Monday, February 16, 2009

Ratusan Marinir Latihan Pratugas Ambalat


16 Februari 2009, Surabaya - Ratusan anggota Marinir mengikuti latihan pratugas untuk pengamanan wilayah Ambalat, Sorong dan pulau-pulau terluar yang dibuka oleh Komandan Brigade Infanteri (Brigif)-1, Kolonel Marinir Yuniar Ludfi di Surabaya, Senin.

Latihan yang dilaksanakan di daerah Surabaya, Sidoarjo dan Grati, Kabupaten Pasuruan mulai 16 Pebruari hingga 8 Maret 2009, diikuti oleh 130 personel Satgas Ambalat IX, 100 personel Satgas Sorong VIII dan 81 personel Satgas Pulau Terluar VII.

Mereka mengikuti latihan dengan materi, antara lain, mengenai kondisi geografi dan demograsi daerah penugasan, pengetahuan agama, adat istiadat dan bahasa daerah, pengetahuan hukum HAM dan humaniter, situasi keamanan terakhir di daerah penugasan serta kepemimpinan lapangan.

Materi lainnya adalah, intelijen tempur, membaca peta, kompas, P3K, teknik dan taktik navigasi, bertahan hidup di hutan dan laut, patroli, pemeriksaan kapal, prosedur komunikasi, menembak, amfibi, SAR laut dan renang laut.

Komandan Birigif-1 Marinir dalam sambutannya mengatakan, latihan pratugas ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel yang tergabung dalam satgas yang akan mengamankan perbatasan wilayah laut Indonesia .

"Kalian adalah prajurit terpilih untuk menjadi anggota satgas ini. Karena itu, gunakanlah kesempatan latihan ini sebaik-baiknya agar pada saat penugasan nanti dapat berhasil dengan baik demi keutuhan NKRI," katanya.

Ia juga berharap agar latihan ini berlangsung dengan baik atau sesuai rencana sehingga tidak ada kecelakaan.

"Optimalkan segala kemampuan, budayakan kerja keras dan berfikir cerdas agar mampu melaksanakan tugas dengan baik. Selain itu, jaga dan mantapkan rasa kebersamaan serta jaga kondisi kesehatan selama mengikuti latihan," katanya.

Pembukaan latihan itu dihadiri Komandan Yonif-1, Mayor Marinir Guslin, Komandan Yonif-3, Letkol Marinir Hadimo, Komandan Yonif-5, Letkol Marinir Firman Johan, Komandan Kompi Markas Brigif-1, Mayor Marinir Nandi Gunapria dan seluruh perwira di jajaran Brigif-1. (antarajatim.com)

Panglima TNI Tinjau Kesiapan Sukhoi

Panglima TNI, Jendral TNI Joko Santoso didampingi Pangkoopsau II, Komandan Lanud Hnd dan Komandan Skadron Udara 11 saat meninjau pesawat Sukhoi

16 Februari 2009, Makassar -- Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, didampingi beberapa pejabat dari Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Udara, Sabtu (14/2) mengadakan kunjungan kerja di Koopsau II yang diterima oleh Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Yushan Sayuti di Gedung Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin.

Di Lanud Sultan Hasanuddin, Panglima TNI yang tiba pukul 09.45 Wita tersebut disambut oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin di Apron Galaktika dan menerima pelaporan secara militer dari regu pasukan jajar kehormatan yang selanjutnya menuju Gedung Galaktika menerima laporan/paparan dari Pangkoopsau II.

Tampak hadir menyambut kedatangan Panglima TNI, Pangdam VII Wirabuana, Kapolda Suselbar, Sekwilda mewakili Gubernur Sulsel, Pangkosekhanudnas II, Kasdam VII Wirabuana, Pangkosekhanudnas II, Kas Koopsau II, serta Para Pejabat Muspida Sulawesi Selatan lainnya.

Selama di Lanud Sultan Hasanuddin, Panglima TNI selain menerima paparan oleh Pangkoopsau II, juga meninjau kesiapan pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 yang baru tiba dari Rusia dan menambah kekuatan Skadron Udara 11 sebagai home base pesawat tempur Sukhoi.

Dalam laporannya kepada Panglima TNI , Pangkoopsau II melaporkan tentang kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di Koopsau II, meliputi pelaksanaan operasi tahun 2008, pelaksanaan Bakti TNI Terpadu tahun 2008 di Sulawesi Selatan.

Selain itu Pangkoopsau II juga melaporkan tentang penyelenggaraan pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional satuan TNI Angkatan Udara dalam jajarannya dan melaksanakan operasi udara dalam rangka penegakan kedaulatan Negara di udara, mendukung penegakan kedaulatan di darat dan di laut di wilayahnya sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

Disamping itu pada kesempatan tersebut Pangkoopsau II juga melaporkan sekilas tentang perbedaan pesawat tempur Sukhoi yang lama, yang datang pada tahun 2003 dengan pesawat tempur Sukhoi yang baru, datang pada akhir-akhir ini. Selain juga dilaporkan pola gelar operasi dalam wilayah Koopsau II yang mempunyai satuan 19 Lanud (Pangkalan TNI AU) dalam jajaran Koopsau II.(tni-au.mil.id)

F16 IN Pecah Ban Saat Mendarat di Aero India 2009

F16 IN

16 Februari 2009 -- Salah satu peserta program MRCA (Multi Role Combat Aircraft) India, F16 IN buatan Lockheed Martin mengalami pecah ban bagian belakang kiri dan kanan saat melakukan pendaratan sesuai unjuk kebolehan diajang pameran dirgantara di pangkalan angkatan udara Yelahanka, Bangalore, India (15/1).

Pecahnya ban disebabkan akibat panas dan gesekan, ujar pilot uji Paul Randall kepada wartawan dilokasi kejadian. Ditambahkannya, pada panel kendali penerbangan mengindikasikan ban kanan akan meletus sebelum pendaratan dilakukan. Pada insiden ini tidak ada yang cedera.

MiG-21 Bison

Lockheed Martin salah satu peserta kompetisi program MRCA, mengajukan F16 IN yang khusus dirancang agar memenuhi bahkan melebihi syarat MRCA.

Selain itu, Russian Aircraft Corporation (RAC) MiG mengajukan MiG29 M OVT, Dassault Perancis dengan Rafale, Saab Swedia dengan Gripen, serta konsorsium Eropa dengan Typhoon.

Nilai kontrak MRCA hampir USD 12 Milyar untuk 126 pesawat, dimana akan mengantikan MiG 21 Bison, MiG 27 dan Jaguar AU India.

antara/@beritahankam



Sunday, February 15, 2009

Pulau Miangas Milik Republik Indonesia

Pulau Miangas

Pulau Miangas mempunyai luas 3,15 kilometer persegi atau 210 Ha dengan penduduk 705 jiwa atau 178 KK, terletak dikoordinat 05° 34' 02" U - 126° 34' 54" T/ 05° 33' 57" U - 126° 35' 29" T sesuai PP No. 38 Tahun 2002 Tentang Koordinat Geografis Titik-Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia

Secara administratif terletak di Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud. Kabupaten Kepulauan Talaud terbentuk setelah memisahkan diri dari kabupaten induk Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud, sesuai UU No. 8 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Talaud Di Provinsi Sulawesi Utara.

Pulau Miangas merupakan batas wilayah terluar Indonesia dengan Philipina, dimana terletak dua Titik Dasar (TD) dan Pilar Pendekat (PD); Titik Dasar No. TD.056, Pilar Pendekat No. TR.056, Antara TD.056-TD.056A, Garis Pangkal Biasa dan Titik Dasar No. TD.056A, Pilar Pendekat No. TR.056, Jarak TD.056A-TD.057A = 57.91 nm, Garis Pangkal Lurus Kepulauan. Titik Dasar 057A terletak di Pulau Marampit koordinat 04° 46' 18" U - 127° 08' 32" T.

Peta Kabupaten Kepulauan Talaud

Miangas dinamakan Mangiasa oleh penduduk setempat, yang berarti menangis atau kasihan karena letak pulaunya terpencil, serta jauh dari sarana angkutan laut. Adapula yang menamakan Pulau Tinonda berarti diseberangkan, merujuk upaya Raja Talaud menyebrangkan sejumlah anggota keluarganya dari Pulau Karakelang ke Pulau Miangas. Sedangkan bangsa Portugal menamakan Island of Palmas, dimana ribuan pohon kelapa tumbuh subur di pulau ini. Sampai sekarang ini perkebunan kelapa mendominasi luas pulau dengan luas 115 Ha sedangkan luas pemukiman hanya 9 Ha.

Jarak antara Miangas dan Bitung yang sejauh 276 mil ditempuh selama 22 jam dengan kecepatan kapal 13,5 knot. Sedangkan jarak Miangas ke Melonguane, ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, sejauh 117 mil, dengan lama pelayaran 10 jam. Sebaliknya, jarak dari Miangas ke Santa Agustine atau General Santos di Philipina hanya 60 mil dan bisa ditempuh selama 4 jam.

Kota Miangas

Meskipun jarak Miangas lebih dekat ke Philipina, tiada alasan bagi Philipina mengklaim Miangas sebagai bagian wilayahnya. Sengketa pembagian perbatasan dan daerah kekuasaan antara Amerika-Spanyol melawan Belanda. Dimana didasarkan Traktat Paris 1898, Amerika Serikat mengklaim bahwa Pulau Miangas masuk dalam posisi kotak dan berhak atas kepemilikan pulau tersebut. Sengketa ini diselesaikan di arbitrasi internasional DR. Max Huber memenangkan Belanda atas kepemilikan Pulau Miangas.

Diperkuat perundingan antara Amerika Serikat dan Hindia Belanda di atas kapal Greenphil tanggal 4 April 1928, memutuskan Pulau Miangas masuk ke wilayah kekuasaan Hindia Belanda karena persamaan budaya dengan masyarakat Talaud. Semakin dipertegas diresmikannya tugu perbatasan antara Indonesia dengan Philipina di tahun 1955, dimana Miangas berada di wilayah Indonesia.

Semakin dipertegas pernyataan Menlu Philipina Blas F. Ople, menyatakan Miangas (Las Palmas – Philipina menyebutnya) sah milik Indonesia di tahun 2002.

Tugu NKRI di Pulau Miangas

Yang harus kita lakukan menjaga setiap jengkal wilayah kedaulatan Republik Indonesia dengan aktif, bukan reaktif disaat pihak ketiga mencoba merebutnya. Dengan anggaran pertahanan dibawah 2% dari PDB (Produk Domestik Bruto), mustahil TNI mampu menjaga setiap titik terluar dengan maksimal. Wacana pembangunan lapangan terbang di Miangas oleh TNI AL belum terealisasi. Ditinjau dari anggaran tidak akan melebihi anggaran belanja pakaian dan perbaikan kendaraan pasangan gubernur dan wakil gubenur.

Anggota TNI-AD Yonif-712 Wiratama bersama anggota SEKAR Telkom melakukan Patroli Perbatasan Negara di Pulau Miangas

Meskipun terwujud lapangan terbang tersebut, diragukan TNI AL akan dapat menempatkan pesawat dan helikopter secara permanen karena jumlahnya tidak mumpuni. Bahkan ironisnya, ada skadron udara TNI AU tanpa pesawat. Dengan adanya pesawat atau helikopter di Miangas akan memudahkan TNI memantau perbatasan dan membantu penduduk Miangas dalam pasokan kebutuhan pokok disaat jalur laut tidak bersahabat.

Anggota TNI Penjaga Perbatasan di Pulau Miangas Sedang Membersihkan Senapan Serbu M16

Tiadanya dana pembelian alutsista hanya omong kosong belaka, yang ada tiada kemauan politik baik dari pihak eksekutif maupun legislatif. Lihat saja PDB Indonesia, lebih tinggi dari Singapura, Malaysia, Australia tetapi anggaran pertahanan mereka melebihi Indonesia.

Selagi paradigma tidak akan perang dalam jangka 10 – 15 tahun untuk membenarkan kecilnya anggaran pertahanan tidak singkirkan. Menggantinya dengan paradigma pertahanan yang besar, kuat, modern dan professional akan memperkokoh kedaulatan wilayah RI. Jangan berharap anggaran pertahanan akan memenuhi kebutuhan sesuai luas wilayah RI. (@beritahankam.blogspot.com)

Si Vis Pacem Para Bellum

Sumber:
tandef.net, sulutlink.com, inrr.org, surabayawebs.com, sulut.go.id, miangas.multiply.com
UU No. 8 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Talaud Di Provinsi Sulawesi Utara
PP No. 38 Tahun 2002 Tentang Koordinat Geografis Titik-Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia

HNoMS Thor Heyerdahl (F-314) di Luncurkan


Navantia Spanyol meluncurkan kapal frigate kelas Nansen jenis peperangan anti kapal selam milik Angkatan Laut Norwegia yang diberi nama HNoMS Thor Heyerdahl (F-314) di galangan kapal Fene-Ferrol (11/2).

Peletakan lunas kapal dilakukan akhir Maret 2008, diharapkan dikirimkan ke AL Norwegia September 2010.

Kapal frigate ini merupakan kapal kelima dan kapal terakhir dari kontrak pada Juni 2000. Setelah Navantia memenangkan kontrak internasional.

Empat kapal yang telah bertugas, HNoMS Fridtjof Nansen (F 310), Roald Amundsen (F 311), Otto Sverdrup (F 312), dan Helge Ingstad (F 313).


Kapal frigate kelas Nansen mempunyai panjang keseluruhan 123.25 m, lebar 16.80 m, berat penuh 5.130 Ton, awak 120 dan mampu menampung hingga 146 orang, kecepatan maksimum 27 knot, kecepatan maksimum jelajah 16 knot dengan jarak jelajah 4.500 nm, membawa satu helikopter NH90 serta dilengkapi meriam kaliber 76 mm.

Kapal pertama tiba di Oslo, Norwegia Juni 2006 dan mulai masuk jajaran AL Norwegia tahun 2007. Frigate kelas Nansen akan mengantikan kapal kelas Oslo, bertugas sejak tahun 1966.

Selain menyelesaikan HNoMS Thor Heyerdahl, Navantia mengerjakan sejumlah kapal pemukaan maupun selam diantaranya; 1 Frigate F-105 AL Spanyol, 2 kapal selam Scorpene AL Malaysia, 4 kapal selam S-80 AL Spanyol, alih teknologi 6 kapal selam Scorpene AL India, 9 kapal pendarat AL Spanyol, 8 kapal patroli AL Venezuela.

defpro/naval-technology/navantia/@beritahankam

Admin, kapan para penguasa negeri ini berhenti berwacana untuk membeli kapal selam. Lakukan aksi nyata, para tetangga telah jauh meninggalkan negeri ini. Mereka akan tambah leluasa merendahkan bangsa ini.

Saturday, February 14, 2009

Kopassus Bebaskan Sandera di Manado


12 Februari 2009, Manado -- Sat-81 Kopassus melaksanakan Latihan Penanggulangan Teror Tri Matra II TNI TA 2008 bersama-sama dengan satuan penanggulangan teror lainnya, Den Jaka (AL) dan Den Bravo (AU) di Menado. Latihan gabungan Tri Matra ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan masyarakat Sulawesi Utara, Pemda, Kepolisian serta seluruh jajaran satuan kewilayahan TNI baik AD, AL dan AU.

Latihan ini bertujuan untuk mempersiapkan pengamanan VVIP bagi para kepala negara asing yang akan hadir pada pertemuan WOC (World Ocean Confference) yang rencanannya akan dilaksanakan pada tanggal 11 s/d 15 Mei 2009 mendatang.

Latihan pembebasan sandera dilaksanakan oleh satu Tim Prajurit Sat-81 Kopassus di Hotel Peninsula didukung Satuan Penerbad TNI AD dan anjing pelacak Sat-81 Kopassus.

Pembebasan sandera di Kapal laut dilaksanakan oleh 1 Tim Den Jaka di Teluk Manado di dekat MCC (Manado Convention Center) didukung oleh KRI. Dr Soeharso, Kapal Selam dan Helly TNI AL.

Sedangkan pembebasan Sandera di Pesawat VVIp dilaksanakan oleh 1 Tim Den Bravo 90 didukung pesawat Herculles C-130, Helly TNI AU di Bandara Sam Ratulangi.

Satuan yang masing-masing dilengkapi dengan perlengkapan khusus ini, secara serentak melaksanakan serbuan di sasaran masing-masing dengan di awali infiltrasi lewat darat, laut dan udara pada 10 Februari 2009 pukul 06.00 WITA.(kopassus.mil.id)

Kondisi Pulau Nipah Saat Kini

Kondisi Pulau Nipah Sebelum Reklamasi

Pulau Nipah atau Pulau Nipa (Peta Dishidros TNI-AL) atau Pulau Angup (sebutan penduduk sekitar) secara administratif berada di wilayah Desa Pemping, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Dengan luas wilayah 63 Ha (permukaan air laut terendah), 58 Ha (permukaan air laut rata-rata), dan 28 Ha (permukaan air laut tertinggi). Koordinat Pulau Nipah 103 39'04.68" - 103 39' 39.384" BT dan 1 8' 26.88" - 1 9' 12.204" LU.

Secara geologi Pulau Nipah diinterpretasikan kelanjutan gugusan pulau Batam-Rempang-Galang (BARELANG), khusunya Pulau Pemping, Pulau Kelapa Jerih, dan Pulau Bulan.

Secara geografis Pulau Nipah terletak antara Selat Philip dan selat utama, yang berbatasan langsung dengan Singapura. Menjadikan Posisi Pulau Nipah merupakan pulau terluar terkait perbatasan antara Indonesia dan Singapura.

Sesuai perjanjian yang disepakati kedua negara tanggal 25 Mei 1973, di Pulau Nipah terdapat titik referensi dan titik dasar dalam penarikan batas wilayah Indonesia dan Singapura.

Proses Reklamasi Pulau Nipah

Pulau Nipah nyaris hilang dari peta Indonesia saat pasir laut di pulau tersebut disedot dan dikirim ke Singapura guna proyek reklamasi.

Melalui Menteri Kelautan dan Perikanan mulai 23 Februari 2003, ekspor pasir laut dilarang kemudian Menteri Perdagangan mengeluarkan Peraturan Nomor 02/MDAG/PER/1/2007 tentang larangan ekspor Pasir, Tanah, dan Top Soil mulai 1 Februari 2007.

Kedua Peraturan Menteri tersebut, ditindaklanjuti oleh TNI AL dengan menindak tegas setiap usaha penyelundupan pasir laut, pasir darat, tanah dan top soil. Tujuan penyelundupan terutama ke Singapura.

Gedung di Pulau Nipah Hasil Reklamasi

Di bulan Februari 2004, Presiden Megawati Sukarnoputri menerakan tapak kakinya di monumen dan menanam pohon Cemara Laut di Pulau Nipah yang hanya tersisa 0,62 Ha saat pasang. Dengan kucuran dana Rp 300 Milyar, reklamasi kembali Pulau Nipah dilakukan di bulan Oktober 2004.

Saat itu ada tiga alternatif luas reklamasi 30 hektar, 45 hektar, dan 65 hektar. Hasil pantuan pesawat Nomad TNI AL P-842, 5 Februari 2009, luas reklamasi telah mencapai 60 Ha.

Pulau Nipah Hasil Reklamasi Tampak Samping

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin cetak biru Pulau Nipah segera dibuat agar dapat segera memainkan posisi strategis di Selat Malaka, diungkapkan oleh Menhan Yuwono Sudarsono selesai rapat kabinet terbatas (3/2/2009).

Pembangunan Pulau Nipah akan diselaraskan dengan kawasan perdagangan bebas dengan Pulau Bintan, Pulau Batam dan Pulau Karimun, ujar jubir kepresidenan Andi Mallarangeng.

Pulau Nipah Hasil Reklamasi Tampak Keseluruhannya

Perbatasan laut RI-Singapura bagian barat, tepatnya di utara Pulau Nipah sudah disepakati pada akhir 2008 lalu, setelah perundingan selama 3 tahun, sejak Februari 2005. Perjanjian kesepakatan itu akan diteken dua negara pada bulan Februari 2009. (beritahankam.blogspot.com)

Sumber: detiknews.com, tisda.org, puspenerbal.mil.id, indonesiafile.com, tnial.mil.id
Foto: puspenerbal.mil.id, pu.go.id, tnial.mil.id

Detasemen Kavaleri Peringati HUT Ke 59

Peringatan Hari Kavaleri Ke-59 di Kodam VI/Tanjung Pura

13 Februari 2009, Kutai Kertanegara -- Korps satuan Detasemen Kavaleri TNI AD merayakan hari jadinya ke 59 dimarkas Denkav-1 Kodam VI/Tpr KM 28 Samboja Kutai Kertanegara, Kamis (12/02). Bertindak sebagai inspektur upacara Mayor Kav Kuswanto, saat upacara inspeksi pasukan dilakukan Mayor Kav Kuswanto dengan Panser intai berukuran kecil.

Upacara ini diikuti tiga Kompi atau sekitar 168 personel. Total pasukan Kavaleri dari Kodam VI/Tpr sekitar 300 personel. Dalam amanatnya, Kuswanto menyampaikan pesan-pesan Komandan pusat kesenjataan Kavaleri Brigjen TNI Suharsono. Salah satu amanat pimpinan tertinggi korps baret hitam ini adalah netralitas TNI dalam pemilu.

Namun demikian sebagai satuan yang memiliki persenjataan berat dengan mobilitas tinggi, kavaleri masih dihadapkan pada keterbatasan peralatan tempur. Peringatan hari jadi korps ini sebelumnya telah digelar di Parongpong Kabupaten Bandung, Sabtu (9/2) lalu. Namun dijajaran Kodam VI/Tpr baru dilaksanakan Kamis (12/2 ) dilapangan Denkav-1 Km 28.

” Perayaan ulang tahun ini merupakan momentum untuk menegakan netralitas prajurit TNI dalam pemilu, ini sesuai denagn tema perayaan ulang tahun DenKav kali ini, ” kata Mayor Kav Kuswanto. Sebelum perayaan HUT Denkav ke 59 diramaikan dengan berbagai macam perlombaan , mulai dari sepak bola untuk umum , peraturan baris-berbaris, latihan tempur, cross country dan halang rintang tempur.

Detasemen Kavaleri, karena personel ini dilengkapi dengan persenjataan Tank dan Panser, sampai saat ini DenKav-1 yang dilengkapi persenjataan tank dan panser memiliki satu Kompi Panser dengan dilengkapi 19 kendaraan panser, dan satu kompi tank dilengkapi 13 kendaraan tank. (tni.mil.id)
----000----


Peringatan Hari Kavaleri Ke-59 Satgas Konga XXIII

13 Februari 2009, Lebanon -- Majulah Kavaleriku, dibawah panji-panjimu…… Sepenggal bait lagu Mars Kavaleri tersebut mengingatkan bahwa tanggal 9 Februari 2009 merupakan hari jadi satuan Korps Kavaleri Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ke 59, yang telah diperingati oleh seluruh korps yang memiliki keunggulan daya gerak, daya tembak dan daya kejut di seluruh tanah air.

Namun bagi prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-C, peringatan hari jadi Kavaleri ke 59 kali ini memiliki suasana berbeda karena perayaan hari jadi Korps Baret Hitam tersebut dirayakan di daerah penugasan Lebanon secara sederhana namun khidmat di tengah dinginnya malam musim dingin Markas Konga XXIII-C/UNIFIL, UN POSN 7-1 Adshit al Qusayr - Lebanon Selatan.


Disela sela kesibukan tugas pokok yang harus dilaksanakan, para prajurit Kavaleri masih sempat meluangkan waktu untuk mengenang hari jadi Korps kebanggaannya dengan semangat yang tinggi. Diiringi lagu Mars Kavaleri mereka berharap agar penugasan yang sedang dilaksanakan di Lebanon dapat berjalan dengan lancar dan sukses, serta panjatan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar sepanjang pengabdian Korps Kavaleri selalu mendapatkan ridho dari-Nya.

Peringatan hari jadi tersebut dipimpin oleh perwira tertua Kavaleri di jajaran Satgas Konga XXIII-C yang sehari-harinya menjabat sebagai Perwira Khusus Kavaleri, Kapten Kav Yudi Suryatin, alumni Akmil 1999 dan dihadiri oleh Dansatgas Konga XXIII-C, Letkol Inf R. Haryono serta perwakilan beberapa perwira dan prajurit Satgas Konga XXIII C.

Dalam acara tersebut juga diadakan acara tradisi potong tumpeng yang selanjutnya diberikan kepada prajurit tertua. Kopka Martana sebagai salah satu tanda perhormatan terhadap pengabdiannya kepada Korps Baret Hitam selama 26 tahun, dan juga tanda salut prajurit lainnya untuk dapat setia mengabdi kepada negara dan bangsa dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit TNI.

Dalam amanatnya Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri sebagai Pembina Fungsi Kecabangan mengatakan bahwa makna yang lebih mendalam dari peringatan hari jadi Kavaleri adalah untuk meningkatkan jiwa korsa, meningkatkan profesionalitas dan kebersamaan prajurit.

Tugas yang diemban setiap prajurit baret hitam dalam penugasan harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan harus dapat dipertanggungjawabkan, oleh karenanya laksanakan tugas dengan semangat yang tinggi dan kehati-hatian agar Merah Putih dapat berkibar tegak dan nama harum bangsa semerbak di daerah penugasan.

Pedomani juga motto Kavaleri “Jaya di medan perang dan berguna di masa damai” sebagai salah satu landasan pelaksanaan tugas.

So, no matter how you feel, get up, dress up and show up, tunjukkan kemampuanmu untuk dapat mengemban tugas yang sudah diberikan kegara dengan baik. (tni.mil.id)

India Menerima 4 MiG 29 Fulcrum dari Rusia

MiG-29K (Foto: migavia.ru)

12 Februari 2009, Bangalore -- Rusia akan mengirimkan satu dari empat MiG-29 Fulcrum-D ke India dan sisanya 12 pesawat akan dikirimkan hingga akhir 2009, ujar kepala pabrik pesawat MiG Mikhail Pogosyan di ajang pameran Aero India 2009 di Yelahanka, Bengalore, India (12/1).

Rusia dan India mendatangani kontrak pembelian 12 MiG-29K kursi tunggal dan 4 MiG-29KUB kursi tandem pada 20 Januari 2004, sebagai bagian persetujuan pengiriman kapal induk Admiral Gorshkov senilai USD750 Juta ke Angkatan Laut India. Saat ini kapal induk tersebut sedang dilakukan retrofit di Rusia.

Admiral Gorshkov

Pesawat pertama telah selesai diinspeksi oleh teknisi ahli India serta para pilot India sedang berlatih selama lima bulan.

Pesawat-pesawat tersebut akan ditempatkan di kapal Induk INS Vikramaditya (eks Admiral Gorshkov), direncanakan masuk jajaran armada AL India 2012.

RIA Novosti/@beritahankam

Apel Korps Infanteri Kodam Jaya

Tim Anti Teror Kodam Jaya Saat Latihan Gabungan Anti Teror (Foto: kodam-jaya.mil.id)


13 Februari 2009, Jakarta -- Komandan Brigade Infantri 1/Pengamanan Ibukota / Jaya Sakti Kolonel Inf Ali Sanjaya menyampaikan laporan kesiapan para Perwira Infantri Kodam Jaya yang berjumlah 305 orang kepada Komandan Pusat Kesenjataan Infantri Kodiklat TNI-AD Mayor Jenderal TNI Drs Narsono SH bertempat di aula Mabrigif 1/PIK /JS Jln. Kalisari Pasar Rebo Jakarta Timur ,Kamis (12/02)

Pada acara tersebut hadir Kepala Staf Kodam Jaya Brigadir Jenderal TNI Moeldoko, Irdam Jaya, Komandan Rindam Jaya, Asops Kasdam Jaya dan Aspers Kasdam Jaya. Program pertemuan korps Infantri ini merupakan program Pusenif Kodiklat TNI-AD yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya.

Dalam pertemuan korps infantri ini, Komandan Pusenif Kodiklat TNI AD menyampaikan pembekalan serta menjelaskan tentang tugas-tugas Infantri di masa mendatang serta rencana pembentukan Bataliyon Infantri Mekanis yang salah satunya adalah Bataliyon Infantri 201/Jaya Yudha Kodam Jaya. Dijelaskan juga bahwa organisasi TOP/ROI 1995 yaitu Bataliyon Lintas Udara dan Bataliyon Raider jumlah personil sesuai TOP adalah 747 orang, sedangkan TOP ROI 2000 jumlah personilnya 828 orang. Adapun TOP/ROI Bataliyon Infantri diperkuat jumlah personilnya adalah 1.039 orang dan TOP/ROI Bataliyon Infantri Mekanis jumlah personilnya adalah 800 orang.

Setelah acara pembekalan, Komandan Pusat Kesenjataan Infantri Kodiklat TNI AD menyaksikan peragaan yang ditampilkan oleh personil-personil satuan jajaran dibawah Brigif 1/PIK /JS seperti peragaan Penaggulangan Huru Hara, Bela diri Karate, Pengamanan VVIP serta menampilkan kegiatan Peleton Intai Keamanan Brigif-1/PIK / Jaya Sakti. (kodam-jaya.mil.id)

Batalyon 462 Paskhas Latihan Jungar Statis di Rokan Hulu


13 Februari 2009, Pekanbaru -- Batalyon 462 Paskhas Pangkalan TNI Angkatan Udara Pekanbaru, Rabu (11/2) melakukan latihan terjun payung penyegaran statis di Pasir Pangarayan, Kabupaten Rokan Hulu yang dikuti sebanyak 120 prajurit Batalyon 462 Paskhas.

Komandan Lanud Pekanbaru Kolonel PNB Dody Trisunu dalam arahannya mengatakan setiap prajurit paskhas yang mengikuti latihan terjun payung penyegaran ini agar selalu memperhatikan keselamatan diri maupun perlengkapan perorangan. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Disisi lain, latihan terjun ini juga untuk meningkatkan kesiapan prajurit paskhas dalam menghadapi tugas-tugas operasional dalam bidang matra udara.

Sedangkan Komandan Batalyon (Danyon) 462 Paskhas, Mayor PSK Ellia Adrianto memimpin langsung latihan terjun penyegaran statis tersebut. Pelaksanaannya menggunakan pesawat C-130 Hercules dengan dua kali sortie, sortie pertama terdiri dari 2 run dan sortie kedua berjumlah 4 run.

Dengan adanya latihan ini diharapkan agar masyarakat pasir pangarayan (Rohul) dapat menyaksikan langsung sehingga memiliki minat dirgantara untuk bergabung sebagai prajurit TNI Angkatan Udara sekaligus untuk mencari bibit-bibit minat olahraga terjun payung. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Rohul, Komandan Lanud Pekanbaru, Danrem 031/WB, Dandim, Kapolres serta seluruh warga masyarakat Rohul menyaksikan kegiatan tersebut. (tni-au.mil.id)

Pendidikan Komando (Dikko) Marinir Angkatan 136

13 Februari 2009, Banyuwangi -- Bagi prajurit Korps Marinir, Pendidikan Komando (Dikko) menjadi salah satu prasyarat mutlak yang harus dilalui. Setelah berhasil menyelesaikan beberapa tahapan dalam Dikko ini mereka boleh masuk dalam keluarga besar Korps Marinir sekaligus berhak mengenakan Baret Ungu, baret kebangggan prajurit marinir dan Brevet Komando Hutan (Kohut).

Dikko yang digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Selogiri, Banyuwangi kali ini merupakan angkatan ke 136 yang diikuti oleh 103 peserta. Dari jumlah tersebut 42 diantaranya adalah Kadet AAL, 68 orang siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) XXVIII dan 3 orang lainnya siswa mantan Dikmata XXVII.

Dikko yang dilaksanakan selama tiga bulan ini sarat dengan ujian ketahanan baik mental, fisik maupun intelegensia para peserta didik. Pendidikan Dikko Marinir memang dikenal keras dan tidak kenal kompromi. Ada lima tahapan berat yang harus dilewati untuk dapat menyelesaikan pendidikan guna mendapatkan baret ungu ini.

Tahap Laut menjadi ujian pertama yang harus dilalui, kemudian beranjak ke Tahap Komando, Tahap Hutan, Tahap Gerilya Lawan Gerilya (GLG) dan terakhir Tahap Lintas Medan dengan menempuh jarak 300 Km dari Bayuwangi menuju Surabaya dengan berjalan kaki memotong 4 pegunungan di Jawa Timur.

Untuk tetap menjaga agar moril para prajurit siswa yang tengah menjalani tempaan berat dan keras ini tetap tinggi, Wakil Komandan Kobangdikal Brigjen TNI Mar Arief Suherman melakukan peninjauan ke daerah latihan di hutan Selogiri Banyuwangi untuk melihat secara langsung pelaksanaan Dikko yang sedang masuk tahan hutan. Selain untuk melihat secara langsung pelaksanaan latihan, juga untuk mengetahui kemajuan dan ketrampilan yang telah dicapai oleh para siswa serta mengetahui fasilitas dan sarana penunjang latihan.

Di Puslatpur Marinir Selogiri ini, Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Mar Arief Suherman melihat dan menyaksikan secara langsung para siswa dalam memecahkan problem-problem yang telah dirancang para instruktur dengan bekal ilmu yang telah diperoleh sebelumnya baik di kelas maupun latihan-latihan kering. Latihan yang ditinjau diantaranya dover, kontak drill, pertempuran jarak dekat, jungle survival, meninjau menembak daya tembus dan menembak reaksi.

Usai melakukan peninjuan berbagai latihan, diakhiri dengan pengarahan Wadan Kobangdikal kepada para siswa. Dalam peninjauan tersebut, Wadan Kobangdikal yang didampingi Komandan Kodikmar Kolonel Mar Bambang Sulisno Sono, Komandan Pusdik Infantri Kolonel Mar Prasojo Sumarto, Kadep Marinir AAL Kolonel Mar Susmono serta pejabat teras Kobangdikal dan AAL lainnya berkesempatan memberikan bingkisan untuk para siswa dan instruktur. (tnial.mil.id)

BANYUWANGI, 13/2 - KOMANDO. Sebanyak 103 siswa Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan 136, meneriakkan yel-yel komando Marinir di Puslatpur Selogiri, Banyuwangi, Jumat (13/2). Pendidikan yang meliputi lima tahap (Laut, Komando, Hutan, Gerilya Lawan Gerilya dan Lintas Medan) tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan Baret Ungu Marinir dan Brevet Komando Hutan. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/09)

BANYUWANGI, 13/2 - KOMANDO. Satu dari 103 siswa Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan 136, berusaha melewati desingan peluru tajam, dalam latihan dopper (serangan amunisi tajam) di Puslatpur Selogiri, Banyuwangi, Jumat (13/2). Pendidikan yang meliputi lima tahap (Laut, Komando, Hutan, Gerilya Lawan Gerilya dan Lintas Medan) tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan Baret Ungu Marinir dan Brevet Komando Hutan. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/09)

BANYUWANGI, 13/2 - KOMANDO. Wadan Kobangdikal, Brigjend TNI Mar Arief Suherman (kiri), memegang seekor ular phyton yang dipegang satu dari 103 siswa Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan 136, yang berlatih survival Komando Hutan di Puslatpur Selogiri, Banyuwangi, Jumat (13/2). Pendidikan yang meliputi lima tahap (Laut, Komando, Hutan, Gerilya Lawan Gerilya dan Lintas Medan) tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan Baret Ungu Marinir dan Brevet Komando Hutan. (Foto:ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/09)

BANYUWANGI, 13/2 - KOMANDO. Dua dari 103 siswa Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan 136, berusaha melewati desingan peluru tajam, dalam latihan dopper (serangan amunisi tajam) di Puslatpur Selogiri, Banyuwangi, Jumat (13/2). Pendidikan yang meliputi lima tahap (Laut, Komando, Hutan, Gerilya Lawan Gerilya dan Lintas Medan) tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan Baret Ungu Marinir dan Brevet Komando Hutan. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/09)

BANYUWANGI, 13/2 - KOMANDO. Beberapa dari 103 siswa Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan 136, melakukan latihan simulasi pertempuran jarak dekat (PJD) di Puslatpur Selogiri, Banyuwangi, Jumat (13/2). Pendidikan yang meliputi lima tahap (Laut, Komando, Hutan, Gerilya Lawan Gerilya dan Lintas Medan) tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan Baret Ungu Marinir dan Brevet Komando Hutan. (Foto:ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/09)

BANYUWANGI, 13/2 - KOMANDO. Beberapa dari 103 siswa Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan 136, melakukan latihan simulasi pertempuran jarak dekat (PJD) di Puslatpur Selogiri, Banyuwangi, Jumat (13/2). Pendidikan yang meliputi lima tahap (Laut, Komando, Hutan, Gerilya Lawan Gerilya dan Lintas Medan) tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan Baret Ungu Marinir dan Brevet Komando Hutan. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/09)

Hassan Wirajudha: Status Pulau Miangas Bukan Masalah

Pantai Miangas (Foto: miangas.multiply.com)

13 Februari 2009, Jakarta -- Menteri Luar Negeri (Menlu), Hassan Wirajudha mengkritik pihak-pihak yang meributkan masalah status Pulau Miangas. Menlu menegaskan, secara hukum dan politis, Indonesia memiliki posisi kuat sebagai pemilik pulau yang berada di kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara itu.

Pulau Miangas adalah salah satu dari 92 pulau terluar Indonesia, serta salah satu dari 12 pulau terluar yang rawan terhadap infiltrasi asing.

“Kita sering ribut tanpa tahu masalahnya. Buang waktu, buang energi,” cetus Hassan di Jakarta, Jumat (13/2), saat menjawab pertanyaan tentang kekhawatiran sebagian pihak baru-baru ini bahwa Filipina akan mengklaim kepemilikan Pulau Miangas.

Patroli Perbatasan Negara di Pulau Miangas oleh TNI AD Yonif 712/Wiratama dan Sekar Telkom (Foto: miangas.multiply.com)

Ia menjelaskan, pada masa Indonesia dijajah Belanda serta Filipina dijajah Amerika Serikat, Pulau Miangas menjadi obyek sengketa Amerika dan Belanda. Sengketa tersebut kemudian diserahkan kepada mahkamah arbitrase, pada tahun 1928, hakim tunggal mahkamah tersebut, Max Hubber memutuskan, bahwa Pulau Miangas merupakan milik Belanda.

“Karena itu sekarang menjadi milik Indonesia,” kata Hassan.

Menlu juga menekankan bahwa status kepemilikan Indonesia atas Pulau Miangas telah dipertegas pada tahun 1976 dalam ‘anex’ atau protokol perjanjian ekstradisi Indonesia-Filipina.

Pengibaran Sang Saka Merah Putih di Pulau Miangas oleh TNI AD Yonif 712/Wiratama dan Sekar Telkom (Foto: miangas.multiply.com)

Di dokumen sepanjang satu halaman itu, lanjut Hassan, sangat jelas menyebutkan pengakuan Filipina atas kepemilikan Indonesia atas Pulau Miangas.

“Jadi secara hukum, tidak ada keraguan. Secara politis juga Filipina sampai saat ini juga tidak pernah mengajukan klaim,” kata Menlu.

“Itu yang saya maksud dengan ribut-ribut. Buang energi, buang tenaga tanpa tahu duduk jelas perkaranya. Bagi Deplu, itu bukan masalah,” katanya. (Surya.co.id)

Friday, February 13, 2009

Kazakhstan Akan Menerima Sistim Pertahanan Udara S-300 Dari Rusia

S-300 PMU

13 Februari 2009, Kazakhstan akan menerima sistem pertahanan udara S-300 versi terakhir dalam jumlah yang signifikan dari Rusia ujar Menteri Pertahanan Kazakhstan Danial Akhmetov (12/1). Versi terakhir ini disebut S-300PMU2 Favorit (SA-20 Gargoyle).

Kazakhstan salah satu anggota Collective Security Treaty Organization (CSTO) bersama dengan Rusia, Armenia, Belarusia, Kyrgyzstan, Uzbekistan dan Tajikistan. CSTO merupakan grup keamanan yang dibentuk pasca tumbangnya Uni Soviet.

Tahun lalu, Rusia mengumumkan merencanakan meluaskan kerjasama teknis militer dengan para anggota CSTO serta membangun jaringan sistem pertahanan udara yang terintegrasi.

Sistem pertahanan udara yang akan diterima Kazakhstan ini, membantu berintegrasi dengan CSTO dan secara signifikan meningkatkan pertahanan udaranya.

S-300PMU2 Favorit berdaya jangkau hingga 195 km (120 mil), mampu melakukan pencegatan pesawat terbang dan rudal balistik pada ketinggian 10 m sampai 27 km, menggunakan rudal darat ke udara 48N6.

S-300 dikembangkan oleh Almaz Central Design Bureau di tahun 1960-an hingga 1970-an. Uji coba pertama dilakukan pertengahan era 1970-an, mulai digunakan oleh AB Uni Soviet tahun 1978 dengan nama S-300PT sebagai penganti S-75. Kemudian digantikan oleh S-300PS tahun 1982 dan S-300M tahun 1993.

Versi eksport S-300PS/S-300PM dikenal sebagai S-300 PMU dan S-300 PMU-1/2.

Sistem pertahanan udara ini dapat dipadankan dengan MIM-104 Patriot buatan Amerika Serikat.

Sistem ini telah digunakan oleh Rusia, Belarusia, Ukraina, Slowakia, Hungaria, Bulgaria, Aljazair, Yunani, India, Vietnam, Cina, Armenia, segera Kazakhstan sedangkan Iran tidak dapat dikonfirmasi secara resmi. (RIA Novosti/beritahankam.blogspot.com)

Singapura Gabung Pasukan Multi Internasional

Super Puma AU Singapura

12 Februari 2009, Singapura -- Singapura akan mengirim sebuah kapal dan dua helikopter untuk bergabung dengan operasi anti perompakan yang digelar pasukan multi internasional, kata televisi milik pemerintah yang mengutip pernyataan menteri pertahanannya.

Teo Chee Hean mengemukakan kepada parlemen Singapura, bahwa sebagai satu negara maritim Singapura terikat untuk mendukung usaha-usaha internasional menyelamatkan dan mengamankan jalur pelayaran, kata televisi Saluran NewsAsia di lamannya.

Teo mengatakan penggelaran kapal pendarat tank dan helikopter Super Puma akan dilakukan setelah 'pengaturan-pengaturan operasional' dibuat tahun ini, dan kapal serta helikopter itu berada di kawasan itu selama tiga bulan.

Para perompak membajak kapal-kapal di Teluk Aden yang menghubungkan Eropa dengan Asia dan Timur Tengah melalui Terusan Suez, membajak belasan kapal tahun lalu dan memperoleh uang tebusan jutaan dolar.

Angkatan laut asing termasuk dari China, negara-negara Uni Eropa dikerahkan untuk menghadapi ancaman perompakan dan usaha itu berhasil mengurangi jumlah pembajakan , walaupun sebuah kapal tangki dibajak 29 Januari.

Satuan Tugas Gabungan 151, dengan sekitar delapan kapal perang termasuk kapal-kapal AS dan negara-negara lain dari Inggris, Kanada, Denmark,Prancis, Jerman dan Pakistan. (kapanlagi.com)

DPR RI Sampaikan Penghargaan Kepada Prajurit TNI AL Yang Bertugas di Perbatasan dan Pulau Terdepan

KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, menjawab pertanyaan anggota dewan, saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi I, di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (12/2). Dalam rapat tersebut antara lain dibahas mengenai anggaran dan berbagai permasalahan TNI AL, peran serta jajaran TNI AL untuk mendukung kelancaran distribusi logistik Pemilu ke kawasan pulau-pulau kecil dan terisolasi di seluruh daerah pemilihan. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/pd/09)

13 Februari 2009, Jakarta -- Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E. mengatakan bahwa Komisi I DPR RI secara bulat menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap para prajurit TNI AL yang bertugas di pulau – pulau terdepan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apresiasi tersebut kata Kadispenal merupakan salah satu kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi I DPR RI Theo L Sambuaga dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H. dan Wakasal Laksdya TNI Mokhlas Sidik. MPH serta sejumlah pejabat teras TNI AL lainnya di DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (12/2).

Oleh karena itu, Komisi I DPR RI sepakat merekomendasikan kepada pemerintah agar memprioritaskan peningkatan anggaran kesejahteraan prajurit TNI AL yang bertugas di perbatasan dan pulau – pulau terluar.

Menanggapi tentang kurangnya dukungan kebutuhan BBM dan BMP TNI AL untuk melaksanakan operasi dan latihan serta kebutuhan di pangkalan, maka Komisi I DPR RI juga secara bulat mendesak pemerintah agar memenuhi kebutuhan atas TNI AL baik BBM maupun BMP karena kenyataannya alokasi anggaran yang ada bagi kebutuhan tersebut sangat minim yang mengakibatkan TNI AL tidak dapat mendukung kegiatan operasi dan kegiatan rutin bahkan tidak dapat mendukung pemeliharaan KRI. Selain itu juga mendesak pemerintah agar meningkatkan dukungan anggaran dalam rangka pembangunan kekuatan berupa alutsista secara komprehensif.

Komsisi I DPR RI juga menegaskan kepada seluruh jajaran TNI AL agar mengintensifkan kegiatan operasi dan kehadiran unsur-unsurnya dalam rangka pengamanan pulau-pulau terdepan karena hal tersebut berpengaruh langsung terhadap penarikan garis batas wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu juga Komisi I DPR RI meminta kepada pemerintah agar memberikan insentif kepada aparat Negara. (tni.mil.id)

Polri-TNI Buru Kriminal Bersenjata

Peta Kabupaten Nagan Raya

13 Pebruari 2009, Nagan Raya -- Sebanyak 250 aparat keamanan, terdiri dari 200 aparat Polres Nagan Raya dan Brimob Kompi V Kuala dibantu 50 anggota TNI dari Kodim 0116, memburu kelompok kriminal bersenjata di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

"Sempat terjadi kontak senjata selama 15 menit antara kelompok kriminal dengan anggota Polres, kami masih terus memburu kelompok yang menyerang aparat itu," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Ari Subijanto di Nagan Raya, Kamis.

Kontak senjata pada pukul 13.00 WIB itu terjadi ketika personil dari satuan reserse dan kriminal Polres Nagan Raya melakukan operasi pemberantasan illegal logging di kawasan pengunungan tersebut.

"Kelompok bersenjata itu lebih dulu menyerang anggota, sehingga anggota juga terpaksa melepaskan tembakan balasan," katanya.

Merasa terdesak kelompok kriminal yang diduga lebih dari dua orang itu berlari ke arah hutan.

Aparat gabungan itu juga telah mengepung empat lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok kriminal itu yakni di kawasan desa Bumi Sari, Rambong, Beutong, serta satu wilayah yang belum diketahui namanya.

"Kami akan berusaha menangkap komplotan pengacau keamanan ini," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Ari Subijanto. (gatra.com)