Monday, February 9, 2009

RI Akan Beli Kapal Selam Rusia

Pemerintah Republik Indonesia (RI) Akan membeli kapal selam buatan Rusia.

"Memang ada rencana akan membeli kapal selam dan saya sudah meninjau beberapa pabrik kapal selam di Moskow, Rusia. Kapal selam ini untuk memberikan isyarat kepada musuh terhadap kekuatan angkatan laut kita, sekaligus mengantisipasi perang terbuka bila diperlukan," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI,Yusron Ihza di Pangkalpinang,Senin.

Namun,katanya,pembelian kapal selam itu dilakukan secara bertahap mengingat krisis ekonomi sekarang masih cukup berat dan pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi rakyat.

"Tidak perlu memiliki banyak kapal selam karena harganya mahal,cukup tiga kapal selam canggih saja sudah memadai untuk menjaga kedaulatan wilayah bawah laut dari ancaman musuh,"ujarnya.

"Saya selalu katakan bahwa kekuatan ekonomi cukup berpengaruh terhadap pertahanan dan keamanan,jika perekonomian dalam negeri rapuh maka pertahanan juga akan begitu,demikian pula sebaliknya,"ujarnya.

Ia mengatakan,kalau pertahanan ekonomi relatif stabil dan pemerintah ada uang maka anggaran pertahanan juga akan naik,namun belum bisa dipastikan kapan perekonomian mulai membaik.

"Saya dan teman-teman di DPR sudah memperjuangkan anggaran pertahanan itu dinaikkan,namun tidak bisa dalam krisis ekonomi sekarang ini," katanya lalu mengatakan anggaran yang diajukan hanya disetujui sepertigannya.

Kondisi tersebut,katanya,cukup dilematis karena negara ini memerlukan dana cukup besar untuk pertahanan dan keamanan namun pemerintah dihadapkan pada krisis ekonomi sehingga sulit menaikkan anggaran pertahanan dan keamanan.

"Ini yang menjadi kendala selama ini kenapa peralatan perang RI untuk menjaga ketutuhan NKRI serba terbatas,terutama peralatan perang angkatan udara dan laut,"demikian Yusron Ihza. (antara.co.id)

Kopaska dan Penyelam Selamatkan KRI Kupang

9 Februari 2009, Surabaya -- Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengirimkan tim komando pasukan katak (kopaska) dan penyelam untuk menyelamatkan KRI Kupang yang nyaris tenggelam akibat dihantam ombak.

"Hari ini kami kirim satu tim kopaska dan penyelaman, masing-masing beranggotakan tujuh orang. Mereka akan bekerja untuk menguras air sehingga kapal bisa terangkat ke permukaan," kata Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Senin.

Tim pasukan khusus Koarmatim dikirim ke lokasi dikandaskannya KRI Kupang di pantai Desa Martadesa, Kecamatan Pasarean, Bangkalan. Sehari sebelumnya, upaya menyedot air di kapal perang jenis kecil itu tidak berhasil karena ombak besar dan hujan.

"Saat 'beaching' (mendarat di pantai), kapal itu semalam terkena ombak besar sehingga posisinya bergeser. Air di dalam kapal bertambah banyak hingga mencapai separuhnya. Tapi karena kapal sudah dikandaskan di pantai, maka tidak tenggelam," ujarnya.

Ia mengemukakan, tim kopaska dan penyelam TNI AL akan berupaya memompa ruang hampa di kapal tersebut dan memasukkan beberapa drum ke dalamnya sehingga kapal bisa terangkat. Kalau sudah terangkat, maka tim penyelam akan melas rampa (pintu) yang bocor dihantam ombak.

"Saat kapal itu dihantam ombak, rampanya bergeser dan ada yang bocor. Komandan kapal beserta ABK sudah melakukan upaya penyelamatan sesuai prosedur dengan memompa air. Namun karena saat itu malam hari, upaya itu tidak banyak membantu," katanya.

Akhirnya komandan kapal berupaya membawa kapal ke perairan yang lebih dangkal agar tidak tenggelam. Kapal dengan 26 ABK tersebut mendarat di pantai ("beaching").

KRI Kupang 582 berjenis Landing Craft Utility (LCU) mempunyai panjang 36,27 M, lebar 9,7 M, bobot 370 ton, buatan PT PAL tahun 1978 dipakai Armatim dalam operasi di APBS/APTS (Alur pelayaran Barat/Timur Surabaya). (edited antarajatim.com/tnial.mil.id/beritahankam.blogspot.com)

Sunday, February 8, 2009

KRI Kupang 582 Bocor Dihantam Ombak

KRI Nusa Utara 584 Sekelas dengan KRI Kupang 582

8 Februari 2009, Surabaya -- Kapal Perang RI (KRI) Kupang-582 dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) bocor dan hampir tenggelam karena dihantam ombak besar di Bui-4 perairan barat Surabaya.

KRI Kupang jenis landing craft utility (LCU) buatan PT PAL, Surabaya 1978 tergolong masih bagus dan layak operasi. Namun, karena kuatnya ombak, kapal dengan panjang 36,27 meter dan lebar 9,7 meter dengan bobot 370 ton itu rampanya bergeser dan ada yang bocor sehingga kapal kemasukan air.

Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Minggu menjelaskan, kapal yang membawa 26 ABK dengan komandan Kapten Laut (P) Suyadi itu sebetulnya hendak membantu mengevakuasi nelayan yang perahunya tenggelam.

"Namun, belum sampai di lokasi tempat nelayan asal Gresik bernama Khoirul Huda itu hendak diselamatkan, kapal dihantam ombak dan arus dari arah depan sangat deras sehingga pintu depan tempat untuk menurunkan barang bocor dan kapal kemasukan air," ujarnya.

Ia menjelaskan, kapal itu berangkat dari Koarmatim, Surabaya, Sabtu (7/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Karena kejadiannya pada malam hari, ABK kapal itu kesulitan melakukan perbaikan. Komandan kapal kemudian mengirimkan berita lewat radio ke kapal perang lainnya.

"Saat itu ada KRI Slamet Riyadi yang sedang menuju Surabaya menerima pesan berita tersebut. Maka sekitar pukul 04.30 WIB, 26 ABK KRI Kupang beserta dokumen dan senjata berhasil dievakuasi ke KRI Slamet Riyadi," katanya.

Personel TNI AL membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk memperbaiki KRI Kupang-582 yang rampanya bocor dihantam ombak, dan kini kandas di pantai utara Pulau Madura, Jatim.

"Untuk menguras air kemudian melakukan pengelasan sehingga kapal itu bisa dibawa ke pangkalan, membutuhkan waktu dua hari," ujar Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Minggu.

Menurut Kadispen, gerimis yang terus menerus disertai hujan di lokasi ikut memperlambat kerja personel TNI AL mengeluarkan air dengan menggunakan pompa dari kapal jenis pengangkut pasukan berukuran kecil tersebut.

"Meskipun demikian, kapal itu sudah dalam kondisi aman dan tidak mungkin terseret arus lagi karena saat ini sudah berada di pantai. Saat ini personel KRI Slamet Riyadi dengan KRI Kupang bahu membahu mengeluarkan air dari kapal," katanya.

Meskipun saat ini ombak di utara Pulau Madura sudah mulai reda, namun sesuai ramalan dari BMG, pada Minggu malam diperkirakan akan kembali terjadi ombak besar. Kondisi itu dikhawatirkan juga menyebabkan air masuk ke KRI Kupang. (dephan.go.id/mediaindonesia.com/antarajatim.com/beritahankam.blogspot.com)