Monday, September 7, 2009

Wadan Paspamres Terima US Secret Servise


7 September 2009, Jakarta -- Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Wadan Paspampres) Brigjen TNI (Pas) Amarullah menerima kunjungan tim pendahulu dinas rahasia Amerika Serikat (US Secret Service) di Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Penerimaan kunjungan tersebut berkaitan dengan rencana kedua mitra melakukan latihan di Jakarta dan Bogor, Oktober mendatang.

Tamu Wadan Paspampres datang ke Mako Paspampres untuk melihat kesiapan dan fasilitas yang akan digunakan bersama dalam latihan nanti.

Usai menerima penjelasan Wadan Paspampres, mitra dinas rahasia negeri Paman Sam itu mendapat kesempatan menyaksikan peragaan dan simulasi prajurit Paspampres dalam mengamankan VVIP.

Dalam peragaan tersebut prajurit Paspampres menampilkan tindakan penyelamatan VVIP yang mengalami ancaman dari gedung bertingkat. Di situ ditunjukkan cara mengamankan VVIP yang mendapat ancaman langsung dari musuh serta rangkaian konvoi VVIP yang dihadang musuh.

Kegiatan Paspampres dan tamunya dilanjutkan dengan latihan menembak di lapangan tembak Paspampres dan foto bersama.

Tim pendahulu dari US Secret Service terdiri dari ODC Lieutenant Colonel Robinson, Mr Peter Cass, Military Force Protection Detachment/US NCIS, Special Agent Scott Bernat. Di dalam rombongan juga terdapat Special Agent Alex Moss, US NCIS/STAAT Team Mr. Don Gracia, Mr. Dan Longwell.

Ketika menerima kunjungan dalam suasana persahabatan tersebut, Wadan Paspampres didampingi para Asisten dan para Dan Grup Paspampres

PASPAMPRES

RAAF Akusisi UAV Heron

UAV Heron. (Foto: defence.gov.au)

7 September 2009 -- Menteri Pertahanan Australia Senator John Faulkner mengumumkan Angkatan Udara Australia (RAAF/ Royal Australian Air Force) telah mengakuisisi pesawat nirawak (UAV/ Unmanned Aerial Vehicles) Heron kerjasama dengan Angkatan Bersenjata Kanada.

AB Australia menandatangani Nota Kesepakatan dengan AB Kanada yang telah mengoperasikan UAV Heron di Afghanistan. Dibawah proyek NANKEEN, Australia menyewa Heron dari perusahaan Kanada MacDonald, Dettwiller and Associates Ltd. (MDA).

Pada bulan Juli 2009, personil AU dan AD Australia mendapat pelatihan pengoperasian Heron di Kanada. Saat ini, para personil tersebut bergabung dengan detasemen Heron Kanada di pangkalan udara Kandahar melakukan operasi tempur mendukung ISAF.

(Foto: defence.gov.au)

UAV Heron atau Machatz-1 dikembangkan perusahaan Israel Malat salah satu divisi Israel Aerospace industries (IAI). Heron berkemampuan terbang pada ketinggian hingga 10,000 meter, kecepatan lebih dari 100 knot (180 km/jam), lama terbang lebih dari 24 jam untuk misi strategis dan taktis.

Heron telah digunakan oleh AB Israel, Kanada, Turki, Perancis (dinamakan dengan Eagle), India, Amerika Serikat dan Kepolisian Federal Brazil. Rusia telah menandatangani dengan Israel kontrak senilai jutaan dolar untuk pembelian berbagai jenis UAV, setelah AB Rusia mengalami sendiri kehebatan UAV buatan Israel di medan tempur Georgia. Dikabarkan Indonesia tertarik memiliki UAV buatan Israel, proses pembeliannya melalui pihak ketiga.

Australian DoD/@beritahankam

TNI Intensifkan Patroli di Perbatasan RI-Filipina

KRI Tarihu-829 buatan Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI Angkatan Laut Mentigi, Tanjung Uban. KRI Tarihu-829 memiliki panjang 40 m, lebar 7,3 m, dilengkapi dengan persenjataan meriam kaliber 20 mm dan 12,7 mm. Kapal ini terbuat dari bahan glass fiber reinforced plastic (GFRP)

7 September 2009, Palu, Sulawesi Tengah -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menambah jumlah kapal patroli cepat untuk mengintensifkan pengamanan perbatasan laut RI-Filipina.

"Ke depan, kita akan buat sejumlah kapal patroli cepat untuk ditempatkan di wilayah tersebut (perbatasan laut RI-Filipina-red)," kata Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menjawab ANTARA di sela-sela kunjungan kerjanya di Sulawesi Tengah dan Maluku, Senin.

Ia menambahkan, pengadaan kapal-kapal patroli cepat untuk pengamanan perbatasan laut RI-Filipina itu akan mulai diadakan mulai 2010. "Ya kami inginnya ada 100 unit kapal baru, yang sebagian ditempatkan di wilayah perbatasan laut RI-Filipina," kata Djoko.

Panglima TNI mengatakan, kerja sama TNI dan Angkatan Bersenjata Filipina untuk mengamankan wilayah perbatasan laut kedua negara, telah berjalan cukup baik.

"Kami ada forum Joint Border Committe (JBC) yang membahas segala hal yang berkaitan dengan masalah perbatasan kedua negara. Ya...termasuk pengamanan di perbatasan laut dan pelaksanaan patroli bersama," ujarnya.

Sementara itu Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Djoko Susilo mengatakan, situasi keamanan di wilayah perbatasan laut RI-Filipina relatif kondusif.

"Tidak ada masalah, semua berjalan aman dan terkendali, unsur-unsur patroli terus bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan dan dan disepakati kedua pihak." katanya.

Wilayah perbatasan laut Indonesia dan Filipina minim pengawasan sehingga rentan terhadap penyelundupan dan ancaman terorisme.

Peristiwa terakhir, yaitu pengiriman senjata dari Indonesia yang ditangkap aparat keamanan Filipina, jadi bahan pemberitaan gencar media massa di Indonesia dan Filipina, Sabtu (29/8).

Wilayah perbatasan laut di Maluku Utara dan Sulawesi Utara sejatinya menjadi lintasan tradisional masyarakat perbatasan Indonesia dan Filipina. Kondisi itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjjawab yang kerap melakukan gangguan keamanan berupa penyelundupan dan terorisme.

Sumber di Polda Sulawesi Utara menerangkan, pada masa kerusuhan di Maluku dan juga rangkaian aksi bom di Bali dan Jakarta, diketahui sejumlah orang yang diduga teroris kerap melintas di Filipina Selatan dari Balut, Sarangani, General Santos, dan transit di sekitar Talaud seperti di Pulau Marore sebelum melanjutkan perjalanan ke Maluku Utara dan Maluku.

Jarak itu membentang sekitar 550 kilometer atau setara Jakarta-Semarang di Pulau Jawa.

ANTARA News