Tuesday, March 10, 2009

TNI AU Geser 11 Pejabat

JAKARTA, 10/3 - WADAN BARU. Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (paspampres) Mayjen TNI Marciano (tengah) berjabat tangan dengan Wadan Paspampres yang baru Kol. Amarullah (kanan) dan Brigjen Mar. Alfan Baharddin (kiri) usai serah terima wadan paspampres di Jakarta, Selasa (10/3). Amarullah menggantikan Alfan yang selanjutnya akan bertugas di Mako Korps Marinir. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/)

10 Maret 2009, Jakarta -- Sebanyak 11 pejabat di lingkungan TNI Angkatan Udara (AU) mengalami pergeseran dan alih tugas, serta promosi jabatan baru sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/68/II/2009 Tanggal 9 Februari 2009.

Berdasar data yang diperoleh, Rabu (11/2/2009), para pejabat tersebut meliputi Marsma TNI Chaerudin Ray yang sebelumnya Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) menjadi Pangkosek Hanudnas III di Medan. Sementara posisi Kadispenau akan diisi Marsma TNI F. Henry Bambang Sulistyo yang sebelumnya menjabat Pangkosek Hanudnas III.

Kemudian Marsma TNI Bambang Purwadi P menjadi Wadan Koharmatau yang sebelumnya Waaslog Panglima TNI. Posisi Waaslog Panglima TNI sendiri akan diisi oleh Marsma TNI Emanuel Isworo yang sebelumnya menjabat Kadisaeroau.

Sementara Marsma TNI Ferdinand Alex Myne menjadi Kadisaeroau yang sebelumnya Pati Sahli Kasau Bidang Strahan. Sedangkan Marsma TNI Nasional Suprodjo akan menjabat Pati Sahli Kasau Bid. Strahan yang sebelumnya Kadislitbangau.

Selain itu juga Marsma TNI Basuki Purwanto akan menjabat sebagai Kadislitbangau, yang sebelumnya Wadan Koharmatau. Marsma TNI Bambang Wahyudi menjadi Irops Itjenau yang sebelumnya Kadisdikau, lalu Marsma TNI Sukarto sebagai Kadisdikau sebelumnya Irops Itjenau.

Serta dua orang mendapat jabatan promosi yaitu Kolonel Psk Tedy Sutedjo P yang sebelumnya menjabat Dankorsis Sesko TNI menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, dan serta Kolonel Psk Amarullah Wadan Korpaskhas menjadi Wadan Paspampres.

okezone

TNI Koordinasikan Pengamanan di Laut dengan Singapura

JAKARTA, 10/3 - BATAS NEGARA. Menlu Hassan Wirajuda (kanan) dan Menlu Singapura, George Yeo menandatangani dokumen perjanjian di Gedung Pancasila, Kompleks Deplu, Jakarta, Selasa (10/3). Indonesia dan Singapura menyepakati perjanjian baru tentang batas maritim antara kedua negara. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/hp/09)

10 Maret 2009, Jakarta -- TNI akan segera memantapkan koordinasi pengamanan segmen barat perbatasan laut RI-Singapura dengan Angkatan Bersenjata Singapura, sesuai kesepakatan kedua negara, pada Selasa (10/3).

"Ini bagus buat kita, sehingga pengendalian pengamanan laut dan udara menjadi lebih mudah oleh kedua negara menjadi lebih mudah," kata Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Jakarta, Selasa.

Ditemui usai menghadiri penantanganan perjanjian perbatasan laut kedua negara di segmen barat, ia mengatakan, angkatan bersenjata kedua negara akan segera memantapkan koordinasi pengamanan bersama di segmen barat perbatana laut kedua negara sehingga pengamana yang dilakukan akan maksimal.

"Ini bukan masalah perluasan atau pelebaran wilayah, tetapi bagaimana kita dapat memaksimalkan daya mampu kita, sehingga dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik dengan pihak Singapura untuk melakukan pengamanan bersama," tutur Djoko.

Untuk memaksimalkan pengamanan perbatasan laut kedua negara diperlukan koordinasi yang baik dari masing-masing instansi seperti bea cukai, imigrasi, dan instansi lain dari masing-masing negara.

"Perlu ada patroli bersama, sehingga semua kapal yang melintasi perairan itu akan terpantau," ujar Panglima TNI.

Kesepakatan perjanjian batas laut segmen barat itu merupakan hasil dari delapan putaran perundingan yang dilakukan kedua negara sejak 2005.

Penentuan garis batas laut wilayah Indonesia dan Singapura ditetapkan berdasarkan hukum internasional yang mengatur tata cara penetapan batas maritim yakni Konvensi Hukum Laut (Konvensi Hukla) 1982, dimana kedua negara adalah pihak pada konvensi.

Dalam menentukan garis batas laut wilayah itu, Indonesia menggunakan referensi titik dasar (basepoint) Indonesia di Pulau Nipah serta garis pangkal kepulauan Indonesia (archipelagic baseline) yang ditarik dari Pulau Nipah ke Pulau Karimun Besar.

Garis pangkal itu adalah garis negara pangkal kepulauan yang dicantumkan dalam UU No.4/Prp/1960 tentang Perairan Indonesia dan diperbarui dengan PP No.38/2002 dan PP No.37/2008.

Penetapan garis batas laut wilayah di segmen barat itu akan mempermudah aparat keamanan dan pelaksanaan keselamatan pelayaran dalam bertugas di Selat Singapura karena terdapat kepastian hukum tentang batas-batas kedaulatan kedua negara.(antara)

42 Kadet Korps Marinir AAL Berhasil Menyelesaikan Pendidikan Komando

10 Maret 2009, Surabaya -- Sebanyak 42 Kadet Korps Marinir Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) berhasil menyelesaikan pendidikan komando (dikko) dan berhak menyandang baret ungu serta pisau komando.

Satuan tugas (satgas) latihan khusus yang diikuti kadet tingkat empat angkatan ke-55 itu diterima oleh Gubernur AAL, Laksda TNI Moch. Jurianto di Surabaya, Selasa.

Gubernur AAL dalam sambutannya selalu mengingatkan agar seluruh pimpinan, staf dan siswa selalu memperhatikan keselamatan kerja dalam setiap melakukan kegiatan, termasuk latihan.

"Keselamatan operasi dan latihan serta keselamatan kerja adalah merupakan hal yang penting dan tak terpisahkan dari pelaksanaan tugas kita sehari-hari," kata laksamana berbintang dua itu.

Terlebih lagi, katanya, saat ini TNI AL melakukan latihan dalam kondisi alat utama sistem senjata (alutsista) yang rata-rata sudah tua atau berumur.

"Kecelakaan demi kecelakaan yang terjadi di lingkungan TNI AL mengingatkan kita semua bahwa faktor kehati-hatian, ketelitian, kecermatan harus diaplikasikan dengan baik dan benar di lapangan," katanya.

Menurut dia, sebagian besar dari penyebab kecelakaan itu adalah karena kesalahan manusia yang tidak melaksanakan prosedur keamanan dengan baik dan faktor teknis yang terkait dengan semakin tuanya usia pakai alutsista kurang diperhtikan.

"Dengan menerapkan program 'zero accident' pada setiap latihan diharapkan dapat mengeliminasi atau bahkan meniadakan jatuhnya korban personel dan material," katanya.

Pada kesempatan itu ia memberikan selamat atas keberhasilan para kadet dalam melaksanakan latihan dasar komando sehingga berhasil dan berhak mendapatkan baret dan pisau komando.

"Bagi prajurit Korps Marinir, pendidikan komando menjadi salah satu prasyarat mutlak yang harus dilalui. Setelah berhasil menyelesaikan beberapa tahapan dalam dikko ini kalian boleh masuk dalam keluarga besar Korps Marinir," katanya.

Meskipun demikian, ia mengingatkan agar mereka menyikapi keberhasilan itu dengan kerendahan hati dan tidak menjadikan lupa diri. Ia meminta agar keberhasilan itu menjadi pendorong untuk peningkatan prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. (antarajatim)

KRI Frans Kaisiepo-368 Siap Diberangkatkan ke Indonesia

KRI Frans Kaisiepo

8 Maret 2009, Vlissingen, RMonline -- TNI Angkatan Laut dan Direksi Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) menggelar penandatanganan Protocol of Delivery KRI Frans Kaisiepo – 368 pada hari Sabtu (7/3) di galangan kapal Vlissingen.

Dalam acara serah terima tersebut, hadir Menteri Pertahanan RI Prof.Dr.Juwono Sudarsono, Kepala Staf Angkatan Laut RI Admiral Tedjo Edhy Purdijanto, mantan Direktur Umum Schelde Naval Schipbuilding (SNS) Hein van Ameijden, Direksi DSNS beserta stafnya, serta para undangan lainnya.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Junus Effendi Habibie yang berhalangan hadir dalam acara tersebut diwakili oleh Henk Edward Saroinsong (Minister Counsellor), Kepala Bidang Ekonomi KBRI Den Haag.

KRI Frans Kaisiepo Saat Dibangun di Galangan Kapal DSNS, Vlissingen

Dalam rangka penandatanganan Protocol of Delivery kapal korvet Sigma-4, Komandan Satgas Korvet Kolonel Laut (P) Widodo SE menyampaikan laporan kesiapan.

“Sesuai dengan kontrak yang ada, kapal Sigma-4 (KRI-368), yang diberi nama Frans Kaisiepo ini merupakan kapal terakhir yang diserahkan,” ujar Widodo.

Pembangunan kapal korvet-4 ini, lanjut Widodo, seperti proses kapal sebelumnya telah melalui beberapa proses secara bertahap sejak rancang bangun sampai dengan uji penerimaan di laut.


Termasuk didalamnya upaya penyempurnaan sesuai tuntutan tugas berdasarkan pada pengalaman dari pelaksanaan pembangunan dan penggunaan kapal korvet 1, 2 dan 3 yang telah melaksanakan tugas operasi di Indonesia.

“Khusus untuk kapal-4 telah dilaksanakan kegiatan tambahan, yaitu pengukuran radar cross section (RCS), infrared signature (IR) dan underwater radiated noise (URN). Dari hasil pengukuran tersebut diharapkan memperoleh data tentang performance kapal korvet kelas Sigma terhadap penginderaan kapal lain,” ujar Widodo.

Bupati Asmat melakukan ritual tradisional yang secara simbolik merupakan pemberkatan terhadap KRI Frans Kaisiepo agar kapal TNI tersebut dapat selamat dan sukses dalam menjalankan tugas bagi Ibu Pertiwi.

Menurut Widodo, setelah mendapatkan sertifikat standard kelayakan internasional dari Lloyd Register, standard galangan dan Indonesian Maritime Seaworthiness dari Dephan RI, kapal korvet Sigma 4 dengan nama Frans Kaisiepo siap untuk melaksanakan tahap penyerahan.

Sekitar pukul 11.30 waktu setempat, Protocol of Delivery masing-masing ditandatangani oleh Menteri Pertahanan RI Prof.Dr.Juwono Sudarsono dan mantan Direktur Umum Schelde Naval Schipbuilding (SNS) Hein van Ameijden. Penandatanganan Protocol of Delivery korvet-4 tersebut disaksikan oleh KSAL Admiral Tedjo Edhy Purdijanto.

Lebih kurang setengah jam kemudian atau sekitar pukul 12.00 siang, bendera Sang Saka Merah Putih dikibarkan di tiang bendera di geladak heli KRI Frans Kaisiepo-368. Acara penaikan bendera Sang Saka Merah Putih tersebut dengan diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berlangsung dengan khidmat dan terasa megah.

Dengan berkibarnya Sang Saka Merah Putih di tiang bendera di geladak heli ini berarti KRI Frans Kaisiepo-368 telah sepenuhnya menjadi milik Republik Indonesia dan siap diberangkatkan ke Indonesia. Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 adalah Letkol Laut (P) Wasis Priyono NRP 10057/P. (rakyatmerdeka)



Korvet ke Empat Bagi Indonesia

Sabtu lalu di Galangan Schelde Belanda tenggara, berlangsung upacara penyerahan kapal korvet dari pembuatnya yaitu galangan kapal SNS kepada pemerintah RI. Kapal yang diberi nama KRI Frans Kaisiepo ini adalah kapal ke empat yang dipesan Angkatan Laut Republik Indonesia dari Belanda. Walaupun namanya diambil dari pahlawan asal Papua, penempatannya belum tentu di Indonesia Timur. Seperti berikut disampaikan KSAL Laksamana TNI Tedjo Edhi Purdjianto.

Tedjo Edhi Purdjianto [TEP]: Ini sementara sampai di Indonesia dulu ya, sedangkan kapal yang pertama sudah akan dapat tugas ke Libanon. Pertengahan Maret ini akan berangkat, jadi setelah enam bulan akan diganti kapala kedua, ketiga, yang keempat dia juga akan berangkat juga ke Libanon. Secara bergantian setiap enam bulan.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Kenapa ke Libanon pak?

TEP: Memang ada misi perdamaian PBB di sana. Kita diminta untuk partisipasi dan ini adalah pertama kali Angkatan Laut mendapat tugas di PBB, di Unifil pertamakali.

RNW: Misi perdamaian?

TEP: Ya, misi perdamaian.

RNW: Lalu uangnya dari mana itu pak?

TEP: Dari PBB, kita hanya menugaskan kapalnya dan personilnya, semua dari PBB

Korvet anggaran TNI

KRI Frans Kaisiepo Saat di Dok (Foto: nita.nito)

RNW: Sampai saat ini pak, tiga korvet sudah di Indonesia, sudah ditugaskan, semuanya lancar pak?

TEP: Lancar, lancar, mereka sudah beroperasi. Sudah ada Sapal yang ikut juga field review (penjelajahan) di Korea, sudah juga ke sana.

RNW: Dan persenjataannya, semuanya sudah siap?

TEP: Bertahap akan kami lengkapi untuk ini.

Demikian KSAL Laksamana Tedjo Edhi Purdjianto. Kapal buatan Belanda ini harganya 220 juta dolar sebuah. Menurut Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, pembayarannya menggunakan anggaran TNI yang sudah terbatas dan selalu harus mengalah.

Juwono Sudarsono [JS]: Lebih dari lima tahun ini, TNI selalu mengalah pada program-program pembangunan ekonomi dan santunan sosial.

RNW: Sampai di mana pak, kesabaran mengalahnya?

JS: Mereka adalah tentara kejuangan, jadi sampai kapan pun kita bersedia untuk mendahulukan kepentingan rakyat, kepentingan nasional.

RNW: Tapi kepentingan nasional kan juga menjaga keamanan Indonesia pak?

JS: Betul, betul, tapi saya yakin sanggup semua Angkatan, Darat, Laut, Udara, sanggup dengan anggaran yang minimum melaksanakan tugas-tugas pokok.

RNW: Anggaran minimum itu berapa pak, yang paling dibutuhkan oleh Angkatan Bersenjata Indonesia pak?

JS: Sebetulnya 100 trilyun rupiah satu tahun, tapi yang kita terima hanya 36 trilyun rupiah.

Dua warga Papua

Proses Pengapungan KRI Frans Kaisiepo (Foto: nita.nito)

RNW: Lalu mau menaikkannya lagi bagaimana pak, bisnis TNI juga sudah hilang?

JS: Sambil menunggu sampai pemulihan ekonomi berlanjut, penerimaan negara meningkat. Anggaran Pertahanan, Insya Allah akan meningkat.

Demikian Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Nama Frans Kaisiepo berasal dari pahlawan Indonesia asal Papua. Di antara hadirin ada pula dua warga asal Papua, Frans Albert Yoku dan Nicolas Simeon Meset. Keduanya merasa bangga sebagai warga Papua.

Frans Albert Yoku [FAY]: Saya cuma kecewa anaknya pak Frans Kaisiepo, yang notabena mantan menteri Republik Indonesia di zaman Megawati Soekarnoputri, Manuel Kaiseipo, tidak datang. Mengapa tidak datang? Saya pertanyakan. Apakah dia setia untuk NKRI atau tidak? Bapaknya setia.

RNW: Karena kalau menurut saya, keluarga Kaisiepo di sini, itu ada berbeda. Ada yang pro NKRI, ada yang tidak pro NKRI.

Nicolas Simeon Meset: Ya, itu juga setahu saya dulu begitu. Bama saya Nicolas Simeon Meset. Saya dari Jayapura, dari Sarmi.

RNW: Dan menurut bapak, bagaiamana ini. Apakah ini positif untuk rakyat Papua atau bagaimana?

NSM: Ini bukan buat rakyat Papua kapal perang ini. Kapal perang ini untuk Republik Indonesia.

Pahlawan Papua
RNW: Tapi ini kan kapal yang pertama, yang pakai nama Papua pak?

NSM: Harap di kemudian hari akan banyak juga kalau pahlawan-pahlawan yang macam Martin Indei, Korinus Krei yang tadi disebut, Silas Papare itu banyak pahlawan-pahlawan yang merebut Irian waktu itu ya.

FAY: Yang jelas, sebagai orang Papua kami rasa bangga, nama seorang pahlawan Papua sudah diberikan kepada kapal ini. Karena pengalaman-pengalaman di waktu-waktu lalu, kami juga berharap jangan kapal ini dipakai, untuk bertindak terhadap masyarakat Indonesia sendiri, termasuk kami di Papua, Maluku atau di Aceh, daerah-daerah lain juga.

Kami berharap malah dapat melindungi masyarakat Indonesia, termasuk kami di Papua dan daerah-daerah lain, yang tadi saya sebut itu. Nama saya Frans Albert Yoku, saya juga teman dari Pak Nicolas Simeon Meset. Kami dari Papua, dan kami rasa bangga kapal ini sudah diberi nama seorang pahlawan yang berasal dari daerah kami. (ranesi.nl)

Monday, March 9, 2009

Kolonel Marinir Siswoyo Komandan Kolatmar

SURABAYA, 9/3 - SERTIJAB. Dankormar, Mayor Jenderal TNI (Mar) Djunaidi Djahri (tengah) melakukan salam komando dengan Komandan Komando Latih Marinir (Kolatmar) yang lama Kolonel Marinir Harhar Sucharyana (kanan) dan penggantinya Kolonel Marinir Siswoyo H.S, di lapangan apel Bumi Marinir Gunungsari Surabaya, Senin (9/3). Kolonel Marinir Siswoyo HS sebelumnya menjabat sebagai Komandan Brigif-3 Marinir Lampung. (Foto: ANTARA/ Serda Mar Kuwadi/ss/ama/09)

9 Maret 2009, Surabaya -- Komandan Korps Marinir (Kormar), Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri melantik Kolonel Marinir Siswoyo H.S sebagai Komandan Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar) menggantikan Kolonel Marinir Harhar Sucharyana di Surabaya, Senin.

Kolonel Marinir Siswoyo H.S sebelumnya menjabat sebagai Komandan Brigif-3 Marinir di Lampung, sedangkan Kolonel Marinir Harhar Sucharyana akan mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Bandung.

Komandan Kormar dalam sambutannya mengatakan, pergantian jabatan itu merupakan proses regenerasi organisasi dan kaderisasi jabatan komando di lingkungan Korps Marinir serta upaya penyegaran pemikiran untuk meningkatkan kinerja organisasi.

"Kolatmar merupakan komando pelaksana Korps Marinir yang pada hakekatnya mengemban sebagian peran, fungsi dan tugas pokok Korps Marinir, utamanya pada lingkup kepelatihan, kursus dan penataran serta penelitian, pengujian dan pengembangan taktik pasukan pendarat amfibi," katanya.

Ia mengatakan, kesiapan Kolatmar dalam menyiapkan satuan agar mampu menghadapi tugas ke depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika perkembangan lingkungan strategis.

"Oleh karena itu Kolatmar harus mampu mengembangkan pola-pola kepelatihan yang inovatif dan kreatif," kata jenderal berbintang dua itu.

Ia berharap kepada seluruh jajaran Kolatmar agar di bawah pimpinan Kolonel Marinir Siswoyo H.S dapat lebih meningkatkan kapasitas dan kapabilitas satuan yang dilandasi moralitas, disiplin, profesional serta soliditas untuk mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang.

Serah terima jabatan itu dihadiri oleh Wakil Komandan Kobangdikal, Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman, Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra, Komandan Satuan Brimob Polda Jatim, Kombes Pol Ilham serta para pejabat teras Korps Marinir lainnya di Surabaya. (antarajatim)

RAAF Akan Mempensiunkan DHC-4 Caribou Akhir Tahun 2009


9 Maret 2009, Canberra -- Angkatan Udara Australia (RAAF) akan mempensiunkan 13 pesawat angkut taktis ringan De Havilland DHC-4 Caribou akhir tahun 2009, setelah mengabdi di jajaran RAAF selama 45 tahun. Karena mahalnya biaya perawatan pesawat, terutama airframe pesawat yang dimakan usia.

Caribou dioperasikan oleh Skadron 38 yang bermarkas di pangkalan udara Townsville.

Caribou pertama diterima tahun 1964 oleh RAAF dari 29 yang dipesan. Dalam kiprahnya di RAAF, Caribou diterjunkan dalam perang Vietnam, bantuan kemanusian di Kashmir dan Papua New Guini tahun 1997, operasi kemanusian bencana Tsunami di Papua New Guini tahun 1999, operasi penjaga perdamaian di Timor Timur dan Kepulauan Salomon sejak tahun 1999.

Caribou dilengkapi GPS dan peralatan penglihatan malam, hingga mempunyai kemampuan beroperasi dalam segala cuaca, siang atau malam hari, menerjunkan tentara atau peralatan menggunakan parasut dengan keakuratan tinggi pada titik tujuan, serta mampu melakukan LAPES (Low Altitude Parachute System) hingga 2000 kg. Caribou tidak bertekanan dan tidak dilengkapi dengan auto pilot atau radar cuaca.

DHC-4 Caribou dibuat oleh De Havilland Kanada diawaki dua orang pilot dan satu orang flight engineer. Panjang airframe 22.5 m, tinggi 9,6 m sedangkan wingspan 29 m. Berat pesawat 15.400 kg serta ceiling 28.000 feet atau 13.000 feet dengan penumpang. Mampu dipacu dengan kecepatan jelajah 280 km/h, ditenagai dua mesin Pratt and Whitney masing-masing menghasilkan tenaga 2000 HP, dapat menembuh jarak hingga 2000 km, daya angkut mencapai 4 ton berupa 2 kendaraan beroda empat atau artileri ringan; 32 tentara bersenjata lengkap dalam posisi duduk; 23 pasien ditandu beserta tenaga medis.

Atas jasanya 2 Caribou akan disumbangkan ke Museum RAAF di Point Cook dan Australian War Memorial. Caribou A4-152 akan dipajang di museum awal tahun 2010. Pesawat ini pernah dikirim ke Vietnam di bulan Mei 1964, Kashmir, Papua New Guini, dan Timor Timur. Sedangkan Caribou A4-140 akan dipajang di Australian War Memorial, dengan riwayat penugasan sama dengan Caribou A4-152.

Tugas yang diemban oleh Caribou akan diambil alih sementara oleh B300 King Air dan C-130 Hercules, hingga diambil keputusan dalam Project Air 8000 fase 2 terkait kemampuan angkut taktis RAAF. (RAAF/mediacentre/beritahankam.blogspot,com)

Pakistan Akan Memproduksi 42 JF-17 Thunder


8 Maret 2009, Islamabad -- Pakistan dan Cina menandatangani kesepakatan produksi 42 pesawat tempur JF-17 Thunder (8/3), pesawat ini diharapkan menjadi tulang punggung Angkatan Udara Pakistan di tahun mendatang.


KSAU Pakistan Marsekal Tanvir Mahmood mengatakan skadron pertama JF-17 akan beroperasi tahun ini. Karena Pakistan sedang menghadapi kesulitan finasial, produksi pesawat tempur ini bekerja sama dengan pemerintah Cina. Pakistan telah menginvestasikan USD 600 Juta untuk proyek JF-17.

Kesepakatan produksi telah ditandatangani di markas besar AU Pakistan oleh Kepala PAC (Pakistan Aeronautical Complex) Marsekal Khalid Chaudhry dan Presiden CAIEC (China Aviation Import-Export Corporation) M. A. Zhiping.


Acara ini dihadiri Mahmood dan duta besar Cina Luo Zhaohui. Dibawah kesepakatan ini Cina akan menyediakan dana kredit dengan tempo pembayaran selama 7 tahun untuk memproduksi JF-17.

Sebelumnya Pakistan telah menerima 8 JF-17 guna diuji dan dievaluasi. JF-17 Thunder merupakan pesawat tempur ringan segala cuaca dan multi fungsi. Merupakan hasil pengembangan bersama Cina dan Pakistan.


Pada kesempatan yang sama, Mahmood mengatakan Pakistan akan menerima pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System) dari Cina tahun 2010.

india-defence/@beritahankam

AU India Mempensiunkan MiG-23 BN (Flogger) Vijay

MiG-23 BN

Angkatan Udara India mempensiunkan pesawat serang darat bersayap ayun MiG-23 BN setelah mengabdi selama 28 tahun dengan rekor terbang 150.000 jam.

Upacara mempensiunkan pesawat ini secara formal di Pangkalan AU Halwara di Punjab (6/3), dipimpin langsung Kasau India Fali Homi Major. Sedangkan Komandan Wing Y.J. Joshi dan Komandan Skadron T.R. Sahu menerbangkan MiG-23 BN untuk terakhir kalinya.

MiG-23 BN masuk jajaran skadron AU India 24 Januari 1981 sebagai jawaban kebutuhan pesawat tempur taktis diakhir tahun 1970-an dan pembelian F-16 Fighting Falcon oleh AU Pakistan.

AU India memberi nama Vijay (Victory/Kemenangan) untuk pesawat ini.

Sebelumnya AU India pernah mengoperasikan hingga 70 MiG-23 tergabung dalam 4 skadron, hampir setenggahnya hilang dalam kecelakaan dan insiden lainnya.

Skadron No. 221 Valiant dibentuk tahun 1963, skadron terakhir yang mengoperasikan MiG-23 BN. Sedangkan MiG-23 MF dipensiunkan tahun 2007.


MiG-23 BN turun pertama kali dalam suatu operasi udara pada 4 April 1984, operasi Meghdoot untuk mengamankan glasier Siachen.

Operasi Safed Sagar (Laut Putih) dalam konflik Kargil, pada tanggal 25 Mei 1999 MiG 23 BN diterbangkan untuk menghancurkan posisi musuh di Bukit Tiger dengan bom dan roket. Selama 7 minggu dari 26 Mei hingga 15 Juli 1999, skadron melakukan 155 misi penyerangan.

Sunday, March 8, 2009

Perwira TNI AL Diharapkan Mampu Ciptakan Alutsista

6 Maret 2009, Surabaya -- Perwira TNI AL dari Korps Elektronika diharapkan tidak hanya mampu mengawaki alat utama sistem senjata (alutsista) yang sudah ada, melainkan juga mampu menciptakan alutsista yang baru dan lebih canggih.

"Latihan-latihan dan praktik yang dilakukan perwira siswa Korps Elektronika ini juga bertujuan agar kelak mereka juga bisa menciptakan teknologi yang lebih modern," kata Kepala Departemen Elektro Akademi TNI AL (AAL), Kolonel Laut (E) Totok Subali Asmoro di Surabaya, Jumat.

Saat menutup latihan dan praktik 19 perwira itu di kapal perang TNI AL itu, ia berharap agar latihan tersebut dapat menambah wawasan pengetahuan dalam teknologi kontrol senjata bagi para perwira muda.

"Kelak diharapkan mereka mampu menerapkannya ke dalam suatu rancang bangun yang lebih canggih, yaitu berupa model meriam disambung dengan radar sehingga menjadi sistem senjata yang terintegrasi di kapal perang," katanya.

Ia menjelaskan, selain di kapal perang, para perwira itu nantinya akan melakukan latihan dan praktik di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) atau VEDC, Malang.

Sementara Gubernur AAL, Laksda TNI MOch Jurianto sebagaimana dikutip Kabagpen AAL, Mayor Laut (KH) Drs Jamaluddin mengatakan, saat ini TNI AL membutuhkan perwira-perwira yang handal, professional, dan modern.

"Ini untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin hari semakin maju. Para perwira harus mampu menguasai bidangnya, begitu juga perwira elektro harus mampu melaksanakan tugas sebagai perwira divisi elektronika di KRI," katanya. (antarajatim)

Letda Ryan Ahmad Baru Sekali Terbang

Helikopter Hughes 300 (Foto: Tim Rigter)

7 Maret 2009, Semarang -- Co pilot helikopter Hughes 300 HL 4098 yang melakukan pendaratan darurat di area tambak Tapak Tugurejo Semarang, Letda Ryan Ahmad ternyata merupakan siswa baru di Pusat Pendidikan (Pusdik) Penerbang Angkata Darat (Penerbad).

"Dia baru masuk Senin (2 Maret) yang lalu dan baru sekali ini melakukan latih terbang," jelas Ketua Tim Instruktur Letkol Joko Tamtomo di lokasi heli jatuh, Sabtu (7/3/2009).

Di lokasi berbeda, Komandan Pusdik Penerbad Kolonel Miswanto menyatakan penyebab jatuhnya helikopter Hughes 300 tersebut masih diselidiki. Disebutkan akan ada tim khusus yang akan melakukan investigasi secara mendalam.

Sebelumnya pesawat milik TNI AD ini jatuh di tambah udang Tugurejo, Semarang. Kedua awak yaitu Mayor Agus Supyarogi dan Letda Ryan Ahmad mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Tugurejo, selanjutnya dilarikan ke RS Bhakti Wira Tamtama atau dikenal dengan RS Tentara. (okezone)

Bangkai Heli Penerbad Berhasil Dievakuasi


7 Maret 2009, Semarang -- Bangkai helikopter milik Penerbangan TNI-AD (Penerbad) yang jatuh di areal tambak di daerah Tapak, Kelurahan Tugurejo, Semarang, Sabtu (7/3), berhasil dievakuasi Satuan Latihan Terbang Pusat Pendidikan (Pusdik) Penerbad.

Berdasarkan pengamatan di lokasi kejadian, proses evakuasi heli latih HL 300 Hughes 4098 buatan 1982 itu dilakukan setelah petugas memotong badan pesawat ini dengan gergaji mesin agar dapat diangkut menggunakan truk.


Bagian-bagian heli yang dipotong, antara lain baling-baling, kabin, dan lain sebagainya. Potongan-potongan badan heli ini lalu dikumpulkan kemudian diangkut ke dalam kabin truk.

Proses evakuasi yang tersulit adalah mengangkat bagian mesin heli tersebut, yang disebabkan oleh bongkahan mesin yang berukuran besar dan berat.

Mesin heli tersebut akhirnya juga dipreteli untuk memudahkan proses evakuasi.

Proses evakuasi tersebut membutuhkan waktu sekitar empat jam, terutama untuk mengangkat bagian mesin heli, dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan berakhir pada sekitar pukul 13.30 WIB.


Seorang perwira Penerbad yang keberatan disebutkan namanya menyebutkan, bangkai heli tersebut selanjutnya akan dibawa ke Gudang Satuan Latihan Terbang Pusdik Penerbad.

Mengenai penyebab kecelakaan tersebut, ia mengatakan, masih menunggu penyelidikan dan penelitian selanjutnya.

Nantinya, kata dia, setelah bangkai heli tersebut dapat diangkut ke gudang, akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahi sebab-sebab kerusakan yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Komandan Satuan Latihan Terbang Pusdik Penerbad Letkol CPN Yudiono yang meninjau lokasi kejadian mengatakan penyebab kecelakaan tersebut masih akan diselidiki.

Namun, mengenai kemungkinan baling-baling berhenti mendadak, ia membantahnya, sebab ketika mesin mati, masih ada auto run yang akan bekerja secara otomatis.

"Jadi, tidak mungkin baling-baling heli berhenti mendadak," katanya.

Selain itu, ia mengatakan, pendaratan heli tersebut sudah sesuai prosedur sebab mereka memilih areal pertambakan yang paling memungkinkan untuk dilakukan pendaratan dibandingkan lokasi lain di sekitarnya. (mediaindonesia)

Saturday, March 7, 2009

Komandan Korps Marinir Lantik 112 Siswa Dikko


7 Maret 2009, Surabaya -- Komandan Korps Marinir (Kormar), Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri melantik 112 siswa pendidikan komando (dikko) dalam upacara pembaretan di Pantai Panjang, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jatim.

Siaran pers Korps Marinir yang diterima ANTARA di Surabaya, Sabtu menyebutkan, ke-112 itu terdiri atas 42 Kadet Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) dan 70 siswa pendidikan pertama tamtama Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (KObangdikal).

Prosesi pembaretan pada Jumat (6/3) malam tersebut didahului dengan atraksi keluarnya Dewa Laut yang membawa baret ungu dan pisau komando, lambang kebanggaan pasukan dengan julukan hantu laut tersebut.

Selanjutnya baret ungu dan pisau komando diserahkan kepada Komandan Kormar. Komandan Kormar kemudian melepas helm dari salah satu perwakilan siswa yang diganti dengan baret ungu serta memasangkan pisau komando.

Setelah itu, seluruh pasukan yang telah dianggap sah sebagai anggota korps baret ungu tersebut mengucapkan sumpah sebagai prajurit Korps Marinir.

Komandan Kormar dalam sambutannya mengatakan, baret ungu bukan sekedar simbol, akan tetapi merupakan wujud kehormatan dan kebanggaan bagi prajurit. Baret itu merupakan hasil perjuangan dan pengabdian para pendahulunya serta anugerah yang diberikan bangsa dan negara.

"Baret ungu adalah ciri khas prajurit Korps Marinir yang dibangun dan dibesarkan oleh para pendahulu dengan cucuran keringat, tetesan darah dan bahkan hinggga nyawa taruhannya," kata jenderal berbintang dua itu.

Untuk itu, ia meminta pasukannya agar terus membina dan meningkatkan profesionalisme prajurit dengan memiliki kepribadian tangguh dan bermoral tinggi sesuai jati diri prajurit Korps Marinir.

"Kalian harus memegang teguh jati diri prajurit Korps Marinir yang merupakan cerminan prajurit dengan disiplin tinggi, pejuang tanpa pamrih serta mempunyai kebanggaan besar terhadap korps. Tumbuhkan kekompakan agar terpelihara persaudaraan sesama korps maupun sesama TNI atau dengan Polri serta dengan masyarakat," katanya.

Pembaretan itu dihadiri oleh Komandan Kobangdikal, Laksda TNI Sumartono, Wadan Kobangdikal Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman, Kasgartap III Surabaya, Brigjen TNI (Mar) Triyono S Hadi, Wagub AAL, Brigjen TNI (Mar) Odir Sumantri, Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra dan pejabat lainnya. (antarajatim)

11 Maret Presiden Luncurkan Universitas Pertahanan


7 Maret 2009, Jakarta -- Universitas Pertahanan Indonesia atau Indonesia Defense Univeristy yang diprakarsai oleh Departemen Pertahanan akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta 11 Maret 2009. Pembukaan Universitas akan dilanjutkan dengan seminar internasonal bertema “Indonesia 2025: Tantangan Geopolitik dan Keamanan”.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dalam siaran pers yang diterima Analisa, Jumat menjelaskan, setelah melalui pembahasan yang panjang dan mendalam, ide pembentukan lembaga pendidikan pasca sarjana untuk memenuhi kebutuhan mendesak meningkatkan kemampuan dan kapabilitas strategi pertahanan secara menyeluruh dilakukan pada bulan Januari 2008.”Lembaga ini akan mentransformasikan pendidikan militer dan pertahanan Indonesia dengan sasaran jangka panjang pembentukan budaya militer TNI yang modern,” jelas Menhan.

Dikatakan Menhan, perubahan dalam lingkup nasional, regional maupun global melahirkan suatu tantangan baru dalam pertahanandan strategi suatu Negara. Karena itu, Pemerintah Indonesia menyadarai adanya kebutuhan mendirikan suatu institusi pendidikan yang mampu melahirkan pemimpin dari kalangan militer dan sipil dengan kemampuan dan kompetensi dalam hal strategis dan pertahanan yang mencakup wawasan lebih luas dan adaptif secara global.

Dirjen Strategi Perthanan Mayjen TNI Syarifuddin Tippe menambahkan, Dephan dengan dukungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang pertahanan sebagai area vital dalam kebijakan reformasi sektor keamanan.

“Universitas Pertahanan Indonesia akan menjadi sumber pencetakan calon-calon pemimpin masa depan, calon- calon penentu kebijakan strategis Indonesia dari kalangan militer maupun sipil yang berwawasan global, fasih dan memahami isu isu pertahanan strategis dan keamanan sehingga kita menuju kepada menciptakan dunia yang lebih stabil,” jelas Syaruddin.

Universitas Pertahanan Indonesia merupakan bagian dari komunitas akademisi militer dan strategsi internasional akan bekerja sama dengan beberapa institusi seperti United States National Defence University, California University, Inggris dan Strategic and Defense Studies Centre (Australia).

Univeritas Pertahanan Indonesia menyediakan tiga program yaitu National War College (NWC) atau Sekolah Perang Nasional, Joint Forces Staff College (JFSC) atau Sekolah Staf Angkatan Gabungan dan Institute for Defense and Strategic Studie (IDSS) atau Institut Studi Strategis dan Pertahanan. Motto Universitas Pertahanan Indonesia adalah Identitas, Nasionalisme, Integritas. (analisa)


Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia berkonsep trimatra

Unhan Indonesia akan diresmikan pada Maret 2009. guna mencetak para calon pemimpin bangsa, yang berwawasan luas, berdaya saing tinggi, kreatif, inovatif dan berkarakter.

Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono usai menjadi pembicara kunci lokakarya Unhan di Jakarta, Rabu (18/2), mengatakan, saat ini banyak negara seperti Singapura, Meksiko dan Brasil, yang telah memiliki Universitas Pertahanan untuk melakukan kajian tentang posisi negara masing-masing baik secara geopolitik maupun geoekonomi

"Meski banyak negara seperti Amerika Serikat (AS), Jerman dan Australia yang akan membantu pendirian universitas tersebut, namun kendali konsep kurikulum Unhan tetap dipegang oleh Indonesia," jelasnya.

Juwono mengemukakan, sebagai negara yang memegang kunci utama baik di kawasan Asia Tenggara maupun Asia Pasifik, sudah selayaknya Indonesia memiliki Universitas Pertahanan untuk mengkaji lebih jauh apa dan bagaimana posisi Indonesia dalam sepuluh hingga 15 tahun kedepan, baik secara geopolitik maupun geoekonomi.

Juwono menambahkan, meski inti materi pengajaran dan pembelajarannya adalah militer berkonsep trimatra terpadu, namun Unhan juga memberikan aspek-aspek non militer. "Jadi, setiap kalangan bisa belajar di Unhan dengan tingkatan strata dua (S-2)," katanya.

Terkait anggaran bagi Unhan, Juwono mengatakan, saat ini diambil dari anggaran Departemen Pertahanan (Dephan). Namun, pihaknya akan mengajukan anggaran tambahan, dalam alokasi anggaran pertahanan TA 2010. (inilah)

Kolonel Kasirun Situmorang Komandan Brigif-1

SIDOARJO, 7/3 - SERTIJAB. Dan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra (kiri) menyematkan tanda jabatan kepada Kolonel Marinir Kasirun Situmorang sebagai Dan Brigif-1 Marinir, saat sertijab di Mako Brigif-1 Marinir Gedangan Sidoarjo, Sabtu (7/3). Komandan Brigif-1 Marinir sebelumnya dijabat Kolonel Marinir Yuniar Ludfi (tengah), yang selanjutnya mengikuti Seskogab TNI di Bandung. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/ama/09)

7 Maret 2009, Sidoarjo -- Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra di Sidoarjo, Jatim, Sabtu melantik Kolonel Marinir Kasirun Situmorang sebagai Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 1 Marinir menggantikan Kolonel Marinir Yuniar Ludfi.

Kasirun Situmorang yang pernah menjabat Perwira Seksi Intelitjen Brigif-1 itu sebelumnya menjabat Asisten Operasi (Asops) Kepala Staf Pasmar-1, sedangkan Yuniar Ludfi akan mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Bandung.

Komandan Pasmar-1 dalam sambutannya mengatakan, serah terima jabatan ini merupakan tuntutan alamiah untuk proses dinamika organisasi serta sebagai bentuk kaderisasi kepemimpinan sehingga menghasilkan kreatifitas.

"Brigif-1 Marinir merupakan salah satu kekuatan inti Pasmar-1 dalam mendinamisasikan tugas, fungsi dan perannya, baik sebagai kekuatan pasukan pendarat amfibi maupun sebagai salah satu komponen pembangunan bangsa," katanya.


Ia juga mengatakan, pimpinan yang bijak akan dapat mentransformasikan kendala menjadi peluang dan kelemahan menjadi kekuatan. Semua itu akan bisa dicapai apabila suatu kesatuan dipimpin oleh komandan yang tangguh dan mampu membawa kesatuannya melaksanakan berbagai tugas dengan profesional.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan seluruh prajurit Pasmar-1 agar membentengi diri dengan keimanan yang kuat sehingga dapat melaksanakan tugas secara optimal dan melahirkan inovasi-inovasi yang cerdas.

SIDOARJO, 7/3 - SERTIJAB. Ratusan prajurit Brigif-1 Marinir, mengikuti sertijab Komandan Brigif-1 Marinir di Mako Brigif-1 Marinir Gedangan Sidoarjo, Sabtu (7/3). Sertijab yang dipimpin Dan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra tersebut, merupakan pergantian jabatan dari Kolonel Marinir Yuniar Ludfi kepada Kolonel Marinir Kasirun Situmorang. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/ama/09)

"Ciptakan model latihan yang menantang serta ciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga dari waktu ke waktu mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik," katanya.

Ia juga mengingatkan kembali agar prajuritnya bersikap netral, khususnya dalam Pemilu 2009. Netralitas itu sudah menjadi keputusan final dan hal itu wajib hukumnya ditaati oleh seluruh prajurit TNI, termasuk Pasmar-1.

Pelantikan itu sendiri dihadiri oleh para pejabat Korps Marinir Surabaya, pejabat TNI dilingkungan Surabaya, pejabat Polri dan undangan lainnya. (antarajatim)

Menbanpur-1 Mar Laksanakan Long March

6 Maret 2009, Jakarta -- Pada hari Senin dan Rabu tanggal 2 dan 4 Maret 2009, anggota Menbanpur-1 Mar melaksanakan Long March ke 3 Kabupaten, yaitu Long March dari Kabupaten Mojokerto daerah Temu Ireng Dawar masuk ke Kabupaten Gresik di daerah Driyorejo, yang kemudian langsung menuju Surabaya dengan melewati Rawa Kampung sejauh kurang lebih 28 km.

Di tengah perjalanan sepanjang route yang dilewati ternyata masih banyak masyarakat yang simpati terhadap Korps Marinir, hal ini dibuktikan dengan adanya seorang warga yang bernama Bapak Samiyono di desa Gondang Dawar memberikan beberapa kardus Aqua untuk dibagikan dengan cuma-cuma.

Long march ini sebagai bentuk latihan perorangan dasar TW I TA.2009 yang diselenggarakan Menbanpur untuk membina fisik dan mental prajurit Menbanpur-1 Mar dalam menghadapi tugas-tugas yang akan datang.(marinir)

Ekses Insiden Simpang Keuramat Aceh Utara

LHOKSEUMAWE.6/3. PANGKAT JABATAN- Komandan Kodim (Dandim) 0103 Aceh Utara Letkol Inf. Yusep Sudrajat (kiri) memasang pangkat jabatan Lettu Inf Solihin (tengah) sebagai Danramil 017 Simpang Keuramat,di Makodim 0103 Aceh Utara, .Jumat (6/3). Posisi Jabatan Danramil yang baru tersebut menggantikan Letda Inf Erwin Ys (ketiga kanan) yang dicopot dari jabatan akibat memerintahkan anggota menurunkan atribut sejumlah partai politik di wilayah koramil Simpang Kramat pada Senin (2/3) malam. (Foto: ANTARA/RAHMAD/kos/pd/09)

7 Maret 2009, Banda Aceh -- Pangdam IM mengambil tindakan tegas kepada Danramil Simpang Keuramat Letda Inf Erwin Saputra dan 6 anggotanya berupa tindakan administratif, yaitu dinonjobkan atau ditarik ke Makodim 0103/Aceh Utara, sebagai ekses insiden penurunan bendera parpol setempat.

TNI atau Kodam IM tetap mengacu pada keputusan politik pemerintah dan UU No. 34/2004 tentang TNI, tidak boleh berpolitik praktis. Karena itu, tutur Kapendam IM, TNI akan terus berupaya menjaga dan mempertahankan netralitas tersebut sebagai bagian dari reformasi internal TNI.

“Salah satu upaya yang telah dilakukan TNI adalah mensosialisasi kepada seluruh prajurit Kodam IM serta Mabes TNI juga telah menerbitan buku saku tentang netralitas TNI untuk panduan mereka,” ujar Pangdam Mayjen Soenarko kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (5/3).

LHOKSEUMAWE, 6/3 - COPOT. Dandim Aceh Utara Letkol Inf Yusep Sudrajat (kiri) mencopot tanda jabatan Danramil Simpang Kramat Letda Inf Erwin YS (tengah) dalam upacara serah terima jabatan Danramil Simpang Keuramat di Makodim Aceh Utara di Lhokseumawe, Jumat (6/3). Pencopotan Letda Inf Erwin YS dari jabatannya akibat memerintahkan anggotanya menurunkan atribut sejumlah partai politik di wilayah koramil Simpang Kramat pada Senin malam (2/3). (Foto: ANTARA/Rahmad/Koz/pd/09)

Dikatakan, Kodam IM telah membagikan buku saku netralitas TNI kepada seluruh prajurit Kodam IM untuk menjadi pedoman anggota menghadapi pemilu 2009. Ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga netralitas TNI.

Sementara itu, Kapendam IM dengan tegas mengatakan, jika masih ada prajurit yang melanggar netralitas TNI dalam pelaksanaan pemilu 2009, sangsinya cukup berat mulai dari sanksi administrasi sampai pada pemecatan. “Kami tegaskan kembali bahwa TNI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis,” tambah Kapendam IM Mayor Caj Dudi Dzulfadli.

Menaruh Hormat

Sementara itu secara terpisah Koordinator KontraS Aceh, Hendra Fadli menaruh hormat dan kagum atas ketegasan sikap pimpinan TNI di Aceh, mengingat dalam pandangan KontraS netralitas TNI dalam pemilu 2009 merupakan manivestiasi dari TNI yang profesional yang hanya mengabdi untuk kepentingan nasional seluruh tumpah darah Indonesia .

Hal ini, sehubungan dengan pernyataan Panglima Kodam Iskandar Muda terkait dengan komitment netralitas TNI dalam Pemilu 2009. Disamping itu, KontraS berharap semoga penegasan sikap Panglima Kodam IM ini menjadi catatan penting yang tentunya akan dipatuhi oleh seluruh jajaran TNI di Aceh.

“Sikap yang diperlihatkan Pangdam IM ini, hendaknya juga dipahami oleh seluruh masyarakat Aceh sebagai bagian dari keberpihakan TNI terhadap agenda demokrasi di Indonesia,” ujar Hendra, Kamis (5/3) di Banda Aceh.

Di sisi lain, penegasan Pangdam IM tersebut juga harus dimaknai sebagai pembelajaran oleh seluruh partai politik lokal dan nasional beserta seluruh entitas sipil-politik di Aceh untuk menjamin pelaksanaan pesta demokrasi secara damai tanpa intimidasi dan kekerasan.

Selain itu, sikap tersebut juga sebagai peringatan bagi seluruh entitas sipil-politik, pemerintah daerah dan seluruh jajaran birokrasi di Aceh agar tidak melibatkan atau memanfaatkan keberadaan aparat TNI untuk mendukung kepentingan politik kelompok dan perorangan seperti yang lazim terjadi di masa lalu.

Hendra juga menyatakan, dalam rangka mendukung implementasi agenda reformasi sektor keamanan sebagai bagian dari agenda demokrasi di Indonesia, maka KontraS Aceh beserta komponen sipil demokratik lainnya akan senantiasa berpartisipasi dengan cara memantau sekaligus memberikan masukan dan kritikan kepada instansi keamanan dan pemerintah atas pelaksanaan tugas dan fungsi aktor-aktor keamanan di Aceh. (analisadaily)

Helikopter Latih TNI-AD Mendarat Darurat di Tambak Udang Semarang

SEMARANG, 7/3 - HELI JATUH. Sejumlah petugas melakukan proses evakuasi helikopter latih jenis Hughes C300 HL 4098 milik Corp Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) yang jatuh di areal tambak di Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu Semarang, Sabtu (7/3). Penyebab Jatuhnya heli yang dipiloti Mayor Cpn Agus Suprayogi dan siswa penerbang Letda Cpn Ryan Akhmad yang sedang melakukan latihan itu masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kedua korban mengalami luka-luka. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/hp/09)

7 Maret 2007, Semarang -- Heli latih Hughes C300 HL 4098 milik Penerbangan TNI-AD (Penerbad) yang dipiloti Mayor CPN Agus Suprayogi dengan awaknya, Letda CPN Ryan Akhmad, Sabtu (7/3) pukul 07.30 WIB, jatuh areal tambak Desa Tapak, Kecamatan Tugurejo, Semarang Barat.

Mayor CPB Agus Suprayogi dan Letda Ryan Akhmad dari Satuan Latihan Terbang Pusdik Penerbad mengalami luka-luka yang semula dirawat di RS Tugurejo akhirnya dipindahkan ke Rumas Sakit Tentara (RST) dr Sutomo Semarang.

Agus Suprayogi mengalami luka di bagian kepala, sedangkan Ryan mengalami luka-luka ringan.

Seorang perwira Penerbad menyebutkan, heli tersebut berangkat dari Bandara Ahmad Yani dalam rangka latihan rutin.


Dua penduduk setempat, Suwondo (42) dan Sunarso (52), mengatakan, heli terbang dari arah barat dengan ketinggian sekitar 52 meter dan tiba-tiba baling-baling heli tersebut berhenti berputar dan langsung jatuh ke areal tambak milik penduduk setempat.

Pendaratan Helikopter Nahas Sesuai Prosedur
Wakil Komandan Satuan Latihan Terbang Pusdik Penerbad Letkol CPN Yudiono mengatakan, pendaratan yang dilakukan pilot Mayor CPN Agus Suprayogi dengan awak Letda CPN Ryan Akhmad sudah sesuai prosedur.


"Apa yang dilakukan pilot sudah benar dan sesuai dengan prosedur karena tidak ada tanah datar yang ada di lokasi kejadian sehingga mereka memilih areal tambak sebagai tempat pendaratan helinya," katanya di Semarang, Sabtu (7/3).

Rangka dan mesin heli jenis Hughes itu dipretheli agar mudah dievakuasi. (Foto: Detiknews)

Ketika ditanya soal baling-baling yang berhenti seperti yang dituturkan warga yang melihat jatuhnya heli tersebut, dia mengatakan, kalau baling-baling berhenti jelas tidak mungkin.

Bagian-bagian heli dipotong. Hanya tangki bahan bakar yang masih utuh (Foto: Detiknews)

"Saat mesin matipun masih ada auto rotasi dari baling-baling tersebut sehingga tidak mungkin baling-baling itu berhenti," tegasnya.

Ketika ditanya bahwa mesin heli tersebut sudah tua (buatan 1982), ia mengatakan, meskipun sudah tua tetapi perawatan terhadap mesin heli dilakukan secara rutin. "Pengecekan terhadap mesin heli dilakukan secara rutin termasuk over haul," katanya.

Saat ini proses evakuasi terhadap bangkai heli tersebut masih berlangsung dengan memotong heli tersebut menggunakan gergaji mesin. Proses pemotongan dilakukan untuk mengambil mesin heli tersebut. (edit @mediaindonesia)


Panglima TNI: Heli yang Mendarat Darurat di Semarang Masih Layak Terbang

Bagian-bagian heli dibawa dengan mengendarai truk.(Foto: Detiknews)

7 Maret 2009, Solo -- Sebuah helikopter milik TNI AD jatuh di areal pertambakan di Semarang, Jawa Tengah. Namun berdasarkan data tekhnis yang ada, pesawat tersebut dinyatakan masih layak terbang.

"Pesawat tersebut masih layak terbang," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Sabtu (7/3/2009).

Djoko juga mengatakan heli tersebut tidak jatuh. Menurutnya, heli tersebut melakukan pendaratan darurat karena mengalami kerusakan mesin.

"Penyebab kerusakan mesinnya masih diselidiki," tegas Djoko.(detiknews)

Friday, March 6, 2009

Lanud Supadio Mengirim Calon Tamtama


6 Maret 2009, Pontianak -- Sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan prajurit TNI Angkatan Udara maka Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabesau) memberi peluang kepada para pemuda di Kalbar untuk menjadi calon prajurit tamtama TNI AU.

Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Yadi Indrayadi sekaligus Ketua Sub Panitia Daerah (Sub Panda) memimpin langsung proses penyeleksian tingkat akhir di ruang balai prajurit Lanud Supadio, Rabu (4/3). Yang juga dihadiri oleh para pejabat Lanud Supadio dan panitia penentuan akhir daerah (Pantukhirda) calon prajurit tamtama.

”Diawal tahun 2009 ini, Lanud Supadio diberi kesempatan dan kewenangan oleh Mabesau untuk menerima pendaftaran sekaligus melaksanakan penyeleksian calon siswa tamtama di Kalimantan Barat dan setelah dilakukan seleksi akhir tingkat daerah maka yang terpilih sebanyak 15 orang. Mereka ini akan mengikuti seleksi tingkat pusat di Lanud Adi Sumarmo, Solo,”jelas Danlanud.

Disana mereka akan di seleksi kembali dengan calon siswa lain dari berbagai propinsi di Indonesia. Dan bagi calon siswa yang terpilih akan langsung mengikuti pendidikan dasar keprajuritan di Skadron Pendidikan (Skadik) 404 di Lanud Adi Sumarmo, Solo. Setelah selesai menyelesaikan pendidikan mereka akan dilantik menjadi prajurit dengan pangkat Prajurit Dua (Prada). (tni-au)

Pasukan Khusus Marinir Cina Latihan di Geladak Kapal Perusak Guangzhou

Kapal Perusak Tipe 052B Guangzhou 168

Cina mengirimkan kapal perusak (destroyer) Guangzhou 168 untuk ambil bagian dalam latihan militer maritim multinasional “Aman” di laut Pakistan mulai 5 Maret hingga 14 Maret 2009. Aman berasal dari bahasa Urdu yang berarti damai atau peace. Latihan ini diadakan oleh Angkatan Laut Pakistan, pertama kali tahun 2007. Aman 07 diikuti 14 kapal dari AL Bangladesh, Cina, Perancis, Itali, Malaysia, Inggris dan Amerika Serikat. Serta dihadiri 21 negara sebagai peninjau latihan ini.


52 negara diundang berpartisipasi pada Aman 09, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis dan Cina.

Saat menuju ke Pakistan, pasukan khusus marinir Cina mengadakan latihan di atas geladak kapal perusak Guangzhou saat berlayar di laut India (4/3). Guangzhou 168 meninggalkan kota Sanya di provinsi Hainan 21 Februari 2009.






marinebuzz/china.org.cn/@beritahankam