Monday, November 2, 2009

KRI Teluk Bayur-502 Telah Bertugas Lebih Dari 40 Tahun

KRI Teluk Bayur-502. (Foto: TNI AL)

2 Oktober 2009, Surabaya -- KRI Teluk Bayur-502 sebagai salah satu unsur kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) sejak akhir Desember lalu usai terlibat dalam kegiatan latihan gabungan TNI tahun 2008 tidak ditugaskan untuk kegiatan operasi angkut pasukan setelah lebih dari empat puluh tahun bertugas di TNI AL. Saat ini kapal perang tersebut sandar di dermaga TNI AL Ujung Surabaya, Jumat (30/10).

Kapal perang jenis Landing Ship tank (LST) di bawah pembinaan satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya termasuk salah satu kapal perang yang diusulkan untuk dihapus dari jajaran Kolinlamil. KRI Teluk Bayur-502 sudah lebih dari empat puluh tahun dioperasikan TNI AL dalam berbagai penugasan operasi dan latihan.

Kapal perang yang sampai saat ini diawaki oleh 95 personel sejak masuk menjadi kekuatan unsur kapal perang TNI AL tepatnya 17 Juni 1961 telah mengemban berbagai penugasan operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang ke berbagai wilayah perairan Indonesia.

Berbagai penugasan operasi militer diantaranya ikut dalam operasi angkutan pergeseran pasukan ke Timor–Timur dan berbagai penugasan ke perairan di Wilayah Indonesia dalam rangka mengakut pasukan untuk penugasan di daerah rawan konflik.

Demikian pula beberapa tahun sebelumnya pernah mendapat tugas untuk membantu kegiatan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia diantaranya mengangkut alat-alat berat Departemen Pekerjaan umum dan mengangkut berbagai kebutuhan untuk pemukiman transmigrasi di Sulawesi serta kegitan bantuan sosial lainnya ke beberapa pulau lainnya di Indonesia baik di wilayah Timur maupun Barat.

Sedangkan dalam kegiatan latihan, kapal perang yang berfungsi sebagai angkut tank dan personel tersebut dalam kegiatan pendaratan amphibi maupun pendaratan administrasi ikut terlibat dengan berbagai latihan manuver lapangan (Manlap) diantaranya latihan Puncak TNI AL Armada Jaya sampai dengan latihan gabungan TNI yang digelar Desember tahun lalu.

Kapal perang yang diproduksi Amerika Serikat tahun 1942 termasuk jenis angkut tank dengan panjang 99,89 meter dan lebar 15,25 meter dengan tonage 2510 ton, pada awal masuk dan dioperasikan Kolinlamil memiliki kemampuan berlayar sampai dengan 10 knot per jam dan mampu mengangkut sampai 17 tank dalam kegiatan operasi dan latihan.

KRI Teluk Bayur -502 yang telah direpowering beberapa tahun yang lalu memiliki kemampuan mengangkut sampai dengan 800 personel atau lebih dari dua batalyon tempur dengan segala perlengkapan perorangan dengan pemasangan tenda-tenda pasukan di geladak utama sebagai salah satu fasilitas akomodasi pasukan.

Kondisi kapal tersebut, pekan lalu telah ditinjau oleh Panglima Kolinlamil Laksamana Muda Marsetio, M.M didampingi Asrena Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Zainudin dan Komandan Satlinlamil Suabaya Kolonel laut (P) Hadi Susilo di dermaga Ujung Surabaya.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengecek kondisi secara fisik berbagai peralatan alut sista yang ada di KRI Teluk Bayur-502 mulai dari peralatan navigasi, komunikasi, sampai dengan ruang-ruang pengendali di anjungan kapal serta fasilitas kapal mulai dari ruang – ruang akomodasi anak buah kapal, long room perwira sampai dengan fasilitas untuk pasukan.

Secara umum kondisi kapal perang dan berbagai peralatan lainnya di KRI Teluk Bayur-502 yang sudah dioperasikan oleh TNI AL lebih dari 40 tahun tidak dapat dioperasikan secara maksimal sesuai dengan standar operasi yamg ditentukan, mengingat peralatan yang ada sudah cukup lama dipergunakan dan dioperasikan. Demikian pula dengan kondisi bangunan kapal perang, pada beberapa bagian seiring dengan lamanya usia pakai dan pengaruh cuaca selama kegiatan operasi banyak bagian besi baja yang berkarat dan rusak baik di geladak maupun bangunan lainnya

Berkaitan dengan kemampuan berbagai peralatan alut sista dan kondisi bangunan kapal perang KRI Teluk Bayur-502, saat ini tidak ditugaskan untuk kegiatan operasi mengangkut pergeseran pasukan maupun tugas-tugas lainnya.

Namun sampai saat ini KRI Teluk Bayur-502 tetap dilaksnakan pemeliharaan dan perawatan dalam rangka menjaga dan mempertahankan daya apung kapal perang .Demikian pula dengan latihan peran-peran diantaranya peran kebakaran dan peran kebocoran tetap menjadi prioritas utama bagi personel pengawak di kapal tersebut dalam rangka mengamankan Alutsista.

Hal itu dilaksanakan sesuai dengan arahan Panglima Kolinlamil Laksamana muda TNI Marsetio, M.M kepada ABK KRI pada saat meninjau kapal perang lainnya yang direncanakan akan dihapus dari jajaran Kolinlamil pernah menekankan kepada para Komandan Unsur agar tetap memberikan pelatihan dan meningkatkan kemampuan serta kesiapan personel apabila sewaktu-waktu mendapat tugas untuk mengawaki unsur kapal perang di Jajaran Kolinlamil lainnya.

DISPENAL

Lanud Ngurah Rai Dinilai Sangat Strategis

Pangkoopsau II Marsda TNI Yushan Sayuti (tengah) melakukan salam komando dengan Komandan Lanud Ngurah Rai yang baru Letkol Pnb Aldrin P. Mongan (kiri) dan mantan Danlanud Ngurah Rai Letkol Pnb Umar Fathurokhman, S.IP (kanan). (Foto: Pen Koopsau II).

2 November 2009, Denpasar -- Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) II Marsekal Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti menilai, Pangkalan TNI AU (Lanud) Ngurah Rai, Bali merupakan Lanud yang sangat strategis. Selain sebagai pintu gerbang masuknya wisatawan, baik asing maupun domestik, Lanud yang terletak di kecamatan, Kuta, Kabupaten Badung, Bali ini, juga sering menjadi transit pesawat pesawat asing, baik pesawat militer mapun sipil. Hal ini diutarakan Yushan Sayuti saat serah terima jabatan Komandan Lanud Ngurah Rai, akhir pekan kemarin.

"Sebagai salah satu Lanud jajaran Koopsau II yang berada di pulau Bali, saya minta Lanud Ngurah Rai dapat memainkan peranannya sebagai Pangkalan operasional yang setiap saat siap mendukung pelaksanaan tugas-tugas Koopsau II," kata Yushan Sayuti melalui siaran persnya yang diterima Jurnal Nasional, kemarin.

Yushan Sayuti meminta agar Lanud Ngurah Rai lebih mampu memainkan perannya dalam ikut membantu Pemerintah Daerah Bali, khususnya yang terkait menciptakan situasi dan kondisi yang lebih kondusif. "Komandan dan seluruh prajurit Lanud Ngurah Rai harus selalu bekerja keras untuk menciptakan situasi yang kondusif, mengingat frekwensi penerbangan di Lanud Ngurah Rai cukup tinggi," katanya.

Komandan Lanud Ngurah Rai telah diserah terimakan dari Letkol Pnb Umar Fathurokhman kepada penggantinya Letkol Pnb Aldrin P Mongan. Letkol Pnb Aldrin P Mongan adalah alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1992. Sebelumnya berdinas di Sopsau, Mabesau. Sedangkan Letkol Pnb Umar Fathurokhman adalah alumnus AAU tahun 1990. Selanjutnya dia akan menempati pos baru di Sopsau Mabesau, Cilangkap, Jakarta.

JURNAL NASIONAL

Malaysia Pensiunkan MiG-29N

MiG-29N TUDM. (Foto: TUDM)

2 November 2009 -- Pemerintah Malaysia akan mempensiunkan jet tempur MiG-29N dari armada Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) akhir tahun 2010.

Diharapkan mempensiunkan MiG-29N akan menghemat anggaran hingga 76 juta dolar (260 juta ringgit) pertahun.

Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri DR. Ahmad Zahid Hamidi mengatakan anggaran yang dihemat akan digunakan untuk perawatan pesawat yang ada dan sistem yang masih digunakan di TUDM.



Jet tempur MiG-29N akan mencapai masa pakainya dan memperpanjang masa pakai membutuhkan dana yang besar sehingga tidak menguntungkan. Selain itu kesulitan dan tingginya biaya perawatan pada sejumlah komponen dan sistem tua pada pesawat.

Malaysia membeli 18 jet tempur MiG-29 dari Rusia pada tahun 1993 dan digunakan sebagai jet tempur penyergap. Tugas yang diemban oleh MiG-29 akan diambil alih oleh SU-30MKM yang lebih canggih dan mampu terbang jarak jauh.

TUDM mempunyai 18 jet tempur SU-30MKM, 8 F/A-18D dan 13 BAE Hawk Mk208 serta 11 jet latih Aermacchi MB-339.

Airforce-technology.com/@beritahankam