Wednesday, May 26, 2010

Lockheed Martin Delivers First U.S. Air Force Advanced EHF Satellite

Shown here is the first Advanced Extremely High Frequency (AEHF) military communications satellite completed and ready for shipment from Lockheed Martin's facilities in Sunnyvale, Calif. to Cape Canaveral Air Force Station, Fla.

25 May 2010, SUNNYVALE, Calif., -- Lockheed Martin [NYSE: LMT] has delivered the first satellite in the Advanced Extremely High Frequency (AEHF) program to Cape Canaveral Air Force Station, Fla., where it will be prepared for a July 30 liftoff aboard an Atlas V launch vehicle. The AEHF system will provide the U.S. military and national leaders with global, protected, high capacity and secure communications.

“Shipment of the first AEHF satellite is testimony to a strong government and industry partnership focused on achieving total mission success on this vitally important program,” said Col. Michael Sarchet, commander of the Protected Satellite Communications Group at the U.S. Air Force’s Space and Missile Systems Center. “AEHF will play an integral role in our national security space architecture, and we look forward to providing this new capability to the warfighter.”

The AEHF system is the successor to the five-satellite Milstar constellation and will provide significantly improved global, highly secure, protected, survivable communications for all warfighters serving U.S. national security. The governments of Canada, The Netherlands, and the United Kingdom participate in the AEHF program as international partners and will have access to the communications capability of AEHF.

A single AEHF satellite will provide greater total capacity than the entire Milstar constellation currently on-orbit. Individual user data rates can be up to five times higher than Milstar’s highest speed. The faster data rates will permit transmission of tactical military communications, such as high-quality real-time video and quick access to battlefield maps and targeting data.

“Lockheed Martin is extremely proud of this significant program milestone,” said Mike Davis, Lockheed Martin’s AEHF vice president. “This satellite will provide substantially improved protected communications capabilities for the warfighter, and we look forward to achieving mission success for our customer.”

The second AEHF spacecraft (SV-2) has completed Final Integrated System Test which verified all spacecraft interfaces, demonstrated full functionality and evaluated satellite performance and is now preparing for Intersegment testing to ensure the spacecraft is ready for flight. The third AEHF satellite, SV-3, has completed acoustic testing, one of several critical environmental tests that validate the overall satellite design, quality of workmanship and survivability during space vehicle launching and on-orbit operations. SV-2 and SV-3 are on track for launch readiness in 2011.

The AEHF team is led by the U.S. Air Force Military Satellite Communications Systems Wing at the Space and Missile Systems Center, Los Angeles Air Force Base, Calif. Lockheed Martin Space Systems Company, Sunnyvale, Calif., is the AEHF prime contractor and system manager, with Northrop Grumman Aerospace Systems, Redondo Beach, Calif., as the payload provider.

“Assured communications for our military services is absolutely essential wherever they may be deployed,” said Stuart Linsky, vice president, Satellite Communications, for Northrop Grumman. “Capabilities provided by AEHF will give more warfighters access to the protected communications they need.”

Lockheed Martin is currently under contract to provide three AEHF satellites and the Mission Control Segment. The program has begun advanced procurement of long-lead components for a fourth AEHF satellite.

Headquartered in Bethesda, Md., Lockheed Martin is a global security company that employs about 136,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation reported 2009 sales of $45.2 billion.

Lockheed Martin

Menhan RI Menerima Kunjungan Panglima AB Timor Leste

Anggota AL Timor Leste berlatih menembak dengan senapan M14 diatas geladak kapal perusak kawal rudal kelas Arleigh Burke USS Lassen (DDG 82), Rabu (28/1). Latihan diadakan saat Lassen berkunjung ke Dili. (Foto: US Navy/ Mass Communication Specialist 2nd Class Brock A. Taylor)

26 Mei 2010, Jakarta -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (26/5) menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste Mayjen Taur Matan Ruak di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Dalam kunjungan ini dibicarakan beberapa hal terkait tentang peningkatan hubungan kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara.

Panglima AB Timor Leste menyampaikan bahwa Kemhan Timor Leste sudah menerima dan sedang mempelajari draf MoU kerjasama pertahanan kedua negara. Melalui MoU tersebut, pemerintah Timor Leste percaya bahwa hubungan kerjasama pertahanan kedua negara akan terus meningkat.

Saat ini, menurut Panglima AB Timor Leste, Angkatan Bersenjata Timor Leste telah merasakan adanya peningkatan dan perkembangan yang baik dari hubungan kerjasama yang dijalin antara Angkatan Bersenjata Timor Leste dengan TNI.

Panglima AB Timor Leste lebih lanjut berharap, agar kerjasama tersebut dapat terus ditingkatkan, terutama kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan. Angkatan bersenjata Timor Leste percaya bahwa TNI akan memberikan dukungan dan peluang yang lebih luas kepada tentara Angkatan bersenjata Timor Leste untuk mengikuti pendidikan di Indonesia.

Disamping itu Panglima AB Timor Leste juga berharap adanya dukungan dari pemerintah Indonesia melalui Kemhan untuk kerjasama di bidang maritime security dan keamanan perbatasan darat kedua negara.

Terakhir, dalam kesempatan tersebut Panglima AB Timor Leste menyampaikan harapannya kepada Menteri Pertahanan untuk memberikan dukungannya terhadap peningkatan kerjasama antara kedua angkatan bersenjata.

Sementara itu, menanggapi Panglima AB Timor Leste, Menhan menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemhan RI sangat senang dapat melakukan kerjasama dengan pemerintah Timor Leste, karena kedua negara adalah bersaudara dan bersahabat. Menurut Menhan, persahatan yang telah dirintis oleh pimpinan kepala negara dari kedua negara di masa lalu tentunya perlu untuk terus dilanjutkan.

Menhan berharap, kedepan kerjasama kedua Angkatan bersenjata dapat terus ditingkatkan lebih baik lagi. “Pada dasarnya Kemhan RI akan mendukung kerjasama yang dilakukan oleh kedua Angkatan Bersenjata, karena Kemhan RI berpegang teguh pada semangat persaudaraan diantara kedua negara”, ungkap Menhan RI.

Saat menerima Panglima AB Timor Leste, Menhan didampingi Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI M. Nasrun dan Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio. Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste didampingi Dubes Timor Leste di Jakarta dan beberapa perwira AB Timor Leste.Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Rasyid Qurnaen Aquary dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Aslizar Tanjung.turut serta dalam kunjungan tersebut.

Kunjungan Panglima AB Timor Leste kepada Menhan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya kepada Panglima TNI yang merupakan kunjungan balasan dari kunjungan Panglima TNI ke Timor Leste yang dilakukan beberapa bulan yang lalu. Kunjungan ini juga dimaksudkan dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama antara kedua angkatan bersenjata.

DMC

Saab Develops Future Avionics System for Gripen


25 May 2010 -- Defence and security company Saab has received an order from the Swedish Defence Materiel Administration (FMV) to develop an avionics system for the Swedish Armed Forces' Gripen aircraft. The order value amounts to MSEK 450, divided over 2 years.

The order means that work will begin on a new avionics system, including new computers and displays, which will enter into service 10 years from now.

"Gripen is under continuous development. Computers with the best performance possible today will be viewed as inadequate for the tasks facing Gripen in ten years, when the aircraft must remain modern for a further twenty years. Few high-tech products have a service life as long as Gripen," says Lennart Sindahl, Vice President at Saab and head of the Aeronautics business area.

The new avionics system will enhance Gripen's capacity to handle large quantities of complex information with different security classification levels. A new avionics system also makes it possible in the future to introduce new sensors that require altered system architecture.

Saab serves the global market with world-leading products, services and solutions ranging from military defence to civil security. Saab has operations and employees on all continents and constantly develops, adopts and improves new technology to meet customers’ changing needs.

saabgroup.com

Raider Gelar Simulasi Penanggulangan Teroris

Pasukan Raider Kodam Iskandar Muda melakukan penyergapan membebaskan salah seorang pejabat yang disandera kelompok teroris saat latihan anti teror di Desa Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa (25/5). Latihan anti teror tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan prajurit TNI dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dalam negeri maupun luar negeri. (Foto: ANTARA/Ampelsa/Koz/nz/10)

26 Mei 2010, Banda Aceh -- Pasukan Raider Yonif 112/DJ Kompi Senapan A Kodam Iskandar Muda (IM), Selasa (25/5) siang, membebaskan tiga pejabat Aceh dari tawanan kelompok teroris. Enam dari kelompok teroris yang menyandera tiga pejabat Aceh saat berada di Studio Aceh TV, Gampong Geu Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar itu, berhasil dilumpuhkan.

Misi penyelamatan sandera itu diperlihatkan satu Kompi Raider Yonif 112/DJ Kodam IM, saat menggelar simulasi di Jalan Mate Ie, Geu Gajah, Aceh Besar, kemarin siang. Danyonif 112/DJ Letkol Inf Kosasih mengatakan, misi penyelamatan sandera yang dipertunjukkan dalam simulasi itu melibatkan satu Kompi pasukan Raider Yonif 112/DJ Kompi Senapan A. Latihan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pasukan Raider. Selain itu, tujuan pelaksanaan simulasi tersebut sebagai tindakan mengantisipasi bila dibutuhkan bantuan dari Pasukan Raider, jika kelompok teroris kembali beraksi di Aceh. Didampingi oleh Pabandya Ops Kodam IM Letkol Inf Novi Helmi, Danyonif 112/DJ itu menyebutkan, kemampuan yang dimiliki Raider, tidak dimiliki prajurit TNI umum lainnya. Sehingga simulasi tersebut dinilai perlu dilakukan rutin agar fisik dan kemampuan kesiapsiagaan itu selalu terjaga.

Pasukan Raider Kodam Iskandar Muda memembebaskan salah seorang pejabat yang disandera kelompok teroris saat latihan anti teror. (Foto: ANTARA/Ampelsa/Koz/nz/10)

Diceritakan, skenario simulasi penyelamatan sandera siang itu, diawali dengan pemberian perintah dari Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Hambali Hanafiah. Pasukan langsung diterjunkan setelah menerima instruksi penyelamatan sandera. “Karena tidak semua pasukan memiliki kemampuan yang sama. Jadi, usaha memelihara kemampuan pasukan Raider ini perlu terus dilakukan. Intinya, kapan pun dan dalam situasi bagaimanapun kami siap diperintahkan untuk melaksanakan tugas, untuk menjaga keutuhan NKRI,” ungkap Letkol Inf Kosasih.

Pantauan Serambi, dua sesi simulasi penyelamatan sandera tersebut berlangsung lancar dalam waktu relatif singkat. Sebagian besar masyarakat sangat antusias melihat aksi penyelamatan sandera tersebut, meski sebelumnya sempat membuat warga kaget karena mendengar suara tembakan dari senjata yang menggunakan peluru hampa itu.

Serambi News

TNI AL Latihan Bersama TNI AL Amerika

USS Tortuga (LSD-46). (Foto: navsource.org)

26 Mei 2010, Surabaya -- TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat dari jajaran US Pacifik Command (USPACOM) akan mengelar latihan bersama. Latihan bersama (Latma) yang diberi bertajuk 'Latma Naval Engagement Activity(NEA).

Latihan ini di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di Surabaya, Lamongan, dan Situbondo.

Latihan bersama digelar mulai tanggal 26 Mei-1 Juni 2010 dan dibuka Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Among Margono, Rabu (26/5/2010).

Pihak Amerika Serikat hadir Commander Task Force (CTF) 73 Real Admiral Nora W. Tyson, Konsulat Amerika Serikat di Surabaya dan didampingi beberapa staf serta sekitar 100 personel Angkatan Laut Amerika Serikat.

Personel TNI AL yang akan terlibat dalam latihan bersama ini adalah Koarmatim, Lantamal V, Pasmar 1, Puspenerbal, Kobangdikal, Akademi Angkatan Laut (AAL) dan RSAL berjumlah 965 personel.

Dalam Latihan bersama ini, Angkatan Laut Amerika Serikat datang ke Surabaya dengan empat kapal perang yaitu USNS Salvor, USS Tortuga, USS Vandegrift, dan USCG Mellon yang bersandar di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak.

Sesuai jadwal latihan yang berlangsung selama 6 hari ini akan menggelar beberapa materi seperti demonstrasi penggunaan centrix (Combined Enterrise Regional Information Exchange Sistem) di USS Tortuga, simposium kesehatan, simposium udara, training penyelaman, simposium perencanaan operasi Amfibi, latihan kamla, serta training marinir di Karang Tekok, Situbondo, Banyuwangi.

Kegiatan lain yang adalah digelarnya kolaborasi pentas musik antara band TNI AL dan US Navy. Kolaborasi pentas musik digelar di tiga tempat, yaitu di Cito Mall pada tanggal 28 Mei 2010 pukul 13.00-16.00 WIB, di Super Mall Pakuwon PTC (Pakuwon Trade Centre) pada tanggal 29-30 Mei 2010 pukul 18.00-21.00 WIB dan di SMU 5 Surabaya pada tanggal 31 Mei 2010 pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

Dalam rangka latihan bersama ini, pihak Angkatan Laut Amerika Serikat juga akan melaksanakan Open Ships yang memberikan kesempatan kepada masyarakat Surabaya, khususnya para siswa SMU untuk mengunjungi kapal-kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat yang bersandar di Dermaga Jamrud Tanjung Perak. Kunjungan pada tanggal 27 Mei 2010 mulai pukul 09.00-13.00 WIB.

Penarmatim/detikSurabaya

Kobangdikal Luluskan 10 Pilot TNI-AL


25 Mei 2010, Surabaya -- Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (AL) meluluskan 10 orang pilot baru yang mengikuti program Pendidikan Penerbangan TNI-AL.

Kelulusan siswa Pendidikan Penerbangan TNI-AL itu dilakukan melalui upacara militer di Base Operasional Juanda, Surabaya, Selasa.

Dalam upacara itu juga diwarnai dengan pengukuhan Lettu Laut (P) Roby Lisa sebagai lulusan terbaik. Putra pasangan Serma Marinir (Purn) H. Basuki dan Hj. Sumiati itu mendapatkan kehormatan penyematan brevet "wing" udara dari Komandan Kobangdikal Laksaman Mudda TNI Sumartono.

Sementara itu, kesembilan lulusan lainnya mendapat penyematan brevet dari orang tuanya masing-masing yang dihadirkan dalam upacara tersebut.

Dankobangdikal menjamin para pilot itu mampu menerbangkan pesawat udara TNI-AL dengan kualifikasi kapten pilot untuk pesawat berat dan co-pilot untuk pesawat sedang dan ringan dalam tugas pokok penerbangan TNI-AL.

Sumartono juga menekankan seluruh mantan siswa, dengan berakhirnya salah satu jenjang pendidikan ini untuk senantiasa meningkatkan dedikasi, loyalitas, dan profesionalitas di bidang penerbangan.

"Satu jenjang pendidikan telah dilalui, namun bukan berarti berhenti belajar. Kesempatan ini harus jadi cambuk untuk lebih menyiapkan diri menghadapi tugas-tugas yang semakin berat," kata jenderal bintang dua itu.

Upacara penutupan pendidikan penerbang yang dikenal sebagai "Wingday" itu dihadiri pula Komandan Pusat Penerbangan TNI-AL Laksamana Pertama TNI H. Sipahutar, Wakil Komandan Kobangdikal Brigjen TNI Marinir P. Verry Kunto G., Komandan Kodikopsla Laksamana Pertama TNI Totok Permanto, dan pejabat teras Kobangdikal lainnya.

ANTARA Jatim

Kasad TNI Terima Kunjungn Kasad Singapura

26 Mei 2010, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Darat Singapura, Brigadir Jenderal Chan Chun Sing beserta rombongan di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (26/5).

Kunjungan kehormatan itu diawali dengan upacara penghormatan militer dilanjutkan perkenalan dengan pejabat teras TNI AD di halaman depan Markas Besar Angkatan Darat.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kunjungan Kasad Singapura Brigadir Jenderal Chan Chun Sing ke Markas Besar Angkatan Darat.

Menurutnya, kunjungan yang dilaksanakan dalam suasana penuh keakraban ini tentunya sangat bermanfaat bagi semua, khususnya dalam menjalin persahabatan dan kerjasama antara kedua Angkatan Darat.

Kasad mengharapkan, melalui kunjungan ini adan pertukaran informasi dan terbukanya dialog dalam berbagai hal, sehingga akan menambah wawasan serta pengetahuan para perwira kedua Angkatan Darat.

“ Komunikasi dan interaksi positif yang telah terbangun dengan baik selama ini, dapat terus dipupuk dan dikembangkan, melalui berbagai acara dan kegiatan, sehingga dapat terwujud ikatan bathin yang kuat. Sekaligus mendatangkan manfaat yang besar bagi kemajuan kerjasama Angkatan Darat Singapura dan Indonesia “, kata Kasad.

Kasad menambahkan, momentum ini tidak hanya berhenti pada saat kunjungan semata, namun dapat dikembangkan oleh para perwira yang akan melanjutkan kerja sama yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi melalui komunikasi yang intensif dan berkesinambungan, agar terwujud kerjasama yang kokoh antara Angkatan Darat Singapura dan Indonesia.

Kasad Singapura selain melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Kasad Jenderal TNI George Toisutta, juga melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan RI , Panglima TNI, Panglima Kostrad dan Komandan Jenderal Kopassus.

Kunjungan Kehormatan Kasad Singapura di Indonesia ini berlangsung dari tanggal 25 hingga 26 Mei 2010.

Pen AD/POS KOTA

Persiapan TNI AU Pakai F-5 E/F Sampai 2020

Kolonel Lek Teguh Purwo dari Dislitbangau saat memberikan paparan tentang Reverse Engineering Radar AN/APQ 159 bagi pesawat F-5 E/F pada briefing pagi di ruang Rapat Tedy Kustari, Base Ops, Rabu (26/5). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi)

26 Mei 2010, Madiun -- Terkait dengan rencana diperpanjangnya usia pakai pesawat F-5 E/F sampai dengan tahun 2020, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau) melakukan berbagai upaya terobosan agar pesawat tersebut dapat dioperasionalkan secara maksimal. Melihat kondisi kesiapan radar APQ 159 yang berada di pesawat F-5 E/F saat ini sangat menurun karena obselette dan sulitnya mencari suku cadang, dengan demikian dicari solusi untuk mengoptimalkan kembali kemampuan Radar APQ 159.

Oleh karena itu, Dislitbangau bekerja sama dengn PT CMI melaksanakan Uji Dinamis Reserve Engineering Radar APQ 159 bagi pesawat F-5 E/F dengan beberapa komponen yang masih banyak di pasaran. Hal tersebut disampaikan oleh Kolonel Lek Teguh Purwo dari Dislitbangau, Bandung. Rabu, (26/5).

Lebih lanjut dikatakan bahwa pembuatan (kloning) modul TRx Radar antara lain pada Receiver Modul, UCO Modul (Voltage Control Oscillator), AFC Modul, STC Controller Modul dan modifikasi beberapa modul di High Voltage.

“Keuntungan dari program Reverse Engineering bagi pesawat F-5 E/F antara lain dapat mengembalikan kemampuan Radar AN/APQ 159 sesuai spesifikasi dan fungsinya, menambah dukungan kesiapan operasi pesawat F-5 E/F serta efektifitas dan efisiensi dapat dicapai untuk mendukung kesiapan operasional pesawat terbang secara optimal”, lanjut Kolonel Lek Teguh.

Brieifing Pagi rutin dihadiri Komandan Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Ismono Wijayanto, para pejabat Lanud Iswahjudi dan para penerbang sebelum melaksanakan penerbangan di Ruang Rapat Teddy Kustari, Base Ops, Rabu (26/5).

Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Iswahjudi menyambut baik rencana pimpinan pusat yang akan memperpanjang masa pakai pesawat F-5 E/F hingga tahun 2020, karena hingga saat ini jam terbang pesawat tersebut baru mencapai 6000 jam terbang,. Menurutnya jam terbang tersebut baru separo dari jam terbang maksimal yang ditentukan oleh pabriknya Northop, AS. Oleh karenanya kehadiran staf Dislitbangau bersama PT CMI yang hari ini akan melaksanakan “test flight” disambut baik pula oleh Komandan Lanud Iswahjudi.

Pentak Lanud Iswahjudi

Komisi I Setujui Bahas Perbatasan RI-Singapura

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar (kelima kiri), disaksikkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan), Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa (kedua kanan), dan sejumlah anggota Komisi I DPR, menandatangani lembar pengesahan Rancangan Undang-Undang Perjanjian antara Indonesia dan Singapura tentang penetapan garis batas laut wilayah kedua negara di bagian barat Selat Singapura, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/5). Pemerintah dan Komisi I DPR menyepakati RUU Perjanjian antara Indonesia dan Singapura tentang garis batas wilayah tersebut untuk selanjutnya dibahas dan disahkan dalam rapat paripurna DPR. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/ss/ama/10)

25 Mei 2010, Jakarta -- Rapat Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia akhirnya menyetujui seluruh materi Rancangan Undang-Undang tentang Garis Perbatasan RI - Singapura di Selat Singapura.

"Semua fraksi di komisi kami setuju materi RUU tersebut segera dapat dibahas," kata anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Paskalis Kossay, usai rapat tersebut di Jakarta, Selasa.

Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua I DPR RI Kemas Aziz Stamboel (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera) dan dihadiri Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, seorang Dirjen mewakili Menhukham, dan beberapa pejabat instansi mitra.

"Intinya kami dan Pemerintah menyepakati pembahasan RUU tersebut setelah sempat tertunda bertahun-tahun sejak periode DPR RI sebelumnya," kata Paskalis Kossay.

Meski begitu, seluruh fraksi mengingatkan Pemerintah untuk tetap berhati-hati dan mewaspadai sepak terjang Singapura karena beberapa pulaunya berubah luas akibat reklamasi menggunakan pasir RI. "Hal ini dapat memengaruhi garis batas wilayah," ujarnya.

Batas Laut Timur RI-Singapura belum Jelas

Persoalan batas laut antara RI-Singapura masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Masalah perbatasan laut Indonesia baru menyelesaikan batas laut bagian barat dari Selat Singapura. Diskusi perbatasan zona timur akan dilakukan dalam waktu segera.

Hal ini disampaikan oleh Menlu Marty Natalegawa kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/5). "Pembahasan untuk batas laut bagian timur masih pending. Kami akan mulai pembahasan dalam waktu dekat, meski sudah dimulai beberapa pertemuan informal. Ini juga yang menjadi salah satu topik saat Presiden berkunjung ke Singapura untuk hubungan bilateral," kata Marty.

Pembahasan segmen wilayah timur tesebut, sambung Marty, belum pernah dilakukan antara Indonesia dan Singapura. Persoalan sengketa antara Singapura dan Malaysia menjadi kendala utama belum dimulainya proses pembahasan.

"Perundingan terakhir yang dilakukan adalah pada 10 Maret 2009. Perundingan segmen timur belum dimulai. Itu terkendala karena sengketa yang terjadi anTara Singapura-Malaysia yang berdampak ke kita. Atas perbatasan ini, kedua belah pihak memiliki itikad baik," tukasnya.

Pemerintah sebelumnya sudah menandatangani kesepakatan batas laut sebelah barat Selat Singapura pada 10 Maret 2009. Marty menjelaskan perundingan tersebut dilakukan selama lima tahun dengan 11 kali tahapan perundingan.

Kesepakatan menggunakan dasar Konvensi PBB tentang hukum laut Tahun 1982 dan menolak penarikan garis batas dilihat dari reklamasi yang sudah dilakukan Singapura.

ANTARA News/MI.com

Kasal: KRI Tak Lagi Bawa Uang Tunai

Menara BNI 46 BNI. (Foto: skyscrapercity.com)

26 Mei 2010, Jakarta -- Seluruh kapal perang RI atau KRI yang selama ini dalam melaksanakan tugas operasi membawa uang tunai untuk berbagai keperluan, nantinya tidak lagi membawa uang tunai. Jika memerlukan dana untuk operasional, Komandan KRI akan memanfaatkan layanan perbankan di berbagai kota pelabuhan.

Hal itu segera terlaksana setelah TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sepakat menandatangani Piagam Kesepakatan Bersama (PKB) mengenai Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan khususnya di bidang layanan pembayaran gaji melalui rekening perorangan. Kerjasama itu merupakan langkah efisien dan efektif dari sistem penggajian di lingkungan TNI AL, khususnya di lingkungan Korps Marinir (Kormar) dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Penandatangan PKB TNI AL dan Bank BNI dilaksanakan di Gedung Utama Mabes TNI Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (25/5) siang. Pada kesempatan ini Kepala Staf Angkatan Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Agus Suhartono, SE dan Direktur Utama PT Bank BNI (Persero) Tbk Gatot Mudiantoro Suwondo menandatangani PKB tersebut.

Setelah ada kerjasama ini, kapal perang yang melaksanakan tugas operasi tidak usah membawa uang tunai, seperti yang terjadi selama ini, jelas Kasal menjawab pers, seusai penandatanganan tersebut.

Dalam sambutannya Kasal menyampaikan PKB ini merupakan langkah penting dalam upaya memberikan kemudahan kepada seluruh anggota TNI AL dan sebagai bentuk perwujudan kebijakan pemimpin TNI AL dalam rangka mensejahterakan personel beserta keluarganya. Kegiatan ini juga dilaksanakan karena dalam pengelolaan keuangan negara yang berakibat terjadinya penerimaan dan pengeluaran uang negara perlu dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Semua upaya dan inovasi itu diperuntukkan untuk memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah serta selaku mitra pilihan utama dan diharapkan Bank BNI mampu memenuhi kebutuhan personel TNI AL dalam menggunakan jasa perbankan khususnya dalam sistem penggajian, kata Kasal.

Direktur UtamaBank BNI dalam sambutannya mengatakan bahwa BNI merupakan bank yang mempunyai komitmen kuat dalam pengembangan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), dimana BNI telah mendukung perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pertahanan negara, seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara.

PKB akan berlaku untuk jangka waktu lima tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan.

Hadir menyaksikan penandatangan PKB dari TNI AL adalah Wakasal Laksamana Madya TNI Soeparno, para Asisten Kasal, para Pangkotama Wilayah Barat, dan pejabat teras Mabesal; sedangkan dari pihak Bank BNI, turut hadir para Direktur Bank BNI serta para staf Bank BNI.

Pelita

Lapan Siapkan Lokasi di Pulau Enggano


26 Mei 2010, Jakarta -- Dengan mempertimbangkan faktor keamanan saat peluncuran roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan memindahkan tempat peluncuran wahana antariksa tersebut ke Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Untuk tujuan itu telah ada persetujuan dari pemerintah daerah setempat.

Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun hari Selasa (25/5) mengatakan, pemindahan itu juga dilatarbelakangi kondisi sekitar lokasi peluncuran yang lama yang berada di daerah Pamengpeuk, Provinsi Jawa Barat. Pamengpeuk kini telah padat menjadi daerah permukiman.

”Pemindahan itu berkaitan dengan rencana Lapan untuk meluncurkan satelit yang berukuran lebih besar, yang memerlukan zona aman atau bebas yang lebih luas,” kata Adi.

Perairan bebas

Pulau Enggano yang terletak di selatan perairan Provinsi Bengkulu relatif lebih aman karena di arah selatan menghadap perairan bebas. Namun, Adi juga melihat ada faktor yang kurang menguntungkan di pulau itu, yaitu aktivitas kegempaan di pulau kecil itu tergolong tinggi.

Karena itu, peluncuran roket akan menggunakan kendaraan peluncur roket atau satelit (satellite launch vehicle/SLV).

”Pembuatan roket akan dilakukan di Pusat Pembuatan Roket di Pulau Jawa,” kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Bambang Tedjasukmana. Untuk transportasi SLV dan roket itu Lapan akan bekerja sama dengan mitra terkait yang memiliki sarana kapal memadai.

Adi mengharapkan, lokasi peluncuran roket dari pulau tersebut sudah dapat terlaksana tahun depan. Rencananya, akan diluncurkan roket eksperimen berdiameter 550 mm. Akhir tahun ini direncanakan RX-550 akan menjalani uji statik.

Untuk mengarah pada peluncuran roket berkapasitas menengah itu, lanjut Bambang, akan dilakukan peremajaan prasarana yang ada, antara lain, yaitu mesin pembuat bahan bakar roket. Selama ini yang dilakukan hanya sebatas memodifikasi peralatan yang telah usang.

Menurut Adi, proses pembuatan bahan bakar roket atau propelan merupakan kunci yang menentukan unjuk kerja roket ketika diluncurkan, terutama terhadap daya dorongnya.

Terkait dengan peluncuran roket tersebut, lanjut Adi, Lapan mengalokasikan sebagian besar dana untuk pembangunan fasilitas peroketan dan sisanya untuk mempersiapkan peluncuran satelit kembar Lapan A-2 dan Lapan A-3 yang menggunakan roket Indian Space Research Organization (ISRO) dari India. Peluncuran akan dilakukan tahun depan.

KOMPAS

Monday, May 24, 2010

AS Belum Pulihkan Kerja Sama dengan Kopassus

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kunjungi markas KOPASSUS di Cijantung, Jakarta Agustus tahun lalu. (Foto: AP)

24 Mei 2010, Denpasar -- Amerika Serikat belum akan segera memulihkan kerja sama dengan pasukan elit Indonesia, Komando Pasukan Khusus TNI-AD, sebagaimana dilansir sejumlah media massa nasional beberapa waktu lalu.

Informasi elektronika Kedutaan Besar AS di Jakarta yang diterima ANTARA di Denpasar, Senin, menyatakan hal itu terkait kunjungan Panglima Komando Operasi Khusus Pasifik (Special Operations Command Pacific/SOCPAC) Amerika Serikat Laksamana Muda Sean Pybus ke Jakarta, baru-baru ini.

Pybus menegaskan posisi AS tentang kerja sama negaranya dengan Kopassus TNI-AD, bahwa mereka tidak pernah mengatakan negara itu akan segera memulihkan kerja sama dengan pasukan elit TNI-AD itu, seperti yang dilaporkan sejumlah media di Indonesia.

Awal pekan lalu, Pybus bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia di Jakarta untuk membahas hubungan militer bilateral Amerika Serikat-Indonesia.

Pemerintah AS tengah meninjau kebijakannya terhadap Komando Pasukan Khusus TNI-AD, namun hingga saat ini belum membuat keputusan tentang hal tersebut.

Kedutaan Besar AS di Jakarta itu menyatakan, laporan-laporan pers tersebut tidak akurat. Pybus tidak pernah mengatakan bahwa AS akan segera memulihkan kerja sama dengan Komando Pasukan Khusus TNI-AD.

AS juga menyatakan terus mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyelidiki secara transparan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan anggota TNI, termasuk Kopassus, serta untuk mengadili para pelaku.

ANTARA News

Indonesia dan Malaysia Gelar Latgab Petir Malindo 10

Penerbang pesawat Howk 200 dari Skadron Udara 12 Lanud Pakanbaru, melakukan persiapan terbang dalam latihan Hanud Petir Malindo 10, dari Lanud Medan, untuk melaksanakan tugas patroli terkoordinasi terhadap sasaran pesawat tidak dikenal di wilayah Selat Malaka dalam Malap latihan Hanud Petir Malindo 10. (Foto: Pen Kohanudnas)

24 Mei 2010, Jakarta -- Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) gelar latihan pertahanan udara (Hanud) bersama dengan National Air Difence Operation Centre (NADOC) Tentara Diraja Malaysia (TDM) dengan sandi “Petir Malindo 10”, manufer lapangan dilaksanakan mulai 21-25 Mei 2010 dan sebagai Home base Lanud Medan, Sumatra Utara dan Butterworth, Malaysia.

Operasi Hanud Petir Malindo ini bersifat operasi sepanjang tahun, dengan dasar kesepakatan kerja sama kedua negara dalam pertahanan udara, dengan mengadakan patroli terkoordinasi (Patkor) terhadap sasaran tidak dikenal di wilayah udara perbatasan kedua negara khussunya di atas wilayah Selat Malaka. Dalam latihan Petir Malindo 10, melibatkan kesatuan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) III Medan dengan Sektor Operation Centre (SOC) I Butterworth, dan unsur Hanud satu flight pesawat tempur sergap Howk 200 dari Skadron Udara 12 Lanud Pakanbaru, satuan radar (Satrad) jajaran Kosekhanudnas III, Helikopter Super Puma sebagai SAR dan pendukung angkutan pesawat C-130 Hercules.

Gelar latihan Hanud Petir Malindo 10, merupakan konsistensi Kohanudnas dan NADOC TDM dalam pelaksanaan program kerja, guna menghadapi kontijensi permasalahan yang mungkin timbul di wilayah perbatasan kedua negara Malaysia dan Indonesia pada masa ke depan, dengan saling memberikan atau tukar informasi atas pengindraan wilayah udara antara Posek III Medan dengan SOC I Butterworth, dalam pelaksanaan patroli udara terkoordinasi. Disamping itu, guna menjaga hubungan kerja sama yang selama ini telah terbina dengan baik dan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam kesiapan operasi Hanud bersama. Demikian keterangan Kepala Penerangan Kohanudnas Mayor Sus Suharto SH.

Pen Kohanudnas

Sunday, May 23, 2010

RAAF Operasikan Hawk 127 Satu Dekade

Hawk 127 RAAF. (Foto: DID)

23 Mei 2010 -- BAE Systems sukses selama satu dekade memproduksi dan mendukung operasi jet latih Hawk 127 LIF (Lead-In-Fighter) di Australia.

RAAF (Royal Australian Air Force) membeli 33 Hawk 127, 21 pesawat dirakit di Australia dan 12 di fasilitas BAE System di Brough and Warton, Inggris

Hawk hasil rakitan di Australia pertama dikeluarkan dari hangar BAE Systems Williamtown 12 Mei 2000 guna melakukan uji penerbangan pertamanya.

RAAF menempatkan 18 Hawk di pangkalan udara Williamtown dan 15 di Pearce.

Hawk menggantikan jet latih buatan Italia MB-326 Macchi. RAAF menerima 97 unit Macchi pada 1967/1968 termasuk 10 pesawat dialokasikan untuk RAN (Royal Australia Navy) dan diserahkan kembali ke RAAF pada 1983. RAAF mempensiunkan armada Macchi pada 2000.

Hawk digunakan untuk melatih para pilot RAAF sebelum mengoperasikan jet tempur garis depan F/A-18 Super Hornet dan F-111 Advark.

Australian Defence/Berita HanKam

Panglima TNI Terima Wakil Ketua Komisi Sentral RRC

21 Mei 2010, Jakarta -- Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso, menerima kunjungan kehormatan Wakil Ketua Komisi Sentral Militer Republik Rakyat China (RRC), Jenderal Guo Boxiong, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Jumat (21/5). Kunjungan kehormatan tersebut diawali dengan jajar kehormatan di lapangan Plaza Mabes TNI.

Dalam kunjungan tersebut, Jenderal Guo Boxiong menyatakan bahwa hubungan persahabatan antara rakyat Tiongkok dengan rakyat Indonesia telah terjalin sejak lama. Diharapkan kunjungan kehormatan ini akan lebih meningkatkan hubungan diplomatik antara kedua negara, khususnya hubungan kedua Angkatan Bersenjata serta memperluas dan memperkokoh kepercayaan serta meningkatkan kerja sama.

Sedangkan Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan, bahwa kunjungan Jenderal Guo Boxiong merupakan suatu kehormatan bagi TNI. Hubungan kedua Angkatan Bersenjata telah terjalin sejak lama di berbagai bidang, antara lain bidang pendidikan, peninjauan latihan, seminar dan penggunaan alat militer guna memenuhi kebutuhan pertahanan Republik Indonesia.

Panglima TNI mengharapkan kunjungan Wakil Ketua Komisi Sentral Militer Republik Rakyat China ini akan memberikan dampak positif dan konstruktif bagi peningkatan hubungan kerja sama kedua Angkatan Bersenjata yang telah berlangsung lama dan saling menguntungkan. Selama ini, kerja sama di bidang militer yang telah terjalin, dirasakan sangat bermanfaat bagi TNI dalam menjalankan tugas pokoknya dan diharapkan dapat ditingkatkan di masa yang akan datang.

Turut mendampingi Panglima TNI dalam menerima kunjungan tersebut diantaranya adalah Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderakl TNI George Toisutta, Kepala Staf Angkatan Udara, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Kasum TNI, Irjen TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Aslizar Tanjung SE,MBA dan para Asisten Panglima TNI.

Puspen TNI

Kapal Patimura Dengan Sonar Cari Kapal Tenggelam


23 Mei 2010, Tanjungpinang -- Kepala Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Bambang Subagyo, mengatakan Kapal Republik Indonesia Patimura dengan menggunakan sonar akan melanjutkan pencarian kapal milik Angkatan Laut di perairan Lingai, Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau,.

"Pencarian kapal TNI-AL dan tiga korban yang tenggelam pada Kamis (20/4) akan dilanjutkan Minggu (23/5) dengan menggunakan sonar oleh KRI Patimura," kata Bambang di Tanjungpinang, Sabtu.

Bambang mengharapkan dengan sonar keberadaan bangkai kapal patroli TNI AL, bisa terdeteksi.

Sampai Sabtu malam, menurut dia, belum ada tanda-tanda posisi bangkai kapal maupun tiga korban, walaupun tim gabungan antara lain dari Basarnas Tanjungpinang telah menyelam di sekitar lokasi kapal tenggelam.

"Delapan personel Basarnas Tanjungpinang orang telah menyelam secara bergantian hari ini," kata Bambang.

Menurut dia, kedalaman Laut China Selatan di lokasi pencarian m berkisar 60 sampai 62 meter dengan kecepatan arus bawah laut 10 centimeter per detik dari tenggara ke selatan.

"Pencarian dengan `echo sounder` tim penyelam juga belum menemukan bangkai kapal dan korban yang dinyatakan hilang," ujar Bambang.

Lokasi penyelaman menurut dia dilakukan di tiga titik disekitar lokasi kejadian.

Penentuan lokasi penyelaman mempertimbangkan arah arus bawah laut dan arah angin.

Pencarian kapal dan korban hilang, dipimpin langsung Pelaksana Tugas Bupati Kepulauan Anambas, Yusrizal, yang istrinya Mauli Yulianty, menjadi salah seorang korban dan masih dinyatakan hilang.

ANTARA News

Future USS Jason Dunham Completes "Super Trials"

The Arleigh Burke-class guided-missile destroyer Jason Dunham (DDG 109) is translated from the Land Level Transfer Facility at Bath Iron Works into the floating dry dock after its christening ceremony in preparation for float-off later in the day. (Photo: Michael C. Nutter/ General Dynamics/Released)

21 May 2010, WASHINGTON (NNS) -- The future USS Jason Dunham (DDG 109), the 58th ship of the Arleigh Burke-class, successfully completed a combined builder's and acceptance "super trial" May 20, after spending four days at sea operating in the Atlantic Ocean.

Because of the maturity of the class, the Navy holds only one round of trials on each ship prior to delivery, instead of separate builder's and acceptance trials. This "super trial" requires less time, fuel and manpower than the typical method.

During the trial, Bath Iron Works and the U.S. Navy's Board of Inspection and Survey (INSURV) tested the ship's weapons, communications, and propulsion systems as well as conducting several other inspections including habitability, water purification and food preparation.

"DDG 109 performed extremely well for INSURV and proved that the DDG 51 class continues to meet the Navy's expectations in both cost and schedule performance," said Capt. Pete Lyle, DDG 51-class program manager for the Navy's Program Executive Office (PEO) Ships. "The success of these trials illustrates the cost and schedule advantages realized with a program well into serial production."

The DDG 51 class ship is a multimission guided missile destroyer designed to operate in multithreat air, surface and subsurface threat environments. The class provides outstanding combat capability and survivability characteristics while minimizing procurement and lifetime support costs due to the program's maturity. The DDG 51 program continues to reinforce affordability and efficiency in its shipbuilding program, with a commitment to deliver ships at the highest possible quality allowing seamless transition to the fleet.

These trials are the last significant milestone before delivery of the ship to the Navy. The future USS Jason Dunham is expected to deliver this summer, and to be officially commissioned in November.

As one of the Defense Department's largest acquisition organizations, PEO Ships is responsible for executing the development and procurement of all major surface combatants, amphibious ships, special mission and support ships, and special warfare craft. Currently, the majority of shipbuilding programs managed by PEO Ships are benefiting from serial production efficiencies, which are critical to delivering ships on cost and schedule.

USN

Saturday, May 22, 2010

RI-China Ingin Kembangkan Rudal

KRI Layang tembakan rudal buatan Cina C-802. (Foto: Dispenal)

22 Mei 2010, Jakarta -- Indonesia menawarkan kerja sama kepada China dalam produksi rudal. Selama ini TNI AL dan TNI AU telah menggunakan rudal C-802 buatan Negeri Tirai Bambu itu.

"Kami mengundang mereka (China), antara lain untuk produksi bersama rudal, " kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai menerima kunjungan kehormatan Wakil Ketua Komisi Militer Tentara Pembebasan Rakyat (Central Commission of The People Liberation Army/PLA) Jenderal Guo Boxing, di Jakarta, Jumat.

"Kebutuhan rudal ini sangat besar. Jadi kalau kita bisa produksi bersama, tentu kita juga bisa memproduksi tidak saja untuk kebutuhan TNI AL dan TNI AU, tetapi juga pasar luar negeri," kata Purnomo.

Selain produksi bersama alat utama sistem senjata seperti rudal, Indonesia juga menawarkan hal serupa untuk produk non-alat utama sistem senjata seperti seragam, makanan kaleng, perlengkapan seragam dan lainnya.

"China memiliki anggota militer jumlahnya sekitar 2,5 juta orang, dan China sangat membutuhkan produk-produk non-alat utama sistem senjata. Indonesia sangat mampu untuk mendukung kebutuhan mereka," katanya.

Tentang tanggapan China atas tawaran Indonesia tersebut, Menhan Purnomo mengatakan, mereka sangat menerima tawaran tersebut dan akan dibahas lebih lanjut. "Bagaimana pun kan tetap ada hitungan bisnisnya, dan tetap harus dipertimbangkan tentang kandungan lokal dari masing-masing produk yang akan dikerjasamakan produksinya," katanya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kehormatan delegasi Komisi Militer China di Kantor Presiden, Kamis (20/5) pukul 18.00 WIB. Mereka datang dipimpin Wakil Ketua Komisi Militer Jenderal Guo Boxiong, Laksamana Madya Sun Jiangua, dan Duta Besar RRT untuk Indonesia Zhang Qiyue.

"Saya perlu menyampaikan bahwa hubungan kedua negara baik sekali dan terus berkembang. Demikian juga hubungan saya dengan Presiden Hu Jintao dan PM Wien Jibao juga berjalan dengan baik. Mudah-mudahan kedua tentara juga bisa meningkatkan kerja samanya," kata Presiden SBY di awal pertemuan.

Usai pertemuan, Menhan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan ada empat hal yang dibahas. Yakni pendidikan, mengembangkan Universitas Pertahanan, tukar-menukar pejabat, dan keempat itu latihan militer bersama.

Saat menerima tamunya, Presiden SBY didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Sekertaris Negara Sudi Silalahi, Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo, dan Sekertaris Kabinet Dipo Alam.

JURNAS

Sjafrie Lepas Jabatan Sekjen Kemhan

(Foto: .presidenri.go.id)

21 Mei 2010, Jakarta -- Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan kepada Marsekal Madya TNI Eris Heriyanto yang selama ini menjabat sebagai Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan.

Serah terima jabatan Sekretaris Jenderal dan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan itu dipimpin langsung Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat.

Sementara jabatan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan diserahkan Marsekal Madya TNI Eris Heriyanto kepada Laksamana Muda TNI Gunadi yang selama ini menjabat sebagai Dirjen Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan.

"Pergantian dua jabatan eselon I ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57/M Tahun 2010," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Mennhan mengatakan, serah terima dua jabatan eselon I di lingkungan Kemhan adalah dalam rangka mengoptimalisasikan manajemen pertahanan.

Optimalisasi manajemen pertahanan membutuhkan pengawalan organisasi yang mempunyai kriteria, integritas, dan kredibilitas untuk mendukung produktivitas pertahanan negara.

Ia menambahkan, kedepan Kemenhan akan memulai organisasi baru yang lebih fokus pada sistem pertahanan negara dikelola lebih baik baik dari aspek pertahanan militer maupun nirmiliter.

Purnomo mengatakan jabatan eselon I di lingkungan Kementerian Pertahanan khususnya Sekjen dan Irjen memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting dan menentukan.

"Sekjen merupakan administrator untuk mensinkronkan proses kebijakan pertahanan negara oleh Menhan. Sedangkan Irjen sebagai pengawas internal untuk memastikan pelaksanaan pengawasan internal aktif dengan mengikuti proses manajemen mulai tahap perencanaan hingga pengakhiran kegiatan," katanya.

ANTARA News

Friday, May 21, 2010

Menhan RI Menerima Kunjungan Wakil Ketua Komisi Pusat Militer China

(Foto: ANTARA)

21 Mei 2010, Jakarta -- Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kehormatan Vice Chairman of Central Military Commission of The People’s Republic of China (Wakil Ketua Komisi Militer Pusat RRC) Jenderal Guo Boxiong, Jum’at (21/5) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kunjungan kali ini dalam rangka mempertegas kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara.

Kerjasama pertahanan kedua negara telah disepakati dalam suatu Memorandum of Understanding (MoU) dan ditandatangani oleh Menhan dari kedua negara beberapa waktu yang lalu. Usai melakukan kunjungan ke Menhan RI, Jenderal Guo Boxiong mengikuti kegiatan Bilateral Meeting RI – China, bertempat di Kemhan RI.

Dalam Bilateral Meeting RI – China yang dipimpin oleh Menhan RI tersebut, delegasi China menawarkan kerjasama latihan anti piracy, Latihan Bersama (Latma) SAR di laut pada saat muhibah KRI ke China serta pelatihan pilot TNI Angkatan Udara.

Pelatihan pilot telah terlaksana dalam bentuk pelatihan simulator pesawat Sukhoi. Pada tahun 2009 dikirim 10 perwira penerbang TNI AU dalam dua tahap, setiap tahap berlangsung selam satu minggu. Untuk tahun 2010, direncanakan jumlah yang sama yaitu 10 penerbang dan dilaksanakan dalam dua tahap.

Sementara itu, delegasi Indonesia menyampaikan beberapa issu terkait dengan Regional security situation, anti terrorism dan maritime security di Selat Malaka, kerjasama di bidang Human Assistance and Disaster Relief, kerjasama di bidang Peace Keeping Mission dan kerjasama industri pertahanan.

Hadir mendampingi Menhan RI dalam kegiatan Bilateral Meeting RI – China antara lain Wamenhan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen Syarifudin Tippe, S.Ip, M.Si, Dirjen Ranahan Kemhan Laksda TNI Gunadi, M.D.A, dan sejumlah pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemhan. Hadir pula Asops Kasal, Asops Kasau dan Atase Pertahanan RI di China.

Sementara itu, Jenderal Guo Boxiong didampingi Deputy Chief of General Staff, PLA, Vice Admiral Sun Jian Guo, Panglima wilayah Guangzhou LTG. Xu Fennin, Deputy Shief of General Logistic Department, PLA, LTG. Ding Ji Ye, Deputy Political Commissar of PLA Air Force LTG. Wang Wei, Deputy Commander of 2nd Artillery, PLA LTG. Wang Jiu Rong, Chief of Foreign Affair Office of MND MG. Qian Lihua, Corps Commander, PLA MG. Wang Ning, dan Director General for the Research Bureau, General Office of the CMC MG. Zhang Haiyan. Hadir pula Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue dan Atase Pertahanan China Sen. Col. Han Weibing.

Dalam kunjungan kerhormatan kali ini, Jenderal Guo Boxiong mendapat sambutan jajar kehormatan dari pasukan TNI, hal mana disebabkan posisi penting yang dijabat dalam sistem pemerintahan China. Sesuai dengan konstitusi dalam pemerintahan China, Jenderal Guo Boxiong merupakan orang kedua setelah Presiden China Hu Jintao yang juga menjabat Ketua Komisi Militer Pusat RRC. Jenderal Guo Boxiong menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat RRC sejak tahun 2002.

Jenderal Guo Boxiong lahir pada tahun 1942 di Liquan, Provinsi Shaanxi. Bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pada bulan Agustus 1961 dan lulus dari Akademi Militer PLA dengan pendidikan perguruan tinggi junior.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat RRC beberapa jabatan dalam karir militernya antara lain, Kepala Staf Angkatan Darat ke-19 Angkatan Darat TPR, Wakil Kepala Staf Komando Daerah Militer Lanzhou, Panglima Angkatan Darat Grup 47 Angkatan Darat TPR, Wakil Panglima Komando Daerah Militer Beijing dan Panglima Komando Daerah Militer Lanzhou.

Hubungan RI – China

Hubungan RI – China bukan sekedar hubungan militer, namun lebih pada latar belakang culture yang ada diantara kedua bangsa dan negara di masa lalu. Hubungan kerjasama di bidang pertahanan menjadi pilar bagi hubungan kerjasama kedua negara dengan prinsip kerjasama pertahanan yang dikembangkan atas dasar saling menghormati (mutual respect).

Kerjasama tersebut memungkinkan untuk dapat saling membangun profesionalisme antara kedua angkatan bersenjata dalam rangka menopang stabiitas kawasan, karena dalam hal ini China juga memiliki kepentingan sebagai pengguna Selat Malaka dan Selat lain di Indonesia.

Untuk kerjasama di bidang industri pertahanan, saat ini China memiliki industri pertahanan yang cukup maju terutama untuk Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). Apabila Indonesia membutuhkan pengadaan Alutsista dari China, maka diharapkan harus ada kerjasama TOT (Transfer of Technology).

Sementara itu, disisi lain personel militer China yang besar sekitar 2,5 juta jiwa juga membutuhkan berbagai peralatan (non Alutsista), dengan keberadaan industri pertahanan non Alutsista dalam negeri maka Indonesia juga siap mendukung kebutuhan militer China khususnya untuk non Alutsista.

DMC

KSAL: Kapal AL Tenggelam Murni Kecelakaan

(Foto: ANTARA)

21 Mei 2010, KRI Makassar -- TNI AL mengerahkan empat kapal miliknya untuk mengevakuasi korban tenggelamnya kapal patroli keamanan laut di Perairan Anambas, Kamis (20/5).

"Saat ini, ada empat kapal AL di sana untuk membantu evakuasi," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Agus Suhartono usai menandatangani kesepakatan bersama BP Migas, Jumat.

Selain empat kapal TNI AL, kapal milik BP Migas juga turut membantu evakuasi korban, kata Kasat.

Tiga orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal laut cepat milik TNI AL.

Ia mengatakan seorang di antara korban hilang adalah personel TNI AL, seorang istri pejabat Bupati Anambas dan seorang staf humas Pemkab Anambas.

"Mudah-mudahan hari ini bisa ditemukan semuanya dalam keadaan selamat," katanya.

Mengenai penyebab tenggelam, ia mengatakan murni kecelakaan.

Kapal AL yang namanya masih simpang siur tenggelam di Perairan Anambas saat membawa 17 pengurus PKK Anambas dari Tarempa ke Kecamatan Jemaga.

Dari seluruh penumpang, beberapa di antaranya mengalami luka bakar. Dua korban luka bakar parah langsung dibawa ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan pengobatan intensif, tiga orang lainnya dibawa ke Rumah Sakit di Tanjungpinang.

ANTARA News

Teroris Berhasil Dilumpuhkan di Lanud Abd. Saleh


21 Mei 2010, Malang -- Pasukan anti teroris dari Lanud Abd Saleh dan Batalyon Paskhas 464 berhasil menangkap dan melumpuhkan 6 orang teroris yang akan melakukan aksinya di Malang dengan naik pesawat Sriwijaya dari Jakarta tujuan Malang (20/5).

Berawal dari swiping yang dilakukan oleh anggota Pomau Lanud Abd Saleh, dicurigai dua mobil yang akan masuk ke Lanud Abd Saleh. Saat dilakukan pemeriksaan keempat orang yang berada di dua mobil tersebut tidak mau diperiksa, merekapun ditangkap oleh Pomau. Dari keterangan keempat orang itulah diperoleh informasi jika sebelumnya sudah ada dua teroris yang telah berhasil masuk di Bandara Lanud dan sedang mnjemput kedatangan enam orang temannya yang terbang naik pesawat Sriwijaya dari Jakarta.

Selanjutnya tim anti teroris Lanud yang melibatkan anti teroris Batalyon Paskhas 464 melakukan penyergapan di saat pesawat Sriwijaya landing di Bandara Lanud Abd Saleh, lima teroris berhasil ditangkap dan satu diataranya di tembak karena melakukan perlawanan.

Kejadian tersebut diatas merupakan latihan anti teroris yang dilakukan oleh Lanud Abd Saleh dalam rangkaian latihan Garuda Perkasa 2010 di Lanud Abd Saleh.

Pesawat CASA 212 Mendarat Darurat


Pesawat Casa 212 milik Skadron Udara 4 Lanud Abd Saleh sebelum landing di Lanud Abd Saleh Mengalami accident, salah satu engine sebelah kiri mengalami kerusakan dan terbakar, Rabu (19/5). Pesawat membawa 33 orang penumpang dan 7 orang diantaranya mengalami luka berat.

Tower mendapat informasi accident tersebut langsung mengerahkan tim Pemadam Kebakaran (PK) Lanud Abd Saleh dan menyiapkan 3 unit mobil PK yang masing-masing ditempatkan diujung landasan (Runway 17) dan accident dapat dikuasai selama kurang lebih 10 menit.

Setelah pesawat diamankan oleh unsur pengamanan dari Lanud, dengan melalui pintu darurat para korban berhasil dievakuasi oleh tim sar dari Lanud dan secepatnya dilarikan ke rumah sakit Lanud Abd Saleh dengan 2 buah ambulance milik rumkit untuk mendapatkan pertolongan medis. Berkat kesiapan pasukan operasi dan Cresh team Lanud Abd Saleh Accident tersebut dapat diatasi dengan cepat dan lancar.

Skenario diatas merupakan bentuk latihan creash team dalam rangka Latihan Garuda Perkasa 2010. Latihan cresh team ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan ketrampilan personil Lanud Abd Saleh tentang prosedur penanganan accident pesawat dan cara-cara pengoperasian peralatan yang digunakan oleh kesatuan kerja creash team.

Latihan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, hal ini dimaksudkan agar setiap personel tanggap dan senantiasa siap melakukan tugasnya dengan benar apabila sewaktu-waktu terjadi emergency pesawat di Lanud Abd Saleh.

Pentak Lanud Abd Saleh

RI-China Mantapkan Pelatihan Bagi Pilot Sukhoi

Sukhoi Su-30 TNI AU. (Foto: Dispenau)

21 Mei 2010, Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan Republik China sepakat untuk memantapkan kerja sama pelatihan bagi pilot-pilot pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara.

Kerja sama pemantapan latihan itu, menjadi satu topik bahasan dalam kunjungan kehormatan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China (Central Commission of The People Liberation Army/PLA) Jenderal Guo Boxing kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Mayjen I Wayan Medhio mengatakan, Indonesia telah mengirimkan pilot-pilot Sukhoinya berlatih di China dalam beberapa tahap.

"Sudah ada sepuluh pilot TNI Angkatan Udara yang melakukan pelatihan simulasi di China dalam beberapa tahap," katanya.

China merupakan salah operator terbesar pesawat jet tempur Sukhoi selain dua negara pecahan Uni Sovyet yakni Rusia dan Ukraina. Bahkan kini China telah dipercaya sebagai salah satu negara yang memproduksi pesawat Sukhoi.

Negara Tirai Bambu itu pun memiliki pusat pelatihan pesawat tempur seperti Sukhoi dengan berbagai varian seperti SU-27 SK dan SU-30MK yang digunakan TNI Angkatan Udara.

Beberapa negara pengguna Sukhoi adalah Indonesia, India, China, Republik Ceko, Polandia, Slovakia, Aljazair, Irak, Afganistan, Jerman, Peru dan Korea Utara.

Rusia dan India Latih Pilot Malaysia


Skuadron Sukhoi Su-30MKM Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) akan dilatih oleh India dan Rusia sebagai bagian kerjasama trilateral Rusia-India-Malaysia.

Jet tempur Sukhoi sangat kompleks dan rumit dalam pengoperasiannya. India mengirimkan sebuah tim dari Angkatan Udara India sedangkan Rusia tim dari pabrik pesawat Irkut Corporation guna melatih anggota skuadron Su-30MKM TUDM.

Rusia dan India berkomitmen mendukung kemampuan pertahanan dan tempur udara Malaysia, saat ini skuadron Sukhoi menjadi perhatian.


ANTARA News/Berita HanKam

USS Texas Departs for U.S. 4th Fleet Deployment


20 May 2010, PEARL HARBOR (NNS) -- The Virginia-class submarine USS Texas (SSN 775) departed Joint Base Pearl Harbor-Hickam for a scheduled deployment to U.S. 4th Fleet Area of Responsibility May 19.

"USS Texas is flexible and ready to rapidly respond to a wide range of situations on short notice in support of national security," said Cmdr. Bob Roncska, USS Texas commanding officer. "I am extremely proud of my Texas crew. No doubt, the best crew I have had the opportunity to serve with in all my 20 years of naval service"

This is Texas' first deployment since changing homeports to Pearl Harbor in November 2009.

Commissioned Sept. 9, 2006, Texas was the second Virginia-class attack submarine constructed and the first submarine to be named after the Lone Star State. The state-of-the-art submarine is capable of supporting a multitude of missions, including anti-submarine warfare, anti-surface ship warfare, strike, naval special warfare involving special operations forces, intelligence, surveillance, and reconnaissance, irregular warfare, and mine warfare.

USN

Operasi Udara Dalam Latihan Garuda Perkasa 2010


21 Mei 2010, Malang -- Untuk menguji ketrampilan dan kemampuan Lanud Abd Saleh sebagai pangkalan induk sekaligus pangkalan operasi, dalam latihan Garuda Perkasa 2010 ini telah dilaksanakan berbagai kegiatan latihan. Di mulai dari gladi posko dengan membuat perencanaan operasi untuk menguji kemampuan para Staf dalam membuat rencana operasi sampai dilaksanakannya gladi lapangan dan uji trampil.

Dalam uji trampil dilakukan kegiatan yaitu simulasi Creash Team Lanud Abd Saleh, penanggulangan Huru Hara dari unsur pangkalan dan penanggulangan teroris.

Sementara itu, gladi lapangan dalam bentuk operasi udara disimulasikan bahwa sebuah pangkalan udara dikuasai oleh musuh sehingga Lanud Abd Saleh mendapat perintah untuk terlibat dalam perebutan kembali pangkalan tersebut. Dengan melibatkan pesawat C-212 Casa dan pesawat C-130 Hercules untuk melakukan pengintaian dan menerjunkan pasukan Paskhas dari Batalyon 464 Paskhas Wing II Paskhas serta droping bekal ulang.

Semua latihan tersebut merupakan puncak dari latihan-latihan yang dilaksanakan oleh Lanud Abd Saleh mulai dari latihan perorangan, latihan satuan-satuan dalam jajaran Lanud dan puncaknya dilaksanakan latihan satuan Lanud “Garuda Perkasa 2010” yang didukung oleh Insub yaitu Batalyon Paskhas 464 Wing II Paskhas Malang dan Depo Har 30.
Latihan Garuda Perkasa 2010 yang dilaksanakan selama 5 hari ini (21/5) ditutup oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Ida Bagus Anom M., S.E. di Taxy Way Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh.

Dalam sambutannya Komandan menyampaikan bahwa tujuan dari latihan Garuda Perkasa ini untuk melatih dan menambah pengetahuan juga meningkatkan kemampuan dan ketrampilan. Walaupun latihan Garuda Perkasa ini merupakan latihan rutin tahunan, namun kualitas dan kemampuan ketrampilan masih harus terus kita tingkatkan, tujuannya tiada lain agar Lanud Abd Saleh sebagai pangkalan induk maupun pangkalan operasi senantiasa siap
melaksanakan tugasnya.

Pentak Lanud Abd

Saab receives order for Unmanned Aerial System from FMV


20 May 2010 -- Defence and security company Saab has received an order worth approximately MSEK 500 from the Swedish Defence Materiel Administration (FMV) for a Tactical Unmanned Aerial Vehicle system (TUAV).

Saab will deliver two complete TUAV systems, including the aircraft, ground stations, intelligence units and ancillary equipment.

The order means that Saab will assume an overall commitment for the system. This includes operating the system over three years, as well as the training of personnel, the provision of equipment, technical maintenance and spare parts.

Final delivery of the systems will take place in the fourth quarter of 2011.

The type of unmanned aerial vehicle will be a Shadow 200 from the AAI Corporation.

"This order confirms the logic behind our single-minded efforts within UAV technology. By combining a well-recognised aircraft with systems and cutting edge technology developed for Gripen, we are able to offer our customer a highly adapted system without the need for a host of new development. This also means we can promise a very short delivery time, which is important for our customer since they have a tremendous need for this system. Our strong partnership with FMV provides a firm basis for together being able to satisfy the Swedish Armed Forces", says Lennart Sindahl, business area manager for Aeronautics within Saab.

Saab serves the global market with world-leading products, services and solutions ranging from military defence to civil security. Saab has operations and employees on all continents and constantly develops, adopts and improves new technology to meet customers’ changing needs.

Saab

Kasau Tinjau Skatek 044 Lanud Sultan Hasanuddin


21 Mei 2010, Makassar -- Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat. SIP beserta rombongan ,Kamis (20/5) didampingi Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Agus Supriatna meninjau Skadron Teknik (Skatek) 044 Lanud Sultan Hasanuddin diterima oleh Komandan Skatek 044 Letkol Tek Ganang Eri Purwandoko.

Kunjungan Kasau berserta Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny Maya Imam Sufaat, menggunakan pesawat C-130 VIP dengan tail number A-1341 tersebut merupakan rangkaian . kunjungan kerja ke beberapa Lanud di Jajaran Koopsau II di wilayah Indonesia timur , dan terakhir di Lanud Sultan Hasanuddin sebelum bertolak ke Jakarta.

Pejabat Mabesau dalam rombongan Kasau diantaranya Asops Marsda TNI Rodi Suprasodjo, Aslog Marsda TNI Imam Wahyudi, Pangkohanudnas Marsda TNI Drajat Rahardjo Dan Korp Paskhasau serta beberapa Pejabat Staf Mabesau, hadir turut menyambut Kasau Pangkoopsau II Marsekal Pertama TNI Agus Munandar, Pangkosekhanudnas II Marsekal Pertama TNI Jhon Dalas Sembiring, Kepala Staf Koopsau II Marsekal Pertama TNI Boy Sahril.

Selama meninjau di Skatek 044 yang mempunyai tugas pemeliharaan tingkat sedang pesawat Sukhoi 27/30 , Boeing 737 Intai Stratregis serta CN-235 MPA, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat.SIP didampingi Dan Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Agus Supriatna melihat secara langsung perawatan pesawat Sukhoi 27/30 yang mendapat penjelasan langsung oleh Kolonel Tek Catur Y Prasetyo Ketua Tim Litbang dari Mabesau yang sedang bertugas di Skatek 044 serta Komandan Skatek 044 Letkol Tek Ganang Eri Purwandoko.

Sementara itu, dalam waktu yang sama Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny..Maya Imam Sufaat beserta beberapa Pengurus PIA Ardhya Garini Pusat, berkesempatan mengadakan kunjngan kerja ke Kantor PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II yang diterima oleh Ketua Ny. Agus Munandar daidampingi Wakil Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II Ny. Boy Sahril.

Pentak Lanud Sultan Hasanuddin

Lockheed Martin Awarded $40 Million Contract To Deliver Additional Sniper® Advanced Targeting Pods


20 May 2010, ORLANDO, FL -- Lockheed Martin [NYSE: LMT] has signed a $40 million foreign military sales contract to deliver Sniper Advanced Targeting Pods (ATPs) to the Royal Saudi Air Force. This is the second Sniper ATP purchase in a multi-year precision sensor modernization program to improve precision targeting, intelligence, surveillance and reconnaissance capability of Royal Saudi Air Force F-15S aircraft.

The Royal Saudi Air Force first purchased Sniper pods in March 2009. Operational evaluation of the pod on the F-15S concluded in January of this year, with the Royal Saudi Air Force declaring the pod mission ready.

“Deliveries on the initial F-15S Sniper ATP contract were completed ahead of schedule,” said John Rogers, Saudi Sniper ATP program manager at Lockheed Martin Missiles and Fire Control. “We’ve received very positive feedback from Saudi aircrews flying the Sniper pod, and we look forward to delivering additional pods to support their urgent operational requirement for Sniper ATP capability.”

Featuring exceptional image quality and stability due to its next-generation design, the Sniper ATP delivers extremely precise weapon targeting for multiple fixed and moving targets, a high performance datalink for real-time coordination between aircrews and ground troops, and real-time weapon damage estimation radius displays to reduce the potential for collateral damage. The Sniper pod is heavily used as a non-traditional intelligence, surveillance, and reconnaissance asset for convoy route reconnaissance and battlefield situational awareness.

Deployed in theater on U.S. Air Force and coalition partner F-15, F-16, A-10 and B-1 aircraft, the Sniper ATP is also operational on the CF-18 and Harrier GR7 and GR9 aircraft. Platform expansion continues with the B-52, Tornado, Typhoon, unmanned aerial vehicles and additional aircraft.

Headquartered in Bethesda, Md., Lockheed Martin is a global security company that employs about 136,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation reported 2009 sales of $45.2 billion.

Lockheed Martin

AS Tawarkan Harmonisasi Hubungan Pasukan Khusus


21 Mei 2010, Jakarta -- Amerika Serikat (AS) menawarkan harmonisasi hubungan dan kerja sama militer, khususnya di bidang pelatihan dan pendidikan pasukan khusus. Namun, tawaran ini masih dibahas pemerintah Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"TNI dan Kementerian Pertahanan cukup mengapresiasi tawaran harmonisasi pasukan khusus yang telah ditawarkan pihak Amerika. Namun, kita harapkan tawaran itu tanpa syarat," ujar Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio kepada Suara Karya di Jakarta, Rabu (19/5).

Pemerintah Indonesia dan TNI, tutur Wayan, akan meninjau ulang untuk menjalin kerjasama antarmiliter pasukan khusus kedua Negara, apabila persyaratan yang diajukan Amerika tidak sesuai dengan kespakatan kerja sama.

"Sampai sekarang ini, proses yang sudah mengarah kepada kerjasama itu masih dalam pembahasan, baik pembahasan di kita (Indonesia) maupun pembahasan di mereka (AS)," ujarnya.

Ia mengharapkan, konsep kerjasama itu dapat direalisasikan dalam tahun ini. "Bila sudah ada kesepakatan, mungkin saja segera direalisasikan," ujarnya.

Tawaran kerja sama militer antarpasukan khusus yang telah ditawarkan pihak Amerika ke Indonesia, disebutkan Wayan, berupa pelatihan dan pendidikan pasukan khusus. Realisasi pendidikan dan pelatihan tersebut melalui latihan bersama. "Tawaran ini kita appresiasi. Tapi, kita harapkan tak ada kepentingan bersyarat," katanya.

Sedangkan, untuk pengadaan alat utama sistem senjata pasukan khusus, dikatakannya, TNI dan pemerintah Indonesia sudah punya komitmen untuk menggunakan produksi dalam negeri. Hal ini pun sebagai bagian dari program minimum essential force (MEF).

Pertemuan Panglima

Sebelumnya, Komandan Pasukan Khusus Komando Pasifik Amerika Serikat (Special Operation Commander US Pacific Command) Rear Admiral (Laksamana Muda) Sean A Pybus, ketika melakukan kunjungan kehormatan ke Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (18/5), relatif mengapresiasi terlaksananya reformasi internal TNI. Apresiasi ini sebagai peluang terjalinnya kembali kerja sama dan harmonnisasi antarpasukan khusus militer kedua negara.

Sean A Pybus mengatakan, reformasi internal TNI menunjukan perbaikan menuju TNI yang profesional dan mandiri sesuai demokrasi nasional. Karena itu, ia berjanji akan menyampaikan reformasi signifikan TNI dan hasil pembicaraannya dengan Djoko kepada Panglima US PACOM.

Sean mengharapkan ada tindak lanjut rencana kerja sama (capacity building) satuan khusus TNI, seperti Kopassus TNI AD dan Denjaka TNI AL serta Kopaskhas TNI AU dengan satuan militer khusus Amerika dalam rangka penanggulangan teroris. "Saya menyakini kerjasama pasukan khusus TNI dengan militer AS akan memberi manfaat bilateral bagi kedua negara, khususnya di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.

Sebagian besar karir militer Sean A Pybus di lingkungan Pasukan Khusus AS.

Suara Karya

Kapal TNI AL Tenggelam

21 Mei 2010, Batam -- Kapal Patroli Keamanan Laut milik TNI AL yang membawa Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas tenggelam di perairan Kepulauan Riau, Kamis (20/5). Dari jumlah penumpang dan awak kapal yang diperkirakan 17-25 orang, tiga di antaranya belum ditemukan.

Jumlah penumpang dan awak kapal masih simpang siur. Polisi menyebut semuanya 25 orang, sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas menyatakan 17 orang.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau Ajun Komisaris Besar Anggaria Lopis menyatakan, sebelum tenggelam kapal itu terbakar. Diduga, api timbul akibat hubungan arus pendek listrik dari aki kapal. Api menjalar cepat. Dampaknya, kapal oleng dan akhirnya tenggelam.

Sampai kemarin sore, tiga orang yang masih dicari adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas Elly Yusrizal (istri Penjabat Bupati Kepulauan Anambas Yusrizal), seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL), dan seorang staf Humas Pemkab Kepulauan Anambas.

Penumpang yang selamat tiga orang di antaranya mengalami luka bakar serius dan dua lainnya menderita patah tulang. Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dan Rumah Sakit Umum Tanjung Pinang. Selebihnya sudah diizinkan pulang setelah dirawat di Puskesmas Tarempa.

Pulau Lepung

Menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas Herry Soesanto, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas itu bermaksud mengunjungi pengurus dan anggota PKK di Pulau Lepung, Kecamatan Jemaja. Dalam kaitan itulah Kapal Patroli Keamanan Laut TNI AL dipinjam.

Dari Tarempa, rombongan berangkat sekitar pukul 08.00. Setelah satu jam perjalanan, terdengar bunyi ledakan di kapal. Seketika api berkobar. Penumpang pun kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan terjun ke laut.

Saat itu posisi kapal di antara Pulau Lingai dan Pulau Telaga, sekitar 200 kilometer timur laut Pulau Batam. Sekitar 15 menit kemudian, satu kapal nelayan lewat dan menyelamatkan mereka disusul kapal TNI AL dan kapal Puskesmas Tarempa.

Perwira Pembantu Penerangan Pangkalan Utama TNI AL IV Mayor Dede Rukmana menyatakan, pihaknya belum bisa memberi informasi apa pun karena laporan yang diterima belum lengkap. Namun, ia membenarkan tentang tenggelamnya kapal milik TNI AL tersebut.

Sebagai daerah kepulauan, 95 persen wilayah Kepulauan Riau (Kepri) merupakan lautan, sedangkan 5 persennya daratan yang terbagi atas 2.408 pulau. Dengan kondisi geografis yang demikian, moda transportasi utama antardaerah adalah kapal.

Sepanjang 2009, serentetan kecelakaan laut terjadi di perairan Kepri. Lebih dari 50 jiwa melayang dan lebih dari 40 orang hilang. Kejadian terakhir, 22 November 2009, yang menimpa Kapal Feri Dumai Express.

KOMPAS

Panglima TNI: Informasi Pertahanan Tidak Sepenuhnya Dibuka


20 Mei 2010, Jakarta -- Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso, mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan informasi tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada pihak lain secara terbatas, agar tidak membahayakan sistem pertahanan dan keamanan negara.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Aslizar Tanjung, dalam siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Kamis, mengatakan, instruksi Panglima itu tertuang dalam Surat Telegram Panglima TNI No ST/296/2010 tertanggal 6 Mei 2010.

Panglima TNI dalam surat telegramnya kepada Kepala Staf Angkatan, Panglima Komando Utama Operasi TNI dan Kepala Badan Pelaksana Pusat, menyatakan, TNI menghormati UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Namun, dalam pemberian keterangan pers atau penyebarluasan informasi tentang TNI kepada pihak lain harus tetap memedomani Keputusan Panglima TNI No Kep/01/I/2003 tanggal 24 Januari 2003 mengenai Wewenang Pemberian Keterangan Pers di jajaran TNI serta pasal 17 sub pasal c UU No 14/2008.

Sesuai pasal tersebut, ada beberapa informasi yang tidak dapat diberikan kepada publik karena dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara, katanya.

Beberapa hal yang tidak dapat diberikan atau disebarluaskan kepada publik sesuai pasal 17 sub pasal c UU No14/2008 adalah pertama informasi tentang strategi, intelijen, operasi, taktik dan teknik berkaitan dengan penyelenggaraan sistem pertahanan keamanan negara.

Hal itu meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran atau evaluasi dalam kaitan dengan ancaman dari dalam dan luar negeri.

Kedua, dokumen yang memuat strategi, intelijen, operasi, taktik dan teknik berkaitan dengan penyelenggaraan sistem pertahanan keamanan negara, yang meliputi meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran atau evaluasi dalam kaitan dengan ancaman dari dalam dan luar negeri.

Ketiga, jumlah, komposisi, disposisi atau dislokasi kekuatan dan kemampuan dalam penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan negara serta rencana pengembangan.

Keempat, gambar dan data tentang situasi serta keadaan pangkalan dan instalasi militer dan kelima data dan perkiraan kemampuan militer dan pertahanan negara lain terbatas pada segala tindakan dan/atau data terkait kerja sama militer dengan negara lain yang disepakati dalam perjanjian tersebut sebagai rahasia atau sangat rahasia.

Keenam, Sistem Persandian Negara dan ketujuh Sistem Intelijen Negara.

ANTARA News

Thursday, May 20, 2010

Ditjen Strahan Kemhan Terima Kunjungan College Interarmees de Defence France (CIDI)


20 Mei 2010, Jakarta -– Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Strahan Kemhan), Rabu (19/5) menerima kunjungan 99 siswa College Interarmees de Defence France (CIDI) di kantor Kemhan, Jakarta. Sebelumnya pada hari yang sama Direktur CIDI GDI. Vincent Desportes diterima Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Syarifuddin Tippe, S.Ip., M.Si di ruang kerjanya dengan didampingi Direktur Kerjasama Internasional (Dirkersin) Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar, M.Bus, M.A.

Dalam pertemuan singkat tersebut direktur CIDI menjelaskan tentang lembaga CIDI yang diikuti 25 perwira asing dari berbagai negara dengan lama pendidikan sekitar 11 bulan. Salah satu bentuk kegiatan CIDI adalah study banding mengenai pertahanan dan keamanan di negara-negara lain seperti yang dilakukan saat ini di Indonesia. Kepada Dirjen Strahan, Direktur CIDI menyampaikan bahwa salah satu siswa CIDI berasal dari Indonesia.

Terdapat beberapa hal yang menjadi pokok perhatian siswa CIDI dalam sesi tanya jawab diantaranya mengenai isu pertahanan dan keamanan yang berkembang saat ini, Border Line, Strategic Partner Countries, Peace Keeping Operation, Counter Terrorism, the Role Territorial Command (kodam), Disaster Relief Exercise (DIREX), Military Business atau bisnis TNI, Integrated Defence and Security dan Human Resources.

Mengenai daerah perbatasan dan Strategic Partner Countries, Dirkersin menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih membutuhkan kerjasama dengan beberapa negara tetangga menyangkut garis batas dan Maritime Security, khususnya pengamanan di selat Malaka dan laut China. Indonesia dan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei telah menjalin kerjasama di bidang patroli laut dan udara (Air Maritime Patrol). Negara-negara tersebut merupakan Partner Strategic Indonesia dan negara-negara lainnya yang tergabung dalam ASEAN.

Ditambahkan Dirkersin untuk saat ini sebagian besar kerjasama pertahanan yaitu di bidang pelatihan dan pendidikan serta Joint Production. Amerika adalah negara yang banyak memberikan kesempatan pendidikan dan pelatihan kepada Indonesia selain Singapura, Malaysia, Australia, Perancis, Jerman, Inggris, India, Rusia dan negara-negara lainnya.

DMC

Desmon Hermono Kusumo Jabat Komandan KRI Teluk Amboina-503

20 Mei 2010, Jakarta -- Komandan Satuan Lintas Laut Militer (Dansatlinlamil) Jakarta, Kolonel Laut (P) Dri Suatmaji, melantik Letkol Laut (P) Desmon Hermono Kusumo menjadi Komandan KRI Teluk Amboina-503 dalam suatu upacara yang dihadiri pejabat teras Satuan Lintas Laut Militer Jakarta di KRI Teluk Amboina-503 Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (20/5).

Jabatan Komandan KRI yang diserahterimakan dari Dansatlinlamil Jakarta kepada Letkol Laut (P) Desmon Hermono Kusumo.

Dansatlinlamil Jakarta, Kolonel Laut (P) Dri Suatmaji dalam amanatnya mengatakan bahwa serah terima jabatan dilingkungan TNI AL diselenggarakan sesuai dengan tuntunan organisasi dan memberikan kesempatan bagi perwira pilihan untuk mengembangkan kepemimpinannya dalam melaksanakan tugas-tugas yang diemban.

”Jabatan Komandan KRI merupakan jabatan yang sangat strategis yang memiliki kewenangan yang sangat luas oleh karena itu berbanggalah kepada para perwira yang dipercaya oleh TNI AL dan negara untuk menjadi seorang Komandan KRI” katanya.

Dansatlinlamil Jakarta mengatakan bahwa wawasan kepemimpinan saat ini sangat diperlukan terlebih lagi dimasa yang akan datang, dengan pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang komprehensif, sistematis dan integral serta antisipatif terhadap dinamika lingkungan strategik yang sekarang ini terasa semakin cepat berubah.

Ditambahkannya, prajurit yang berdinas di KRI mempunyai tugas dan tanggungjawab merawat dan memelihara seluruh elemen yang ada dikapal sehingga kapal selalu berada pada kondisi yang siap untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan.

Bagi seorang Komandan, papar Dansatlinlamil Jakarta, harus mengetahui, menguasai dan memahami kondisi peralatan dan kondisi seluruh anak buah, segala permasalahannya yang ada pada mereka. Dan seorang Komandan diharapkan dapat dijadikan sebagai guru, bapak dan sekaligus sebagai atasan bagi seluruh anak buahnya.

Dispenkolinlamil/POS KOTA

Korsel Tunjukkan Bukti Torpedo Yang Mengkaramkan Cheonan

Prajurit AL Korea Selatan berjaga didepan reruntuhan kapal perang Cheonan yang tenggelam 26 Maret dekat perbatasan maritime dengan Korea Utara, di pangkalan laut Armada ke-2 di Pyeongtaek, Seoul Kamis (19/05). Korsel mempunyai bukti bahwa kapal selam Korut menembakan torpedo ke Cheonan hingga karam ke dasar laut menjadi dua bagian serta menewaskan 46 awaknya. (Foto: Reuters)

Rear Admiral Park Jung-Soo berdiri didepan reruntuhan kapal perang Cheonan. Tim penyelidik internasional berkesimpulan penyebab tenggelamnya Cheonan karena di torpedo kapal selam Korut. (Foto: Getty Images)



Reruntuhan kapal patroli Cheonan dipertunjukan kepada para wartawan di pangkalan laut Pyeongtaek, Seoul Kamis (20/05). (Foto: Getty Images)

Para juru foto mengambil gambar bagian torpedo yang diambil dari Laut Kuning. (Foto: Reuters)


Karakter "1 beon" terlihat di bagian torpedo yang diangkat dari Laut Kuning, menunjukan torpedo tersebut milik AL Korut. (Foto: Reuters)

Berita HanKam