Wednesday, February 11, 2009

F16IN Super Viper Tampil di Aero India 2009

F16IN Super Viper (Foto: lockheedmartin.com)

11 Februari 2009, Lockheed Martin Aeronautics akan tampil habis-habisan pada even India 2009 Air Show, yang berlangsung 11 – 15 Februari 2009 di Pangkalan AU Yelahanka, Bengaluru . Dimana akan menampilkan F16IN Super Viper dan C-130Js-Night Warrior.

F16IN Super Viper dirancang secara khusus untuk memenuhi atau melebihi syarat program MMRCA (Medium Multi Role Combat Aircraft) India serta siap diintegrasikan dengan infrastruktur dan operasional India saat ini.

Pesawat ini merupakan pesawat generasi keempat tercanggih, hanya dapat dikalahkan kecanggihannya oleh pesawat generasi kelima F-35 Lightning II Joint Strike Fighter dan F-22 Raptor. Dilengkapi APG-80 AESA (Active Electronically Scanned Array) Radar, digital glass cockpit dengan tampilan berwarna, mesin general Electric F110-132A kekuatan thrust 32,000 pound.

Kokpit F16IN Super Viper (Foto: lockheedmartin.com)

Lain dengan F16IN Super Viper, C-130Js-Night Warrior telah dibeli oleh India akhir tahun 2008 sebanyak 6 pesawat. Dikirimkan ke India mulai tahun 2011. Pesawat ini merupakan varian C-130J yang dipanjangkan (stretched), sama dengan yang dikirimkan ke AU Amerika Serikat.

india-defence.com/lockheedmartin.com/@beritahankam

Den Bravo Kuasai Bandara Sam Ratulangi


11 Februari 2009, Manado -- Dini hari tadi, sekitar pukul 05.00 WITA, Bandara Sam Ratulangi berlangsung latihan pasukan khusus TNI AU (Den Bravo). Misinya adalah untuk, merebut bandara dari tangan musuh dan pembebasan sandera tersebut melibatkan 63 orang pasukan khusus, dari Den Bravo TNI Angkatan Udara.

Latihan ini disaksikan langsung Kasum TNI Laksamana Madya TNI Didiek Heru Purnomo yang meninjau Latihan yang dilaksanakan secara serempak oleh Ketiga Matra Baik itu AD, AL, maupun AU.

Untuk pelaksanaanya Latihan Sat 81 Kopassus Angkatan Darat di Hotel Peninsula, Den Jaka Marinir Angkatan Laut di perairan Manado, Den Bravo Paskhas Angkatan Udara di Bandara Sam Ratulangi untuk skenario di Bandara Sam Ratulangi dikuasai oleh teroris yang menguasai Tower Bandara dan Pesawat komersil, para pembajak menginginkan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena negosiasi mengalami jalan buntu maka diputuskan untuk menumpas aksi teroris tersebut maka dengan gerak cepat, mereka berhasil memukul mundur kelompok Teroris tersebut sehingga bandara bisa dikuasai kembali,” ujar Kasum TNI Laksamana Madya TNI Didiek Heru Purnomo di Bandara Sam Ratulangi, Selasa (10/2).

Kasum TNI juga menambahkan, simulasi ini bertujuan agar Mengasah kemampuan personel TNI menjadi semakin baik. ”Selain kemampuan teknis, kerjasama antara anggota pasukan dan antar lembaga di TNI semakin solid, masing-masing punya kelebihan,” jelasnya. Selain itu, Gladi Posko dan Gladi Lapangan, serta latihan gabungan Pasukan TNI Trimatra II ini dimaksudkan sebagai latihan kesiap-siagaan unsur TNI dalam pengamanan yang bertepatan dengan WOC (World Ocean Conference) yang akan dilaksanakan 11-15 Mei mendatang di Manado yang akan dihadiri oleh 150 Kepala Negara dari seluruh dunia. (tni-au.mil.id)

Kobangdikal Luluskan 15 Perwira Spesialisasi Peperangan Ranjau

KRI Pulau Rupat Salah Satu Kapal Penyapu Ranjau TNI AL

10 Februari 2009, Surabaya -- Kembali Kobangdikal meluluskan 15 perwira spesialisasi peperangan ranjau. Sebagai tanda keberhasilan dalam mengikuti program pendidikan tersebut, Komandan Kobangdikal Laksda TNI Sumartono secara langsung menyematkan Brevet Peperangan Ranjau (PPR) kepada mantan siswa Kursus PPR di Gedung Winarto, Pusdiklapa, Morokrembangan, Selasa (10/2).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Komandan Kodikopsla Laksma TNI Ade Supandi, SE dan para pejabat teras Kobangdikal lainnya. Selain para mantan siswa Sus PPR (Lettu-Kapten), Brevet PPR kehormatan itu diberikan juga kepada 17 perwira lainnya yang dinilai berkompeten untuk menerimanya.

Dalam sambutannya Komandan Kobangdikal mengatakan bahwa Sus PPR adalah salah satu upaya untuk membentuk prajurit yang handal serta memiliki kemampuan khusus dalam tugas peperangan ranjau. Mantan Danpuspenerbal ini berharap, usai kursus ini para mantan siswa PPR terus mengembangkan, mengasah pengetahuan dan keahlian peperangan ranjau ini.

“Brevet Peperangan Ranjau yang membanggakan itu jangan hanya tersemat didada saja, namun harus diimbangi dengan keahlian dan kesiapan untuk ditugaskan kapan saja dan di medan tugas manapun,” pinta Laksamana bintang dua kelahiran Kediri ini.

Di era globalisasi, lanjutnya, profesionalisme SDM merupakan tuntutan yang tidak bisa dipungkiri bagi setiap organisasi agar mampu bersaing dan tetap eksis. Tanpa dukungan SDM berkualitas sangat sulit bagi suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Bagi korps pelaut, profesioanalitas setiap personel menjadi urgen. Hal tersebut tidak berarti menafikan material alut sista dan tingkat kemajuan teknologinya. Alutsista yang modern dan canggih akan teronggok percuma bila diawaki prajurit yang tidak profesional.
”The Man behind the gun” tegasnya. Ungkapan tersebut memberikan pemahaman bahwa kita hasus tetap menempatkan kunci keberhasilan pada faktor manusianya sebagai faktor yang ada dibalik material yang tidak boleh diabaikan.

Kedepan, lanjutnya, tugas dan tanqgungjawab TNI AL semakin kompleks, sehinga sejak dini perlu disiapkan generasi penerus berkualitas, tanggap, tanggon dan trengginas. Selain itu juga dibutuhkan calon-calon pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik, tidak hanya dilingkup TNI/TNI AL saja namun dengan instansi diluar TNI, mengingat keberhasilan tidak akan dicapai tanpa kerjasama yang baik dan harmonis dengan satuan lainnya.

Sementara itu Komandan Kodikopsla Laksma TNI Ade Supandi, SE mengatakan bahwa kegiatan peranjauan merupakan salah satu aksi dalam suatu peperangan untuk menghambat dan membatasi gerakan lawan. Namun dalam pelaksanaannya terdapat aturan-aturan yang harus diterapkan, mengingat timbulnya bahaya ranjau bagi kapal-kapal non militer. Aturan tersebut antara lain area perairan yang diranjau harus dicatat, dan setelah selesai perang, ranjau harus dibersihkan.

Di perairan Indonesia masih ada beberapa kawasan yang banyak sisa-sisa ranjaunya terutama ranjau bekas Perang Dunia II, hal ini karena pada waktu itu tidak tercatat dan pembersihan ranjau tidak dilaksanakan secara menyeluruh. “Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dan pekerjaan rumah bagi TNI AL untup tetap menjamin seluruh perairan Indonesia bersih dari ranjau sisa perang dunia II sehingga aman bagi pelayaran,” terangnya. (tnial.mil.id)

Tuesday, February 10, 2009

Rusia Mengembalikan Pembayaran Mig-29 ke Aljazair


9 Februari 2009, Moscow -- Departemen Pertahanan Rusia akan mengembalikan pembayaran 25 Milyar Rubel (USD 690 Juta) untuk 24 Mig 29 yang dibeli oleh Aljazair yang ditolak untuk diterima karena kualitas yang rendah.

Rosoboronexport mendatangani kontrak USD 1.3 Milyar untuk pengiriman 28 Mig-29SMT kursi tunggal dan 6 Mig-29UB kursi tandem untuk latih tempur di tahun 2006, sebagai bagian perjanjian kerjasama militer senilai USD 8 Milyar.

Setelah menerima 15 Mig, Aljazair menolak pengiriman selanjutnya di bulan Mei 2007. Menghentikan seluruh pembayaran dibawah kontrak dengan Rusia di bulan Oktober 2007. Meminta Moscow mengambil kembali ke-15 Mig-29 tersebut karena berkualitas rendah.

Akhir April 2008, pesawat tersebut dikembalikan ke Rusia setelah lolos serangkaian pengujian oleh Angkatan Udara Rusia. Karena seluruh pesawat akan dioperasikan oleh AU Rusia.

RIA Novosti/@beritahankam

Denjaka Melakukan Serangan Fajar di Manado

Dua personil Detasemen Jala Mangkara ( Denjaka) TNI AL sedang melakukan aksi terjun payung di Manado, Sulawesi Utara, Selasa ( 10/2) Aksi tersebut dalam rangka Latihan Gabungan Pasukan Khusus ( Latgabpassus ) TNI Tri Matra II untuk peningkatan kemampuan personil dalam pemberantasan terorisme. ( Foto: ANTARA/ Basrul Haq/ED/09)

Dua personil Detasemen Jala Mangkara ( Denjaka) TNI AL melakukan penyergapan terhadap teroris yang menyandera kapal penumpang di Manado, Sulawesi Utara, Selasa ( 10/2) Aksi tersebut merupakan Latihan Gabungan Pasukan Khusus ( Latgabpassus ) TNI Tri Matra II untuk peningkatan kemampuan personil dalam pemberantasan terorisme. (Foto: ANTARA/ Basrul Haq/ED/hp/09)

Pasukan Detasemen Jala Mangkara ( Denjaka) TNI AL sedang melakukan penyergapan terhadap teroris yang menyandera kapal penumpang di Manado, Sulawesi Utara, Selasa ( 10/2) Aksi tersebut merupakan Latihan Gabungan Pasukan Khusus ( Latgabpassus ) TNI Tri Matra II untuk peningkatan kemampuan personil dalam pemberantasan terorisme. (Foto:ANTARA/ Basrul Haq/ED/hp/09)

Seorang personil Detasemen Jala Mangkara ( Denjaka) TNI AL melumpuhkan pimpinan teroris yang menyandera kapal penumpang di Manado, Sulawesi Utara, Selasa ( 10/2) Aksi tersebut merupakan Latihan Gabungan Pasukan Khusus (Latgabpassus ) TNI Tri Matra II untuk peningkatan kemampuan personil dalam pemberantasan terorisme. (Foto:ANTARA/ Basrul Haq/ED/hp/09)

5 Batalyon Siaga Pengamanan Pemilu 2009 di Medan

10 Februari 2009, Medan -- Proses pengamanan Pemilu 2009, Kodam I Bukit Barisan menyiagakan lima batalyon pasukan di wilayah Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). “Namun penyiagaan pasukan itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa 3 Pebruari di gedung DPRD Sumut,” kata Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan, Letkol CAJ DR. H. Asren Nasution di Medan, Selasa (10/2).

Menurutnya, lima batalyon itu adalah Yonif 100 Raider, Yon Zipur 1/Dhira Dharma, Yon Kav 6/Serbu, Yon Armed 2/105 Kilap Sumagan dan Yon Aarhanudse 11 Berdiri Sendiri. Lima batalyon pasukan tersebut disiagakan di markas satuannya masing-masing dan siap dikerahkan kapan pun jika dibutuhkan dalam pengamanan Pemilu 2009.

Meski tidak terkait pengamanan yang berhubungan aksi anarkis pendukung Provinsi Tapanuli (Protap), namun Kodam I Bukit Barisan siap memberikan dukungan terhadap Polda Sumut jika dibutuhkan. “Kapan saja pasukan itu dibutuhkan, Kodam I Bukit Barisan selalu siap, tetapi harus melalui prosedur yang ditetapkan,” kata Nasution. (surya.co.id)

KRI Kupang Belum Berhasil Diapungkan

10 Februari 2009, Surabaya -- Upaya tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan penyelam TNI AL untuk mengapungkan KRI Kupang-582 yang nyaris tenggelam di perairan utara Pulau Madura, Jatim, Selasa belum membuahkan hasil.

"Informasi yang kami terima dari lokasi, KRI Kupang hanya terangkat sedikit sehingga upaya pengelasan rampa yang bergeser dan bocor belum bisa dilakukan," kata Kadispen Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful.

KRI Kupang dengan komandan, Kapten Laut (P) Suyadi yang hendak menolong nelayan asal Gresik bernama Khoirul Huda yang perahunya tenggelam itu, bocor setelah dihantam ombak besar dan arus deras di alur perairan barat Surabaya, Sabtu (7/2) malam.

Kadispen mengemukakan, tim Kopaska dengan penyelam yang masing-masing berjumlah tujuh orang sudah melakukan tiga cara untuk mengapungkan KRI Kupang, yakni memasukkan drum, memompa ruangan hampa dan memasukkan balon ke dalam kapal.

"Hari ini upaya pengangkatan dilanjutkan kembali dengan harapan kapal itu segera bisa dibawa ke pangkalan di Surabaya. Mengenai pengelasan, kalau memang tidak memungkinkan untuk diapungkan, bisa dilakukan di bawah air," katanya.

Untuk keperluan penyelamatan kapal jenis kecil itu, KRI Rupat beserta personelnya saat ini masih terus berada di dekat lokasi KRI Kupang. Kadispen belum bisa memastikan sampai kapan proses pengangkatan dan pengelasan kapal itu selesai.(edit @antarajatim.com)

Mayor Mar. Nandi Gunapria Menjabat Dankima Brigif-1 Mar


9 Februari 2009, Surabaya -- Komandan Brigade Infanteri (Dan Brigif)-1 Marinir Kolonel Marinir Yuniar Ludfi melantik Mayor Marinir Nandi Gunapria untuk menjabat Komandan Kompi Markas (Dankima) Brigif-1 Marinir yang baru menggantikan Mayor Marinir Agus Gunawan Wibisono melalui Upacara resmi militer di Lobby Markas Komando Brigif-1 Mar, Gedangan Sidoarjo; Senin ( 2/2 ).

Sebelumnya, Mayor Marinir Nandi Gunapria menjabat di Staf Pers Brigif-1 Mar, sedangkan Mayor Marinir Agus Gunawan Wibisono akan menempati jabatan baru di Puslatpur Karangtekok.

Dalam amanatnya, Danbrigif-1 Mar mengatakan, Serah Terima Jabatan ini merupakan tuntutan alamiah dalam dinamika organisasi. Makna penting yang terkandung dalam Serah Terima Jabatan Dankima Brigif-1 Mar adalah terealisasinya upaya kaderisasi, pembaharuan semangat, penyegaran pikiran serta memberikan kesempatan bagi perwira terpilih untuk mengembangkan kreatifitas dan managerialnya guna mewujudkan organisasi agar lebih mantap dan efektif.

“Jabatan Dankima Brigif-1 Mar merupakan salah satu jabatan penting karena mempunyai tugas dan tanggung jawab atas terselenggaranya urusan dalam, penegakan disiplin, tata tertib, pengamanan dan pelayanan serta bantuan yang diperlukan bagi Markas Komando (Mako) Brigif-1 Mar, “ tegas Danbrigif-1 Mar.

Hadir dalam acara tersebut, Pas Ops Brigif-1 Mar Letkol Marinir Markos, Danyonif-1 Mar Mayor Marinir Guslin, Danyonif-3 Mar Letkol Marinir Hardimo, Danyonif-5 Mar Letkol Marinir Firman Johan dan seluruh Perwira di jajaran Brigif-1 Mar. (marinir.mil.id)

Saab Gandeng Tata India Produksi Pesawat Tempur

Saab Grippen Angkatan Udara Ceko

10 Februari 2009, Bangalore -- Pabrik pesawat terbang Swedia, Saab, menyatakan pihaknya telah menggandeng kelompok India, Tata, untuk mengembangkan varian baru jet tempur Grippen melalui kesepakatan senilai 12 miliar dolar dari New Delhi.

Eksekutif Saab, Kjell Moller, mengemukakan kerjasama dengan Tata Consultancy Services (TCS) tak hanya bertujuan untuk mengembangkan secara bersama-sama Grippen, tetapi juga meraih peluang pesanan jet tempur terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir ini.

Perusahaan Swedia itu akan bersaing dengan perusahaan-perusahaan dari Rusia, Eropa dan AS untuk menjual 126 pesawat tempur bagi AU India.

India, yang memulai ujicoba pada April lalu atas sejumlah jet tempur, termasuk Grippen, telah menyatakan pihaknya akan membeli sekitar 20 jet tempur dalam kondisi terbang dan memproduksi sisanya sebanyak 100 unit di fasilitas lokal yang dikelola negara di Bangalore.

"Kami akan mengalihkan teknologi dan berbagai keterampilan kepada TCS, yang akan memainkan peran penting dalam pengembangan Grippen generasi mendatang dan produk lainnya," kata Moller menjelang pameran kedirgantaraan pada pekan ini di Bangalore, sebagaimana dilaporkan AFP.

"Kontrak itu akan terus berjalan tanpa memandang apakah kami memenagi order dari India atau tidak," kata wakil presiden Saab itu.

Dua jet tempur buatan AS, yakni F-16 produksi Lockheed Martin dan F-18 Superhornet milik Boeing, muncul sebagai calon kuat untuk memperoleh kontrak India tersebut.

Konsorsium Eropa, EADS, telah menawarkan Typhoon Eurofighter dan Dassault dari Prancis, yang menghasilkan Mirage, telah menyodorkan Rafale.

Jet tempur Rusia, MiG-35 dan MiG-29, juga ikut bersaing dengan Saab.

AU India, AU terbesar keempat di dunia, telah mengoperasikan 51 Mirage 2000 buatan Dassault dengan peralatan elektronika Thales yang memerlukan peremajaan besar-besaran.

antara.co.id

RI Jalin Kerjasama Militer Dengan India

SU-30 Angkatan Udara India

9 Februari 2009, Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan India sepakat meningkatkan dan memperluas kerjasama pertahanan dan militer kedua negara. Hal ini terungkap saat perwakilan India tersebut mengadakan kunjungan kehormatan kepada Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso di Jakarta, Senin (9/2).

Dubes India untuk Indonesia, Biren Nanda mengatakan, "Kerjasama militer kedua negara yang ditandai saling kunjung kepala negara dan pejabat militer dapat ditingkatkan dan diperluas skalanya baik untuk angkatan laut, angkatan darat dan angkatan udara."

Dia menjelaskan, angkatan laut RI dan India telah melakukan pendidikan latihan bersama guna mendukung pengamanan wilayah perairan kedua negara. "Rencananya, akan ada pengiriman personel TNI AL ke India terkait itu," kata Nanda.

Untuk kerjasama dirgantara militer, India menawarkan pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi dan pelatihan bagi teknisi pesawat jet tempur tersebut. Peningkatan kerjasama diharapkan juga dapat segera terealisasi pada angkatan darat kedua negara.

Lebih luas lagi, India berharap dapat membangun industri pertahanan bersama dengan Indonesia dan penanggulangan teror terutama pasca aksi teror di Mumbai, beberapa waktu silam. Menanggapi hal itu, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, sangat menghargai upaya Angkatan Bersenjata India untuk terus menjalin kerja sama dengan TNI, terutama di masing-masing angkatan baik darat, laut maupun udara.

Terkait penanggulangan teror, Panglima TNI menyampaikan TNI dan Polri telah menggelar latihan gabungan. "Indonesia sangat terbuka bagi kerjasama intelijen sebagai bagian dari aksi penanggulangan teror," kata Djoko. (kapanlagi.com)

Monday, February 9, 2009

Komandan Kapal Perang Diminta Waspadai Gelombang

9 Februari 2009, Surabaya -- Para komandan kapal perang TNI AL, khususnya di bawah Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) diminta mewaspadai gelombang tinggi dan cuaca buruk sebagaimana yang diramalkan oleh BMG.

"Setiap hari kami menerima pemberitahuan dari BMG. Informasi itu kami teruskan ke kapal-kapal perang agar dijadikan refrensi saat prajurit melakukan tugas operasi," kata Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Senin.

Ia mengemukakan, saat kapal perang itu melakukan tugas patroli di tengah laut, maka komandan kapal beserta ABK lainnya harus pandai berimprovisasi sehingga keamanan personel dan material betul-betul terjaga.

"Contohnya ketika ada peresmian Lantamal XI/Merauke pertengahan Januari 2009, ombak di Laut Arafuru sangat tinggi. Karena itu kapal perang dari Merauku yang mau kembali ke Surabaya harus melewati Ambon, walaupun perjalan tambah lama," katanya.

Menurut dia, meskipun ombak besar dan cuaca buruk, kapal-kapal TNI AL tetap menjalankan tugas operasi pengamanan laut. Hal itu dilakukan agar jangan sampai cuaca yang buruk ini dimanfaatkan oleh pelaku pelanggaran di laut.

"Kalau pencurian ikan di masa-masa seperti ini juga jarang. Sesuai pengalaman, saat musim seperti sekarang ini, ikan-ikan justru jarang. Para pencuri ikan juga memperhatikan keselamatan diri dan kapalnya sehingga mungkin tidak berani," katanya. (antarajatim.com)

RI Akan Beli Kapal Selam Rusia

Pemerintah Republik Indonesia (RI) Akan membeli kapal selam buatan Rusia.

"Memang ada rencana akan membeli kapal selam dan saya sudah meninjau beberapa pabrik kapal selam di Moskow, Rusia. Kapal selam ini untuk memberikan isyarat kepada musuh terhadap kekuatan angkatan laut kita, sekaligus mengantisipasi perang terbuka bila diperlukan," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI,Yusron Ihza di Pangkalpinang,Senin.

Namun,katanya,pembelian kapal selam itu dilakukan secara bertahap mengingat krisis ekonomi sekarang masih cukup berat dan pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi rakyat.

"Tidak perlu memiliki banyak kapal selam karena harganya mahal,cukup tiga kapal selam canggih saja sudah memadai untuk menjaga kedaulatan wilayah bawah laut dari ancaman musuh,"ujarnya.

"Saya selalu katakan bahwa kekuatan ekonomi cukup berpengaruh terhadap pertahanan dan keamanan,jika perekonomian dalam negeri rapuh maka pertahanan juga akan begitu,demikian pula sebaliknya,"ujarnya.

Ia mengatakan,kalau pertahanan ekonomi relatif stabil dan pemerintah ada uang maka anggaran pertahanan juga akan naik,namun belum bisa dipastikan kapan perekonomian mulai membaik.

"Saya dan teman-teman di DPR sudah memperjuangkan anggaran pertahanan itu dinaikkan,namun tidak bisa dalam krisis ekonomi sekarang ini," katanya lalu mengatakan anggaran yang diajukan hanya disetujui sepertigannya.

Kondisi tersebut,katanya,cukup dilematis karena negara ini memerlukan dana cukup besar untuk pertahanan dan keamanan namun pemerintah dihadapkan pada krisis ekonomi sehingga sulit menaikkan anggaran pertahanan dan keamanan.

"Ini yang menjadi kendala selama ini kenapa peralatan perang RI untuk menjaga ketutuhan NKRI serba terbatas,terutama peralatan perang angkatan udara dan laut,"demikian Yusron Ihza. (antara.co.id)

Kopaska dan Penyelam Selamatkan KRI Kupang

9 Februari 2009, Surabaya -- Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengirimkan tim komando pasukan katak (kopaska) dan penyelam untuk menyelamatkan KRI Kupang yang nyaris tenggelam akibat dihantam ombak.

"Hari ini kami kirim satu tim kopaska dan penyelaman, masing-masing beranggotakan tujuh orang. Mereka akan bekerja untuk menguras air sehingga kapal bisa terangkat ke permukaan," kata Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Senin.

Tim pasukan khusus Koarmatim dikirim ke lokasi dikandaskannya KRI Kupang di pantai Desa Martadesa, Kecamatan Pasarean, Bangkalan. Sehari sebelumnya, upaya menyedot air di kapal perang jenis kecil itu tidak berhasil karena ombak besar dan hujan.

"Saat 'beaching' (mendarat di pantai), kapal itu semalam terkena ombak besar sehingga posisinya bergeser. Air di dalam kapal bertambah banyak hingga mencapai separuhnya. Tapi karena kapal sudah dikandaskan di pantai, maka tidak tenggelam," ujarnya.

Ia mengemukakan, tim kopaska dan penyelam TNI AL akan berupaya memompa ruang hampa di kapal tersebut dan memasukkan beberapa drum ke dalamnya sehingga kapal bisa terangkat. Kalau sudah terangkat, maka tim penyelam akan melas rampa (pintu) yang bocor dihantam ombak.

"Saat kapal itu dihantam ombak, rampanya bergeser dan ada yang bocor. Komandan kapal beserta ABK sudah melakukan upaya penyelamatan sesuai prosedur dengan memompa air. Namun karena saat itu malam hari, upaya itu tidak banyak membantu," katanya.

Akhirnya komandan kapal berupaya membawa kapal ke perairan yang lebih dangkal agar tidak tenggelam. Kapal dengan 26 ABK tersebut mendarat di pantai ("beaching").

KRI Kupang 582 berjenis Landing Craft Utility (LCU) mempunyai panjang 36,27 M, lebar 9,7 M, bobot 370 ton, buatan PT PAL tahun 1978 dipakai Armatim dalam operasi di APBS/APTS (Alur pelayaran Barat/Timur Surabaya). (edited antarajatim.com/tnial.mil.id/beritahankam.blogspot.com)

Sunday, February 8, 2009

KRI Kupang 582 Bocor Dihantam Ombak

KRI Nusa Utara 584 Sekelas dengan KRI Kupang 582

8 Februari 2009, Surabaya -- Kapal Perang RI (KRI) Kupang-582 dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) bocor dan hampir tenggelam karena dihantam ombak besar di Bui-4 perairan barat Surabaya.

KRI Kupang jenis landing craft utility (LCU) buatan PT PAL, Surabaya 1978 tergolong masih bagus dan layak operasi. Namun, karena kuatnya ombak, kapal dengan panjang 36,27 meter dan lebar 9,7 meter dengan bobot 370 ton itu rampanya bergeser dan ada yang bocor sehingga kapal kemasukan air.

Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Minggu menjelaskan, kapal yang membawa 26 ABK dengan komandan Kapten Laut (P) Suyadi itu sebetulnya hendak membantu mengevakuasi nelayan yang perahunya tenggelam.

"Namun, belum sampai di lokasi tempat nelayan asal Gresik bernama Khoirul Huda itu hendak diselamatkan, kapal dihantam ombak dan arus dari arah depan sangat deras sehingga pintu depan tempat untuk menurunkan barang bocor dan kapal kemasukan air," ujarnya.

Ia menjelaskan, kapal itu berangkat dari Koarmatim, Surabaya, Sabtu (7/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Karena kejadiannya pada malam hari, ABK kapal itu kesulitan melakukan perbaikan. Komandan kapal kemudian mengirimkan berita lewat radio ke kapal perang lainnya.

"Saat itu ada KRI Slamet Riyadi yang sedang menuju Surabaya menerima pesan berita tersebut. Maka sekitar pukul 04.30 WIB, 26 ABK KRI Kupang beserta dokumen dan senjata berhasil dievakuasi ke KRI Slamet Riyadi," katanya.

Personel TNI AL membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk memperbaiki KRI Kupang-582 yang rampanya bocor dihantam ombak, dan kini kandas di pantai utara Pulau Madura, Jatim.

"Untuk menguras air kemudian melakukan pengelasan sehingga kapal itu bisa dibawa ke pangkalan, membutuhkan waktu dua hari," ujar Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Minggu.

Menurut Kadispen, gerimis yang terus menerus disertai hujan di lokasi ikut memperlambat kerja personel TNI AL mengeluarkan air dengan menggunakan pompa dari kapal jenis pengangkut pasukan berukuran kecil tersebut.

"Meskipun demikian, kapal itu sudah dalam kondisi aman dan tidak mungkin terseret arus lagi karena saat ini sudah berada di pantai. Saat ini personel KRI Slamet Riyadi dengan KRI Kupang bahu membahu mengeluarkan air dari kapal," katanya.

Meskipun saat ini ombak di utara Pulau Madura sudah mulai reda, namun sesuai ramalan dari BMG, pada Minggu malam diperkirakan akan kembali terjadi ombak besar. Kondisi itu dikhawatirkan juga menyebabkan air masuk ke KRI Kupang. (dephan.go.id/mediaindonesia.com/antarajatim.com/beritahankam.blogspot.com)

RST Dr. Hardjanto Kesdam VI/Tanjungpura di Renovasi


6 Februari 2009, Balikpapan -- Untuk membuat suasana nyaman dan elegan Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Hardjanto Kesdam VI/Tpr perlu mengadakan pembenahan, dan secara bertahap Kesdam VI/Tpr melakukan pembenahan dimulai dari tampilan depan yakni ruang ruang resepsionis atau ruang tempat pendaftaran pasien. Penataan ini dibuat suasana menjadi elegan dan terkesan memberikan kenyamanan bagi pasien yang akan berobat disana. Jadi bolehlah dikatakan apabila pasien masuk saja, sudah mendapat kesembuhan, terlebih bila sudah mendapat perawatan yang berkelanjutan.

Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI Tono Suratman pagi ini Jumat (06/02) meresmikan penggunaan ruangan induk RST Dr. Hardjanto Kesdam VI/Tpr serta secara resmi status RST Dr. Hardjanto menjadi Rumah Sakit Tentara tingkat III. Yang artinya memiliki fasilitas yang cukup memadai dari sebelumnya dengan status Rumah Sakit tingkat IV. Dimana mampu melakukan pelayanan kesehatan secara prima.

Dalam Sambutannya Pangdam VI/Tpr mengatakan dengan direhapnya bangunan Rumah Sakit Tentara yang hasilnya seratus persen diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan baik kepada prajurit Kodam VI/Tpr maupun masyarakat Kota Balikpapan yang berobat ke RST. Pangdam juga berharap kepada pejabat RST Dr. Hardjanto Kesdam VI/Tpr agar menambah alat peralatan kesehatan ( Alkes ) yang dimiliki oleh RST Dr. Hardjanto sekarang, dimana kedepannya dengan bertambahnya alat-alat medis, pasien yang berobat ke RST bisa ditanggani dengan baik. Tidak hanya itu Pangdam VI/Tpr juga mempunyai keinginan agar RST Dr. Hardjanto agar bangunannya ditingkat hingga tiga lantai.

Adapun bangunan yang direnovasi meliputi ruang anak, ruang perawatan anak, ruang poli obyegen/KIA, ruang anggaran/tempat pembayaran, ruang Radiolgi, ruang tempat pendaftaran pasien. Selain merenovasi bangunan RST juga dibuat prasasti pejabat Pangdam VI/Tpr, serta nama-nama dokter yang bertugas baik dari kalangan dokter tentara maupun dari luar jajaran Kesdam VI/Tpr.

Sesuai laporan dari Kepala RST Dr. Hardjanto Letkol CKm Dr. Yulie Kunwidjajanto Sp.B kepada Pangdam VI/Tpr pada peresmian RST Dr. Hardjanto bahwa dana yang digunakan dalam pengembangan/renovasi beberapa ruangan di RST Dr. Hardjanto dengan mengunakan dana Rumkit hasil Yankesmasum pada mata anggaran peningkatan kemampuan operasional Rumkit. Usai meresmikan renovasi bangunan RST Dr Hardjanto, Pangdam VI/Tpr beserta para Asisten, Kabalak dan Komandan Satuan serta para undangan yang hadir mengunjungi para pasien yang sedang mengalami perawatan.

Hadir dalam kegiatan peresmian tersebut para Asisten, Staf Ahli Pangdam, Kabalak, Dansat para prajurit Kodam VI/Tpr, Ketua Persit Ny.Lia Tono Suratman serta Ibu-ibu pengurus.

kodam-tanjungpura.mil.id

Kasum TNI Kunjungi Konga XX/F Monuc di Kongo

7 Februari 2009, Kongo -- Kasum TNI Laksamana Madya Y. Didik Heru Purnomo melakukan kunjungan ke Kompi zeni TNI Kontingen Garuda XX-F/Monuc di Kongo. Dalam kunjungannya Kasum juga melihat kondisi alat-alat berat yang dimiliki pasukan Zeni TNI di Kongo. (foto.detik.com)

Kasum yang berkunjung ke Kompi zeni TNI kontingen garuda XX-F/Monuc di Kongo, berkeliling camp Satgas Konga XX-F di Beni, Kongo. Pusat Penerangan TNI.

Kasum TNI Laksamana Madya Y. Didik Heru Purnomo melihat-lihat kondisi alat-alat berat yang dimiliki Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F/Monuc.

Kasum TNI Laksamana Madya Y. Didik Heru Purnomo berdiskusi dengan Monuc Force Commander (pimpinan tertinggi Monuc) Jenderal Babacar Gaye. Pusat Penerangan TNI.

Letkol Tata Budi Pratama Komandan Lanud Wiriadinata Yang Baru

Lanud Wiriadinata (Foto: tni-au.mil.id)


7 Februari 2009, Tasikmalaya -- Tongkat Komandan Lapangan Udara Danlanud Wiriadinata Tasikmalaya pindah tangan dari semula Letkol Pnb Engkus Kuswara ke tangan Letkol Tata Budi Pratama, di lapangan indoor Tenis Dahana, Lanud Wiriadinata Tasikmalaya, Jumat.

Pelantikan Danlanud baru tersebut dilaksanakan Panglima Komando Operasi (Pangkoop) TNI Angkatan Udara (AU) 1, Imam Safaat, yang disaksikan oleh Musdpida Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, serta Komandan Korem dan jajaran petinggi Mabes AU.

Sementara dalam sambutannya Pangkoop, mengatakan dalam pergantian Danlanud diharapkan mampu menyelenggarakan pembinaan satuan dalam jajarannya, sehingga program operasi dan latihan terlaksana dengan lancar.

Selain itu, ia mengatakan dengan Danlanud baru mampu melaksanakan pembekalan dan pengadaan materiil bagi satuan jajarannya, menyelenggarakan pembinaan potensi dirgantara.

Untuk itu ia menegaskan Lanud Wiriadinata dituntut peka dan lebih responsif dalam pelaksanaan tugasnya, termasuk didalamnya menyiapkan perangkat pendukung serta seluruh personelnya dalam melaksanakan tuga secara profesional.

Sementara itu, kata Pangkoop, Lanud Wiriadinata merupakan Lanud strategis dalam melaksanakan dan memberikan dukungan operasi udara, sehingga hal itu penting bagi pertahanan negara.

"Sangat diharapkan untuk dapat terus meningkatkan pengabdiannya dari segala lini kehidupan, terutama yang berkaitan erat dengan tugasnya," katanya.

Untuk itu Pangkoop minta kepada Danlanud baru, supaya dapat menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan bijaksana, dengan pengalaman tugas sebelumnya, dan berharap dapat meneruskan tugas baik Danlanud sebelumnya.

Sementara itu Danlanud Wiriadinata sebelumnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada unsur Muspida Priangan Timur yang telah banyak membantu dalam melaksanakan tugas kenegaraan di Lanud Wiriadinata.

Ia menyatakan masyarakat Priangan Timur memiliki sikap santun dan kepribadian yang ramah, dan memiliki jiwa kekeluargaan dalam menyelesaikan suatu masalah.

antarajawabarat.com




Saturday, February 7, 2009

PT. DI Miliki Lisensi Produksi Pesawat C212-400

C212-400

6 Februari 2009, Bandung -- Setelah melakukan kontrak kerjasama dengan EADS CASA, November 2006 lalu, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kini telah mengantongi lisensi sebagai produsen dan perakit pesawat C212-400 dengan dilengkapi seluruh fasilitas produksi yang didapat dari San Pablo

Direktur Utama PTDI Budi Santoso di Bandung, Jumat,menyatakan, untuk saat ini PTDI merupakan satu-satunya pemegang lisensi untuk memproduksi dan merakit C212-400 sehingga seluruh fasilitas produksi dari San Pablo, Spanyol telah terpasang di Bandung.

"Selain memproduksi PT DI juga diberi wewenang untuk memasarkan pesawat dalam versi transport untuk pasar Indonesia dan Asean serta militer," kata Budi.

Ia menjelaskan minat pembeli pesawat ini sangat banyak dan menjadi pasar potensial bagi PTDI bahkan indikasi ini tercermin dari adanya kebutuhan pesawat sejenis sebanyak 88 unit.

"Karena besarnya pasar maka dalam tujuh tahun kedepan kami memprediksi kebutuhan akan mencapai 155 pesawat," katanya.

"Pesawat jenis ini memiliki badan pesawat yang secara umum sama dengan C212-200 yang diproduksi kami sebelumnya," katanya.

Namun perbedaan dapat ditemukan pada hidung pesawat yang lebih panjang dan "wing tip" yang memungkinkan pesawat dapat lepas landas di landasan yang pendek.

Awal 2009 ini PTDI telah mendapatkan kontrak pengadaan dengan PT Airfast Indonesia sebanyak satu unit pesawat C212-400.

"Kami mengharapkan langkah PT Airfast Indonesia ini dapat diikuti oleh perusahaan lain," katanya. (Antara.co.id)

Danjen Kopassus Diskusi Ilmiah Bersama Wakil Rektor Universitas Katholik Parahyangan

5 Februari 2009, Jakarta -- Danjen Kopassus beserta staf melaksanakan diskusi ilmiah dengan wakil Rektor Universitas Khatolik Parahyangan untuk hubungan dan kerjasama. Diskusi ilmilah tersebut berlangsung pada 4 Pebruari 2009 di ruang rapat Danjen Kopassus.

Pada kesempatan ini Prof. Anak Agung Banyu Perwita, Ph.D. yang datang atas undangan dari Kopassus banyak memberikan masukan tentang kondisi keamanan Kopassus. Secara berkala Kopassus telah mengundang tokoh-tokoh akademisi dari berbagai Universitas dan beberapa pakar untuk memberikan pembekalan kepada perwira-perwira Kopassus tentang disiplin ilmu yang mereka miliki.

Dari pembekalan diskusi dan temu seperti ini diharapkan para perwira Kopassus dapat menambah dan mengembangkan wawasan serta pengetahuannya sebagai bekal dalam pelaksanaan tugasnya.

Tuntutan tugas saat ini mengharuskan prajurit Kopassus mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi terkini, juga harus mampu untuk memanfaatkan IT agar lebih optimal dalam menyelesaikan tugasnya dengan berhasil guna. (kopassus.mil.id)

TNI akan Cek Klaim Filipina Terhadap Pulau Miangas


6 Februari 2009, Jakarta -- TNI menyatakan belum mengetahui pasti tentang tindakan Filipina yang memasukkan Pulau Miangas ke dalam peta wisata negara itu. TNI akan mengecek kebenaran berita itu dengan memastikan status Pulau Miangas dalam atlas Indonesia terbaru.

"Kita akan cek lagi di peta kita. Kita kan baru keluarkan atlas baru," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat (6/2).

Jika berita itu benar, Sagom mengatakan yang menangani pertama kali adalah badan penanganan sengketa wilayah. Badan tersebut merupakan gabungan dari departemen-departemen yang terkait, misalnya Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan, dan Departemen Dalam Negeri. Lembaga tersebut, menurut Sagom, merupakan pihak terdepan untuk berbicara secara bipartit untuk menyelesaikan masalah persengketaan. "TNI salah satu tugasnya adalah untuk menjaga pulau-pulau terluar. Tapi, kita tidak merasa kecolongan atas berita ini," sambungnya. (mediaindonesia.com)

Friday, February 6, 2009

DKP dan TNI Membangun Pos Penjagaan di Pulau Sebatik


Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dan TNI AL akan membangun pos penjagaan bersama di Sebatik, Kalimantan Timur, terkait dengan koordinasi pengamanan titik terawan di daerah terluar Indonesia.

"Kita memang telah melakukan pemetaan pos-pos penjagaan bersama di titik-titik rawan terluar wilayah perairan Indonesia. Dan DKP dan TNI AL akan membangun satu pos penjagaan bersama di Sebatik," kata Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP, Aji Sularso, usai forum koordinasi pengamanan laut DKP, TNI AL, dan Polri di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, DKP, TNI AL, dan Polri saat ini sedang memperkuat koordinasi pengawasan di perairan Indonesia, dengan membuat pos-pos penjagaan di beberapa titik rawan terluar perairan nasional.

Titik-titik rawan tersebut diantaranya perairan Kalimantan Timur bagian Utara, perairan Laut Cina Selatan, perairan Sulawesi Utara bagian Utara. Untuk itu, beberapa pos penjagaan bersama akan ditempatkan di Sebatik-Kalimantan Timur, Ranai dan Tarempa-Kepulauan Riau, Talaud dan Sangie di Sulawesi Utara.

Ia menambahkan, DKP dan Polri juga melakukan koordinasi dengan melakukan pemanfaatan pelabuhan milik masing-masing instansi untuk pelaksanaan pengawasan tersebut.

Tahun 2009, Aji mengatakan, sebuah pos pengamanan bersama akan dibangun di salah satu kabupaten pemekaran di Sulawesi Utara. Sedangkan pergantian operasi pengawasan bersama akan dilakukan di Sangie oleh DKP dan Polri.

Sementara itu, terkait dengan pembuatan SOP bersama untuk ketiga instansi tersebut terkait penanganan "IUU Fishing", Aji mengatakan, semua telah selesai dan telah disepakati bersama sejak tahun 2008.

Standar prosedur tersebut, menurut dia, telah disepakati dalam bentuk SKB yang disepakati DKP, Polri, dan TNI AL. Dalam SOP tersebut diatur prosedur penangkapan kapal oleh PPNS DKP, TNI AL, dan Polri, penyerahan ke penyidik Polri, hingga pelimpahan perkara ke Kejaksaan.

Dalam konteks penyidikan, ia mengatakan, persamaan persepsi perlu dilakukan terkait Peraturan MA dimana perwira TNI AL lah yang berwenang melakukan penyidikan untuk setiap penangkapan kapal asing di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Jadi setiap penangkapan kapal di ZEE oleh PPNS DKP maupun Polri harus melimpahkan penyidikannya ke TNI AL," ujar Aji.

Dan hal terakhir yang perlu persamaan persepsi adalah setiap proses peradilan di Pengadilan Negeri (PN) harus diproses di tempat yang ada hakim Adhocnya. (dephan.go.id)

Militer Hanyalah Salah Satu Pilar Pertahanan Negara

5 Februari 2009, Jakarta -- Secara objektif kondisi pertahanan negara saat ini masih dipandang dalam aspek militer saja tetapi sesungguhnya militer hanyalah salah satu pilar pertahanan negara. Pertahanan negara itu sendiri adalah suatu sistem atau konsep yang dipilari oleh banyak komponen secara utuh atau holistic. Atas dasar pemahaman atau persepsi seperti itu maka minimum essential forces menjadi pemikiran bersama mengenai hal-hal yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) Dephan Mayjen TNI Syarifudin Tippe, S.Ip, M.Si saat membuka sekaligus memberi paparan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), Kamis (5/2), di kantor Dephan, Jakarta. Rakornis ini dihadiri sekitar 80 peserta perwakilan dari Asisten Panglima TNI, Asisten Kepala Staf Angkatan, Pangdam VI/IX/XVII, Deputi/Dirjen Departemen terkait seperti Depkumham, Depdagri, Deplu, Diknas, Deppu, Polri, Bakosurtanal serta para Dirjen, Kabadan dan pejabat eselon II dilingkungan Dephan.

Rakornis yang merupakan penjabaran dari Rapat Pimpinan (Rapim) Dephan ini mengambil tema, “Melalui rapat Koordinasi Teknis Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Dephan RI Diharapkan Menjadi Sarana Sosialisasi, Sinkronisasi dan Harmonisasi Strategi Pertahanan, Agar Penyelenggaraan Pertahanan Negara Dapat Dikelola Secara Holistic oleh Segenap Komponen Pertahanan”.

Adapun maksud dari diselenggarakannya Rakornis ini adalah untuk memberi gambaran tentang mekanisme pelaksanaan kegiatan Rakornis Ditjen Strahan Dephan tahun 2009. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai agar dapat menjadi bahan masukan bagi pimpinan dan pedoman oleh pihak terkait dalam pelaksanaan Rakornis.

Dalam paparannya Dirjen Strahan menjelaskan tentang lingkup kebijakan strategi pertahanan negara yang merupakan bagian dari tugas Ditjen Strahan. Lingkup kebijakan tersebut adalah memonitoring kebijakan pertahanan negara pada tataran implementasi dari doktrin pertahanan negara, doktrin TNI dan doktrin angkatan serta melakukan pengelolaan perbatasan, separatisme, pengembangan SDM dan alustsista, industri pertahanan negara, peace keeping operation, kerja sama pertahanan dan penanganan bencana alam.

Kinerja dan implementasi dari doktrin antara lain latihan gabungan dan pengelolaan perbatasan seperti GBC Malindo (General Border Committee Malaysia Indonesia). Sedangkan profesionalisme, pemenuhan SDM dan industri pertahanan negara sampai saat ini masih berupa kesepakatan.

Ditambahkan Dirjen Strahan bahwa postur Pertahanan Negara tahun 2009 ini melanjutkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 dan merupakan akhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 yang akan menentukan perjalanan bangsa kedepan khususnya dalam aspek-aspek strategi pertahanan negara.

Secara teknis Rakornis yang terkait dengan tugas masing-masing komponen dan merupakan prioritas program Ditjen Strahan tahun 2009 adalah untuk mengkordinasikan analisis dan kajian separatisme dan terorisme, perbatasan, UU keamanan nasional, pengembangan SDM pertahanan dan kerja sama pertahanan sesuai dengan porsinya masing-masing.

Untuk itu melalui Rakornis ini diharapkan terjadi sosialisasi, sinkronisasi dan harmonisasi penyelenggaraan pertahanan negara secara holistic oleh segenap komponen khususnya bidang strategi pertahanan. (dmcindonesia.web.id)

KASAU Terima KASAU Singapura


6 Februari 2009, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio menerima kunjungan kehormatan Chief of Air Force Republic of Singapura Air Force (RSAF) Mayor General NG. Chee Khern di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur. (5/2).

Kasau Marsekal TNI Subandrio yang didampingi Aspam Kasau Marsda TNI Hariyantoyo, S.IP, Asops Kasau Marsda TNI Pandji Utama Iskaq, S.IP, Aspers Kasau Marsda TNI Sudjadijono, SE dan Kadispenau Marsma TNI Chaerudin Ray, saling bertukar cindera mata.

Selanjutnya Kepala Staf Angkatan Udara Singapura Mayor General NG. Chee Khern yang didampingi Kasau Marsekal TNI Subandrio melanjutkan kunjungannya ke Mabes TNI yang diterima Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso. Kunjungan kehormatan Kasau RSAF Mayor General NG. Chee Khern adalah untuk menerima penganugrahan Bintang Kehormatan Swa Buana Paksa Utama. (tni-au.mil.id)

Yonif 643/Wanara Sakti dan TDM Patroli Bersama



5 Februari 2009, Sanggau -- Batalyon Infanteri 643/ Wanara Sakti di bawah pimpinan Letu Inf Winas Kurniawan beserta 7 anggotanya dan 3 anggota Tentara Diraja Malaysia pada tanggal 24 Januari 2009 melaksanakan patroli bersama di wilayah perbatasan Kec. Entikong Kab. Sanggau, dalam rangka pengecekan situasi, konsisi dan kedudukan patok batas negara.

Di minggu ke empat bulan Januari 2009 ini Tim Satgas Pamtas di bawah pimpinan Lettu Inf Winas Kurniawan mendapat sasaran tugas di wilayah sepanjang 2,5 km dengan medan perbukitan yang terjal, di sektor ini tidak ditemukan patok yang patah, rusak dan hilang, dalam arti seluruh patok-patok tersebut dalam keadaan dan kondisi baik tepat pada posisi koordinat sebagaimana terpaparkan dalam setiap lembar peta yang di bawa, untuk pengecekan lebih lanjut oleh Prajurit TNI maupun TDM di gunakan alat yang disebut GPS.

Lettu Inf Winas Kurniawan sebagai perwira muda selama dalam tugas patroli bersama, selalu menekankan kesiap-siagaan, kehati-hatian, ketelitian dan ketertiban, hal itu disampaikan pada saat akan meninggalkan Posko untuk menuju sasaran patroli, yang didahului dengan pembacaan doa menurut ajaran Agama dan keyakinan masing-masing.

kodam-tanjungpura.mil.id

Korut Diduga Tembakkan Rudal

6 Februari 2009, Seoul -- Korea Utara diduga menembakkan rudal-rudal jarak pendek hingga melintasi perbatasan laut yang masih disengketakan dengan Korea Selatan, ungkap media Korsel, Jum'at.

Para pejabat Seoul meyakini hal tersebut sebagai provokasi negara komunis tersebut, tulis suratkabar Chosun Ilbo dan kantor berita Yonhap.

Korea Utara pekan lalu mengumumkan telah membatalkan semua perjanjian perdamaian dengan Korea Selatan, termasuk satu perjanjian mengenai garis batas Laut Kuning.

Media resmi telah berulangkali memperingatkan kemungkinan terjadinya pertempuran bersenjata.

Pyongyang baru-baru ini juga menyiapkan peluncuran uji-coba rudal jarak jauh, kata para pejabat AS dan Korea Selatan pada pekan ini.

"Pyongyang mungkin menggunakan logika bahwa pamflet-pamflet dari Korea Selatan sama saja dengan penembakan rudal-rudal Korea Utara ke Korea Selatan," kata Chosun mengutip seorang pejabat yang tak diketahui jatidirinya.

Para aktivis Korsel secara berkala menggunakan balon-balon untuk menyebarkan pamflet-pamflet ke seluruh perbatasan, dan hal itu dikecam keras oleh rezim Korea Utara.

Chosun mengutip seorang petugas intelijen yang tak diketahui namanya, mengatakan bahwa Korea Utara tidak mungkin melakukan provokasi pertempuran angkatan laut, karena angkatan laut Korea Selatan lebih baik persenjataannya.

Yonhap mengatakan, persiapan-persiapan untuk peluncuran rudal jarak jauh itu tampak jelas di kamera-kamera TV setelit, yang ditujukan untuk mengalihkan perhatian atas peluncuran-peluncuran yang direncanakan melintasi perbatasan laut tersebut.

"Kami melakukan pemantauan secara intensif di pantai barat, karena kami percaya bahwa tempat Korea Utara akan menembakkan rudal-rudal jarak pendeknya adalah langkah yang mengejutkan," kata seorang pejabat pertahanan kepada kantor berita itu dengan syarat tak disebutkan jatidirinya.

antara.co.id

Letkol Pnb. Jatmiko Adi Komandan Skadud 5


6 Februari 2009, Makassar -- Serah terima jabatan Komandan Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin dilaksanakan (6/2), secara hikmat dengan upacara militer di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin. Upacara dipimpin oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama Ida Bagus Putu Dunia, dan dihadiri oleh seluruh Pejabat Lanud serta undangan dari TNI AD, TNI AL dan Polri.

Letkol Pnb Jatmiko Adi alumni AAU 1992 diberi amanah dan kepercayaan oleh Pimpinan TNI AU untuk mengawaki sebagai Komandan Skadud 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, menggantikan Letkol Pnb Danet Hendriyanto alumni AAU 1991 yang selanjutnya menempati jabatan baru sebagai Kasibin Lambang Lambangja Koopsau II Makassar.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin dalam sambutannya mengatakan “Pergantian Pejabat diharapkan dapat membawa suasana yang segar serta dapat menumbuh kembangkan gagasan atau ide – ide baru, sehingga organisasi akan lebih hidup dan dinamis dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AU. “

Boeing 737 Surveiller, Skadron Udara 5 (Foto: tni-au.mil.id)

Pada akhir sambutan, Beliau mengucapkan terima kasih kepada Letkol Pnb Danet Hendriyanto atas kepemimpinan dan pengabdiannya sebagai Komandan Skadron Udara 5 yang telah melaksankan tugas dengan baik, sehingga dapat dijadikan bekal untuk pengabdian di masa yang datang.
Selanjutnya, Beliau juga mengucapkan selamat kepada Letkol Pnb Jatmiko Adi atas kepercayaan yang diberikan Pimpinan TNI AU sebagai Komandan Skadron Udara 5. Oleh karenanya harus memiliki pandangan jauh ke depan dan mempersiapkan langkah – langkah yang tepat untuk menghadapi pelaksanaan tugas di masa mendatang yang lebih baik.

tni-au.mil.id

Pamen AAL Latihan Menembak


6 Februari 2009, Surabaya -- Seorang perwira menengah di Akademi TNI AL (AAL) sedang membidikkan pistolnya pada latihan menembak pistol berbagai jenis di lapangan tembak Krida Braja AAL, Surabaya, Jumat. Sekitar 50 perwira menengah yang merupakan pejabat teras AAL mengikuti latihan itu. (antarajatim.com)

Panglima Kolinlamil Tinjau Satlinlamil Surabaya

6 Februari 2009, Surabaya -- Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksmana Muda TNI Bambang Supeno meninjau kesiapan unsur KRI di jajaran pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya dalam menyongsong tugas-tugas angkutan laut militer TA 2009, Rabu (4/2).

Dalam Kunjungan tersebut Pangkolinlamil Laksda TNI Bambang Supeno diterima oleh Komandan Satuan Lintas Laut Militer Kolonel Laut (P) Wuspo Lukito didampingi para komandan KRI di Markas Komando Satuan Lintas Laut MIliter (Satlinlamil) Surabaya.

Dalam kegiatan kunjungan tersebut dilaksanakan kegiatan pengarahan kepada para komandan KRI dan perwira Staf Satlinlamil Surabaya dalam rangka penyampaian secara garis besar kebijakan hasil Rapim TNI dan TNI AL belum lama ini di Jakarta, dan perlu diketahui dan disosialisasikan kepada Komandan Satuan,komadan KRI dan seluruh perwira staf untuk diteruskan kepada anak buah dalam rangka melaksanakan tugas pokok yang harus dilaksanakan tahun anggaran 2009.

Pangkolinlamil Laksda TNI Bambang Supeno menyampaikan pokok-pokok kebijakan panglima TNI tahun 2009 yang tertuang dalam "Panca Tunggal Kebijakan Panglima TNI" meliputi kebijakan pembinaan TNI, kebijakan penggunaan kekuatan, kebijakan bidang kesejahteraan personel, kebijakan bidang ferormasi internal TNI dan kebijakan tertib administrasi.

Lebih lanjut pangkolinlamil menyampaikan untuk tahun anggran 2009 tetap memprioritaskan kesiapsiagaan satuan operasional dalam melaksanakan tugas sesuai dengan amanah undang-undang dan mendukung pemeritah dalam rangka mengamankan serta mensukseskan pemilu 2009

Satuan Lintas laut Militer (Satlinlamil) Surabaya merupakan salah satu komando pelaksanan pembinaan dari Komando Lintas laut Militer, dan memiliki beberapa unsur jenis landing Ship Tank (LST) diantaranya KRI Teluk Ratai-509, KRI Teluk Saleh-510,KRI Teluk Bone -511. Sedangkan jenis Frosh KRI Teluk Lampung-540, KRI Teluk Parigi-539.

Satlinlamil Surabaya sebagai Komando pelaksana pembinaan mempunyai tugas pokok untuk menyiapkan unsur-unsur KRI jajaran Satlinlamil Surabaya dalam rangka mendukung tugas tugas Komando Lintas laut militer dalam mengemban fungsi strategis yaitu sebagai Pembina tunggal sisitem angkutan laut militer dan Pembina potensi angkutan laut nasional. Tugas-tugas yang dihadapi untuk tahun anggaran 2009 ke depan diantaranya untuk mendukung pengamanan pulau-pulau terluar dan pergeseran pasukan serta angkutan peralatan strategis lainnya dalam pengamanan terbatas di wilayah timur seperti Kalimantan, NTT, Maluku dan tugas-tugas lainnya. (tnial.mil.id)

Rudal Iran Mampu Jangkau Seluruh Dunia, Kata Pejabat Rusia

6 Februari 2009, Moscow -- Keberhasilan Iran meluncurkan sebuah satelit dengan teknologinya sendiri memperlihatkan bahwa rudal negara itu "mampu mencapai segala titik di dunia", seorang pejabat senior sektor antariksa Rusia menyatakan, Kamis.


""Saya angkat topi kepada para ilmuwan Iran", ujar Vitali Lapota, manajer perusahaan konstruksi antariksa RKK Energuia, sebagaimana dikutip AFP dari kantor berita Interfax.

Mereka telah memperlihatkan rudal-rudal mereka dapat menjangkau segala titik di dunia".

Peluncuran Iran, Senin, atas satelit Omid (Harapan) dengan roket buatan dalam negeri Safir-2 merupakan lonceng peringatan pada negara-negara Barat, karena implikasi dari jangkauan rudal balistiknya.

Beberapa pakar AS mengkhawatirkan Iran akhirnya dapat melengkapi rudal-rudal balistiknya dengan hulu ledak nuklir yang mampu menghantam Eropa atau AS.

Peluncuran Senin berlangsung pada saat ketika Iran tak menghiraukan tuntutan berulangkali Dewan Keamanan PBB agar negara itu membekukan kegiatan pengayaan uraniumnya.

antara.co.id


Pasukan PBB Diharapkan Tingkatkan Citra Indonesia


06 Pebruari 2009, Surabaya -- Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Supiadin A.S. berharap, pengiriman anggota TNI sebagai pasukan perdamaian PBB ke daerah konflik diharapkan dapat meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional.

"Dengan pengiriman pasukan PBB ini diharapkan pengakuan dunia internasional terhadap negara Indonesia semakin besar dan citra Indonesia semakin baik," katanya pada penutupan latihan penyiapan Satgas Kontingen Garud XXVIII-A di Koarmatim, Surabaya, Jumat.

Karena itu, ia mengingatkan agar keberhasilan yang dicapai oleh kontingen Garuda yang sudah bertugas di Lebanon maupun yang saat ini sedang bertugas, dapat menjadi tolok ukur pencapaian keberhasilan tugas di lapangan.

Ia mengemukakan, Satgas "Maritime Task Force" (MTF) TNI yang akan berangkat ke Lebanon dengan menggunakan KRI Diponegoro pertengahan Februari 2009 itu merupakan bukti kepercayaan PBB kepada TNI. Indonesia diberi kepercayaan karena prestasi pasukan yang telah bertugas sebelumnya.

"Saya berharap seluruh prajurit yang terlibat dalam satgas ini agar dapat menunjukkan prestasi, dedikasi dan profesionalisme yang lebih baik dalam menjalankan segala tugas yang dibebankan oleh PBB," ujarnya.

Pada latihan penyiapan yang berlangsung sekitar satu bulan di Koarmatim, pasukan pilihan dari TNI AL itu menerima pembekalan mengenai tugas yang akan dihadapi di luar negeri.

Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful menambahkan, Satgas MTF TNI memiliki tugas pokok melaksanakan pengawasan dan pencegahan terhadap upaya penyelundupan senjata atau material yang ada hubungannya dengan senjata.

"Sebagai pasukan perdamaian, Satgas MTF TNI bekerja berdasarkan pola operasi sesuai standar PBB dan harus memperhatikan budaya lokal. Hal itu akan membantu untuk mengedepankan sikap tidak memihak pada salah satu kelompok dari pihak-pihak yang bertikai," ujarnya.

Penutupan itu dihadiri Pangarmatim, Laksda TNI lili Supramono, Wakil Komandan Kobangdikal, Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman, Wagub Akademi TNI AL (AAL), Brigjen TNI (Mar) Sumantri serta pejabat TNI AL lainnya.

Keterangan Foto: Asops Panglima TNI, Mayjen TNI Supiadi AS menyalami salah seorang perwira TNI AL yang akan bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB. (antarajatim.com)

Hanya Perwira Pilihan Yang Bertugas di AAL

Akademi Angkatan Laut Bumimoro, Surabaya (Foto: surabaya.go.id)

6 Februari 2009, Surabaya -- Sebagai wadah dan pusat pembentukan calon perwira pemimpin TNI AL masa depan, AAL saat ini dituntut untuk dapat menghasilkan para lulusan perwira yang mampu memimpin organisasi TNI AL mulai dari tingkat satuan sampai tingkat komando atas. Perwira lulusan Akademi Angkatan Laut dituntut untuk selalu peka, waspada dan dewasa dalam menyikapi berbagai dinamika perkembangan dan kemajuan lingkungan strategis yang semakin komplek di abad 21 sehingga tidaklah berlebihan bahwa yang bertugas di AAL adalah para personel pilihan dan terbaik yang diharapkan mampu berperan sebagai Agent Of Change. Demikian dikatakan Gubernur AAL Laksda TNI Moch Jurianto SE,.pada upacara serah terima jabatan Kepala Departemen Suplay dari Kolonel Laut (S) Ignatius Agung Sutoyo kepada pejabat baru Kolonel Laut (S) Sapto Adi di gedung Dewakang AAL Bumimoro, Surabaya, Kamis (5/2).

Selanjutnya Perwira kelahiran Surabaya ini menegaskan bahwa pergantian jabatan yang dilaksanakan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan pada dasarnya merupakan tuntutan organisasi. Di dalamnya terkandung makna bersifat strategis yaitu peremajaan dan kaderisasi kepemimpinan. Sebagai aktualisasi dari transformasi TNI yang terjadi dengan adanya penambahan alut sista baru akan memberikan konsekuensi tuntutan profesionalisme prajurit pengawak organisasi khususnya perwira. Untuk menyikapi hal tersebut, diperlukan kesamaan dan kesatuan pola pikir, pola sikap dan pola tindak bagi kita semua.

Kolonel Laut (S) Ignatius Agung Sutoyo selanjutnya menjabat sebagai Kepala Depo Pusat Perbekalan Wilayah Barat (Kadopusbekbar) sedangkan pejabat baru Kolonel Laut (S) Sapto Adi sebelumnya berdinas di Dinas Perbekalan TNI AL (Disbekal) Mabesal. Pada hakikatnya tugas bagi setiap perwira adalah segala-galanya, karena tugas itu adalah amanah, kehormatan, kebanggaan sekaligus harga diri. “Tugas merupakan amanah, kepercayaan, dan sekaligus kehormatan yang diberikan oleh TNI, bangsa, dan negara untuk dilaksanakan dengan seksama serta penuh rasa tanggung jawab,” tambah Gubernur AAL.(tni.mil.id)

Thursday, February 5, 2009

Pangarmatim Tutup Latihan Kopaska dengan US Navy Seal

4 Februari 2009, Surabaya -- Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksda TNI Lili Supramono di Surabaya, Rabu menutup latihan bersama antara Komando Pasukan Katak (Kopaska) dengan pasukan katak AL AS (US Navy Seal).

Pangarmatim dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk mengantisipasi situasi dan kondisi ke depan yang memiliki kerawanan tinggi, seperti ancaman teroris dan masalah keamanan di dalam negeri diperlukan pola pengamanan yang tepat.

Berkaitan dengan itu, latihan bersama Kopaska TNI AL dengan 'US Navy Seal' ini diharapkan dapat berdampak positif bagi profesionalisme prajurit TNI AL dalam pengamanan wilayah maritim," kata laksamana berbintang dua itu.

Ia mengemukakan, latihan bersama itu merupakan bentuk kerjasama Pemerintah RI dengan Amerika Serikat, khususnya di bidang kemiliteran.

Karena itu, ia berharap, agar latihan ini dapat terlaksana secara terprogram, terus-menerus dan berjenjang, disertai dengan peningkatan kualitas materi dari waktu ke waktu. Latihan itu harus dilakukan dengan prinsip saling menghormati dan menguntungkan kedua negara.

"Di sisi lain, latihan dengan negara sahabat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan prajurit, menyangkut teknik dan taktik, baik perorangan maupun tim, sehingga terbentuk jiwa prajurit yang benar-benar profesional," katanya.

Menurut dia, dengan memiliki prajurit yang profesional dan peralatan tempur yang canggih, maka tugas TNI AL dalam menjaga kewibawaan dan kedaulatan serta integritas NKRI, khususnya di laut dapat dilaksanakan dengan baik.

Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful menambahkan, pada latihan ini, Kopaskan TNI AL mengerahkan empat tim atau 28 personel, sedangkan dari "US Navy Seal" menyertakan 15 personelnya.

"Selain sniper, mereka juga berlatih peperangan di ruang tertutup, perang hutan, bertahan hidup di hutan dan lainnya," katanya.

Selain personel, latihan "Flash Iron 09-01" selama satu bulan itu juga melibatkan satu kapal perang, satu helikopter, dua "Sea Rider" serta lima perahu karet. Latihan dilaksanakan di Markas Koarmatim, Selat Madura, Pantai Banongan, Situbondo serta Selogiri, Banyuwangi. (anatarajatim.com)

AL India Menambah Armada Frigatnya


5 Februari 2009, Moskow -- Rusia membangun lagi 3 kapal frigat Project 11356 kelas Krivak IV untuk AL India di galangan kapal Yantar sesuai kontrak yang ditandatanggani Juli 2006 senilai $1,6 Milyar.

Ketiga kapal tersebut tersebut akan dilengkapi dengan 8 rudal supersonik anti kapal BrahMos, berbobot mati 4000 metrik ton, kecepatan jelajah 30 knot dan akan dikirimkan seluruhnya tahun 2011 – 2012.

Kapal ini mampu melakukan misi pencarian dan penghancuran kapal penjelajah berukuran besar dan kapal selam. Diklaim mempunyai kemampuan tembak tiada duanya di dunia dalam kelasnya.

Delegasi militer India dipimpin Admiral Raman P. Suthan telah mengunjungi galangan kapal Yantar Oktober 2008. Merasa puas atas tahapan dan kualitas konstruksi.

Sebelumnya Rusia telah menyerahkan 3 kapal frigate kelas Krivak - INS Talwar, INS Trishul dan INS Tabar di tahun 2004 dimana sistem rudal anti kapal yang dipasang Club-N/354TE.

Ria Novosti/@beritahankam

Dispers, Dirjian, Danpom Kodikau Diserahterimakan


5 Februari 2009, Jakarta -- "Dalam organisasi TNI AU pergantian pejabat dilingkungan Kodikau adalah hal yang biasa dan wajar karena tuntutan organisasi yang bergerak dinamis dan merupakan pembinaan karier personel TNI Angkatan Udara", demikian sambutan Dankodikau pada acara Sertijab Dirpers, Dirjian dan Danpom Kodikau yang diserahterimakan hari ini Kamis (5/2) di lobby Makodikau.

Lebih lanjut Dankodikau menekankan bahwa pergantian pejabat baru diharapkan memberikan suasana baru dan inovatif kearah yang lebih baik untuk menentukan kualitas hasil didik agar memperoleh personel TNI AU yang mempunyai SDM berkualitas dan professional.

Direktur Personel Kodikau diserahterimakan dari Kolonel Pnb Yuli Antono kepada Kolonel Nav Subarno, selanjutnya Kolonel PNB Yuli Antono menjabat sebagai Dirmin AAU, Direktur Pengkajian Kodikau diserahterimakan dari Kolonel Pnb Herry Irsal kepada Kolonel PNB Dedy Nitakomara, diserahterimakan juga Komandan Polisi Militer Kodikau dari Letkol Pom Danang Sulistiyanto kepada Mayor Pom Pipik Krispiarto. Selanjutnya Kolonel Pnb Herry Irsal menjabat sebagai Danlanud Adisoemarmo sedangkan Letkol Danang Sulistiyanto menjabat sebagai Pamen Puspomau

Acara berlangsung dengan sederhana dan hikmat. Hadir dalam acara tersebut Wadankodikau Marsekal Pertama TNI L.Tony Susanto, para pejabat Kodikau serta perwakilan perwira anggota Makodikau.

tni-au.mil.id