Sunday, April 5, 2009

Komandan Kormar Resmikan Pos Perbatasan Sebatik


5 April 2009, Surabaya -- Komandan Korps Marinir (Kormar), Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri meresmikan lima pos pengamanan perbatasan RI dengan Malaysia di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Timur, Sabtu (4/4).

Siaran pers Korps Marinir yang diterima ANTARA di Surabaya, Minggu menyebutkan, kelima pos yang akan segera dimanfaatkan oleh pasukan Marinir yang tergabung dalam Satgas Ambalat IX itu ada di Sei Bajau, Sei Taiwan, Balansiku, Sembaring dan Bambangan.

Komandan Kormar dalam sambutannya mengatakan, Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan, sehingga secara geografis, perbatasan dengan negara tetangga adalah laut yang sangat berpotensi menimbulkan konflik.

"Hal ini merupakan kondisi yang harus diwaspadai dan diperhatikan oleh pemerintah pusat dan semua pihak, termasuk Korps Marinir. Oleh karena itu dibangunlah pos-pos pengamanan beserta sarana dan prasarananya guna mendukung Satgas Korps Marinir dalam mengamankan wilayah perbatasan," ujarnya.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada masyarakat di Pulau Sebatik yang dengan ketulusannya menghibahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan pos-pos pengamanan di pulau tersebut.

Sebelum peresmian pos dimulai, kegiatan didahului dengan upacara penerimaan oleh ketua adat di pulau Sebatik dengan cara mengalungkan bunga kepada Komandan Kormar.

Peresmian itu dihadiri oleh Komandan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim,Laksma TNI RM Harahap, Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra, Komandan Pangkalan Marinir Surabaya, Kolonel Marinir Amirudin Harun beserta sejumlah perwira lainnya.

SEBATIK, 5/4 - MERAH-PUTIH. Dua anak menyaksikan seorang peterjun tempur dari Yon Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir yang membawa bendera Merah-Putih(Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/pd/09)

Acara itu dimeriahkan dengan atraksi terjun payung oleh 12 prajurit Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Marinir yang membawa sejumlah bendera, yakni merah putih, TNI AL, Kormar dan Pasmar-1.

Pada saat itu juga dilaksanakan pergantian personel pengamanan perbatasan dari Satgasmar Ambalat VIII yang dipimpin oleh Kapten Marinir Agus Haryanto kepada Satgasmar Ambalat IX yang dipimpin oleh Kapten Marinir Budi Santosa. (AntaraJatim)

Empat peterjun tempur dari Yon Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, melakukan formasi Canopy Relative Work (CRW) yaitu kerjasama di udara. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/pd/09)

Peresmian Pospamtas di Pulau Sebatik

Sebuah speedboat Patroli Keamanan Laut (Patkamla) milik Lanal Nunukan, berpatroli di sekitar Pos Pengamanan Perbatasan Satgasmar Ambalat, Sebatik, Nunukan, Kaltim. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/hm/hp/09)

Pulau Sebatik termasuk wilayah pemerintahan Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Nunukan merupakan pecahan dari Kabupaten Bulungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Bontang pada tanggal 4 Oktober 1999. Kepemilikan Pulau Sebatik terbagi dua bagian, disebelah Utara wilayah Negara Bagian Sabah, Malaysia berbatasan dengan Kecamatan Sebatik dan Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan.

Kota Tawao Malaysia, tampak dari Sei Pancang, Pulau Sebatik.(Foto: ANTARA/Eric Ireng/hm/hp/09)

Pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Kota Tawao dipicu maraknya tindakan illegal dari Nunukan, seperti pengiriman TKI illegal, pencurian ikan, penyelundupan kayu hasil illegal logging serta berbagai bahan kebutuhan lainnya.

SEBATIK, 4/4 - PERESMIAN POS PERBATASAN. Dankormar, Mayjend TNI (Mar) Djunaidi Djahri menandatangani prasasti peresmian lima Pos Pengamanan Perbatasan (Pospamtas) Satgasmar Ambalat di Pulau Sebatik.(Foto: ANTARA/Eric Ireng/ED/ama/09)

Untuk mengantisipasinya Korps Marinir menambah lima Pospamtas di Sei Bajau, Sei Taiwan, Balansiku, Tembaring dan Bambangan di Pulau Sebatik pulau terluar Indonesia di perairan Blok Ambalat.

@ANTARA/Kompas/Beritahankam.blogspot

Patroli Laut Lanal Pontianak di Perairan Kalbar

PONTIANAK, 4/4 - PATROLI LAUT. Dua awak Kapal TNI AL (KAL) Sambas II - 401 siaga saat berpatroli di wilayah perairan Kalimantan Barat, Sabtu (4/4). Lanal Pontianak terus melakukan patroli di wilayah perairan Kalbar hingga perbatasan RI-Malaysia, untuk mengantisipasi illegal fishing dan illegal logging, serta pengamanan wilayah NKRI. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/hm/hp/09)

Saturday, April 4, 2009

Kapal Bersayap WiSE Diuji Coba Tahun Ini

Replika WiSE-8 dipamerkan saat acara Open House Dies Emas 50 Tahun ITB di Aula Barat, ITB, Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/3)

4 April 2009 -- Kapal bersayap WiSE dijadwalkan diuji coba layar-terbang tahun ini di Bojonegara, Teluk Banten, Kab. Serang, Banten. “Uji coba bertujuan memastikan kemampuan terbang, jarak di air, dengan tingkat kecepatan yang lebih rendah (dari kemampuan normal)”. “Uji coba macam ini butuh kehati-hatian tinggi” ujar Hari Muhammad koordinator peneliti WiSE ITB (3/4) kepada KOMPAS.

Wahana ini sangat tepat dan prospektif sebagai sarana transportasi perairan dangkal antarpulau di Indonesia dan dapat diproduksi dengan teknologi sederhana di galangan kapal. Selain itu, lebih irit hingga 40 persen konsumsi bahan bakarnya dibandingkan alat transportasi lainnya. Memiliki kemampuan terbang dengan ketinggian 10 feet atau sama dengan tiga meter diatas permukaan laut.

Kapal WiSE (Wing in Surface Effect) yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya sejak tahun 2005.

Saat ini ada dua jenis WiSE, yaitu WiSE-2 berkapasitas 2 tempat duduk dan WiSE-8 8 tempat duduk. Prototipe WiSE-2 manufakturnya bekerja sama dengan PT. Carita Boat Indonesia, Banten.

Sejumlah investor dikabarkan tertarik memesan kapal bersayap ini dengan kapasitas tempat duduk lebih besar.


Prinsip Kerja WiSE

Kapal bersayap adalah pesawat terbang yang sengaja dirancang untuk terbang rendah. Tujuannya adalah untuk mendapatkan efek permukaan (ground effect) yang berguna menambah gaya angkat. Kendaran jenis ini dikenal dengan nama Wing in Ground/Surface Effect (WiGE atau WiSE).

Dibandingkan dengan kapal laut, WiSE memiliki keunggulan yaitu meniadakan gaya hambat dari air laut karena telah berada beberapa centi diatas permukaan laut dan pada akhirnya tentu saja kecepatan yang didapat lebih tinggi, waktu tempuh singkat, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Prinsipnya, WiSE manfaatkan efek pemampatan udara permukaan yang terjadi pada objek benda yang terbang rendah. Efek tambahan gaya angkat ini dipertahankan dengan memilih kecepatan terbang yang sesuai dan bentuk aerodinamik yang sesuai pula.

Gaya angkat pada sayap terbangkit akibat adanya perbedaan tekanan dipermukaan atas dan permukaan bawah sayap akibat gerak relatif udara terhadap sayap. Namun, konsekuensi dari perbedaan tekanan ini adalah terjadinya ‘kebocoran’ tekanan di ujung tepi sayap (wing tip) dan terjadi kerugian gaya angkat. Saat terbang rendah, downwash yang tercipta di tepi sayap ini ‘terhalang’ oleh permukaan, sehingga didapatllah tambahan gaya angkat.
(dikutip: @forumsains.com/azki hakim)


Ekranoplan

KM Ekranoplan

Central Hydrofoil Design Bureau (CHDB) diketuai oleh Rostislav Alexeiev dengan dukungan dan sumber dana dari Kruchev, membuat kapal memanfaatkan teknologi WiSE yang disebut KM Ekranoplan. KM Ekranoplan disebut Monster Laut Kaspia mempunyai bobot 550 ton, yang digunakan AL Uni Soviet hingga tahun 1980 setelah mengalami kecelakaan saat tinggal landas.

A-90 Orlyonok (Foto: militaryphotos)

Program Ekranoplan dilanjutkan dengan membuat A-90 Orlyonok 125 ton, bertugas dijajaran AL Uni Soviet dari tahun 1979 hingga 1992. Ekranoplan Kelas Lun dibuat tahun 1987, berfungsi sebagai peluncur misil. Sedangkan Lun kedua yang diberi nama Spasatel, berfungsi sebagai kapal penolong tidak pernah selesai dibuat.
@berbagai sumber/beritahankam.blogspot

Sesko TNI Akan Selenggarakan Pendidikan S-2

1 April 2009, Bandung -- Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) akan menyelenggarakan pendidikan S-2 dengan gelar Magister Pertahanan. Saat ini, sedang dilakukan persiapan, termasuk menunggu persetujuan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan Departemen Pertahanan (Dephan).

Demikian diungkapkan Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI Edy Harjoko saat ditemui di ruang kerjanya di Sesko TNI, Jln. R.A.A. Martanegara No. 11 Bandung, Selasa (31/3). "Ke depan, Sesko TNI tidak hanya menyelenggarakan program pendidikan S-1 tapi juga S-2," katanya.

Menurut Edy, Sesko TNI dalam kiprahnya di dunia pendidikan lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. "Kami melaksanakan pendidikan karier tertinggi TNI dan sebagai penyelenggara latihan gabungan TNI. Jadi dari Sesko TNI lahir pemimpin masa depan," ujarnya didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Sesko TNI lainnya.

Sejak tahun 2003, menurut Edy, Sesko TNI tidak hanya menerima perwira dari dalam negeri, namun juga luar negeri. Penerimaan siswa tahun ajaran 2009, diikuti seratus perwira, terdiri dari TNI AD (42), TNI AL (29), TNI AU (22), dan perwira menengah mancanegara 7 orang, masing-masing dari Thailand, Singapura, Australia, Malaysia, India, dan Burkina Faso (Afrika). Sedangkan lama pendidikan sembilan bulan.

"Sasaran pendidikan di Sesko TNI lebih mengutamakan pada kepemimpinan dan kejuangan, manajemen dan strategi, pertahanan negara, dan operasi militer. Tenaga pengajarnya diambil dari perwira tinggi dan perwira menengah TNI serta dari perguruan tinggi ternama seperti ITB, UPI, UI, dan Unpad," tuturnya pula.

Edy menambahkan, Sesko TNI dalam usia ke-35 tahun telah menghasilkan alumni 5.571 orang perwira menengah. Di antara mereka, berhasil menduduki jabatan teras, baik dalam struktur TNI dan Dephan serta sebagai Panglima TNI, kepala staf angkatan, Sekjen Dephan, dan jabatan di luar TNI lainnya.(PikiranRakyat)

Friday, April 3, 2009

Pergantian Tugas Satgas Ambalat di Pulau Sebatik

SEBATIK, 2/4 - POS MARINIR. Pulau Sebatik, Kaltim yang merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, diambil dari pesawat Casa NC-212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, Kamis (2/4). Korps Marinir TNI AL akan menambah lima Pos Pengamanan Perbatasan baru (Sei Bajo, Sei Taiwan, Balansiku, Tembaring dan Bambangan) untuk memperkuat pertahanan dan pengamanan demi keutuhan dan kedaulatan NKRI di sekitar perairan Blok Ambalat. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/nz/09)

Pulau Sebatik secara administratif masuk kedalam wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Pulau Sebatik terbagi dua, separuh pulau di bagian Utara merupakan bagian Sabah, Malaysia dan di bagian Selatan wilayah Indonesia.

Penjagaan Pulau Sebatik ditingkatkan untuk menjawab klaim blok Ambalat yang hanya berjarak 5 mil laut dari Pulau Sebatik oleh Malaysia.

SEBATIK, 3/4 - SATGAS AMBALAT. Ratusan anggota Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Ambalat, memeriksa perlengkapan, saat pergantian tugas di Sebatik, Nunukan, Kaltim, Jumat (3/4). Satgasmar Ambalat 9 menggantikan Satgasmar Ambalat 8 yang telah bertugas selama enam bulan di Pulau Sebatik yang merupakan pulau terluar Indonesia dan masuk dalam wilayah Blok Ambalat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. (Foto: ANTARA/Eric Ireng//Koz/hp/09)

SEBATIK, 3/4 - SATGAS AMBALAT. Ratusan anggota Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Ambalat, berbaris di depan rumah khas warga, saat pergantian tugas di Sebatik, Nunukan, Kaltim, Jumat (3/4). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/hp/09)

SEBATIK, 3/4 - SATGAS AMBALAT. Ratusan anggota Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Ambalat, meneriakkan yel-yel, saat pergantian tugas di Sebatik, Nunukan, Kaltim, Jumat (3/4). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/hp/09)

Gubernur AAL Lepas Kadet ke Luar Negeri


3 April 2009, Surabaya -- Gubernur Akademi TNI AL (AAL) Laksda TNI Moch. Jurianto di Surabaya, Jumat, melepas keberangkatan kadet yang akan melaksanakan latihan pelayaran ke luar negeri.

Kadet yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) bersandi Jala Yudha itu terdiri atas 59 orang korps Pelaut, 53 korps Teknik, 18 korps Elektronika, 24 korps Suplay, 42 korps Marinir, dan masing-masing satu orang perwakilan dari Akademi Militer (Akmil) dan Akademi TNI AU (AAU).

Satgas yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Dores A. Ardi itu berlayar menggunakan dua Kapal Perang RI (KRI), yakni KRI Ki Hajar Dewantara–364 dan KRI Teluk Ende–517 dengan rute Surabaya, Batam, Brunei Darussalam, Kinabalu (Malaysia), Bitung, Makassar dan kembali ke pangkalan Surabaya.

Gubernur AAL mengatakan, kegiatan pelayaran itu dimaksudkan untuk memberikan bekal dan pengetahuan serta kecakapan dasar operasi laut sesuai dengan pelajaran profesi yang telah diterima masing-masing kadet.

Menurut dia, para kadet bisa mendalami tugas dan profesinya sesuai korps dalam pengoperasian sistem yang ada di KRI, seperti sistem sensor, sistem penggerak pokok, elektronika, administrasi dan pembekalan, taktik dan teknik operasi laut serta pendaratan amfibi.

"Latihan ini juga merupakan sarana untuk membuka cakrawala pandang bagi para kadet di dalam mengenal dan mengetahui secara langsung keanekaragaman adat-istiadat dan budaya masyarakat Indonesia dan negara tetangga, melalui berbagai kegiatan selama berlabuh," katanya.

Selama berlabuh, para kadet akan melakukan kirab, promosi dan publikasi tentang AAL serta interaksi langsung dengan masyarakat. Latihan ini juga untuk memberikan pengalaman kepada para kadet tentang kehidupan di laut yang nantinya akan menjadi medan juang bagi para prajurit matra laut.

"Dengan pengalaman ini, diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta laut sebagai modal dasar prajurit-prajurit bahari yang tangguh. Kalian patut berbangga dan bersyukur atas kesempatan melaksanakan tugas pelayaran ini, karena kalian akan memperoleh bekal yang sangat berharga untuk masa depan," katanya.

Ia meminta agar para kadet memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk membina mental kepribadian, kesamaptaan jasmani dan mendalami pengetahuan profesi," ujarnya. (AntaraJatim)

Sertijab Komandan Skadud 400 Wing Udara 1

2 April 2009, Surabaya -- Mayor Laut (P) Ludi Muharjo mendapat jabatan baru sebagai Komandan Skuadron Udara 400 Wing Udara I menggantikan Mayor Laut (P) Edy Gunawan yang selanjutnya akan menerima tugas barunya sebagai Kasisiaplat Ditopslat Puspenerbal. Upacara serah terima jabatan dilaksanakan pada hari ini, Kamis 2 April 2009 di Shellter Hely Skuadron 400.

Serah terima jabatan Komandan Skuadron 400 Wing Udara I ini merupakan bagian dari proses pembinaan personel Penerbangan TNI AL guna meningkatkan kualitas kinerja di jajaran Puspenerbal. Dalam serah terima jabatan ini, Komandan Wing Udara I mengharapkan lahirnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih kreatif dan inovatif untuk kemajuan Penerbangan TNI AL pada umumnya dan Puspenerbal pada Khususnya.

Upacara tersebut di hadiri oleh sejumlah pasukan dari Wing Udara I dan Skuadron 400 Wing Udara I. Sebagai Inspektur Upacara adalah Komandan Wing Uadara I Kolonel Laut (P) Parno.

Puspenerbal

Kapal Perusak Helikopter Hyuga DDH 181


Kapal perusak helikopter Hyuga (DDH 181) mulai bertugas di Pasukan Bela Diri Laut Jepang (Japan Maritime Self Defense Forces/JMSDF), Rabu, 18 Maret 2009. Nama Hyuga pernah digunakan untuk battleship kelas Ise, yang digunakan pada Perang Dunia II.

Hyuga merupakan kapal perang terbesar yang dioperasikan JMSDF saat ini, akan menggantikan kapal perusak anti kapal selam kelas Haruna. Hyuga kapal pertama dari project 16DDH, setidaknya dua kapal kelas ini direncanakan dibuat. Kapal kedua dalam proses penyelesaian, direncanakan diluncurkan pada tahun ini dan masuk jajaran JMSDF tahun 2011. 16 dimaksudkan tahun ke-16 Kekaisaran Heisei dalam sistim kalender Jepang.

Kapal perusak kelas Haruna yang akan digantikan oleh Hyuga

Untuk alasan politis, kelas Hyuga diklasifikasikan sebagai kapal perusak helikopter. Klasifikasi ini tidak tepat, karena ukuran kapal secara signifikan lebih panjang dibandingkan kapal perusak. Mempunyai dek pesawat yang panjang dan relatif panjang untuk satuan udara.

Kapal ini dapat dibandingkan dengan kapal induk ringan, seperti kelas Invicible Angkatan Laut (AL) Inggris, Giuseppe Garibaldi AL Itali, dan Principe de Asturia AL Spanyol.

Hyuga mempunyai dua elevator serta dilengkapi hanggar. Jepang mengklaim satuan udaranya terdiri dari tiga Sikorsky SH-60K untuk peperangan anti kapal selam (Anti Submarine Warfare/ASW) dan satu MCH-101 untuk peperangan ranjau. Tetapi kapal ini mampu mengangkut hingga 11 helikopter Chinook atau beberapa helikopter ukuran kecil. Hyuga mampu mengoperasikan hingga empat helikopter secara simultan melakukan tinggal landas dan mendarat.


Saat ini Hyuga tidak dapat mengoperasikan pesawat sayap tetap, karena tiadanya pelontar ski di haluan serta peralatan lainnya. Kapal ini hanya membutuhkan sedikit modifikasi agar mampu membawa pesawat sayap tetap dan mungkin akan dilengkapi pesawat berkemampuan V/STOL dimasa mendatang.

Hyuga dijadikan kapal bendera JMSDF untuk satuan 1st Escort Flotilla, bermakas di Yokosuka, Prefektur Kanagawa. Kapal kelas Hyuga tidak dipersiapkan untuk penyerbuan amfibi, akan tetapi kapal ini mampu membawa sedikitnya 350 pelaut. Kemampuan membawa pasukan marinir tidak dipublikasikan untuk alasan politis.

Hyuga mulai dibangun tahun 2006 oleh IHI Marine United Inc. di galangan kapal Yokohama. Kapal ini merupakan kapal perusak JMSDF pertama yang mempunyai awak kapal perempuan, berjumlah 17 orang terdiri 2 orang perwira dan 15 pelaut.


Spesifikasi
Bobot: 13.950 ton standar, 18,000 ton berat penuh
Panjang: 197 m
Lebar: 33 m
Draft: 7 m
Sistem Penggerak: COGAG (Combined Gas Turbine and Gas)
Mesin: 4 General Electric LM2500, 2 shaft, 100.000 HP
Kecepatan: +30 knot
Persenjataan:
1x 16 cell Mk.41 VLS (campuran ESSM dan ASROC)
2x CIWS Phalanx 20 mm
2x triple tabung torpedo 324 mm





@Military-today/MarineBuzz/Mod.go.jp/Beritahankam.blogspot

Satgas Ambalat Korps Marinir Tiba di Pulau Sebatik

Satgas Ambalat berkekuatan 130 prajurit marinir, terdiri dari 106 prajurit Brigif-1, 13 prajurit Resimen Bantuan Tempur (Menbapur)-1, 7 prajurit Taifib dan 4 prajurit Detasemen Markas Pasmar-1, dipimpin oleh Kapten Marinir Budi Santoso. Pasukan ini berada dibawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koamartim, dan akan bertugas selama 6 bulan.

Sebatik - Anggota Taifib 1 Marinir melakukan terjun tempur dari pesawat Casa Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 di atas Pulau Sebatik, Kaltim, Kamis (2/4). Marinir akan menambah lima Pos pengamanan perbatasan baru di pulau terluar yang berbatasan dengan Malaysia di perairan Blok Ambalat. (Foto: AntaraJatim/Eric Ireng)


SEBATIK, 2/4 - SATGAS AMBALAT. Sejumlah anggota Korps Marinir dengan kapal angkatan laut (KAL) milik Lanal Nunukan, tiba di Dermaga Binalawan, Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltim, Kamis (2/4) sore. Anggota Marinir tersebut sebagai pasukan pengganti Satgas Ambalat di Pulau Sebatik, yang merupakan pulau terluar Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia, Korps Marinir TNI AL akan menambah lima Pos Pengamanan Perbatasan baru (Sei Bajo, Sei Taiwan, Balansiku, Tembaring dan Bambangan) untuk memperkuat pertahanan dan pengamanan demi keutuhan dan kedaulatan NKRI di sekitar perairan Blok Ambalat. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/hm/hp/09)

SEBATIK, 2/4 - SATGAS AMBALAT. Sejumlah anggota Korps Marinir yang baru tiba dengan kapal angkatan laut (KAL) milik Lanal Nunukan, berjalan melewati kampung nelayan sekitar Dermaga Binalawan (Foto: ANTARA/Eric Ireng/hm/hp/09)

SEBATIK, 2/4 - SATGAS AMBALAT. Sejumlah senjata milik anggota Korps Marinir yang baru tiba dengan kapal angkatan laut (KAL) milik Lanal Nunukan, tertata rapi di Dermaga Binalawan.(Foto: ANTARA/Eric Ireng/hm/hp)09

Thursday, April 2, 2009

Prajurit Kodam II/Sriwijaya Naik Pangkat


2 April 2009, Palembang -- Pangdam II/Swj Mayor Jenderal TNI Mochammad Sochib, S.E, MBA, Kamis, 2 April 2009, menerima pelaporan kenaikan pangkat Perwira Kodam II/Swj, bertempat di Gedung Sudirman Makodam II/Swj Palembang. Diantara Perwira yang pangkatnya dinaikan setingkat lebih tinggi dari Letnan Kolonel ke Kolonel diantaranya adalah, Aster Kasdam II/Swj, Aspers Kasdam II/Swj, Kabekangdam II/Swj, Kahubdam II/Swj dan Karumkit Tk. II 02. 05. 01 dr AK Gani Kesdam II/Swj.

Pangdam II/Swj dalam sambutannya mengatakan, bahwa, dalam kehidupan Prajurit, kenaikan pangkat merupakan hal yang lazim dialami oleh Prajurit, namun kenaikan pangkat bukan berarti otomatis dapat diberikan kepada setiap anggota yang telah memenuhi syarat masa dinas atau jabatannya. Kenaikan pangkat diberikan kepada para Prajurit karena dedikasi dan prestasinya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu kenaikan pangkat merupakan suatu kehormatan dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan TNI yang wajib dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun melalui pengabdian nyata Prajurit kepada bangsa, negara dan organisasi TNI AD khususnya Kodam II/Swj.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, dengan dinaikkan pangkat ini hendaknya terdapat perubahan yang positif terhadap sikap dan perilaku serta rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban, sehingga mampu meningkatkan kinerja organisasi. Lakukan komunikasi secara baik dengan unsur-unsur terkait dijajarannya, kembangkan terus pengetahuan, ketrampilan dan rasa kepedulian terhadap permasalahan anggota di satuan, tegakkan disiplin serta bangun profesionalisme prajurit. (KodamSriwijaya)


ABK KRI Diponegoro-365 Kunjungi India Naval School


2 April 2009, Cochin -- Sehari setelah merapat di pelabuhan Cochin, India, ABK KRI Diponegoro-365 dengan Komandan Letkol Laut (P) Arsayad Abdullah yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force Kontingen Garuda XVIII-A/UNIFIL mengadakan kunjungan ke Sekolah Angkatan Laut India khususnya ke Navigation School dan Signal School.

Sebanyak 25 personel baik Perwira, Bintara maupun Tamtama turut serta dalam kunjungan tersebut yang dipimpin langsung oleh Kepala Departemen Operasi (Kadepops) Kapten Laut (P) Aminuddin Albert.

Sementara di saat yang bersamaan Angkatan Laut India juga mengirimkan personelnya yang terdiri dari Perwira Menengah dan Perwira Pertama untuk mengadakan kunjungan ke kapal tercanggih milik TNI AL ini yang disambut langsung Perwira Pelaksana (Palaksa) Mayor Laut (P) Seno Ario wibowo didampingi Kepala Divisi Peperangan Atas Air Kapten Laut (P) Lewis Nainggolan di geladak Helly.

Komandan KRI Diponegoro yang juga sekaligus Komandan Satuan Tugas MTF UNIFIL Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan untuk membangun tali silaturahmi/hubungan yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang antara TNI AL dengan Angkatan Laut India.

Sementara Pimpinan rombongan TNI AL Kapten Laut (P) Aminudin Albek usai kunjungan mengatakan bahwa apa yang disaksikannya di India Naval School khususnya Navigation Direction dan Signal School semua fasilitas yang ada disana lengkap, mulai dari yang tingkat dasar sampai dengan yang tingkat advance. Mereka menggunakan fasilitas yang sanagat sederhana/tidak mahal tetapi tujuan latihan terpenuhi dengan pengelolaan yang sangat profresional.

Menurutnya itulah point penting yang perlu dilaksanakn di Indonesia. Jangan lagi ada anggapan bahwa semua bisa professional dengan biaya tinggi. Tetapi kita lihat esensi dari latihan itu dengan menggunakan fasilitas yang sudah ada.

Ia mengharapkan fasilitas yang ada di Indonesia bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga kedepan Indonesia juga bisa mendatangkan siswa dari luar untuk belajar di Indonesia seperti halnya India. Saat ini ada 4 orang siswa TNI AL berpangkat Kapten dan Lettu yang sedang mengikuti pendidikan di India yang akan berakhir bulan depan (April).

Sementara hal yang sama juga dilakukan perwira-perwira Angkatan Laut India dengan mengunjungi beberapa bagian KRI Diponegoro-365 antara lain Helly Bolkow 105, MCR (Machine Control Room), Engine Room, meriam 76, Anjungan, geladak Exocett dan beberapa bagian lainnya. (TNI AL)

Lanud Pekanbaru Latihan PHH


2 April 2009, Pekanbaru -- Berkaitan dengan akan berlangsungnya Pesta Demokrasi atau Pemilu yang akan dilaksanakan oleh bangsa ini pada 9 April 2009, Seluruh anggota Lanud Pekanbaru yang terlibat dalam pengamanan Pemilu, yang terdiri dari Skadron Udara 12, Skatek 045 serta Lanud melaksanakan latihan Pengendalian Huru Hara (PHH), di Lapangan Batalyon 462 Paskhas Lanud Pekanbaru.

Latihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengantisipasi akan adanya aksi massa atau demonstrasi yang dikhawatirkan cenderung bersifat anarkis yang terjadi khususnya di wilayah kota Pekanbaru, juga apabila sewaktu-waktu kita diminta bantuannya oleh pihak kepolisian dalam menangani aksi-aksi seperti unjuk rasa dan demonstrasi.

latihan ini juga dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama sebagai tim, kemudian memupuk kesabaran kita dalam menghadapi massa, dan tak ketinggalan latihan ini juga dapat meningkatkan kemampuan individu kita dalam menghadapi situasi yang nantinya cenderung dapat berkembang menjadi sebuah huru-hara”. demikian dituturkan instruktur sebelum latihan ini dimulai.

Diawali dengan pemberian teori mengenai PHH, latihan ini dimulai dengan peragaan mengenai berbagai posisi dan formasi dalam hal apabila terjadi huru-hara akibat adanya aksi massa, oleh anggota Batalyon 462 Paskhas.

Anggota Lanud Pekanbaru-pun secara antusias memperhatikan dengan seksama peragaan atau demo yang diberikan oleh para instruktur, yang kemudian dilanjutkan dengan praktek oleh para anggota Lanud Pekanbaru. (TNI AU)

95 Perwira Koarmatim Berlatih Simulasi Pertempuran Laut


2 April 2009, Surabaya -- Sebanyak 95 perwira korps pelaut Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mulai pangkat pewira pertama hingga Pamen mengikuti simulasi teknis dan taktik dalam aplikasi pertempuran laut di Cubicie ASTT Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Puslatlekdalsen) Kobangdikal, Surabaya, Rabu (1/4). Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Komando Latihan Koarmatim (Kolatarmatim) Kolonel Laut (P) Didik Wahyudi, SE.

Maksud dan tujuan dilaksanakan latihan ini, memberikan penyegaran dengan metoda praktek gabungan dalam mengaplikasikan Kerja sama taktis, manover taktis, prosedur komunikasi taktis, raid reporting, gunnery exercise dan pertempuran laut.

Seusai mengikuti pelatihan ini para perwira diharapkan mampu melaksanakan kerjasama taktis antar unsure dengan baik. Mampu melaksanakan manover taktis dalam pertempuran laut, mampu memahami dalam melaksanakan prosedur komunikasi taktis dengan tepat dan cepat serta mampu mengemban tugas-tugas sebagai OCS dan OTC.

Latihan berlangsung selama 2 hari, dengan materi latihan meliputi lepas sandar dermaga dan melewati alur sempit. Mainfield transit (melewati alur terobos medan ranjau) dan manover taktis serta pertempuran laut. Pada akhir seluruh rangkaian latihan tersebut dibentuk dalam suatu gugus tugas untuk menghadapi pertempuran yang multi threat, yaitu berbagai dimensi ancaman seperti atas air, permukaan, bawah air dan peperangan elektronika. (TNI AL)

Kolonel Marinir Very Kunto Komandan Resimen AAL


2 April 2009, Surabaya -- Gubernur Akademi TNI AL (AAL), Laksda TNI Moch. Jurianto di Surabaya, Kamis melantik Kolonel Marinir Prang Very Kunto sebagai Komandan Resimen AAL menggantikan Kolonel Marinir Sturman Panjaitan.

Kolonel Panjaitan selanjutnya akan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), sedangkan Kolonel Very Kunto baru menyelesaikan pendidikan di Lemhanas.

Gubernur AAL dalam sambutannya mengatakan, resimen merupakan ujung tombak AAL dalam membentuk watak dan karakter serta kepribadian para kadet yang merupakan calon pemimpin TNI AL di masa yang akan datang.

"Resimen AAL menggembleng kadet dengan penanaman kecerdasan spiritual dan emosional sehingga di kelak kemudian hari menjadi perwira-perwira TNI AL yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan. Para kadet juga memiliki disiplin dan berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas," katanya.

Melalui personel resimen, para kadet diajarkan bagaimana model-model kepemimpinan abad ke-21, khususnya untuk organisasi TNI, baik secara praktek di lapangan maupun keteladanan dalam pola pikir, sikap dan tindakan sehari-hari.

Ia mengemukakan, menyikapi perkembangan dunia saat ini, AAL sebagai pusat pembentukan kader-kader pemimpin TNI AL, harus adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman.

"Kadet harus dibentuk menjadi perwira TNI AL yang tidak kalah dengan perwira-perwira AL di negara-negara maju, dalam hal profesionalisme yang dilandasi dengan nasionalisme Indonesia dan militansi tinggi," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan kepada pejabat yang baru agar memanfaatkan kepercayaan dan amanah yang telah diberikan oleh pemimpin TNI AL dengan sebaik-baiknya.

AntaraJatim

Wednesday, April 1, 2009

RI-China Akan Kerjasama Teknologi Militer


1 April 2009, Beijing -- Indonesia dan China dalam waktu dekat akan menandatangani naskah kerjasama bidang teknologi militer sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama (MoU) antara masing-masing menteri pertahanan pada 2007.

"Dalam waktu dekat akan dilakukan suatu naskah kerjasama kedua negara untuk bidang teknologi militer. China akan membantu pengembangan teknologi militer kepada Indonesia," kata Direktur Analisa Lingkungan Strategis (Diranlingstra) Dephan Brigjen TNI Subekti, di Beijing, Rabu.

Hal tersebut dikemukakan ketika menghadiri Dialog Perwira Tinggi Pertahanan China-ASEAN yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan MIliter (AMS) China dan dihadiri antara lain oleh Atase Pertahanan RI di Beijing Kolonel Infantri Yayat Sudrajat serta sejumlah perwira tinggi mililer China dan ASEAN, pada 30 Maret-2 April 2009.

Menurut dia, dalam kerjasama itu diharapkan pihak China bisa membantu mengembangkan teknologi yang ada di PT Pindad, PT PAL Indonesia, serta PT Dirgantara Indonesia untuk menghasilkan teknologi militer kelas menengah keatas.

Bukan saja kerjasama memproduksi teknologi militer, katanya, tapi dalam kerjasama nanti juga akan diupayakan kemungkinan China ikut memasarkan produk-produk militer yang dihasilkan oleh Indonesia.

"Kerjasama tidak saja di bidang teknologi tapi juga pemasaran terhadap produk yang dihasilkan dari kerjasama militer antara Indonesia dengan China," katanya.

Indonesia menilai bahwa kemajuan teknologi militer China saat ini sudah bisa disejajarkan dengan teknologi militer barat, sehingga upaya kerjasama teknologi akan terus diupayakan.

Bentuk kerjasama ini, kata Subekti, juga sangat penting sebagai upaya Indonesia untuk mengurangi ketergantungan negara-negara barat di bidang teknologi militer.

"Kita lihat saja berapa banyak pesawat tempur kita yang tidak bisa terbang karena adanya larangan pengiriman suku cadang pesawat dan ini tentu sangat merugikan kita. Dengan China, negara itu sama sekali tidak mempersyaratkan apa-apa untuk rencana pembelian perlengkapan militernya," kata Brigjen TNI Subekti.

Mengenai kerjasama militer kedua negara, dia mengatakan bahwa selama ini kedua negara telah menjalin jauh berbagai bentuk kerjasama pertahanan dan keamanan, antara lain dengan saling tukar menukar perwira militer untuk mengikuti pendidikan ke masing-masing negara.

Rencana penandatanganan naskah kerjasama bidang teknologi militer, katanya, merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama pertahanan dan keamanan antara Menhan RI Juwono Sudarsono dengan Menhan China (saat itu) Cao Gangchuan, di Beijing, pada 7 November 2007.

Penandatanganan itu juga merupakan tindak lanjut dari Kerjasama Strategis yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Hu JIntao, April 2005, di Jakarta.

Kerjasama di berbagai bidang pertahanan itu, diantaranya mencakup kerjasama di bidang kelembagaan, kerjasma di bidang teknologi, serta bidang pendidikan dan latihan.

Dalam kerjasama itu juga dimungkinkan adanya pembelian senjata yang masuk dalam bidang kerjasama bidang teknologi termasuk pembelian dan penjualan senjata untuk militer. (Antara)

Patroli TNI AL di Perbatasan


NUNUKAN, 1/4 - PERBATASAN. Foto udara dari pesawat CASA milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, kapal perang (KRI) milik TNI AL berpatroli menuju Blok Ambalat di perairan tak jauh dari Kabupaten Nunukan, Kaltim, Rabu (1/4). TNI AL terus melakukan patroli laut di sisi terluar Indonesia, demi keutuhan dan kedaulatan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/nz/09)

Kenaikan Pangkat di Udara


MASALEMBO, 1/4 - NAIK PANGKAT. Co Pilot Casa NC 212 Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, Lettu Laut (P) Pambudi (kanan) menyematkan pangkat baru kepada Pilot, Mayor Laut (P) Andri Wahyudi, saat terbang di atas Laut Jawa Masalembo tak jauh dari Banjarmasin, Kalsel, Rabu (1/4). Mayor Laut (P) Andri Wahyudi terpaksa melakukan prosesi kenaikan pangkat di udara karena menunaikan tugas ke perairan Blok Ambalat. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/nz/09)

Ribuan Prajurit Kodam Naik Pangkat

Komandan Brigif-1 Marinir, Kolonel Marinir K. Situmorang memberikan ucapan selamat dengan salam komando kepada seorang perwira yang naik pangkat.

1 April 2009, Surabaya - Sebanyak 3.306 prajurit, terdiri atas 185 perwira, 2.401 bintara dan 720 tamtama di lingkungan Kodam V/Brawijaya naik pangkat.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno yang memimpin upacara pelaporan kenaikan pangkat perwira menengah di Surabaya, Rabu mengemukakan, pangkat yang baru disandang prajurit itu bukan merupakan hadiah.

"Kenaikan pangkat itu melalui proses yang panjang karena harus memenuhi beberapa persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini dapat dilihat dari jumlah prajurit yang diajukan naik pangkat, ternyata tidak semuanya dianggap memenuhi syarat," katanya.

Menurut mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) itu, Kodam V/Brawijaya sendiri memberlakukan beberapa persyaratan bagi prajurit yang akan naik pangkat, antara lain harus memiliki kesemaptaan jasmani dengan nilai tinggi.

"Hal ini dimaksudkan untuk memberikan dampak positif bagi anggota lainnya, agar berupaya memenuhi kriteria yang ditentukan. Ke depan, kenaikan pangkat tidak hanya dijadikan kegiatan rutin, namun merupakan peristiwa penganugerahan kehormatan dari negara," ujarnya.

Menurut dia, kenaikan pangkat adalah wujud penghargaan karena prestasi, dedikasi dan pengabdian terhadap tugas dan tanggug jawab yang diemban seorang prajurit.

Ia berharap, agar prajurit yang naik pangkat selalu meneguhkan tekad dan semangat dalam melaksanakan segala tugas dan tanggung jawabnya sebagai prajurit TNI yang penu dengan resiko.

Sementara Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 1 Marinir, Kolonel Marinir K. Situmorang pada saat yang sama menerima laporan kenaikan pangkat dua perwira, dari kapten menjadi mayor. Mereka adalah, Mayor Marinir Edi Prayitno dan Mayor Marinir Anjas Wicaksono.

Komandan Brigif-1 berharap, dengan kenaikan pangkat ini, hendaknya para perwira dapat lebih memahami tuntutan tugas dan tanggung jawab yang semakin besar sesuai dengan strata kepangkatannya.
(AntaraJatim)

Menart-1 Juara Pertama Lomba Menembak dan Renang


1 Maret 2009, Surabaya -- Tim Resimen Artileri (Menart) 1 Marinir menjadi juara pertama lomba menembak dan renang khusus untuk perwira di lingkungan Korps Marinir yang diadakan di Surabaya, Rabu.

Tim Menart-1 mengumpulkan nilai 275,14 disusul Brigade Infantri (Brigif) 1 dengan nilai 248,88 dan Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur) 1 dengan nilai 245,06.

Lomba menembak menggunakan pistol dan senapan untuk meningkatkan profesionalitas prajurit itu diikuti tim dari Brigif-1, Menart-1, Menbanpur-1, Resimen Kavaleri (Menkav) 1 dan Pangkalan Marinir (Lanmar) Surabaya.

Untuk menembak pistol, juara pertama direbut Menart-1 dengan nilai 100 disusul Menbanpur-1 dengan nilai 66,86 dan Brigif-1 dengan nilai 58,81.

Menembak senapan, juara pertama diraih Menart-1 dengan nilai 100 diikuti Menbanpur-1 dengan nilai 93,12 dan Brigif-1 dengan nilai 90,07.

Sementara untuk lomba renang, Brigif-1 menjadi tercepat dengan nilai 100 disusul Menbanpur-1 dengan nilai 85,08 dan Menkav-1 dengan nilai 81,72. (AntaraJatim)

36 Perwira AAL Naik Pangkat


1 Maret 2009 , Surabaya -- Gubernur Akademi TNI AL (AAL), Laksda TNI Moch. Jurianto memimpin upacara peresmikan kenaikan pangkat 36 perwira pertama TNI AL.

Kabagpen AAL, Mayor Laut (KH) Drs Jamaluddin dalam siaran persnya di Surabaya, Rabu menjelaskan, dari 36 perwira tersebut, 16 orang kapten naik menjadi mayor, 19 orang letnan satu menjadi kapten dan seorang berpangkat letnan dua naik menjadi letnan satu.

Gubernur AAL dalam sambutannya mengatakan, kenaikan pangkat merupakan wujud keberhasilan pembinaan personel TNI AL yang semakin terarah dan sistematis dari waktu ke waktu.

"Kenaikan pangkat dilaksanakan melalui suatu proses yang sudah diatur dalam sistem pembinaan personel melalui seleksi yang sangat ketat berdasarkan prestasi dan kontribusi terhadap organisasi sehingga tidak semua personel bisa naik pangkat," katanya.

Selain itu, katanya, kenaikan pangkat merupakan wujud penghargaan dan kehormatan dari negara kepada personel yang dianggap layak menyandang pangkat lebih tinggi satu tingkat.

"Karena kenaikan pangkat ini patut disyukuri. Refleksi dari rasa syukur itu harus ditampilkan melalui peningkatan kinerja yang lebih berkualitas, produktif dan berprestasi dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

Ia berharap, para perwira itu bisa melaksanakan segala tugas dan kewajiban dengan ikhlas, mempunyai semangat tinggi, bekerja keras, disiplin dan memandang tugas adalah amanah yang harus dikerjakan dengan rasa tanggung jawab.

Ia juga meminta, perwira yang bertugas di lembaga pendidikan AAL harus tampil menjadi contoh dan panutan dalam penampilan sehari-hari serta berusaha dapat memberikan kontribusi terbaik di bidangnya masing-masing.

"Bertugas di AAL adalah suatu tugas yang besar dan mulia karena mendapat peluang dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk ikut berperan aktif dalam membentuk kader-kader pemimpin yang akan menentukan masa depan TNI AL," katanya. (AntaraJatim)

RTAF kunjungi Lanud Ngurah Rai


1 April 2009, Denpasar -- Kunjungan RTAF ke Lanud Ngurah Rai pada tanggal 23 maret 2009 menggunakan Pesawat Focker 27 dari Lanud Halim Perdana Kusuma landing di Lanud Ngurah Rai sekitar pukul 14.30 Wita disambut oleh Komandan Lanud Ngurah Rai Letkol Pnb Umar Fathurrohman, SI.P beserta seluruh jajaran Perwira, dan pengalungan bunga, rombongan RTAF yang berjumlah sekitar 17 orang, Group Captain Chartchai Rodboonpha (Ketua Rombongan) beserta rombongan, dan pendamping dari Mabes AU sebanyak 8 orang yang tertua Kolonel Pnb Widiantoro, setelah itu rombongan RTAF dan Komandan Lanud Ngurah Rai beserta para Perwira Lanud Ngurah Rai melakukan Foto bersama dilanjutkan makan siang dan menuju Hotel, rombongan Royal Thailand Air Force rencana berada di Bali sampai tanggal 25-04-2009 selain melaksanakan kunjungan kerja di Lanud Ngurah Rai Bali, juga mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Provinsi Bali karena Bali merupakan salah satu tempat pariwisata yang sangat terkenal baik dalam negeri maupun Internasional, rombongan RTAF sangat terkesan dan mengagumi keindahan alam pulau Dewata Bali.

Rombongan RTAF selama di Bali juga banyak belajar banyak tentang keadaan dan kesiagaan Lanud Ngurah Rai dalam menjalani tugas-tugas pokonya sebagai perwakilan kekuatan udara yang ada di Provinsi Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya, juga budaya dan pariwisata yang ada di pulau Bali, Komandan Lanud Ngurah Rai dan para rombongan RTAF saling memberikan cindera mata kepada satu sama lain sebagai kenang-kenangan selama di Bali, selanjutnya rombongan RTAF meninggalkan Lanud Ngurah Rai pada tanggal 25-04-2009. (TNI AU)

Uji Coba Landing Craft Mechanic (LCM) Oleh Kodam VI/Tanjungpura




31 Maret 2009, Pontianak -- Sejumlah anggota TNI AD dari Kodam VI/ Tanjungpura, melakukan uji coba Landing Craft Mechanic (LCM) AD 59, di perairan Sungai Kapuas, Pontianak, Kalbar, Selasa (31/3). Keberadaan LCM AD-59 tersebut, berfungsi mendukung tugas pokok Korem 121/Alambhana Wanawai, sebagai kapal pengangkut logistik dan personel ke daerah pesisir di perbatasan Indonesia-Malaysia, untuk mendukung Operasi Sea Trial, diantaranya Tanjung Datuk dan Kabupaten Ketapang. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/mes/09)

Skadron Koopsau II Latihan Refueling dengan Shukoi

MAKASSAR, 31/3 - AKSI SUKHOI. Dua Sukhoi 30 MK melakukan latihan pengisian bahan bakar di atas udara (Air Refueling) oleh pesawat C-130 KC tanker saat melakukan latihan di Makassar, Selasa (31/03). Latihan ini untuk meningkatkan kemampuan para penerbang dalam mempertahankan NKRI. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda/YU/mes/09)

31 Maret 2009, Makassar -- Dua skadron udara di Komando Operasi Udara (Koopsau) II, Senin, menggelar latihan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Sulsel, dengan menggunakan pesawat Shukoi 30 MK.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma. TNI I. B. Putu Dunia, mengatakan, latihan tersebut merupakan latihan rutin yang diselenggarakan TNI AU dengan tujuan meningkatkan keterampilan para penerbang mengoperasikan pesawat yang diawakinya.

Dalam latihan kali ini, TNI AU mengirimkan jet Sukhoi 30 MK dari Skadron 11 dan pesawat "tanker" C-130KC yang bermarkas di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang.

MAKASSAR, 31/3 - PANTAU SUKHOI. Seorang personil TNI AU memperhatikan kegiatan Air Refueling di ruang kendali monitor Boing 737 milik TNI AU saat terbang di Makassar, Selasa (31/03). Dalam latihan Air Refueling TNI AU mengirimkan satu Pesawat C-130 KC tanker yang bertugas untuk memberikan pegisian bahan bakar di udara bagi pesawat tempur Sukhoi 30 MK TNI AU dari Skadron Udara 11. Latihan ini untuk meningkatkan kemampuan para penerbang dalam mempertahankan NKRI. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda/YU/mes/09)

Pesawat tanker tersebut, kata dia, memiliki spesifikasi sebagai pesawat tanker yang bertugas untuk memberikan pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat tempur di jajaran TNI AU, termasuk Sukhoi 30 MK dari Skadron 11.

Putu Dunia menambahkan, latihan ini diperlukan untuk meningkatkan daya jangkau dan daya tahan pesawat pesawat tempur tersebut sebagai pesawat penyerang dalam melaksanakan operasi udara.

"Hal ini sangat penting, mengingat wilayah NKRI begitu besar sehingga dibutuhkan kemampuan tersebut untuk mempertahankan kedaulatan negara, khsusunya dalam keadaan genting seperti perang," ujarnya.

Pelatihan ini juga melibatkan satu pesawat Boeing 737 MPA Skadron 5 Lanud Sultan Hasanuddin, sebagai pemantau manuver .

Pesawat tersebut, kata Putu Dunia, dalam tugas keseharian melaksanakan pengintaian udara strategis dan pengamanan zona eksklusif ekonomi (ZEE) serta jalur lalu lintas damai di seluruh wilayah Indonesia.

Pesawat yang dilengkapi peralatan kamera FLIR (Forward Looking Infra Red) Wescam MX-15 itu, dapat menangkap target pada ketinggian minimal 20 ribu kaki, yang terintegrasi dengan peralatan lainnya.

Putu Dunia menambahkan, latihan ini adalah salah satu bagian dari program pembinaan yang akan terus dilaksanakan TNI AU dalam rangka mendukung tugas pokoknya mempertahankan kedaulatan Negara di udara.

"Kita tetap harus latihan walaupun dengan segala keterbatasan sebagai akibat minimnya anggaran yang dialokasikan pada tahun 2009 ini," ujarnya. (Antara)