serta rencana pembangunan Markas Divisi Linud Kostrad yang lokasinya bersebelahan dengan Markas Pusdik Penerbad yang baru.

Usai penerima pemaparan dari kedua pejabat tersebut, Kasad meninjau lokasi rencana pembangunan Markas Divisi Linud Kostrad. Lokasi lahan Mako Divisi Linud Kostrad menggunakan tiga lahan milik TNI Angkatan Darat yang terdapat masing-masing tempat di area Pusdik Penerbad seluas 29,2 Ha, di Kelurahan Baru Sari seluas 1,7 Ha dan di Kelurahan Meteseh seluas 262,2 Ha.

Disamping Pembangunan Mako Divisi juga akan dibangun Rumah Dinas Panglima Divisi, Kas Divisi, dan Staf Divisi serta rumah dinas bagi personil Divisi yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana antara lain lapangan apel, lapangan tembak, lapangan halang rintang, lapangan teknis kecabangan serta fasilitas lapangan olah raga.

Dalam kunjungan kerja Kasad tersebut , Kasad menyempatkan melakukan kunjungan ke Akademi Militer Magelang untuk melaksanakan olahraga bersama dengan para Taruna Akmil dan memberikan pengarahan di hadapan para Taruna dan dan pembina di Akademi Militer Magelang.

Sumber: POS KOTA

Berbuntut, Pengadaan Boeing


4 April 2011, Jakarta -- (Kompas): Pengadaan dua pesawat Boeing 737 seri 400 oleh Tentara Nasional Indonesia masih berbuntut. Ada perbedaan persepsi antara Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat dan Kementerian Pertahanan.

Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan Bonggas Silaen, pekan lalu, menjelaskan, pengadaan dua Boeing 737-400 dari PT Garuda Indonesia sudah dijelaskan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada Komisi I DPR. ”Alasan Kemhan bisa diterima Komisi I,” kata Bonggas, yang hendak mengklarifikasi pemberitaan Kompas, 31 Maret lalu.

Namun, hal ini dibantah Ketua Panitia Kerja Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, Sabtu (2/4) di Jakarta. Menurut dia, baru pada rapat dengan Sekretaris Jenderal Kemhan pada 30 Maret lalu, Komisi I memberikan klarifikasi dengan catatan, agar kesalahan prosedur itu tidak diulang lagi.

”Anggaran pembelian Boeing tersebut ada di APBN Perubahan yang baru pertengahan tahun disahkan. Tidak bersama-sama dengan gaji. Jadi, jangan diselipkan atau dibolak-balik begitu,” kata Hasanuddin.

Kemhan memberikan versinya tentang kronologi pembelian pesawat Boeing 737-400 bekas dari PT Garuda Indonesia. Berdasarkan Rapat Dengar Pendapat Kementerian Keuangan, Kemhan, dan Komisi I DPR, disepakati ada penambahan anggaran untuk pemenuhan Kebutuhan Pokok Minimum Alutsista TNI sebesar Rp 2 triliun. Anggaran pembelian dua pesawat Boeing 737-400 sebesar Rp 189 miliar itu kemudian masuk pagu definitif Kemhan.

Setelah menelaah rencana kerja anggaran kementerian dan lembaga (RKA/KL) itu, Kementerian Keuangan menerbitkan DIPA Kemhan Tahun 2011 tanggal 20 Desember 2010. Dalam dokumen yang diperoleh Kompas berupa sambutan Sekretaris Jenderal Kemhan pada rapat dengar pendapat 30 Maret lalu, Kemhan mengakui, dokumen Satuan 3 tentang Pagu Definitif belum ditandatangani Komisi I DPR.

Hasanuddin menyatakan, anggaran Kemhan tahun 2011 sudah tidak ada masalah. Ia mengakui, sempat ada keterlambatan dalam pembahasan karena setelah bertemu dengan pengguna, yaitu tiga matra di TNI, rupanya ada perbedaan kebutuhan dengan yang diajukan Kemhan. ”Mereka bilang, kami tidak minta ini. Itu saja atau produk dalam negeri saja yang sudah selama ini tidak terpenuhi,” kata Hasanuddin.

Dia menggarisbawahi, yang tidak boleh, anggaran pembelian pesawat itu ada di dalam APBN Perubahan yang belum disetujui Komisi I DPR.

Sumber: KOMPAS

TNI AU Bakal Miliki Simulator Super Puma


2 April 2011, Jakarta -- (MI.com): TNI Angkatan Udara segera memiliki simulator helikopter Super Puma untuk mendukung keterampilan dan keahlian penerbang-penerbang helikopter.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro di Jakarta, Jumat (1/4) mengatakan, simulator dibangun di Pangkalan Udara Atang Sendjaya, Bogor.

"Di sana kan ada dua skuadron udara helikopter yakni Skuadron Udara 6 (Super Puma) dan Skuadron Udara 8 (Puma)," katanya.

Bambang mengatakan, gedung simulator helikopter Super Puma NAS 332 di Lanud Atang Senjaya telah memasuki tahap instalasi dan finishing.

Ia menambahkan, pembangunan simulator helikopter Super Puma itu dilakukan oleh tiga pihak yakni PT Dirgantara Indonesia (perakitan), Inggris (pengerjaan sistem komputer avionik) dan Belanda (layar monitor/motion picture).

"Dengan keberadaan simulator itu keterampilan dan keahlian para penerbang dapat dipertahankan atau ditingkatkan dan jam terbang helikopter pun dapat dihemat," kata Bambang.

Tentang kelanjutan pengadaan helikopter Super Puma dari PT Dirgantara Indonesia, ia mengatakan, akan tetap dilanjutkan sesuai ketentuan kerja sama yang telah disepakati TNI Angkatan Udara dan PT DI.

"Selama periode 2010-2014, mereka akan menuntaskan tiga helikopter Super Puma yang sudah lama dikerjakan," katanya.

Sumber: MI.com