Monday, September 20, 2010

U.S. State Department Orders 11 More Upgraded S-61™ Helicopters for Use in Iraq & Afghanistan

20 September 2010, SHELTON, Connecticut -- Sikorsky Aerospace Services today announced the U.S. State Department has ordered 11 additional upgraded S-61TM utility helicopters for use in Iraq and Afghanistan. Sikorsky Aerospace Services (SAS) is the aftermarket division of Sikorsky Aircraft Corp., a subsidiary of United Technologies Corp. (NYSE:UTX).

Earlier this year, the State Department entered into a five-year indefinite delivery, indefinite quantity (IDIQ) contract for up to 110 upgraded S-61 aircraft for passenger and cargo transport missions in support of its worldwide operations. Under the IDIQ agreement, the first four aircraft purchased in February are currently in completion and are scheduled for deployment in Afghanistan this fall.

“Sikorsky’s upgraded S-61 helicopter provides a capable solution for any customer looking to procure a utility aircraft with a proven record of endurance and reliability. Our S-61 helicopter is the best value proposition in the industry,” said David Adler, president of Sikorsky Aerospace Services.

“Increasing the U.S. State Department’s current fleet to 15 S-61 aircraft marks a significant milestone for the Sikorsky S-61 program,” added Anthony Serksnas, director, S-61 Programs.

The S-61 helicopter is known as an industry workhorse, and for more than 50 years has reliably and safely performed missions for U.S. and foreign allied militaries. The upgraded S-61 helicopter incorporates key components including composite main rotor blades (CMRB), a state-of-the-art glass cockpit and modular wiring harness – all of which dramatically improve aircraft supportability. Additional features have been incorporated to reduce pilot fatigue and maintenance requirements for increased safety.

An open IDIQ purchase agreement serves as the contracting vehicle for any U.S. Government agency to purchase upgraded S-61 aircraft. The first delivery of the 11 upgraded S-61 helicopters for Iraq and Afghanistan is scheduled to occur in mid-2011.

Sikorsky Aircraft Corp., based in Stratford, Conn., is a world leader in helicopter design, manufacture and service. Its Sikorsky Aerospace Services business designs and applies advanced logistics and supply chain solutions for commercial rotary, military rotary and fixed wing operators. United Technologies Corp., based in Hartford, Conn., provides a broad range of high technology products and support services to the aerospace and building systems industries worldwide.

Sikorsky Aircraft Corp.

Raytheon Completes Upgrade of 1,000th Patriot Missile for U.S. Army

(Photo: aviationnews.eu)

20 September 2010, TEWKSBURY, Mass. -- Raytheon Company (NYSE: RTN) completed its 1,000th Patriot Guidance Enhanced Missile-Tactical (GEM-T) upgrade for the U.S. Army. Earlier this year, Raytheon reached the same milestone with its worldwide customer base.

Part of the Patriot Air and Missile Defense System, the upgraded GEM-T missile provides a substantial capability against a wide variety of threats, including tactical ballistic missiles and cruise missiles, at a fraction of the cost of a new missile.

"This low-cost alternative makes it possible for our partner nations to increase their air and missile defense capabilities utilizing their existing Patriot systems," said Sanjay Kapoor, vice president of Patriot Programs at Raytheon Integrated Defense Systems (IDS). "We are proud of this production milestone, the capabilities of the combat-proven Patriot and the trust placed in us by our 12 partner nations."

Patriot GEM-T missiles are modernized and refurbished Patriot Advanced Capability-2 missiles. The upgrade also includes the replacement of select components that increase reliability and extend the service life of the missile. GEM-T missile upgrades are ongoing under existing contracts with the U.S. and other Patriot partner nations and are performed at Raytheon's Integrated Air Defense Center in Andover, Mass.

The GEM-T upgrade program has benefited significantly from the application of Raytheon Six Sigma™ and Lean manufacturing principles. Manufacturing cycle time has been reduced by more than 50 percent, resulting in 77 consecutive months of on or ahead-of-schedule deliveries. These efficiencies enable Raytheon to continue to provide a cost-effective upgraded missile capability to Patriot partner nations.

Raytheon IDS is the prime contractor for both domestic and international Patriot Air and Missile Defense Systems and is the system integrator for Patriot Advanced Capability-3 missiles.

Raytheon Company, with 2009 sales of $25 billion, is a technology and innovation leader specializing in defense, homeland security and other government markets throughout the world. With a history of innovation spanning 88 years, Raytheon provides state-of-the-art electronics, mission systems integration and other capabilities in the areas of sensing; effects; and command, control, communications and intelligence systems, as well as a broad range of mission support services. With headquarters in Waltham, Mass., Raytheon employs 75,000 people worldwide.

Raytheon Company

Geladi Yudha Dharma Pasis Sesko TNI 2010

Kasum TNI Marsekal Madya TNI Edy Harjoko secara resmi membuka Latihan Geladi Yudha Dharma Perwira Siswa Dikreg XXXVII TNI TA 2010 di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (20/9/2010). Latihan akan berlangsung selama lima hari dan akan berakhir pada 24 September 2010. (Foto: Puspen TNI)

20 September 2010, Jakarta -- Kasum TNI Marsekal Madya TNI Edy Harjoko secara resmi membuka Latihan Geladi Yudha Dharma Perwira Siswa (Pasis) Dikreg XXXVII TNI TA. 2010 bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI - Cilangkap, Senin (20/9). Pembukaan latihan ini dihadiri oleh pejabat TNI dari Mabes TNI dan ketiga angkatan, diantaranya adalah Irjen TNI Letjen TNI M. Noer Moeis, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Bambang Suranto, Kabais TNI Mayjen TNI Ansory Tadjudin, Asops Kasad Mayjen TNI Hariyadi dan Kapuspen TNI Aslizar Tanjung S.E., M.B.A.

Latihan akan berlangsung selama lima hari dan akan berakhir pada 24 September 2010 bertempat di Mabes TNI, diikuti oleh 169 personel yang terdiri dari 75 orang penyelenggara dan 94 orang Pasis Dikreg XXXVII Sesko TNI yang disusun dalam 5 group masing-masing berperan sebagai Staf Panglima TNI yang tergabung dalam penyusunan Renyudha TNI TA. 2011. Tema latihan adalah TNI melaksanakan operasi militer perang dan selain perang di seluruh wilayah nasional dalam rangka menjamin keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Selama latihan Pasis Dikreg XXXVII Sesko TNI akan mendapatkan materi latihan berupa penyusunan konsep dokumen Rencana Yudha TNI Tahun 2011. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai atas terselenggaranya latihan tersebut antara lain, tercapainya kemampuan perwira siswa dalam menganalisa dan mengevaluasi kemungkinan ancaman yang akan dihadapi berdasarkan perkembangan lingkungan strategis dan tercapainya kemampuan perwira siswa dalam merumuskan konsep strategi, pelibatan dan gelar kekuatan dan rencana tindakan dalam menghadapi kemungkinan ancaman.

Dalam amanatnya Kasum TNI menyatakan bahwa tujuan dari Geladi Yudha Dharma adalah untuk meningkatkan kemampuan Perwira Siswa Dikreg XXXVII Sesko TNI TA. 2010 dalam menyusun Renyudha TNI Tahun 2011 yang merupakan salah satu produk perencanaan Strategik TNI jangka pendek, dalam rangka merumuskan rencana penggunaan kekuatan dan kemampuan nyata TNI untuk menghadapi ancaman nyata atau kontijensi di bidang pertahanan negara dalam kurun waktu satu tahun.

PRO3 RRI

Petinggi TNI Tinjau Pasukan Konga XX-G

2 Petinggi TNI, Mayor Jenderal TNI Tono Suratman (Asops Panglima TNI) dan Brigadir Jenderal TNI I Gede Sumertha KY (Ka PMPP TNI) melihat langsung kegiatan pasukan Kontingen Garuda XX-G/MONUSCO. (Foto: Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw)

20 September 2010, Kongo -- Dua Petinggi TNI, Mayor Jenderal TNI Tono Suratman (Asops Panglima TNI), Brigadir Jenderal TNI I Gede Sumertha KY (Ka PMPP TNI), didampingi oleh Letkol Inf Fahmi Rizal Nasution (Pabandya 4/Operasi Pemeliharaan Perdamaian), beberapa waktu lalu berkunjung ke Kongo untuk melihat langsung kegiatan pasukan Kontingen Garuda XX-G/MONUSCO (Mission de IOrganisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) yang sedang melaksanakan tugas misi perdamaian PBB dengan tugas pokok membangun infrastruktur berupa jalan, jembatan, dan bangunan.

Kunjungan perdana petinggi TNI ini disambut oleh Dansatgas Konga XX-G/Monusco Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw beserta seluruh anggota Satgas TNI. Dengan tidak banyak berbasa basi, kedua Jenderal tersebut langsung meluncur ke proyek jalan Dungu Faradje yang sedang dibangun oleh Konga XX-G sepanjang 155 Km. Dalam kunjungannya ke proyek jalan, Asops TNI dan Ka PMPP TNI beserta rombongan merasa kagum dan bangga akan pekerjaan jalan yang begitu berkualitas dan baik yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen TNI Tono Suratman mengatakan wajar apabila Konga XX-G di bawah pimpinan Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw yang berada di Kongo selalu mendapatkan penghargaan, baik dari petinggi Militer dan Sipil MONUSCO/PBB. Ditambahkan, Satgas Zeni TNI Konga XX-G harus mempertahankan semua prestasi yang telah dicapai dan tetap semangat dalam menjalankan tugas mulia di tanah Afrika, sehingga dapat mengangkat nama baik Bangsa dan Negara di mata dunia Internasional.

Selanjutnya, rombongan diajak oleh Dansatgas XX-G untuk melihat langsung pembangunan sekolah yang tengah dibangun oleh Satgas Zeni TNI dan diperuntukkan bagi masyarakat lokal yang berada di pedalaman. Dalam kesempatan itu Asops Panglima TNI dan Ka PMPP TNI sempat berbincang-bincang dengan masyarakat lokal dan pengguna jalan Dungu Faradje tentang keberadaan Konga XX-G yang sedang membangun di daerahnya. Semua masyarakat setempat menjawab bahwa mereka merasa senang dengan hadirnya Kontingen Indonesia di Negaranya dan mereka berharap agar pasukan Kontingen Indonesia tetap berada di Kongo untuk membantu mereka membangun kembali Negaranya.

Dalam kesempatan itu juga Dansatgas Konga XX-G menyampaikan, bahwa bentuk perhatian yang ditunjukkan oleh petinggi militer TNI dengan langsung datang ke daerah misi yang jaraknya hampir separuh bumi ini merupakan suatu kehormatan, kebanggaan dan meningkatkan moril prajurit TNI Kontingen Garuda XX-G yang sedang berada di daerah operasi dalam melaksanakan misi perdamaian di Kongo.

Kunjungan perdana petinggi TNI ini disambut oleh Dansatgas Konga XX-G/Monusco Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw beserta seluruh anggota Satgas TNI. (Foto: Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw)

Kedua Jenderal tersebut melihat proyek jalan Dungu Faradje yang sedang dibangun oleh Konga XX-G sepanjang 155 Km. (Foto: Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw)

Rombongan juga melihat pembangunan sekolah yang tengah dibangun oleh Satgas Zeni TNI dan diperuntukan bagi masyarakat lokal yang berada di pedalaman. (Foto: Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw)

Puspen TNI

Pembukaan Latihan Pemantapan Komandan Kompi Marinir

Latihan pemantapan ini dibuka oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin di lapangan tembak Karno, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2010). (Foto: Dinas Penerangan Korps Marinir)

20 September 2010,Bogor -- Dalam rangka penyamaan visi, interpretasi dan persepsi guna merumuskan langkah-langkah ke depan sesuai dengan kapasitas dan kewenangan masing-masing tentang keterpaduan dan kerjasama kesenjataan pada tingkat regu / seksi sampai dengan tingkat kompi serta Pasiops batalyon yang ada di jajaran Korps Marinir saat ini, Korps Marinir menggelar latihan pemantapan Kepala Regu (Karu), Kepala Seksi (Kasi), Komandan Peleton (Danton), Komandan Kompi (Danki) dan Pasiops di daerah latihan Cilember, Bogor.

Latihan yang akan dilaksanakan dari tanggal 20 hingga 28 September 2010 untuk gelombang pertama dan dari tanggal 7 hingga 15 Oktober mendatang untuk gelombang kedua tersebut, dibuka secara resmi oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin di lapangan tembak Karno, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (20/9). Dalam acara pembukaan ini, Dankormar menyematkan pita tanda peserta latihan kepada perwakilan pendukung dan pelaku latihan.

Dalam pembukaan ini, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin menyematkan pita tanda peserta latihan. (Foto: Dinas Penerangan Korps Marinir)

Dalam amanatnya, pejabat nomor satu di lingkungan Korps Marinir tersebut mengatakan, latihan pemantapan ini diharapkan akan dapat menghasilkan suatu kerjasama taktik dan teknik pertempuran, dengan maksud agar terhindar dari sikap arogansi sektoral yang dapat membawa dampak negatif bagi upaya-upaya pembinaan dan peningkatan profesionalisme prajurit Korps Marinir.

Pada bagian lain Dankormar berharap dari latihan pemantapan tersebut akan diperoleh terobosan baru yang semakin jelas dalam mengimplementasikan kepemimpinan lapangan secara lebih berdaya guna dan berhasil guna. “ Saya berharap agar dalam kegiatan latihan ini pula, para peserta latihan sekalian dapat memanfaatkan kesempatan emas ini untuk menimba ilmu dan menjadikan sebagai sarana tukar pengalaman, berdiskusi tentang berbagai hal dalam rangka mendukung tugas pokok Korps Marinir di masa mendatang” jelas Dankormar

Hadir dalam acara pembukaan Kas Kormar Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin, Komandan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Sturman Panjaitan, Asisten dan Kadis Kormar dan sejumlah pejabat di jajaran Pasmar-2.

Marinir

Wamenhan Tinjau Perkembangan BUMNIP

Panser Anoa buatan PINDAD. (Foto: Paspampres)

20 September 2010, Jakarta -- Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau perkembangan tiga Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP), terutama untuk memantapkan kerja sama dengan mitranya di dalam negeri dan mancanegara.

Peninjauan ke lokasi tiga BUMNIP tersebut dilakukan di PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad dan PT PAL, mulai Senin.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Wamenhan selaku Sekretaris Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), memfokuskan kesiapan BUMNIP untuk melakukan produksi bersama dan alih teknologi dengan mitra kerjanya baik di dalam maupun mancanegara.

Selama ini sejumlah BUMNIP telah mampu melakukan kegiatan produksi bersama dengan mitranya di luar negeri. Kerja sama itu disertai alihteknologi.

Semisal PT DI dengan Eurocopter dalam memproduksi helikopter Super Puma atau Cougar.

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) juga telah melakukan produksi bersama dengan Cassa Spanyol, antara lain untuk pembuatan pesawat CN-235.

Hal serupa juga dilakukan PT PAL dengan sejumlah perusahaan kapal di mancanegara dalam pembuatan kapal Korvet dan Landing Platform Dock (LPD).

Dalam kunjungan kerja itu, Wamenhan didampingi Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu, dan perwakilan dari kementerian perindustrian.

ANTARA News

Perancis Kirim VBCI Gantikan AMX 10P ke Lebanon

(Foto: Reuters)

20 September 2010 -- Batalyon Perancis yang tergabung dalam UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) mengganti kendaraan tempur pengangkut pasukan dengan versi terbaru guna mengurangi kebisingan dan serta tidak merusak prasarana jalan di Lebanon Selatan.

Ranpur diangkut menggunakan kapal amphibi kelas Mistral Foudre, terdiri dari 14 ranpur beroda 8x8 VBCI serta 74 ranpur ringan serta 230 pasukan pengganti.

VBCI menggantikan 17 ranpur AMX 10 P, diangkut kembali ke Perancis dengan Foudre 25 September.

(Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

(Foto: AP)

(Foto: AP)

(Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

The Daily Star/Berita HanKam

Su-27 AU Rusia Jatuh

Sukhoi Su-27. (Foto: Sukhoi)

20 September 2010 -- Satu jet tempur Sukhoi Su-27 Angkatan Udara Rusia jatuh di Timur Jauh wilayah Primorye, Senin (20/9), kedua pilot diberitakan selamat tanpa cedera.

Pesawat jatuh pukul 13.00 waktu setempat di lapangan terbang Vozdvizhenka, saat lakukan misi rutin setelah perbaikan.

Pilot mendeteksi kegagalan fungsi pada pesawat dan memutuskan melakukan eject. Tidak diumumkan secara detil kegagalan fungsi tersebut.

Xinhua/Berita HanKam

HMS Argyll is Ready For Sea


17 September 2010 -- The Royal Navy Frigate HMS Argyll has returned to sea after a year long £20 Million upgrade. The refit project, which began in September 2009 in Rosyth Dockyard on the Firth of Forth, was undertaken by Babcock Marine. After 12 months of expert engineering work the Plymouth-based Warship passed her Ready for Sea Date Inspection with flying colours on Friday 10 Sep 2010. The upgrade has turned the Type 23 Frigate into the most potent and relevant fighting unit of its kind and a force to be reckoned with for many years to come.

As the oldest of the Type 23 Frigates still in service, Argyll is the first in class to reach her second major upgrade. Originally destined for this refit 2 years earlier, she missed out on many of the operational upgrades given to her sister ships. Therefore when she finally entered Rosyth last year she was very much in need of some TLC.

With upgrades to her central tactical computer, her administrative computer system and her satellite communications Argyll has moved firmly into the 21st century. Many of her weapon systems have also been replaced or improved. This includes her short range missile system Sea Wolf, her 4.5” Gun which is sporting a new angular turret (otherwise known as Kryten’s Head in honour of the Red Dwarf character) and her new automated small calibre cannons. From a structural perspective large sections of the hull have been replaced and her wooden flight deck has been removed to be replaced by a new composite material deck. Internally Argyll has been the recipient of 3 new engines, her living quarters have undergone a facelift to improve habitability and all of this is now protected by a new fire and flood monitoring system. The entire package has guaranteed many more years of useful life for the Ship enabling her to successfully support the wide spectrum of British Defence Policy.

Upon entering her Refit period in Rosyth, Argyll lost much of her manpower leaving a core of 28 key personnel drawn mostly from the Engineering and Logistics departments. As well as working in partnership with Babcock to create the most effective fighting ship in the RN, the reduced Ship’s Company integrated themselves very much into the Dockyard, HMS Caledonia (the local Naval Base) and the local community. Personnel represented their Ship in Perth during the Armed Forces Day celebrations in June, assisted the organisers of the Highland Games at Inverary Castle and gave their all under the banner of HMS Caledonia during the Field Gun competition in HMS Collingwood in July.

Not only have the systems of HMS Argyll received an major overhaul, she is now home to 177 sailors, most of whom have joined in the latter stages of the refit period. It has been a challenging time for those recent joiners as the pace of life has seen the Ship’s Company working long hours to guarantee the Ship is ready in all respects to return to sea. It is largely thanks to their enthusiasm, determination and teamwork, in conjunction with Babcock, that the Ship can boast the accolade of the only ship to hit every key date set for it so far. Those same traits have been exhibited in spades during the Initial Sea Safety Training the Ship has undergone immediately after Ready for Sea Date. Passing as safe in all respects the various incidents such as fires, floods, machinery breakdowns and man overboard exercises Argyll and her crew have already garnered a strong reputation for themselves.

Looking ahead, this is just the beginning of a long period of sea trials before the Ship can return to full operational effectiveness and be welcomed back into the Fleet. However the Ship’s Company is in a buoyant mood after such resounding successes to date and is very much looking forward to returning to their home port of Plymouth and being further put through their paces.

Of the achievements to date Commanding Officer Cdr Paul Stroude said:

I am delighted with the outcome of our refit period in Rosyth. Babcock Marine have done us proud in delivering a high quality work package on time, and the Ship’s Company have worked and trained exceptionally hard to prepare themselves and their Ship for sea. The Ship’s structure has been fully refurbished and preserved, and our weapons and sensors dramatically enhanced to ensure that HMS Argyll will remain a relevant, flexible and potent fighting force, able to support and protect UK interests worldwide, for many years to come.

ROYAL NAVY

AU Inggris Grounded Juga Typhoon

Jet tempur Eurofighter Typhoon AU Inggris. (Foto: RAF)

20 September 2010 -- Angkatan Udara Inggris mengikuti langkah AU Jerman mengrounded jet tempur Eurofighter Typhoon, diberitakan harian Inggris the Telegraph, Sabtu (18/9).

Kementrian Pertahanan Inggris memutuskan grounded jet tempur Typhoon, mempertimbangkan keselamatan penerbang. Insiden jatuhnya jet tempur Typhoon Pangkalan Udara Moron, Spanyol, Selasa (25/8), menewaskan letnan kolonel pilot AU Arab Saudi, karena gagal bekerjanya kursi pelontar. Sedangkan instruktur pilot AU Spanyol selamat melakukan eject.

“Keamanan personil kami hal yang terpenting,” ujar juru bicara Kemenhan.

Satuan reaksi cepat Typhoon di Inggris dan Kepulauan Falkland tidak terpengaruh digantikan pesawat yang sudah dimodifikasi. AU Inggris memiliki 60 jet tempur Typhoon.

The Telegraph/Berita HanKam

Danrem 101/Antasari Buka PJD Yonif 623/BWU

20 September 2010, Banjarmasin -- Bertempat di lapangan Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama telah dibuka latihan pertempuran jarak dekat pada hari Minggu tanggal 19 September 2010 oleh Komandan Korem 101/Antasari Kolonel Inf Heros Paduppai dan dihadiri oleh Kasrem 101/Ant, Dandim 1006/Mtp, Danyonif 623/Bwu serta para Kasi Korem 101/Ant.

Latihan yang diikuti sekitar 56 orang prajurit Batalyon Infanteri 623/Bwu ini akan dilaksanakan selama sepuluh hari dan dilatih secara khusus oleh empat orang pelatih dari Kopassus yang diketuai oleh Kapten Inf Agus Supriatna.

Latihan pertempuran jarak dekat ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan prajurit terutama dalam operasi pengamanan pemukiman dan penanganan terorisme yang terjadi di Indonesia sebagai bentuk penguatan dasar Prajurit TNI dalam rangka menjaga keutuhan Negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya Danrem 101/Ant mengatakan bahwa latihan pertempuran jarak dekat ini merupakan latihan diluar program namun dalam pelaksanaannya harus tetap memperhatikan faktor keamanan baik personil maupun materiil.

Latihan pertempuran jarak dekat ini akan berakhir pada tanggal 29 September 2010 dan menurut rencana latihan pertempuran jarak dekat ini akan didemonstrasikan oleh prajurit Yonif 623/Bwu pada pelaksanaan HUT TNI 2010 wilayah Kalimantan Selatan di lapangan Murdjani Banjarbaru pada 5 Oktober 2010 mendatang.

Penrem 101/Ant

Pangarmatim Lepas KRI Frans Kaisiepo ke Lebanon


20 September 2010, Surabaya -- Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto melepas keberangkatan KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 menuju perairan Lebanon yang ikut andil dalam Satgas Maritim TNI Konga XXVIII.B UNIFIL (United Nation Interm Force In Lebanon) 2010 di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, Senin (20/9).

Pelepasan KRI FKO-368 tersebut dihadiri Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto, SE, Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI Widodo, Komandan Lantamal V Surabaya Brigjen TNI (Mar) Halim A. Hermanto, para Kasatker Koarmatim, ibu-ibu Pengurus Daerah Jalasenastri Armatim dan para keluarga ABK KRI FKO-368.


Sejumlah kerabat dari Prajurit TNI dari Satgas Maritim TNI Konga XXVIII.B United Nation Interm Force In Lebanon (UNIFIL) melambaikan tangan ke KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 yang dilepas oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto di Dermaga Koarmatim Ujung, Surabaya, Senin (20/9). Menurut Pangarmatim, KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 ini nantinya bertujuan untuk mengemban misi perdamaian dunia, yang akan bergabung dengan kapal perang angkatan laut negara lainnya yang tergabung dalam Gugus Tugas Maritim Task Force (MTF). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/Koz)

KRI Frans Kaisiepo-368 dari jenis Sigma Klas Korvet Belanda yang masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkor Koarmatim) ini adalah yang ke dua kali ikut andil mengemban misi perdamaian dunia dalam Satuan Tugas (satgas) Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII.B Unifil.

Sebelumnya tugas kemanusiaan ini dilakukan oleh KRI Diponegoro-365. Kapal perang Indonesia ini nantinya akan bergabung dengan kapal perang angkatan laut negara lainnya yang tergabung dalam Gugus Tugas MTF.

Kapal ini rencananya akan bertugas selama 8 bulan, dengan rincian 2 bulan pelayaran berangkat dan pulang serta 6 bulan berada di tempat lokasi. Rute yang dilewati selama pelayaran menuju Lebanon, yaitu Surabaya-Jakarta-Belawan-Cochin-Salalah-Port Said-Beirut. KRI Frans Kaisiepo-368 yang dikomandani Letkol Laut (P) Wasis Priyono ini dalam tugasnya nanti akan membawa 1 buah helikopter BO-105 dengan jumlah personel total 100 orang, dengan rincian ABK 88 orang, pilot dan Crew Heli 7 orang, dokter dan paramedis 2 orang, Kopaska 1 orang dan penyelam 2 orang.

“Dikirimnya kembali kapal perang TNI AL untuk bergabung dengan Satgas MTF kali ini tidak lain merupakan bentuk pengakuan dunia kepada TNI. Bahwa kita TNI, telah dianggap mampu untuk melaksanakan tugas-tugas PBB khususnya dalam aspek maritim,”kata Pangarmatim saat menjawab pertanyaan wartawan seusai melepas keberangkatan KRI FKO-368 di Dermaga Koarmatim Ujung.

Dispenarmatim

Tes Urine Seluruh Teknisi Sukhoi Negatif

Personil TNI AU mengkat jenazah teknisi Sukhoi ke atas pesawat Anatonov di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Jumat (17/9). Ketiga jenazah teknisi Sukhoi asal Rusia diberangkatkan ke Rusia dengan menggunakan pesawat Antonov dilepas Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Hasanuddin, Marsekal Pertama Agus Supriatna. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/yu/ed/nz/10)

20 September 2010, Makassar -- Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin Marsma TNI Agus Supriatna memastikan bahwa hasil tes urine terhadap seluruh teknisi pesawat tempur Sukhoi dinyatakan bersih dari alkohol dan zat berbahaya lainnya.


Menurut jenderal bintang satu ini, tes medis tersebut dilakukan untuk mengetahui seluruh kondisi kesehatan teknisi Sukhoi, sebagai buntut meninggalnya tiga orang tim waranty Sukhoi yang diakibatkan oleh zat metanol (spiritus). “Hasil tes urine seluruh perakit Sukhoi sudah keluar hari ini (kemarin). Alhamdulillah semuanya normal dan bersih,” ungkapnya kepada SINDO kemarin. Dengan keluarnya hasil tes urine tersebut, berarti Lanud Sultan Hasanuddin membatalkan rencananya untuk memulangkan para teknisi Sukhoi yang terbukti mengkomsumsi narkoba yang diduga dioplos dengan zat berbahaya lainnya. Sebelumnya, Danlanud mengancam akan memulangkan para teknisi Sukhoi yang terbukti menggunakan alkohol ataupun minuman sejenisnya.

“Buat apa mereka tinggal di sini kalau kerjanya hanya mabuk-mabukan. Kita akan pulangkan semuanya yang terbukti melanggar,” ujarnya beberapa waktu lalu. Untuk mengantisipasi terulangnya insiden tersebut, pihaknya berjanji kedepannya akan memperketat aturan di Lanud Sultan Hasanuddin, khususnya terhadap seluruh barang bawaan teknisi Sukhoi yang didatangkan dari Rusia. Diberitakan, tiga orang tim waranty Sukhoi meninggal dunia akibat keracunan zat metanol yang berasal dari minuman keras. Ketiganya masing-masing Alexander Poltorak Meksandre,Vorovin Sergei,dan Koronov Viktor Sapanov. Mereka meninggal dunia pada Senin (13/9) lalu.

Sedangkan dua lainnya yakni Andre Savkay dan Andrei Spalov berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke Rumah Sakit (RS).Savkay hingga kemarin masih menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo, sedangkan Spalov sudah dinyatakan sehat dan diizinkan pulang.“Savkay hingga hari ini masih dirawat di RS Wahidin untuk memulihkan kondisi kesehatannya. Kalau memang dia tidak kunjung sembuh,terpaksa kita pulangkan ke negaranya,”beber Agus Supriatna. Sementara itu, tiga unit pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM yang tiba pekan lalu,akan menjalani test flight pada pekan ini.Ketiga pesawat canggih tersebut hingga kemarin dinyatakan sudah bisa menjalani tes terbang.

Danlanud mengaku,ketiga pesawat baru tersebut sedang menjalani perakitan tambahan di Lanud Hasanuddin.“Besok dan hari Selasa baru akan test flight. Mudah- mudahan berjalan lancar dan bisa dipakai di HUT TNI mendatang,” pungkasnya. Sebelumnya, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman menyatakan, penyelidikan Polri terhadap kasus tersebut sudah selesai secara keseluruhan, dan hasilnya telah diserahkan kepada pihak TNI AU untuk menindaklanjutinya.

Mantan Waka Brimob Polri ini menambahkan, Polri juga siap membantu TNI AU dalam kasus tersebut jikalau sewaktu-waktu dibutuhkan. Namun, lanjut dia, penyelidikan Polri sudah selesai dan telah membuahkan kesimpulan.

SINDO

Kopassus Latihan Bersama Australia

Anggota SAS setelah berlatih menembak di Afghanistan. (Foto: Australia DoD)

20 September 2010, Jakarta -- Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat akan berlatih bersama pasukan khusus Australia atau SAS dalam operasi antiterorisme pembebasan sandera di terminal Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, tanggal 28 September mendatang.

”Tanggal 17 kemarin sudah datang pasukan khusus dari Australia,” kata Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) Mayor Jenderal Lodewijk F Paulus, Minggu (19/9). Menurut dia, mulai 18 September lalu telah diadakan latihan bersama yang bersifat teknis di Jawa Barat. Untuk latihan yang bersifat taktis belum dilaksanakan. ”Akan dilakukan setelah ini,” kata Lodewijk.

Gelar di lapangan berupa latihan operasi akan dilaksanakan di Bandara Ngurah Rai. Skenarionya, ada gerakan teroris yang menyandera masyarakat di terminal bandara. Operasi antiteror dari dua pasukan khusus ini yang akan mengatasinya. Latihan ini akan diikuti sekitar 300 personel dari kedua belah pihak.

Taraf internasional

Menurut Lodewijk, ada tiga target utama dari latihan bersama ini. Sesuai dengan standar operasi dari dua pasukan khusus yang sudah bertaraf internasional ini, dipikirkan perlu untuk mengadakan kerja sama dan saling membagi ilmu. Dengan demikian, bisa tercapai standar operasi yang terpadu di antara keduanya.

Selain itu, sesuai dengan citra Bali sebagai pusat turisme dunia yang menjadi andalan industri pariwisata Indonesia, latihan bersama ini diharapkan memberikan rasa aman bagi turis. Apalagi, banyak turis dari Australia yang kerap berwisata ke Bali. Oleh karena itulah Bali dipilih sebagai tempat latihan bersama. ”Namun, latihan ini hanya di darat, jadi hanya di terminal bandara,” katanya.

KOMPAS

Sunday, September 19, 2010

Tujuh Sukhoi Akan Meriahkan HUT TNI

Sukhoi dan F-16 lakukan terbang formasi. (Foto: Getty Images)

19 September 2010, Jakarta -- Tujuh pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara akan memeriahkan peringatan HUT ke-65 TNI pada 5 Oktober mendatang.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu mengatakan, ketujuh pesawat Sukhoi yang akan tampil itu termasuk tiga pesawat sejenis yang baru tiba di Indonesia medio September 2010.

Pada medio September 2010, tiga pesawat Sukhoi tipe SU-27SKM tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makasar.

Sebelumnya, pada periode akhir 2008 hingga awal 2009, tiga pesawat Sukhoi jenis SU-30MKM telah tiba di tempat yang sama.

"Tiga unit Sukhoi yang baru tiba, dua sudah selesai dirakit dan satu diantaranya telah menjalani uji terbang. Satu unit terakhir masih dalam proses perakitan," kata Kasau Imam.

Ketujuh Sukhoi itu akan tampil dalam formasi terbang lintas.

Peringatan HUT ke-65 TNI akan dipusatkan di Jakarta, dan dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

ANTARA News

Saturday, September 18, 2010

Cina Serahkan Frigate Ketiga Pesanan AL Pakistan

PNS Saif saat dibangun di Hudong Zhonghua Shipyard, Shanghai.

18 September 2010 -- Cina kembali mengirimkan kapal frigate F-22P ketiga ke Angkatan Laut Pakistan, Rabu (15/9), diberitakan harian Pakistan the Nation.

Kapal ketiga diberi nama PNS Saif, dibangun di Hudong Zhonghua Shipyard, Shanghai. Kapal pertama PNS Zulfiquar dan kedua PNS Shamsheer telah dioperasikan oleh AL Pakistan.

Cina dan Pakistan meneken kontrak pembelian empat frigate tipe 22 senilai 600 juta dolar pada April 2005. Cina juga akan mengirimkan enam helicopter Z-9EC.

Frigate keempat segera dibangun di Karachi Shipyard and Engineering Works berdasarkan perjanjian alih teknologi.

Diberitakan frigate F-22P dilengkapi persenjataan dan sensor canggih serta helicopter Z9EC.

AL Pakistan telah menerima frigate kelas Perry bekas USS McInerney yang telah dioperasikan 32 tahun oleh AL AS. Frigate diberi nama PNS Alamgir, pemerintah Pakistan harus membayar biaya perbaikan dan modernisasi 65 juta dolar, diambil dari bantuan militer AS. AL Pakistan mengharapkan mengakuisisi delapan frigate kelas Perry dengan skema yang sama.

The Nation/Berita HanKam

Anggota DPR: Jangan-Jangan Sukhoi Generasi Tua

Komandan Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar, Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna (tengah) didampingi tim dokter RS Wahidin Sudirohusodo setelah menjenguk dua teknisi jet tempur Sukhoi asal Rusia, di Makassar, Kamis (16/9). Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna menyatakan bahwa tiga perakit pesawat Sukhoi tewas akibat keracunan alkohol dan dua yang masih dalam perawatan dinilai melanggar kontrak jual beli pesawat dan terancam sanksi dipulangkan ke negara asalnya, sesuai perjanjian jual beli yang telah ditandatangani. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/ed/nz/10)

18 September 2010, Jakarta -- Anggota Komisi I DPR RI (bidang Pertahanan Keamanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi Informasi dan Sandi Negara), Paskalis Kossay meragukan kemampuan tiga unit pesawat tempur Sukhoi yang dibeli TNI Angkatan Udara dari Rusia.

"Saya terpaksa mengeluarkan pernyataan ini untuk mendorong pihak TNI Angkatan Udara kita agar memeriksa dengan seksama segala hal menyangkut tiga pesawat tempur baru itu. Jangan-jangan itu generasi yang sudah tua, tinggal dimodifikasi lalu dijual kepada kita," katanya di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan itu, terkait tewasnya tiga staf dan teknisi Sukhoi di Makassar, yang diduga kuat oleh pihak berkompeten karena menenggak minuman berkadar alkohol tinggi.

"Apa ini murni karena menenggak minuman berkadar alkohol tinggi? Atau bagaimana? Itu urusan lain. Tetapi, apakah ini juga bagian dari taktik untuk mengalihkan perhatian, karena pesawat yang diekspor Rusia itu sebenarnya tidak baru lagi, hanya dimodifikasi begitu?" tanyanya.

Paskalis Kossay menyatakan rekan-tekannya di Komisi I DPR RI kesal dengan kejadian ini.

"Kami kecewa dengan kinerja TNI Angkatan Udara yang tidak peka dengan alat vital seperti ini. Dan karenanya, ini menimbulkan keraguan atas kemampuan pesawat Sukhoi yang dirakit kembali baru dijual ke Indonesia tersebut," katanya.

Paskalis Kossay menambahkan, publik pantas kecewa terhadap meninggalnya tiga teknisi Sukhoi.

"Karena TNI Angkatan Udara tak melakukan kontrol ketat kepada para staf dan teknisi pesawat Sukhoi dari Rusia yang ternyata ada para pemabuk itu. Padahal, ini menyangkut urusan vital, strategis dan berhubungan dengan uang besar milik rakyat," tandasnya.

Paskalis mendesak Mabes TNI Angkutan Udara mempublikasikan kelaikan dan kemampuan semua pesawat militer Rusia itu, termasuk tahun pembuatannya serta proses modifikasinya.

ANTARA News

TNI Kembali Siapkan Personel ke Kongo

Sebanyak 134 Prajurit TNI dari Satgas KI 21 (Kongo XX/Monusco) saat dilepas oleh Pangdam XVII Cenderawasih untuk melaksanakan misi kemanusiaan PBB di Republik Demokratik Kongo (MUNOC). di Lapangan Den-Zipur 10/KYD Waena, Jayapura, Papua, Rabu (15/9). Satgas dari TNI AD ini akan bertugas membantu membangun infrastruktur guna mempercepat pemulihan ekonomi rakyat Kongo akibat konflik berkepanjangan antara pemberontak dan pasukan pemerintah. (Foto: ANTARA/Anang Budiono/ss/nz/10)

18 September 2010, Jakarta -- TNI kembali menyiapkan personelnya untuk misi perdamaian PBB di Kongo (Mission de I`Organisation de Republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo/Monusco).

Tim yang disiapkan adalah Kontigen Garuda (Konga) XX-H/MONUSCO yang kini tengah mengawali masa pratugas di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD, Bogor, Jawa Barat, kata Kepala Dinas Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel Lek Prakoso di Jakarta, Sabtu.

Tim akan menggantikan Satgas Konga XX-G/MONUC yang akan berakhir masa tugasnya di Kongo pada Oktober 2010, katanya.

Latihan akan berlangsung selama satu bulan hingga 14 Oktober 2010.

Selama latihan, prajurit TNI akan mendapatkan pembekalan diantaranya materi konstruksi dan materi umum berupa Standardized Generic Training Modules (SGTM), materi utama berupa Standardized Training Modules (STM).

Satgas Konga XX-H berjumlah 175 orang dipimpin Letnan Kolonel CZI Widianto (abituren Akademi Militer Tahun 1993) yang sehari-hari menjabat Kepala Seksi Logistik (Kasilog) 174/Merauke.

"Sedangkan pasukan Zeni yang akan dikirim berasal dari Detasemen Zeni Tempur 10 Jayapura," kata Prakoso.

Dengan semakin kondusifnya keamanan di Kongo, Satgas yang baru mempunyai tugas menjaga stabilitas keamanan, selain melaksanakan tugas pembangunan sarana dan prasarana.

ANTARA News

Ngeri Rudal Hizbullah, AL Israel Uji Sistem Pertahanan Rudal Baru

Kapal cepat kelas Super Dvora MK-III.

18 September 2010 -- Angkatan Laut Israel menguji coba sistem pertahanan rudal baru untuk kapal berukuran kecil yang ditugaskan memperkuat blokade laut di Jalur Gaza dan Lebanon, diberitakan harian Israel the Jerusalem Post, Senin (12/9).

Sistem pertahanan baru tersebut termasuk radar, dimana mampu mendeteksi dan melacak rudal datang, serta dilengkapi sistem peperangan elektronik untuk melakukan jamming. Sistem dikembangkan oleh MAFAT, Direktorat Litbang Kementrian Pertahanan Israel.

Kapal cepat kelas Super Dvora akan dipasang sistem ini, sedangkan kapal ukuran besar telah dilengkapi rudal pencegat Barak I serta CIWS Phalanx.

Keputusan mengembangkan sistem pertahanan anti rudal karena ketakutan peningkatan kemampuan rudal anti kapal yang dimiliki Hamas dan Hizbullah, dapat membahayakan kapal perang Israel yang berlayar didekat pantai.

Korvet INS Hanit rusak berat dihantam rudal anti kapal C-802 yang ditembakan Hizbullah pada Perang Lebanon ke-2 pada 2006.

AL Israel telah memilih pesawat tanpa awak mini Orbiter, dapat diluncurkan dengan katapel dari kapal perang dan menggunakan jaring untuk mendarat. Orbiter digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengintaian dan pengumpulan data intelijen.

Orbiter dikembangkan oleh Yavnebased Aeronautics Defense Systems, mampu menjelajah sejauh 80 km, terbang selama empat jam pada ketinggian sekitar 18.000 kaki.

Pemerintah Israel berusaha menekan Moskow membatalkan penjualan rudal supersonik anti kapal Yakhont pada Syria. Tel Aviv khawatir rudal jatuh ke tangan Hamas dan Hizbullah. Moskow tetap melanjutkan penjualan rudal karena satu paket dengan perjanjian penggunaan pangkalan angkatan laut di Syria oleh kapal perang Rusia.

The Jerusalem Post
/Berita HanKam

KSAU Resmikan Batalyon 468 Paskhas Biak

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat (kiri) didampingi Bupati Biak Numfor Yusuf Melianus Maryen (tengah) menekan bel tanda diresmikan operasional batalyon pasukan Khas (Paskhas) 468 Sarotama Biak, Sabtu (18/9). Peresmian batalyon itu sebagai salah satu kekuatan terbaru TNI AU di wilayah Papua sekitarnya. (Foto: ANTARA/Muhsidin/ss/pras/10)

18 September 2010, Biak -- Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat S.IP, meresmikan operasional batalyon 468 Sarotama Pasukan Khas di kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu.

Dari Biak dilaporkan, prosesi peresmian operasional batalyon 468 Sarotama Paskhas diawali upacara militer serta dimeriahkan berbagai atraksi oleh prajurit pasukan elit TNI AU.

Peresmian operasional batalyon 468 Sarotama Paskhas dimeriahkan acara terjun payung gabungan pasukan TNI/Polri, demo bela diri militer, tari kecak serta tarian pergaulan ala Papua "Yosim Pancar"

Keberadaan Batalyon 468 Sarotama Paskhas yang bermakrkas di kabupaten Biak Numfor, merupakan satu-satunya pasukan elit TNI AU yang dioperasikan di Papua dan Papua Barat.

Sejumlah warga Biak dan sekitarnya tampak hadir di sekitar markas batalyon 468 Paskhas untuk menyaksikan atraksi terjung payung yang diperagakan prajurit TNI/Polri sebanyak 60 orang.

Sementara itu, pada Jumat malam Bupati Yusuf Melianus Maryen bersama jajaran Muspida se kabupaten Biak Numfor dan Kasdam XVII Cenderawasih, Waka Polda Papua melakukan acara jamuan makan bersama KSAU di arerotel Irian Jalan Muhammad Yamin.

Menjelang peresmian operasional batalyon 486 Sarotama Paskhas, aktivitas warga kota Biak sekitarnya tetap berjalan lancar dan kondusif, semua kegiatan masyarakat berlangsung normal.

Taksi angkutan penumpang dan angkutan ojek, pertokoan sekolah, fasilitas umum, pasar, bandara, pelabuhan dan perkantoran perusahaan swasta tetap beroperasi seperti hari biasanya.

ANTARA News

Penyerahan Sukhoi ke Menhan 27 September

(Foto: Dispenau)

17 September 2010, Makassar -- Komandan Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna menyatakan bahwa penyerahan jet tempur Sukhoi ke Menteri Pertahanan dilakukan 27 September 2010.

"Penyerahan ketiga jet tempur Sukhoi ini ke Menhan secara resmi dilakukan Senin dua pekan nanti," katanya di Makassar, Jumat.

Penyerahan secara resmi ketiga pesawat tempur Sukhoi yang dipesan dari Rusia itu, menurut rencana dilaksanakan di Lanud Sultan Hasanuddin. Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro dijadwalkan menerima pesawat tersebut secara simbolis di Lanud.

Setelah kedatangan satu unit pesawat tempur itu berarti TNI AU Skadron 11 Lanud Hasanuddin memiliki 10 unit jet tempur Sukhoi buatan Rusia.

Sebelumnya, Lanud juga sudah kedatangan dua unit jet tempur Sukhoi yang sama pada Jumat (10/9).

Pada 2003 Indonesia membeli dua Sukhoi jenis SU-30 MK dan dua SU-27SK, kemudian Kementerian Pertahanan membeli lagi enam pesawat Sukhoi pada 2007 senilai sekitar 300 juta dolar AS atau senilai Rp2,85 triliun.

Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba di Makassar pada 2008 dan Januari 2009.

Dengan kehadiran tiga Sukhoi terakhir, maka Indonesia akan memiliki satu skuadron pesawat tempur Sukhoi.

Ketiga pesawat tempur canggih itu akan memperkuat Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai "home base" ketiga pesawat tempur tersebut. Pesawat itu merupakan buatan dari Komsomolsk Amure Arcraft Production Association Rusia (KNAAPO).

ANTARA News

RI Targetkan Punya 16 Sukhoi, Uji Coba Sukhoi Baru Sukses

(Foto: Jawa Pos)

18 September 2010, Magelang -- Insiden tewasnya tiga teknisi asal Rusia tidak akan memberikan efek jera atau takut bagi Pemerintah Indonesia untuk menambah jumlah pesawat Sukhoi. Sebaliknya, Kementerian Pertahanan akan terus memperkuat skuadron Sukhoi dengan menambah jumlah pesawat Sukhoi dari 10 pesawat menjadi 16 pesawat.

”Penambahan pesawat Sukhoi akan terus kami lakukan secara bertahap,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro seusai memberikan sambutan di SMA Taruna Nusantara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (17/9).

Dia menuturkan, perakitan Sukhoi sama sekali tidak terkendala kematian tiga teknisi Rusia tersebut karena kehadiran tiga orang itu bisa dengan cepat digantikan oleh teknisi-teknisi lain. Jumlah teknisi yang datang dari Rusia untuk merakit pesawat Sukhoi di Makassar sebanyak 25 orang.

Dengan cara itu, tiga pesawat Sukhoi tersebut bisa selesai dirakit tepat waktu dan siap dioperasikan pada 5 Oktober mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga warga Rusia yang tewas tersebut adalah Alexander Poltorak (ahli sistem hidrolik), Sergei Voronin (ahli sistem mesin), dan Victor Safonof (ahli sistem radar). Ketiganya tergabung dalam tim garansi perakitan pesawat Sukhoi.

Ke Rusia

Tiga teknisi pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM Rusia yang tewas karena keracunan minuman keras dikirim kembali ke Rusia dengan menggunakan pesawat angkut Antonov, Jumat kemarin. Pesawat ini sehari sebelumnya digunakan untuk mengangkut satu unit pesawat Sukhoi baru pesanan Indonesia.

Kapten Agus dari Kantor Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, kemarin, mengatakan, pesawat yang membawa ketiga jenazah ini berangkat dari Lanud Sultan Hasanuddin pukul 15.58 wita.

Ketiga teknisi tersebut tewas, Senin lalu, setelah meminum minuman keras yang diduga dicampur metanol.

Sebelum dibawa ke Lanud Sultan Hasanuddin, ketiga jenazah itu disimpan di kamar jenazah Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo.

Komandan Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama Agus Supriatna bersama teknisi Sukhoi SU-27 SKM lainnya menyaksikan ketiga jenazah ini dimasukkan ke pesawat.

Sehari sebelumnya, Kamis sekitar pukul 21.00, pesawat angkut Antonov ini digunakan untuk mengangkut satu unit pesawat Sukhoi SU-27 SKM yang dipesan Indonesia dari Rusia. Dibutuhkan waktu tiga jam untuk mengeluarkan seluruh peralatan dan badan pesawat dari pesawat tersebut.

Uji coba Sukhoi sukses


Jet Sukhoi pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dari Rusia telah menjalani tes terbang di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar. Uji coba yang dilakukan pukul 07.00 Wita berlangsung sukses.

“Sukses seperti yang diharapkan, tidak ada masalah, bagus,” ujar Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Makassar Marsma Agus Supriatna, Jumat (17/9).

Uji coba baru dilakukan terhadap satu jet Sukhoi tipe SU 27-SKM yang tiba di Makassar 10 September lalu. Rencananya jet pabrikan Rusia itu diserahterimakan kepada Pemerintah Indonesia 27 September mendatang.

“Dari Rusia akan diserahkan ke Kemhan, dari Kemhan baru ke TNI,” terang Agus.

KOMPAS/Solo Pos

Friday, September 17, 2010

First Airbus Military Tanker for RAF Takes Off




16 September 2010 -- The first A330 MRTT Future Strategic Tanker Aircraft (FSTA) for the UK Royal Air Force has taken off on its maiden flight from the Airbus Military facility at Getafe, Madrid following its conversion.

The aircraft, converted from a basic A330-200 by Airbus Military and powered by two Rolls- Royce Trent 700 turbofans, took to the air at 11.41 local time (09.41 UTC).

Chief Pilot FSTA Tim Butler captained the flight supported by Chief Test Pilot Eduardo Cuadrado. The engineering team on board included: Test Flight Engineer Santiago Manso, and Flight Test Engineers Jorge Fuentes and Alfonso Sopeña.

The crew will perform a routine acceptance flight profile and no refuelling activity will be undertaken. The duration of the flight will be at the test team's discretion.

A330 MRTT

The Airbus Military A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT) is the most capable new generation aircraft in this category flying and available today. The large 111 tonnes/ 245,000 lb basic fuel capacity of the successful A330-200 airliner, from which it is derived, enables the A330 MRTT to excel in Air-to-Air Refuelling missions without the need for any additional fuel tanks. The A330 MRTT is offered with a choice of proven air-to-air refuelling systems including an advanced Airbus Military Aerial Refuelling Boom System (ARBS), and/or a pair of under- wing hose and drogue pods, and/or a Fuselage Refuelling Unit.

Thanks to its true wide-body fuselage, the A330 MRTT can also be used as a pure transport aircraft able to carry up to 300 passengers, or a payload of up to 45 tonnes/99,000 lb. It can also easily be converted to accommodate up to 130 stretchers for Medical Evacuation (MEDEVAC). To-date, a total of 28 A330 MRTTs have been ordered by four customers (Australia, Saudi Arabia, the United Arab Emirates, and the United Kingdom), with one (Saudi Arabia) having already placed a repeat order.

Airbus Military

Koarmatim Peringati Hari TNI AL ke-65


17 September 2010, Surabaya -- Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) memperingati Hari TNI Angkatan Laut ke 65 dalam suatu upacara militer yang dipimpin oleh Inspektur Upacara (Irup) Kolonel Laut (E) FX. Joko Triyono. SE, yang sehari hari menjabat sebagai Inspektur Koarmatim.

Upacara yang berlangsung dengan sederhana dan khimad itu, dilaksanakan di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya. Jumat (17/9). Upacara tersebut diikuti dari Batalyon Perwira, Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di lingkungan Koarmatim. Dalam amanat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Agus Suhartono. SE. yang dibacakan Irup mengatakan, pentingya pelaksanaan upacara hari TNI AL bagi TNI Angkatan Laut karena berdasarkan fakta sejarah pada tanggal 10 September 1945 merupakan tonggak berdirinya TNI AL dan selanjutnya ditetapkan dalam peraturan Kasal No. Perkasal / 77/X/2009 tentang hari lahir TNI AL, hari Akademi TNI AL, dan Hari Armada RI.

Dikatakan Kasal, bahwa cikal bakal TNI AL berawal dari diubarkanya Peta, dan Heiho diseluruh Indonesia, pada Tnaggal 22 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) telah dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang bertugas memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi sekutu.

Pada tanggal 10 September 1945 pemerintah Indonesia yang saat itu belum genap berusia 1 bulan, mendirikan Badan Keamanan Rakyat Bagian Laut (BKR) Laut yang diprakarsai oleh bekas anggota “Koninklijke Marine” , guru dan murid Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT), Sekolah Pelayaran Rendah (SPR), pegawai dari Jawa Unko Kaisha, Kaigun Heiho dan Pemuda Pecinta Laut lainnya, yang disahkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sekaligus menetapkan Laksamana III M. Pardi sebagai pemimpin BKR Laut Pusat.

“Pembentukan BKR Laut Pusat inilah yang akhirnya menggetarkan organisai dan perkumpulan kemaritimn di tanah air untuk membentuk BKR Laut di daerah- daerah. Oleh karena itu, untuk menghormati para pendiri BKR Bagian laut, maka tanggal 10 September 19 45 ditetapkan sebagai hari lahirnya Angkatan Laut RI, yang selanjutnya kita peringati sebagai hari lahir TNI AL,” kata Kasal.

Menurut Kasal, tradisi peringatan hari lahir TNI AL pada dasarnya memiliki makna yang sangat penting antara lain, pertama makna keimanan dan ketaqwaan yang merupakan suatu ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala petunjuk, tuntunan dan perlindunganNya. Kedua, makna Historis merupakan upaya pelestarian sejarah sejak awal kelahiran sampai dengan saat ini TNI AL telah mampu mengemban tugas-tugas Negara sesuai anmanat Undang-undang Negara khusunya dalam menjaga keutuhan Negara KesatuanRepublik Indonesia. Ketiga, makna Evaluatif dapat diartikan sebagai momentum instrospeksi dan evaluasi diri, tentang kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaan tugas pada masa lalu, guna dievaluasi dan dikoreksi untuk disempurnakan sehingga tugas-tugas mendatang dapat dilaksankan secara lebih optimal.

“Peringatan hari TNI AL tahun ini, jatuh bertepatan dengan hari raya Idul Fitri yang merupakan hari libur nasioanal, sehingga rangkaian peringatannya baru dapat kita laksanakan hari ini. Saya berharap hal tersebut tidak memgurangi makna historikal lahirnya Angkatan Laut Republik Indonesia, dan kita semua sebagai generasi penerus tetap mengingat jasa para pendahulu serta terus mempertahankan nilai heroik berdirinya Angkatan laut Republik Indonesia,” tegas Kasal.

Dispenarmatim

BAE Systems Completes Successful Rocket Ballistic Test of 5-Inch Long Range Land Attack Projectile


16 September 2010, MINNEAPOLIS, Minnesota -- BAE Systems has conducted a successful rocket ballistic flight test of its 5-inch Long Range Land Attack Projectile at Dugway Proving Ground in Utah.

Employing a tactically configured airframe propelled by a rocket motor, the rocket ballistic test met all predicted performance parameters during its flight. Coupled with previous component and subsystem testing, this successful test sets the stage for planned guided flight demonstrations of the 5-inch LRLAP.

The 5-inch LRLAP is being designed to allow deployed surface ships to strike shore-based targets at ranges that exceed 50 nautical miles.

"Our team continues to progress toward demonstrating the full capability of a highly effective and low-cost 5-inch Long Range Land Attack Projectile," said Gary Slack, president of BAE Systems U.S. Combat Systems. "We stand ready to support the U.S. Navy by providing technology to meet the future needs of the fleet within three years."

The 5-inch LRLAP is a GPS-guided projectile being developed for the MK 45 Mod 2 and 4 naval guns on board Arleigh Burke-class destroyers and Ticonderoga-class cruisers within the U.S. Navy fleet, and various MK 45 guns in allied fleets around the world.

This internal research and development project is run jointly by BAE Systems, Lockheed Martin Corporation and Science Applications International Corporation. Additionally, a saboted variant of the munition is being developed to be fired from 155mm artillery howitzers employed by the U.S. Army and U.S. Marine Corps.

Further tests of the 5-inch LRLAP will follow in the upcoming months.

About BAE Systems BAE Systems is a global defense, security and aerospace company with approximately 107,000 employees worldwide. The Company delivers a full range of products and services for air, land and naval forces, as well as advanced electronics, security, information technology solutions and customer support services. In 2009 BAE Systems reported sales of £22.4 billion (US$ 36.2 billion).

BAE Systems

Kasal: Pengembangan Pendidikan TNI-AL Tidak Bisa Ditawar

(Foto: Kobangdikal)

17 September 2010, Surabaya -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan, pengembangan pendidikan di lingkungan TNI-AL tidak bisa ditawar dan mutlak harus dilakukan, seiring pesatnya kemajuan teknologi alat utama sistem senjata.

Pernyataan itu disampaikan KSAL saat memimpin serah terima jabatan Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Kobangdikal) di Surabaya, Jumat.

"Pengembangan dan perbaikan dilakukan melalui pemutakhiran sepuluh komponen pendidikan secara terus menerus," katanya.

Komandan Kobangdikal diserahterimakan dari pejabat lama Laksmana Muda TNI Sumartono kepada penggantinya Laksamana Pertama TNI Sadiman yang sebelumnya menjabat Wakil Asisten Operasi (Waasops) KSAL.

Sementara Laksda TNI Sumartono mendapat tugas baru sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal), menggantikan Laksda TNI Didi Setiadi yang kini menjadi Staf Khusus KSAL.

Agus Suhartono mengatakan, teknologi kemiliteran maupun peperangan yang telah mencapai generasi keempat, menunjukkan kemajuan yang cukup pesat.

"Kobangdikal harus terus berbenah dan melakukan pemutakhiran kurikulum agar tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi," ujarnya.

Selain kurikulum pendidikan, lanjut KSAL, komponen lain yang perlu diperbaiki antara lain kualitas tenaga pendidik, fasilitas pendidikan, dan pemutakhiran alins serta alongins (alat instrumentasi).

"Perbaikan fasilitas pendidikan tersebut akan dilakukan secara bertahap, termasuk pengadaan sejumlah sarana simulator penunjang," tambahnya.

Ia juga menambahkan, Kobangdikal merupakan salah satu komando utama TNI AL yang memiliki peran penting dalam menghasilkan personel yang handal, profesional, berani, dan memiliki integritas yang tinggi.

ANTARA Jatim

KSAL Ajukan Tiga Nama Calon Pengganti

(Foto: Dispenarmatim)

17 September 2010, Surabaya -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono mengungkapkan, telah mengajukan tiga nama calon sebagai pengganti untuk menempati posisi tersebut sehubungan dengan pencalonan dirinya menjadi Panglima TNI.

Pernyataan itu diungkapkan Laksamana Agus Suhartono kepada wartawan usai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Kobangdikal) di Surabaya, Jumat.

Laksamana TNI Agus Suhartono merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada DPR untuk menjadi Panglima TNI, menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso yang akan memasuki masa pensiun.

"Tiga nama sudah diajukan kepada Panglima TNI dan selanjutnya secara berjenjang Panglima TNI mengajukan nama-nama itu kepada Presiden. Siapa yang dipilih sebagai KSAL, sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden," katanya.

Agus Suhartono tidak mengungkapkan nama-nama calon KSAL yang diajukan tersebut. Namun, dia menyebutkan ketiga calon merupakan perwira tinggi bintang tiga dan pernah menjabat sebagai Panglima Komando Utama (Pangkotama) di lingkungan TNI AL.

Selain itu, lanjut Agus Suhartono, calon KSAL seyogyanya harus pernah bertugas di kapal, armada, komando pendidikan dan staf Mabes TNI AL.

"Kalau pengalaman tugasnya makin lengkap berarti akan semakin bagus. Namun, ketiga calon itu punya peluang sama untuk dipilih dan semuanya telah memenuhi persyaratan untuk dicalonkan," katanya.

Soal pencalonannya sebagai Panglima TNI, Agus Suhartono mengaku dirinya memang sudah diberitahu dan saat ini masih menunggu proses berikutnya, yaitu uji kepatutan dan kelayakan di DPR. "Saya akan mengikuti proses yang berjalan," katanya.

DPR dijadwalkan membahas surat pengajuan calon Panglima TNI dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pekan depan.

Laksamana TNI Agus Suhartono yang kelahiran Blitar, Jawa Timur pada 25 Agustus 1955, dilantik sebagai KSAL pada 9 November 2009 menggantikan Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno.

Sebelumnya, dia pernah menjabat Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim, Asisten Operasi KSAL dan Irjen Departemen Pertahanan.

ANTARA News

BRI Biayai Pembuatan 3 CN 235-200 Pesanan TNI AL

(Foto: Dispenau)

16 September 2010, Jakarta -- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) siap mengucurkan dana sebesar 80 juta dolar AS atau setara Rp720 miliar kepada PT Dirgantara Indonesia untuk pembuatan tiga unit pesawat CN 235-220 pesanan TNI AL.

"BRI Cabang New York memenangkan seleksi tender pembiayaan Kredit Ekspor untuk PTDI," kata Direktur Utama PTDI Budi Santoso, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Menurut Budi, penetapan BRI sebagai kreditur setelah melalui seleksi yang mengalahkan empat bank lainnya, yaitu BNI Cabang Singapura, BNP Paribas (Prancis), Credit Suisse (Swiss) dan Nord LB (Jerman).

"Kementerian Keuangan pada bulan Agustus memutuskan BRI sebagai pemenangnya. Ini satu kebanggan bagi kita bahwa bank lokal mengalahkan bank asing," ujar Budi.

Langkah selanjutnya, Bank BRI-Kementerian Keuangan dan PTDI akan menandatangani perjanjian kredit yang diharapkan sebelum akhir September 2010.

"Penyerahan pesawat akan pada 2012, atau dua tahun setelah penandatangan komersial kredit," ujar Budi.

Ia melanjutkan, jenis pesawat pesanan Dephan merupakan desain konfigurasi hasil kajian dan analisa mendalam dengan Pusat Penerbangan TNI AL.

Tiga unit pesawat tersebut merupakan pesanan tahap pertama dari enam pesawat yang dipesan TNI AL pada rencana strategis 2010-2014.

Budi menuturkan, pihaknya juga sedang mengerjakan satu unit helicopter super puma jenis cougar pesanan TNI AU.

Nilai kontrak pesanan TNI AU sebesar Rp179 miliar itu, merupakan bagian dari program fasilitas pembiayaan dalam negeri.

"Ini merupakan terobosan baru, di mana bank lokal memberikan pinjaman kepada PT DI," ujarnya.

Pada saat, PTDI memiliki kontrak pesanan pesawat dan komponen pesawat senilai Rp2,6 triliun, dengan jangka waktu penyelesaian 1 tahun hingga 10 tahun ke depan.

"Kontrak pembuatan komponen AirBus, pesanan helicopter dari sejumlah negara, kontrak perawatan pesawat," tegasnya.

Pada tahun ini, PTDI mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp225,11 miliar, dari Rp7,3 miliar tahun 2009.

Sedangkan belanja operasional ditargetkan mencapai Rp1,63 triliun, dari sebelumnya Rp889,7 miliar.

ANTARA News

Pagi Ini, Dua Sukhoi Gelar Uji Terbang

Sebuah pesawat tempur Sukhoi tipe SU-27 SKM serta perlengkapannya milik TNI AU diturunkan dari pesawat Antonov milik pemerintah Rusia setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/9) malam. Pesawat kargo itu selanjutnya akan kembali ke Rusian dengan membawa tiga jenazah teknisi Sukhoi yang meninggal pada Senin (13/9), di mes Lanud TNI AU Hasanuddin. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/Spt/10)

17 September 2010, Makassar -- Dua pesawat jet tempur Sukhoi yang telah selesai dirakit dilakukan uji terbang, pagi ini. Ada tiga pilot asal Rusia yang mengasah kemampuan pesawat buatan mereka di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Komandan Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama Agus Supriata mengatakan beradasarkan uji kelaikan mesin, uji instrumen, dan uji hidrolik, kedua pesawat itu sudah laik terbang.

"Sebelum uji terbang, saya menggelar apel dengan seluruh personel. Kami berharap uji terbang ini memuaskan," kata Agus.

Kedua pesawat itu selesai dirakit Rabu pekan lalu. Tim perakit hanya butuh waktu lima hari menyelesaikan tugasnya untuk menyampurnakan dua pesawat tempur ringan itu.

Uji terbang kedua Sukhoi tersebut lebih cepat sehari dari waktu yang ditentukan. Sebelumnya, Agus menyatakan uji penerbangan akan digelar pada 18-19 September.

Sementara itu, satu Sukhoi lainnya sudah bergabung di hanggar skadron 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin. Pesawat tambahan ini tiba kemarin pada pukul 20.10 Wita. Agus mengatakan, perakitan bisa diselesaikan selama tiga hari.

Selain satu Sukhoi, pesawat Antonov juga mengangkut sekitar 200 sparepart yang dibutuhkan untuk kesempurnaan perakitan pesawat. "Hari ini juga Sukhoi yang satu itu mulai dikerjakan. Akhir pekan sudah selesai," ucap jenderal bintang satu ini.

Ketiga Sukhoi yang baru tersebut akan segera diserahkan secara resmi kepada Panglima TNI AU dan Menteri Pertahanan. Ketiga pesawat ini melengkapi tujuh Sukhoi yang sudah dimiliki sebelumnya di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin.

"Tambahan tiga pesawat ini akan memperkuat pertahanan dan keamanan NKRI," jelas Agus.

TEMPO Interaktif

Indonesia Tegaskan Rencana Penambahan Enam Sukhoi

Sebuah pesawat jet tempur Sukhoi tipe SU-27 SKM asal Rusia diderek menuju hanggar setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/9) malam. Pesawat tempur asal Rusia itu merupakan pesanan TNI AU ke 10 yang akan memperkuat kemampuan Skadron 11 Lanud Hasanuddin. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/10)

17 September 2010, Jakarta -- Indonesia menegaskan untuk menambah enam unit pesawat jet tempur Sukhoi guna menggenapkan sepuluh unit yang ada menjadi satu skuadron.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat kepada ANTARA di Jakarta, Jumat menyatakan, rencana penambahan enam Sukhoi itu telah mendapat persetujuan presiden.

Ia mengatakan, keberadaan sepuluh pesawat Sukhoi yang bermarkas di Skadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, belum memadai untuk memberikan daya tangkal.

"Dibandingkan dengan wilayah udara nasional yang begitu luas, sepuluh unit Sukhoi yang ada belum memadai," tutur Imam.

Bandingkan dengan Malaysia dan Singapura yang luas wilayah udaranya lebih kecil. Malaysia memilki 18 Sukhoi dan Singapura memiliki 24 pesawat F15, ungkap Kasau.

Dalam jangka panjang TNI Angkatan Udara sudah menetapkan untuk menambah enam unit pesawat jet tempur Sukhoi.

Sejak 2003 Indonesia telah memiliki sepuluh pesawat tempur Sukhoi yang diadakan dari Rusia. Pada 2003 Indonesia membeli empat Sukhoi jenis SU-30MK dan SU-27SK, masing-masing dua unit.

Indonesia kemudian membeli enam pesawat Sukhoi lagi pada 2007 setelah perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007 mengumumkan penjualan enam pesawat tempur tersebut kepada Indonesia senilai sekitar 300 juta dollar AS atau senilai Rp 2,85 triliun.

Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009.

Dan tiga unit Sukhoi SU-27SKM masing-masing tiba pada Jumat (10/9) dan Kamis (16/9).

Dengan penambahan yang ada dan akan diadakan pada jangka panjang, TNI Angkatan Udara telah mengirimkan calon penerbang dan teknisi Sukhoi ke Rusia dan Cina sebagai salah satu operator Sukhoi.

ANTARA News

AU Jerman Grounded Typhoon, Kursi Pelontar Bermasalah

Eurofighter Typhoon AU Jerman. (Foto: Getty Images)

17 September 2010 -- AU Jerman mengrounded jet tempur Eurofighter Typhoon karena masalah teknis pada kursi pelontar, diumumkan juru bicara Kementrian Pertahanan, Kamis (16/9).

Harian Jerman Financial Times Deutschland memberitakan kebijakan ini diambil setelah insiden jatuhnya Eurofighter versi kursi tandem akhir Agustus di Spanyol. Para ahli menduga seekor burung menabrak sensor penting, hingga rusak.

Saat pilot AU Spanyol berhasil melakukan eject, parasut tidak bekerja di kursi ko-pilot, hingga menewaskan pilot AU Arab Saudi.

AU Jerman mengrounded 55 Eurofighter Typhoon hingga pemberitahuan selanjutnya. Jet tempur tua F-4 Phantom akan digunakan kembali untuk menjaga wilayah udara Jerman bagian Utara.

Defense News/Berita HanKam

Boeing Wins DARPA Vulture II Program


16 September 2010, ST. LOUIS -- The Boeing Company [NYSE: BA] on Sept. 14 signed an agreement with the U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) to develop and fly the SolarEagle unmanned aircraft for the Vulture II demonstration program. Under the terms of the $89 million contract, SolarEagle will make its first demonstration flight in 2014.

"SolarEagle is a uniquely configured, large unmanned aircraft designed to eventually remain on station at stratospheric altitudes for at least five years," said Pat O'Neil, Boeing Phantom Works program manager for Vulture II. "That's a daunting task, but Boeing has a highly reliable solar-electric design that will meet the challenge in order to perform persistent communications, intelligence, surveillance and reconnaissance missions from altitudes above 60,000 feet."

Under the Vulture II agreement, Boeing will develop a full-scale flight demonstrator, including maturation of the critical power system and structures technologies. Key suppliers for the program include Versa Power Systems and QinetiQ.

During testing, the SolarEagle demonstrator will remain in the upper atmosphere for 30 days, harvesting solar energy during the day that will be stored in fuel cells and used to provide power through the night. The aircraft will have highly efficient electric motors and propellers and a high-aspect-ratio, 400-foot wing for increased solar power and aerodynamic performance.

SolarEagle is one of Phantom Works' rapid prototyping efforts, which also include Phantom Ray, a fighter-sized, unmanned, advanced technology demonstrator scheduled to make its first flight in early 2011, and the hydrogen-powered Phantom Eye demonstrator, a High Altitude Long Endurance aircraft designed to stay aloft for up to four days, also scheduled to make its first flight in 2011.

A unit of The Boeing Company, Boeing Defense, Space & Security is one of the world's largest defense, space and security businesses specializing in innovative and capabilities-driven customer solutions, and the world’s largest and most versatile manufacturer of military aircraft. Headquartered in St. Louis, Boeing Defense, Space & Security is a $34 billion business with 68,000 employees worldwide.

Boeing Company

Lockheed Martin Successfully Completes Formal Testing of Second-Generation Aegis Ballistic Missile Defense Capability

Fire Controlman 3rd Class Tyler Wyman operates a radar system control console during a ballistic missile defense exercise (BMDX) aboard the guided-missile destroyer USS Decatur (DDG 73) in San Diego. BMDX is a coast to coast synthetic integrated exercise that is designed to prepare ships deploying for BMD missions using live data link and communications. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Phillip Pavlovich/Released)

16 September 2010, MOORESTOWN, N.J. -- Lockheed Martin (NYSE: LMT) recently demonstrated the second generation of its Aegis Ballistic Missile Defense (BMD) capability in a formal U.S. Navy test event.

This configuration, known as Aegis BMD 4.0.1, enables the U.S. Missile Defense Agency (MDA) and the Navy to defeat more complex ballistic missile threats and also introduces the BMD signal processor, which improves target identification.

Aegis BMD 4.0.1 marks the beginning of the transition to the Navy’s open architecture – a transition that will be complete with software upgrades, known as Advanced Capability Build 12, scheduled for 2012.

“This milestone represents the continuing evolution of Aegis that will lead to the merger of Aegis open architecture and Aegis BMD in 2012,” said Nick Bucci, Lockheed Martin director of BMD development programs. “This next-generation signal processor upgrade provides a leap-ahead capability that improves system effectiveness against expanding enemy threats.”

This upgrade is enhanced by the Aegis system’s ability to incorporate commercial off-the-shelf computing technology and open architecture standards. Further testing – a tracking exercise this fall and an at sea intercept test in March 2011 – will result in certification and deployment in September 2011.

The MDA and the Navy are jointly developing and fielding Aegis BMD as part of the United States' BMD system. Recently the Navy's independent operational test agent assessed the first generation Aegis BMD and SM-3 Block IA system to be operationally effective and operationally suitable.

Currently, a total of 23 Aegis BMD-equipped warships - 20 in the Navy and three in the Japanese Maritime Self-Defense Force - have the certified capability to engage ballistic missiles and perform long-range surveillance and tracking missions. Twelve additional ships have been identified for modification to perform ballistic missile defense in the next 36 months.

Lockheed Martin is a world leader in systems integration and the development of air and missile defense systems and technologies. The company makes significant contributions to all major U.S. missile defense systems and participates in several global missile defense partnerships.

Lockheed Martin has considerable experience in interceptor design and production, infrared seekers, command and control/battle management, and communications, precision pointing and tracking optics, as well as radar and signal processing.

Headquartered in Bethesda, Md., Lockheed Martin is a global security company that employs about 136,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation reported 2009 sales of $45.2 billion.

Lockheed Martin

Sukhoi SU-27SKM2 Mendarat di Lanud Makassar

Pesawat Antonov milik pemerintah Rusia menurunkan perlengkapan pesawat tempur Sukhoi tipe SU-27 SKM yang dipesan TNI AU setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/9) malam. Pesawat kargo itu selanjutnya akan kembali ke Rusia dengan membawa tiga jenazah teknisi Sukhoi yang meninggal pada Senin (13/9), di mes Lanud TNI AU Hasanuddin. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/Spt/10)

16 September 2010, Makassar -- Jet Tempur Sukhoi jenis SU-27SKM2 mendarat di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis sekitar pukul 20.30 Wita dengan menggunakan pesawat Antonov 124-100.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna mengatakan jet tempur Sukhoi yang tiba ini akan memperkuat skadron 11 Lanud Makassar.

Pantauan di Landasan Lanud Hasanuddin beberapa bagian dari jet tempur itu masih diturunkan dan langsung dibawa ke skadron teknik untuk dirakit dan diuji kembali.

Selain membawa jet tempur Sukhoi, terlihat tiga orang warga kebangsaan Rusia turun dari pesawat angkut Antonov sambil membawa tas koper. Beberapa wartawan yang coba mengabadikan gambar ketiga warga Rusia itu langsung dihalang-halangi oleh anggota TNI AU.

Setelah kedatangan satu unit pesawat tempur itu berarti TNI AU Skadron 11 Lanud Hasanuddin memiliki 10 unit jet tempur Sukhoi buatan Rusia.

Sebelumnya, Lanud juga sudah kedatangan dua unit jet tempur Sukhoi yang sama pada Jumat (10/9).

Pada 2003 Indonesia membeli dua Sukhoi jenis SU-30 MK dan dua SU-27SK, kemudian Kementerian Pertahanan membeli lagi enam pesawat Sukhoi pada 2007 senilai sekitar 300 juta dollar AS atau senilai Rp2,85 triliun.

Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba di Makassar pada 2008 dan Januari 2009.

Dengan kehadiran tiga Sukhoi terakhir, maka Indonesia akan memiliki satu skuadron pesawat tempur Sukhoi.

Ketiga pesawat tempur canggih itu akan memperkuat Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai "home base" ketiga pesawat tempur tersebut. Pesawat itu merupakan buatan dari Komsomolsk Amure Arcraft Production Association Rusia.

Rusia kirim tiga pengganti tim penjamin

Pihak Rusia mengirimkan tiga pengganti tim penjamin (warranty) yang sebelumnya tewas karena keracunan minuman yang mengandungan metanol pada Senin (12/9).

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama (Marsma) TNI Agus Supriatna di Makassar, Kamis malam, mengaku jika ketiganya dikirim untuk menggantikan tim penjamin yang meninggal karena keracunan metanol.

"Ketiga warga Rusia yang turun bersamaan dengan jet tempur Sukhoi itu pengganti dari tim warranty yang sebelumnya meninggal dunia," ujarnya.

Selain pengganti dari tim penjamin itu, jet tempur Sukhoi tipe SU-27SKM dengan satu pilot itu sudah dimasukkan dalam skadron teknik untuk dirakit kembali sebelum dilakukan pengujian.

Bersamaan dengan kedatangan jet tempur Sukhoi serta tim penjaminnya, pihak Rusia juga mengirimkan 200 peralatan suku cadangnya.

ANTARA News

Thursday, September 16, 2010

Kamboja Borong 94 Tank dan APC

Tank T55. (Foto: globalsecurity.org)

16 September 2010 -- Kamboja memborong lusinan tank dan kendaraan tempur lainnya untuk meningkatkan kemampuan militer, diumumkan Kementrian Luar Negeri, Rabu (15/9).

Harian pro-pemerintah Rasmei Kampuchea memberitakan 55 tank T55 dan 44 kendaraan pengangkut pasukan kondisi baru direncanakan tiba di Kamboja minggu depan.

Tank dan kendaraan tempur dibeli dari negara Eropa Timur, menurut seorang perwira militer pada kantor berita Kyodo. Tank T55, ranpur PTR 26 dan sejumlah truk militer berat akan tiba di pelabuhan di Provinsi Sihanoukville sekitar 230 km arah Barat Daya ibu kota Phom Penh.

Sumber militer lainnya mengatakan Kamboja memutuskan membeli peralatan militer dari Eropa Timur karena banyak personil militer Kamboja dilatih di Eropa Timur, terutama Uni Sovyet atau negara pecahan Uni Sovyet.

Letnan Jenderal Chhum Socheat juru bicara Kementrian Pertahanan Nasional Kamboja tidak memberikan informasi mengenai pembelian peralatan militer baru ini, tetapi Koy Kuong juru bicara Kementrian Luar Negeri mengkonfirmasikan bahwa Kamboja telah membeli sejumlah tank dan kendaraan tempur serta pengiriman segera dilakukan.

Koy mengatakan Kamboja tidak mengancam siapapun dengan pembelian peralatan militer ini, hanya untuk meningkatkan kemampuan militer Kamboja dalam menjaga keutuhan wilayah dan mencegah upaya invansi dari negara manapun.

Kamboja dan Thailand terlibat baku tembak di perbatasan kedua negara pada 5 Oktober 2008. Dua serdadu Thailand dan seorang serdadu Kamboja terluka dalam insiden tersebut.

AB Kamboja mempunyai 124.300 personil sedangkan Thailand 300.00 personil, menurut laporan IISS, London tahun 2010. AB Thailand mempunyai angkatan udara dilengkapi jet tempur modern Gripen, sedangkan Kamboja hanya memiliki jet tempur usang MiG-21 dan Chengdu J-7.

Tetapi, Kamboja memiliki pemimpin nasional yang tegas dan berani, hingga tak gentar baku tembak diperbatasan tanpa meluas menjadi perang terbuka serta bermusuhan.

AFP/Cam111/Berita HanKam